Mysterious Love

Mysterious Love
Menahan penuh rasa luka!



Tatapan mata menajam wanita itu lansung terkejut saat mendengar pembicaraan Nyonya Violette dan President Arcules didalam kamar sana. ia tadi hendak memberitahu akan pulang tapi nyatanya ia malah mendengar sesuatu yang sangat mengejutkan.


"Bagaimana ini? kalau sampai Lucifer tahu kalau kedua orang tua Athena adalah pembunuh orang tuanya maka kita akan tamat. Violet!!"


Kepanikan President Arcules saat tadi sudah mendapati informasi kalau Athena itu memang benar-benar putri Manoch yang mereka kambing hitamkan sebagai tameng.


"Kau tenang saja."


"Maksudmu apa? kalau sampai Neneknya sialan itu buka mulut maka dia akan mengatakan kalau kita dalang dari semua ini, kita yang memaksa Manoch membunuh atau perusahaannya akan bangkrut, dan aku akan membawa Istrinya dan membunuh anaknya. kita akan habis!!"


Nyonya Violette hanya diam mencoba berfikir. jika Cestor tahu itu semua pasti dia sudah sedari dulu membunuhnya tapi ia yakin pria itu belum tahu apapun, apalagi Venuz masih dalam kepemilikan Cestor dan ia perlu segera bertindak menjauhkan Cestor dari Lucifer.


"Jalan satu-satunya hanya mendorong Lucifer untuk menghabisi Keluarga Hatwhey!"


"Kau pikir ini mudah, ha? kau ingin menjadikan Lucifer alatmu!" President Arcules benar-benar tak menyangka.


"Hm, Athena sebagai Tameng dan Lucifer sebagai alat!"


Gumam Nyonya Violette menyeringai membuat President Arcules benar-benar terkejut bahkan ia tersenyum bahagia memeluk Nyonya Violette yang sangat licik, tak sia-sia ia menikahi wanita yang tak lain Kakak dari Momy Lucifer ini hingga semua rencana tersusun rapi.


"Kita hanya perlu terus membuat Lucifer mengingat kejadian itu hingga ia membunuh Athena dan Neneknya dan bukti kita hilang, mereka hanya akan tahu kalau Manoch yang membunuh tanpa tahu kita ada dibalik layar memaksa pria malang itu."


"Kau benar! jadi, kita bisa mengendalikan Lucifer yang pasti akan menganggap kita sebagai orang tua pengganti yang baik!"


Nyonya Violette mengangguk hingga membuat Hera yang ada dibelakang pintu sana benar-benar dilanda keterkejutan yang sangat. berarti yang selama ini Lucifer duga itu benar kalau Nyonya Violette dan President Arcules ikut ambil dalam pembantaian itu.


"Jadi, Athena.."


Hera mulai tersenyum bahagia melangkah menjahui pintu kamar itu dengan raut berbinar yang tak terjabarkan. ia tak menyangka kalau Athena adalah anak dari pembunuh bayaran itu dan pasti Lucifer tak akan memaafkannya begitu saja.


"Ya Tuhan!! kali ini kau berpihak padaku!!!"


Hera memekik keras berlari menuju kamar kedua orang tuanya. ia sekarang begitu senang seakan terbang ke awan sana menduga apa yang akan Lucifer lakukan pada Athena bahkan akan membuat hidup wanita itu bagai di Neraka.


..........


Dahi pria itu mengkerut saat secercah cahaya dari Jendela yang dibuka itu menusuk netranya yang sangat berat terbuka. ringisan kecil itu muncul memeggangi kepalanya yang sangat berat seakan baru saja dilempari batu besar yang membuat denyutan keras.


"***!!! Sial!!"


Lucifer mengumpat mencoba untuk tenang sebentar merilekskan kepalanya yang berputar hingga perlahan kelopak mata elangnya terbuka dengan garis luka di pelipis yang terlihat karna sibakan rambutnya.


Setelah beberapa lama, akhirnya Lucifer bisa bangun dengan sempurna hingga ia melihat semua sudut ruangan yang begitu membuatnya takut untuk kembali tadi malam.


Namun, mata Lucifer membulat sempurna saat melihat botol Minuman dilantai kamar ini hingga pikirannya mulai tertuju pada wanita itu.


"H..Hena!"


Lucifer menyibak selimutnya kasar lansung berlari keluar karna takut ia benar-benar melakukan pembunuhan itu saat keadaannya tak sadar.


"Hena!!! Kau dimana??"


Tak ada jawaban membuat Lucifer semangkin dilanda rasa takut melihat Dapur tak ada orang lalu pergi kebelakang Rumah di Kebun pun tak ada orang selain peralatan berkebun.


"Hena!!! Sayang!!!"


"Master!"


Berots yang berlari dari pintu depan saat terkejut mendengar suara Masternya yang panik hingga ia melihat wajah khawatir Lucifer yang meruak.


"Dimana? Dimana Istriku?"


"Nona di.."


"Apa aku melakukan sesuatu semalam?"


"Nona di kamar Neneknya. Maste.."


Lucifer sudah lebih dulu berlari ke tempat samping hingga ia menerobos tirai yang tak ada pintu ini.


"Hena!!"


Degg..


Lucifer tercekat saat melihat Athena tengah tertidur disamping Nenek Nuseta yang terbaring lemah dengan selang Infus dan alat bantu pernafasan. wajah Lucifer memucat menduga apa yang semalam ia lakukan pada wanita ini.


"S..Sayang!"


Lucifer melangkah mendekati ranjang kecil ini dengan langkah pelan bahkan begitu perlahan seraya menatap perban yang membaluti tangan Athena.


"I..Ini.."


"Ehm!"


Athena menggeliat saat Lucifer menyentuh tangannya yang diperban hingga ia perlahan membuka matanya yang lansung dipaparkan wajah Tampan kusut Lucifer yang duduk disampingnya dengan mata terfokus ke tangannya.


"Kau sudah bagun?"


"Apa aku melukaimu?"


Athena tersigap lansung menatap tangannya yang diperban hingga ia beringsut duduk teringat semalam ia sangat panik saat melihat Neneknya tak sadarkan diri dengan Dokter Wiliam yang mengatakan Sakit Jantung wanita senja ini kambuh hingga ia tak sengaja menjatuhkan gelas sampai melukai tangannya.


"Tidak! ini hanya luka pecahan gelas, semalam aku takut terjadi sesuatu pada Nenek dan.."


"Dan apa aku melakukan sesuatu yang.."


Athena lansung merangkuh Lucifer kepelukannya hingga ia mengelus kepala pria ini agar tetap tenang. rasanya ia sangat tak paham dengan apa yang membuat Lucifer segelisah ini dan sangat aneh.


"Sebenarnya ada apa? kenapa kau terlalu takut dan gelisah, hm?"


"Aku.. aku takut.."


Athena menatap Lucifer yang memeluknya erat dengan rumit. tak biasanya Lucifer setakut ini bahkan ia merasakan jelas pria ini dilanda sesuatu yang menyesakan.


"Takut apa? kau bisa cerita atau mungkin aku bisa membantu."


Lucifer menatap wajah Athena yang begitu mirip dengan wanita itu hingga kepalan tangannya menguat. ingatan itu kembali menjalar dikepalanya membuat ia begitu emosi dan ingin meluapkan segalanya.


"Tidak ada!"


"Kau serius!"


"Hm!"


Lucifer mengangguk hingga ia tak sengaja melihat pakaian yang tergantung didekat lemari Nenek Nuseta. wajah Lucifer mengeras melihat baju kaos hitam dengan jaket yang sama dimalam itu menghabisi nyawa Dadynya.


"Em, Sayang!"


"Hm!"


"Apa kau suka Jaket itu?"


Athena menunjuk Jaket yang sama. Lucifer hanya diam dengan emosi yang kembali menggunung. tapi karna Athena tak tahu apapun ia malah semangkin memupuk rasa kebencian itu dengan barang-barang peninggalan kedua orang tuanya.


"Itu Jaket Dadyku. masih bagus dan gagah, pasti kau tampan saat memakainya."


"Hm!"


Athena melangkah kedekat lemari hingga ia mengambilnya dengan wajah ceria dan penuh binar. ia baru ingat kalau Lucifer juga suka memakai Jaket seperti keggemaran Dadynya.


"Kau pasti cocok memakainya!"


Rahang Lucifer mengetat dengan kedua tangan mengepal saat Athena membawa benda itu mendekat hingga Lucifer seakan membayang nyata dikepalanya.


"Karna Dady sudah tak ada. jadi aku mau kau yang mengambilnya."


"N..Nona.."


Berots memucat saat Athena sepertinya memancing amarah Masternya dengan mengukur Jaket itu ke bahu kekar Lucifer yang sudah merah menahan amarah.


"Ini Pas. kau bisa mengambilnya!"


"Nona! sebaiknya anda menyimpan itu karna mungkin Master tak ingin merusaknya." Berots mengantisipasi.


"Merusak? yang benar saja. ini hal berharga bagiku dan pantas aku memberinya pada suamiku."


Lucifer mencengkram jaket itu kuat bahkan kalau ini batupun maka akan remuk karna kuatnya geraman itu mencoba menahan untuk tak keluar.


"Kau mau kan sayang?"


Athena menatap wajah Lucifer yang datar terkesan sangat dingin membuat Athena termenggu diam.


"Kau tak suka, ya? maaf. aku hanya berfikir kalau kau pasti sangat Tampan memakainya, jika tak mau tak masalah, ini bisa ku letakan lagi di.."


"Berikan!"


"Master!"


Berots terkejut saat Lucifer mengambilnya hingga ia menelan ludahnya kasar berdoa agar Masternya tak emosi disini.


"Cifer. jika tak mau tak apa, aku.."


"Aku sangat ingin mengambilnya. sangat!" geram Lucifer tapi masih mencoba memaksakan senyuman ditengah hujaman belati ini pada Athena yang sangat bahagia.


"Benarkah? kau mau?"


"Hm!"


Athena lansung berhambur memeluk Lucifer yang dengan kuat menahan sesak dan rasa sakit, ia menahan kesakitan batin tapi ia melawan dirinya sendiri agar tak melakukan hal yang lebih membuatnya terluka lebih parah.


"Terimakasih. jaga baik-baik, hm?"


"Hm!"


Gumam Lucifer masig mencengkram jaket itu sampai Berots termenggu. sampai kapan Masternya akan bertahan disuatu posisi yang sama-sama memberinya luka tanpa sepengatahuan Athena yang selalu mengoyak hati Anak malang ini.


....


Vote and Like Sayang