
Langkah lebar Athena lansung menyebrangi jalan menuju Perbatasan Alaska. disepanjang arah ia melangkah Athena selalu menghubungi Lucifer karna sekarang cuacanya tengah mendung, bisa saja nanti hujan dan pria itu kembali pulang malam, tapi masih saja tak aktif.
Para Anggota yang melihat Athena dari jauh lansung saling pandang rumit hingga mereka terpaksa melangkah menuju palang yang menjadi batas Venuz dan Alaska ini.
"Kalian!!"
Athena memanggil mereka yang hanya diam hingga wanita dengan celana Jeans panjang dan baju kaos lengan pendek itu mendekat kearahnya.
"Nona!"
"Apa Suamiku ada didalam?"
"Master sedang tak ingin diganggu!"
Wajah Athena lansung berubah datar menatap tajam 2 anggota Lucifer yang diam membisu menelan ludahnya kasar.
"Aku tak sedang ingin bercanda!"
"Maaf, tapi ini perintah lansung dari Master! dia ada pekerjaan yang penting dan sibuk jadi tak ingin diganggu."
"Omong kosong!"
Athena ingin melewati palang tapi lansung dihalang kembali hingga kepalan tangan Athena menguat sudah tak ingin lagi menunggu.
"Menyingkir!"
"Nona. ini perintah. Master!"
"MENYINGKIR!!!"
Bentak Athena menendang pinggang mereka hingga oleng tapi saat Athena ingin kembali melangkah tetap saja keduanya kembali berdiri gesit. Masternya tak akan memaafkan mereka jika segores saja luka itu tercipta ditubuh wanita ini.
"Kalian!!!"
"Maaf, ini perintah!" kekeh dan tegas.
"Baik! telfon dia dan suruh bicara denganku."
Athena yang tak habis pikir kenapa sekarang malah begini, tak biasanya Lucifer melarangnya masuk bahkan dulu pria itu sangat sibuk tapi masih sempat bicara dan meluangkan waktu untuknya.
"Tidak bisa. Master tak ingin diganggu!"
"Kalian ini kenapa, ha?? dia tak akan terganggu!! dia suamiku!!"
Bingung Athena keras sampai suara perdebatan mereka bisa didengar oleh seorang pria yang sedari tadi melihatnya dari atas balkonnya. kepalan tangan kekar itu menguat menahan untuk tetap diam untuk bertahan dikondisi seperti ini.
"Cifer!!!! kau disana kan???"
"Nona! sebaiknya anda pulang dan.."
Athena sudah menyalip gesit membuat keduanya terkejut mengejar langkah cepat kaki jenjang itu melewati puing-puing bangunan yang runtuh dan berlari menuju satu Bangunan yang biasa digunakan pria itu.
"Nona!!!"
Athena hanya membisu terus berlari masuk melewati tangga dan beberapa anak buah Lucifer yang hanya diam membiarkan Athena keatas menaiki Lift menuju kamar Masternya.
Disepanjang langkahnya Athena menyimpan rasa dongkol yang teramat pada Lucifer yang sudah sangat aneh tapi tak bicara padanya.
"Cifer!!!"
Athena membuka kamar Lucifer hingga ia tak menemukannya. Athena masuk mencari kesemua sudut dan tetap tak bertemu hingga ia berlari menuju ruang yang biasa Lucifer gunakan untuk minum dan merokok.
"Sayang!!!"
Panggil Athena terus keatas melewati tangga hingga ia sampai ke sebuah pintu yang sudah lama tak ia kunjungi. helaan nafas Athena muncul terhenti begitu saja dengan tangan terulur menekan gagang pintu.
Ceklek..
Dengan sangat pelan Athena membukanya takut ia benar-benar menganggu atau merusak sesuatu hingga mata Athena lansung tertuju pada punggung kekar seorang pria yang membelakanginya dengan fokus pada kayar Laptop dan kacamata hitam miliknya.
"Sayang!"
Lucifer hanya diam membatu seakan ia begitu sibuk tak mendengar ucapan Athena yang terdiam sejenak dengan langkah pelan mendekati Lucifer yang masih berusaha walau jarinya mulai gemetar memeggang Laptopnya.
"Sayang!"
Athena duduk disamping Lucifer yang menghentikan kegiatannya tanpa mau merespon Athena untuk kesekian kalinya mencoba tenang.
"Ada apa, hm?"
"Kau pergilah!"
"Sayang! kau kenapa? kalau ada masalah kau bisa katakan padaku atau..atau kau ada yang tak suka dengan sifatku, cara ku bicara atau yang lain kau ..kau bisa bicara."
Lemah Athena masih menatap wajah Lucifer yang anehnya memakai kacamata hitam ini hingga ia tak bisa melihat mata elang yang begitu ia rindukan itu.
"Sayang! ini kenapa kau memakai kacamata dan.."
Lucifer menepis kasar tangan Athena yang ingin melepas kacamatanya hingga wanita itu termenggu diam dengan mata kosong menatap Lucifer yang mencengkram Laptopnya kuat.
"Kau pergilah!"
"K..Katakan!"
Mata Athena mulai memanas karna tak tahan dengan sikap dingin Lucifer padanya. perubahan pria ini sangat membuatnya tak bisa menerima keadaan yang saat itu berjalan baik-baik saja.
"Aku tak ingin diganggu. dan kau pergilah!"
"Tapi, tapi kenapa? kau..kau tak pernah begini, Cifer!"
Suara bergetar Athena membuat Lucifer sesak bahkan ia sudah tak mampu bernafas dengan baik melihat mata Athena mulai mengembun dari balik kacamata hitam yang menutupi mata elangnya yang tak akan mampu bersembunyi jika bersitatap lama.
"Sayang! aku..aku minta maaf kalau..kalau aku salah. aku mau kau pulang, ini.. ini mau malam dan .."
"Kau!!"
"Dan aku..aku mau kau.."
"PERGILAH!!"
Degg..
Bentakan itu membuat Athena terperanjat yang sangat kuat hingga genggamannya ke lengan Lucifer terlepas dengan wajah pucat menatap Lucifer yang mengepalkan tangannya menahan diri.
"Kau tak mengerti bahasa manusia, ha?? aku bilang keluar dari sini!!!"
"K..Kau.."
"KELUAR!!!"
Brugh..
Lucifer tak sengaja mendorong bahu Athena yang lemah hingga wanita itu terjatuh kelantai dengan sikut membentur sanding Sofa yang masih menenggelamkan Athena dalam kesadarannya.
Mata Lucifer termenggu menatap mata Athena yang sudah menjatuhkan cairan bening itu dengan wajah kosong seakan ia tengah berada di dalam mimpi buruk.
"A..Apa kau suamiku?"
Lucifer menoleh kearah lain mengigit bibirnya menahan suara serak ini dengan kedua tangan masih mengepal meremukan Laptop yang ia peggang. sungguh, rasanya ia ingin mengakhiri hidupnya sekarang juga.
"Kau..Kau bercandakan?"
Tanya Athena tersenyum perih dengan hati yang sakit dan perih, ia sama sekali belum menerima perubahan sikap Lucifer yang sangat menunjukan kasar tak seperti biasanya.
"J..jawab aku!"
Berots yang sedari tadi melihat dibalik pintu ikut merasakan sakit karna tak pernah ia melihat Masternya setelah mencintai Athena berlaku kasar begini, membentak saja ia tak pernah tapi sekarang..
"JAWAB!!!"
"Nona!"
Berots melangkah masuk mendekati Athena yang sudah tak bisa menahan hingga menarik lengan Lucifer yang masih erat menggenggam tanpa mau menoleh kearah Athena.
"Jawab!!! aku salah apa, ha?? dan..dan kenapa kau berubah?? jawab..a..aku Cifer, hiks!!"
"M..Maafkan aku, Sayang!"
Batin Lucifer yang tak kuasa menahan sesak mendengar suara parau itu. ia sangat sakit mendengarnya tapi ia tak berdaya, ia belum bisa melupakan dendam ini jika berdekatan akan melukai Athena dan lebih baik ia melindungi dari jauh.
"Cifer!!! kau jangan diam saja, Brengsek!!!"
"Nona! ayo keluar!"
"Jawab hiks! aku..aku butuh kau!! N..Nenek ku sakit dan..dan aku..aku mau kau!!"
Teriak Athena menyayat hati Lucifer yang hanya bisa diam membisu mulai tak bisa mengendalikan dirinya hingga Berots lansung menarik Athena keluar.
"Nona!"
Athena menepis tangan Berots yang menarik lengannya dengan sapu tangan karna ia tak berani menyentuhnya. Athena berdiri didepan pintu dengan Lucifer yang membelakanginya.
"A..Aku menunggumu!"
Athena lansung pergi setelah mengatakan itu hingga Lucifer lansung melepas kacamatanya. air bening yang sedari tadi ia tampung lansung luruh dengan Laptop yang ia banting ke lantai.
"Aaaaa!!!! Sialan!!!! kau sialan Cifer!!!"
Bentak Lucifer memaki dirinya sendiri terus menginjak Laptop yang tergorok hancur dilantai ini meluapkan segala rasa sesaknya. sumpah demi apapun Lucifer tak sanggup mendengar suara tangis itu hingga ia seakan mencabut nyawanya.
"Aku..aku tak bisa!! M..Maafkan aku, Maafkan aku, Hena!!"
......
Vote and Like Sayang