Mysterious Love

Mysterious Love
Keadaan yang memburuk!



Helychopter itu seketika mendarat setelah melakukan perjalanan yang cukup jauh antara Hutan di pedalam Venuz ini dan beberapa akses sulit yang akhirnya berhasil mereka lalui dengan penuh perjuangan hingga sekarang benda itu turun tepat didepan Rumah Sakit besar yang begitu dikelilingi banyak orang terutama para Wartawan di luar Gerbang sana.


"Tuan!!!!"


"Tuan, apa yang terjadi? kenapa Alaska di hancurkan dan daerah sekitarnya?"


"Banyak dari masyarakat kami yang telah tiada!!!!"


Teriakan itu menggelegar hingga mereka menyoraki Team Medis yang membawa bangkar didekat Helychopter dengan penjagaaan ketat menyembunyikan Cestor diatas Bangkar dari jipratan Kamera para Media sana.


"Tuan!"


"Tuan! apa benar Nona Athena dalang dari Pembunuhan Keluarga Hannes selama ini?"


"Kami minta keadilan!!!!"


Lucifer menggeram mendengar itu semua hingga ia tak perduli lansung turun dan berlari masuk kedalam Rumah Sakit membuat beberapa orang Pasean dan pengunjung Rumah Sakit menghentikan langkahnya terpaku pada sosok gagah nan penuh pesona ini tengah melewati mereka dengan tubuh yang hanya dibaluti Jaket hingga dada bidang dan perut Sexsi itu membuat para wanita disana malu.


"Kenapa Tuan Muda Kedua bisa terluka begitu?"


"Entahlah, sepertinya sudah terjadi sesuatu karna perang semalam!"


Bisik mereka menahan keinginan untuk mengeluarkan Ponsel mengambil foto si Tampan ini karna para anggota lainnya sudah mengamankan situasi Rumah Sakit.


"Dimana Istriku?"


Teriak Lucifer menggelegar membuat seisi lorong itu terkejut dengan kedatangan Lucifer yang terlihat sangat khawatir dengan mata yang mencari disetiap tempat yang ia lewati.


"Disini. Master!"


Berots yang tadi berlari menyongsong lansung menuntun jalan dan melindungi Lucifer dari mata-mata nyalang para wanita sana hingga ia terus memberi tatapan intimidasinya kesemua orang.


"Dimana?"


"Nona ada di Ruang Rawat. Master!"


Lucifer lansung berlari menuju Lantai Ruang rawat membuat Berots hanya bersiaga mengejar Masternya yang pasti sangat khawatir pada wanita itu.


Setelah beberapa lama berkecamuk. Lucifer akhirnya sampai dilantai atas hingga ia melangkah cepat mendekati dua anggotanya yang telah menunggu didepan pintu ruangan ini.


"Master!"


Mereka memberi salam hormat tapi Lucifer tak perduli lansung ingin masuk namun Berots mencengkal bahunya.


"Master!"


"Kauu!!"


"Dokter tengah menagani Nona. biarkan mereka bekerja, Master!"


Lucifer menatap kearah kaca bulat di pintu hingga ia mendekati benda itu untuk melihat keadaan didalam sana. seketika, mata Lucifer dihadirkan oleh ruangan rawat luas dengan bangkar yang dikelilingi Tenaga Medis yang tengah mengerjakan sesuatu dan terlihat bicara serius membuat jantung Lucifer benar-benar terasa lepas.


"A..Apa yang terjadi padanya?"


"Belum ada informasi dari Dokternya. sedari tadi mereka didalam. Master!"


Jawab Berots sesuai dengan apa yang diisyaratkan dua anggotanya yang tak berani bicara takut mereka salah dan pria ini bisa menghabisinya.


Lucifer terdiam masih berdiri didekat pintu melihat kedalam mencari cela untuk menatap wajah Athena namun ia tak bisa karna terhalang beberapa Suster yang mencatat sesuatu daru dua orang yang tengah bicara serius.


"Apa yang mereka katakan?"


"Tenanglah. Master! anda bisa duduk atau istirahat terlebih dahulu!"


Berots menarik kursi tunggu itu kedekat Lucifer yang duduk dengan wajah yang jelas sangat mencemaskan Istrinya. apalagi wanita itu sedang Hamil dan pasti Lucifer tak tenang memikirkannya.


"Aku mohon. aku mohon jangan ambil dia!"


Gumam Lucifer mengusap wajahnya kasar lalu kembali berdiri terus melihat kearah dalam hingga Berots mengisyaratkan anggota yang ada untuk mencari makanan dan pakaian ganti untuk Masternya.


Tentu mereka lansung cepat pergi hingga Berots membiarkan Lucifer duduk lalu berdiri dan duduk kembali seraya terlihat tak sabaran.


"Mereka keluar. Master!"


Lucifer lansung berdiri dengan cepat menghadang beberapa Team Medis yang sudah membuka pintu hingga wajah mereka bersemberaut merah melihat pahatan sempurna ini tengah berdiri dengan tegapnya.


"Tuan!"


"Katakan!"


Dokter Maudy menyuruh yang lainnya pergi . ia menutup kembali pintu ruangan ini dengan wajah khawatir Lucifer yang sangat ia pahami.


"Tuan!"


"Cepat Katakan!" sangat mendesak angkuh.


"Kondisi Nona tidak bisa dikatakan baik-baik saja."


Degg..


"D..Dia.."


Lucifer begitu terbongkem melihat kedalam dimana wanita itu kembali menggunakan selang oksigen dengan perban dipipinya serta bagian leher yang sama.


"Nona mengalami tekanan yang kuat dari batinnya hingga berdampak pada kesehatannya. apalagi luka yang ada dileher yang parah tapi untung saja tak mematahkan tulang tengkuk belakangnya."


"Ba.. Bagaimana dengan perutnya?"


Dokter Maudy menghela nafas pelan membuat Lucifer benar-benar tercekat takut bahkan sangat ia rasakan saat ini.


"Kandungan Nona sangat lemah dan.."


Lucifer tersandar ke pintu itu menatap Athena didalam sana. ini semua karna dirinya yang sangat tak berguna menjaga wanita itu sampai kembali terbaring ditempat yang sama dengan keadaan lebih parah.


"Nona mengalami pendarahan yang cukup besar saat datang kesini tadi, kami sudah melihat kalau janin yang ada diperut Nona kemungkinan tak akan bisa kami selamatkan dan.."


"Kauu!"


"Dan kami belum memastikan kalau kandungan Nona aman. tapi yang jelas, untung sekarang Janinnya masih bertahan didalam sana walau mungkin nanti akan berbeda. kemungkinan akan selamat hanya 30% tapi kami akan berusaha meningkatkannya!"


Lucifer benar-benar sangat lemas. bagaimana jika nanti semuanya sirna? dengan harapan 30% itu sangatlah menyakitkan baginya apalagi Athena. pasti wanita itu tak akan menerima jika hal buruk itu terjadi nantinya.


"Nona sudah berjam-jam didalam sana. kemungkinan dia akan cepat sadar jika anda masuk tapi nanti jika dia mengalami sakit diperutnya itu dampak dari pendarahan tadi, anda cukup memberinya ketenagan dan kompres dengan air hangat. saya sudah menyiapkan obat juga di atas nakas dan jika terjadi sesuatu anda bisa memanggil saya yang akan memantau selalu."


"Terimakasih!"


Ucap Berots hingga Dokter Maudy mengangguk melangkah pergi dengan Lucifer yang sudah mendorong pintu ruangan ini hingga langkah lunglai pria itu hanya menyeret kaki kedekat Bangkar sang istri membuat Berots hanya bisa membisu menutup pintu ruang rawat itu kembali.


Langkah Lucifer terhenti didekat bangkar Athena hingga ia merasa ditikam melihat wajah pucat dengan lebam diwajah itu, belum lagi dengan lehernya yang diperban dan pastinya beberapa bagian tubuh lain ikut merasakan sakitnya.


"Hey!"


Lucifer duduk dikursi dekat Bangkar Athena dengan tangannya yang terulur menggenggam lembut jari-jemari lentik sang istri yang ia bawa menyentuh pipinya hingga kecupan lembut ia hadirkan penuh rasa sayang darinya.


"Maafkan aku, hm?"


Lucifer mengelus puncak kepala Athena dengan satu tangan kanannya. ia takut jika terjadi sesuatu pada wanita ini hanya karna berjuang mempertahankan janin yang ada didalam kandungannya.


"Sayang! kau dengar aku, kan?"


Tanya Lucifer masih menggenggam tangan Athena di pipinya. jika saja waktu itu ia cepat datang maka keadaan Istrinya tak akan begini, wanita ini pasti masih bisa memberinya senyuman yang mengatakan dia baik-baik saja dan mereka masih bisa bercerita tentang hari esok.


"Jika kau sudah tak kuat. aku tak apa,hm? lepaskan saja. aku.."


Lucifer menghela nafas halus memejamkan matanya mencoba untuk tetap tenang dan berusaha agar ia tak terlihat kacau, ia lebih memilih Athena bahagia, sehat dan bisa bersamanya hanya itu keinginan yang sederhana.


"Aku akan berusaha kembali! kau tak perlu khawatir, aku tak masalah. Sayang! yang penting kau sehat dan baik-baik saja. hanya kau yang sangat aku inginkan,hm? tak apa jika dia meninggalkan kita asal kau tetap bersamaku."


Lucifer lansung mengecup lama kening Athena yang seketika menjatuhkan bulir bening itu dari sudut ekor matanya. sejujurnya ia mendengar semua itu tapi ia masih belum bisa bergerak membuka matanya membiarkan Lucifer bicara dengan suara tegas dan parau. sungguh Athena tak menduga kalimat itu keluar di bibir Lucifer yang ia kira akan marah padanya.


"Aku sangat mencintaimu. cepatlah sadar dan lepaskan saja. hm?"


"K..Kenapa kau sangat mencintaiku? a..aku tak punya apapun yang b..bisa kau banggakan, hiks!"


.......


Vote and Like Sayang..