
Deretan makanan itu tersaji rapi dengan berbagai menu andalan yang menggugah selera semua mata yang melihatnya. meja makan dengan ukuran besar ini benar-benar terlihat menggiurkan bahkan sangat pas untuk santapan makan malam untuk saat ini.
Yah. mungkin ini akan terlihat lezat dimata semua orang yang tak merasakan bagaimana diacuhkan selama beberapa hari oleh orang yang menjadi pendorong semangat hidupnya?! satu titik fokuspun tak dialihkan dari objek yang tengah ia pandangi sepuas hati dengan perasaan yang tak terjabarkan.
"Sayang! makan!"
Athena menyodorkan piring berisi Nasi dan beberapa potongan daging yang diolah menjadi makanan yang lezat beserta sayuran yang dibuat sup sesuai kesukaan keduanya.
Lama Athena memilah wortel dan selada dipiringnya untuk dipindahkan kepiring sang suami yang sedari tadi hanya diam menopang kepalanya dengan satu tangan seakan menikmati pahatan indah ini memberi perhatian yang sangat ia idamkan.
"Makan!"
"Aku sudah kenyang."
Jawaban itu membuat dahi Athena menyeringit mendekatkan wajahnya ke wajah Lucifer yang memanfaatkan hal itu dengan mengecup kilas bibir Istrinya membuat Athena tersigap.
"Kauu!"
"Apa?"
"Disini banyak pelayan!"
Geram Athena merasa sangat segan sedikit canggung menatap para pelayan yang hanya memasang wajah datar. tapi percayalah mereka begitu malu dan memerah atas perlakuan mesra Tuannya.
"Mau kekamar!"
"Hustt! habiskan makananmu."
Tekan Athena tak ingin meneruskan aksi nakal pria mesum ini. tapi sayangnya Lucifer tetap tak bergerak sama sekali, ia masih melakukan hal yang sama memandangi wajah cantik gemoy Istrinya yang membuat ia tak tahan.
"Sayang! jangan sampai piring ini pindah ke wajahmu. hm?"
"Aku sangat merindukanmu!"
Lirih Lucifer mengelus kepala Athena yang mengerti tapi ia tak mungkin membiarkan perut pria ini terlalu lama kosong hanya memakan beberapa roti itu sama sekali tak mengenyangkan.
"Makan dulu. nanti baru kita bicara."
"Bicara apa?"
"Emm, tidak ada. sedikit berusaha lagi!"
Lucifer terdiam sejenak mencerna kata 'Berusaha Lagi'. dan seketika wajahnya berbinar menatap Athena yang geli melihat raut cerah suaminya.
"Aku akan berusaha sekuat tenaga."
"Kalau tak makan kau tak akan sekuat itu, Tuan!"
Sinis Athena menyuapi Lucifer yang dengan cepat melahapnya lapar hingga para pelayan sana hanya diam tapi merasa sangat senang Tuan dan Nonanya kembali berbaikan walau sempat kemaren membuat satu Istana ini menjadi kelabu karnanya.
"Kau juga!"
"Aku sudah kenyang!"
"Makan! kau butuh energi yang exstra, aku tak ingin kau dan Baby terluka nanti."
Senyum licik Athena mulai meruak saat Lucifer bergantian menyuapinya hingga dalam beberapa menit saja Lucifer menghabiskan makanannya membuat mereka semua terperangah ditempatnya.
"Emm. Ayo!"
"Kemana?"
Heran Athena saat Lucifer berdiri menarik tangannya untuk ikut berdiri bersamanya tapi sayangnya Athena tak bergerak ditempat duduknya.
"Sayang!"
"Kemana?"
"Yang tadi!"
Athena menautkan alisnya pura-pura tak tahu apa yang dimaksud Lucifer yang terlihat sudah tak sabaran dengan wajah yang sudah merah dengan tatapan yang memaksa.
"Apanya?"
"Yang kau bilang BERUSAHA lagi!"
Tekan Lucifer. Athena mengangguk berdiri pelan dengan hati-hati Lucifer menggendongnya kembali. Athena berusaha menebalkan wajahnya dari pandangan semua pelayan yang begitu terlihat malu.
"Kau tak malu, ha?"
"Malu?"
Dahi Lucifer menyeringit bingung seraya masuk kedalam Lift masih menggendong ringan Athena yang mengkalungkan kedua lengannya ke leher kokoh sang suami.
"Hm! malu."
"Kenapa harus malu?"
"Kenapa? karna kau memang tak tahu malu!"
Cup..
Athena kelepasan mengecup leher Lucifer yang sudah merah sedari tadi hingga wajah Bumil itu memucat saat tatapan elang itu berubah menajam bahkan sangat menerkam wajah Athena membuat wanita itu mulai mencari alasan mengulur tangannya ke Tombol Lift.
"A.. itu.. sepertinya kau harus memencet tombolnya atau Lift ini tak akan.."
"Cifer!!!!"
Athena lansung terpekik diujung kalimatnya saat Lucifer menyambar bibirnya liar bahkan tangan Athena lansung refleks memeggang bahu kekar Lucifer yang menguasai dengan penuh.
Deru nafas Lucifer terdengar berat bahkan rona merah panas yang tadi mengukir dilehernya seketika menjalar keseluruh tubuhnya membakar habis aliran darahnya.
"Ehm!"
Athena yang tak bisa menolak pun lansung pasrah membalas ciuman penuh gairah ini sampai Lucifer menurunkannya perlahan untuk berdiri tanpa melepas tautan lidah yang semangkin panas.
Shittt. aku sangat merindukan ini. Hena.
Batin Lucifer mendecap mesra bahkan ia mencumbu dengan penuh cinta, ciuman yang tadinya liar berganti lembut saat satu tangan Athena sudah mengelus leher kokoh ini halus dan hangat.
"C..Cifer, ehmm!"
Athena melemah merasakan cumbuan lembut membuai itu menjelajahi lehernya dengan tangan-tangan nakal Lucifer bergerak menjamah setiap apa yang membuat Athena menggelijang hebat.
Srekk..
"S..Sayang kau..kau.."
Tatapan Lucifer semangkin menerkam saat melihat dua gudukan sintal putih ini terbungkus bera hitam yang terlihat ranum dan semangkin hari semangkin bertambah ukuran semenjak Athena hamil.
"C..Cifer! kita.. kita.. emm!!"
Athena lansung membekap mulutnya takut mengeluarkan suara keras saat ciuman pria ini berpindah erotis menggerayai benda kenyal yang mulai mengeluarkan sesuatu yang sangat membangkitkan hasrat Dewa ketampanan ini.
"C..Cifer!!!!"
Geraman Athena menekan kepala sang suami agar lebih tapi sayangnya Lift ini mulai terbuka hingga Lucifer lansung memeluk Athena seraya cepat memunggungi area pintu Lift.
Degg..
Dua manusia yang tengah berdiri kaku dibelakang sana terlihat canggung menatap kearah Lift dimana Lucifer menyembunyikan tubuh istrinya yang sudah separuh jalan ia jelajahi membuat wajah merah padam Lucifer meradang benar-benar murka.
"Kalian memang benar-benar!!"
Bentak Lucifer membuat Dokter Isabel gemetar menunduk, ia sangat terkejut saat membayang apa yang dilakukan sepasang manusia ini sampai sobekan Gaun dilantai Lift sana tergorok mengerikan? tentu ia merasa sedikit perih tapi rasanya juga gugup.
Namun, berbeda hal dengan Dokter Isabel yang gelisah. Cestor justru terlihat santai dan tenang tapi wajahnya tak bisa menyembunyikan rasa kesal dan dongkol itu.
"Salahmu sendiri bergulat didalam benda Kotak ini!"
"Kauu!!"
"Sudahlah!"
Athena menyudahi perdebatan ini karna ia sudah sangat malu. sialnya suami tak tahu tempatnya ini tak pernah bisa mengkondisikan keadaan untuk Bercinta.
"Mereka menganggu kita!"
"Mungkin ada urusan yang penting, hm?"
Athena mengelus rahang tegas yang masih merah Suaminya lembut meredakan hasrat gila pria ini. ia juga mulai merasa berdenyut saat benda keras itu menekan bagian perutnya.
"Kau masih ada urusan!"
"Berikan saja pada. Berots!" acuh Lucifer yang tak bisa menunda lagi.
"Ini tugasmu. kau yang tahu ini dari awal!"
Lucifer lansung memejamkan matanya menormalkan deru nafas dan tampilannya. ia lupa kalau ia harus menyelesaikan satu lagi hal yang penting bagi Athena.
"Hm!"
"Turunlah cepat!"
Cestor melangkah pergi meninggalkan Dokter Isabel yang masih mematung diam membuat Athena mulai merasa jengkel atas kehadirannya.
"Kau mau bicara apa?"
"A.. Nona, saya ingin memeriksa anda."
"Aku tidak sakit!"
Lucifer menarik dagu Athena menatapnya hingga wajahnya terlihat kembali Rileks walau ia harus meredam ini dulu dengan air dingin sampai nanti ia pulang lagi.
"Sakit tidak sakit. kau harus di periksa, hm?"
"Tapi.."
"Demi Baby?"
Akhirnya Athena mengangguk menarik rasa lega dihati Lucifer yang menekan tombol Lift untuk membersihkan dirinya dulu dan barulah ia akan pergi keluar.
"Kau mau kemana lagi?"
"Ini soal Alaska. aku harus melihat tempat itu dulu. apa boleh?"
Athena termenggu diam. biasanya Lucifer tak pernah izin padanya dan sering pergi sendiri dengan alasan yang kadang membuat Athena tak percaya.
"Kenapa Izin? biasanya kau pergi saja."
"Itu karna aku tak ingin kau marah lagi! rasanya sakit tak diberi ciuman Momy lagi!"
Athena hanya mengulum senyum simpul. sayangnya kapasitas kewaspadaan Athena tinggi hingga ia tak pernah mudah percaya soal alasan pekerjaan ini.
"Kau berbohong!"
"Bohong?"
Tanya Lucifer kembali menggendong Athena keluar Lift yang sudah membawa mereka ke lantai atas kamar.
"Hm, kau tak pernah meninggalkan aku setengah jalan seperti tadi kalau hanya soal urusan Alaska."
"Intelijen yang terbaik!"
Jawab Lucifer mengedipakan matanya menggoda hingga Athena tersenyum kecil. ia sadar jika apapun yang diperbuat Lucifer itu baik baginya tapi ia akan tetap mencari tahu itu.
"Jangan main-main dibelakangku!"
"Siap! Kapten!"
"Cih! aku jadi merindukan Dames!"
"Kauuu!!!"
Geram Lucifer tapi Athena sudah turun cepat dari gendongannya dan menutup pintu kasar.
Brakk..
"Kau bilang apa, ha???"
"Aku merindukan Dames!!!"
"Sial!!!"
....
Vote and Like Sayang..