Mysterious Love

Mysterious Love
Penyerangan!



Tatapan mata mereka tak lepas dari sepasang insan yang telah resmi menjadi suami istri setelah mengikrarkan janji begitu sakral terdengar. Perkataan Lucifer yang mengumandangkan ia akan menemani Athena dalam kondisi apapun, ia tak akan meninggalkan Athena kecuali nyawanya telah pergi dari raganya dan akan selalu mencintainya sepenuh jiwa menjalankan kodratnya sebagai seorang suami.


Tentu, itu membuat Athena menghangat sampai ia tak berhenti tersenyum dengan mata berkaca-kaca masih membayang perkataan ketegasan itu.


Sampai pada acara puncaknya, mereka baru saja selesai melakukan beberapa Pemotretan dengan Pakaian serasi ini bersama Nenek Nuseta yang hadir ditengah-tengah mereka semua.


"Nek!"


"Hm? kau bahagia?"


Tanya Nenek Nuseta memeluk Athena yang mendekapnya hangat. ia benar-benar tak menyangka kalau statusnya telah berubah 100% dari yang ia bayangkan, acara ini sangat hikmat seakan tak ada yang perlu dikhawatirkan.


Lucifer terlihat berbicara dengan beberapa Teman-temannya yang datang tapi mereka paham kalau ini acara yang direncanakan oleh seorang Master Alaska. banyak yang akan menyerang ketika semuanya lengah.


"Nek! aku sangat mencintainya!"


"Hm, Nenek tahu! dan kau.."


Nenek Nuseta mengurai pelukan menagkup pipi Athena dengan lembut. ia sangat lega bahkan begitu bahagia, impiannya terkabul begitu cepat untuk melihat cucunya menikah dengan orang yang tepat.


"Kau harus bahagia! hm, apapun yang terjadi didalam hidupmu kau harus hadapi, Nenek tahu kau wanita yang kuat. seperti ibumu!"


"Iya, Nek!"


Jawab Athena pasti mengecup kening Neneknya lalu menatap Lucifer yang berjalan kearahnya, semua orang tampak mulai keluar membuat dahi Athena mengkerut.


"Sayang!"


"Cifer! mereka mau kemana?" Athena menatap para Kru yang pergi.


"Tidak ada. hanya ada urusan mendesak."


Jawab Lucifer santai menatap Nenek Nuseta yang berbisik sesuatu di telinga Athena yang lansung bersemberaut merah membuat dahi Lucifer mengkerut.


"Ingat, Hena! kau sekarang sudah jadi Istrinya! bermainlah dengan sangat lihai agar dia tak meninggalkanmu!"


"Nenek!"


Athena menyenggol bahu Nenek Nuseta yang terkekeh lalu melangkah pergi karna anggota Lucifer terutama Luifi mengiringnya pergi hingga Lucifer lansung menarik pinggang ramping Athena merapat ketubuhnya.


"C..Cifer!"


"Apa yang dia katakan?" Lucifer mengintimidasi.


"Em, tidak ada!"


Jawab Athena tak memuaskan rasa penasaran itu hingga Lucifer mendekatkan wajahnya membuat Athena tercekat karna masih banyak anggota Lucifer disini.


"Kauu!!"


"Katakan!"


"Cifer, disini banyak orang!!" panik Athena gugup.


"Katakan!"


"Nenek hanya pamit, i..itu saja!"


Jawab Athena mengelak karna bisa saja Lucifer memiliki ide gila yang tak akan ia bayangkan sebelumnya. dan yah, Lucifer masih tak percaya kalau itu yang dikatakan Nenek Nuseta.


"Lalu kenapa wajahmu merah?"


"A.."


"Master!"


Athena mengelus dadanya lega saat Berots datang hingga ia terhindar dari pertanyaan sang suami. wajah Lucifer berubah datar menatap Berots yang menunduk.


"Master! semuanya sudah siap!"


"Hm."


Lucifer membelit pinggang Athena seraya melangkah keluar dari tempat ini hingga Mobil mereka sudah terparkir didepan sana dengan pengawalan ketat dari semua anggota.


"Masuklah!"


"Cifer. kau mau kemana?" Athena memeggang lengan Lucifer yang mengantarnya masuk.


"Pergilah, jangan menungguku. kau bisa tidur lebih dulu!"


"Sayang, memangnya kau mau kemana? apa ada masalah?" Athena resah membuat Lucifer tersenyum pelit.


"Tidak ada. hanya ada urusan di Alaska. kau istirahat dan makan."


"Tapi.."


Cup...


Lucifer mengecup bibir Athena kilas dengan tatapan mata tegas hingga Athena menganggu mengelus pipi Lucifer dan masuk ke Mobil.


"Aku akan pulang agak terlambat. tidurlah duluan!"


"Hm, hati-hati!"


Lucifer mengangguk menatap salah satu anggotanya yang menyetir dengan pandangan menusuk seakan mengatakan 'Jaga Istriku dengan nyawamu' hingga pria itu menganggukinya.


"Pergilah!"


"Baik. Master!"


Mobil itu melesat stabil dengan 5 Mobil Pengawalan yang mengikutinya. penjagaan yang sangat ketat hingga Lucifer memandanginya hingga benda itu menghilang dalam kegelapan malam.


"Alihkan perhatian mereka!"


"Master! mereka menunggu diarea selatan jalan yang biasa kita lewati."


"Hm."


Lucifer masuk ke Mobil satunya dengan para Anggota yang sudah melaju menuju area yang ditentukan. malam ini manusia-manusia tak berguna itu telah mengusik sampai tak berhenti mengintai.


Lucifer hanya diam didalam Mobil. ia membuka Ponselnya memantau Mobil istrinya yang melewati jalan lain hingga ia yang menjadi pancingan kearah sini.


"Senjata!"


"Senjata mereka lengkap dengan penembak jarak jauh dari atas pohon tertinggi, bisa jadi mereka mengintai dari jauh. Master!"


"Hm. tumbangkan semuanya!"


Berots tersenyum senang. kalau begini ia sangat rindu dengan Misi tempur Masternya yang tak akan main-main, saat bersama Nona Athena Masternya selalu menahan untuk membunuh tapi sekarang sepertinya akan sangat seru.


Mobil mereka tiba diarea yang dikatakan hingga Brigade Mobil diramaikan termasuk Mobil Mikeil yang ikut dibelakang sana mencari hiburan.


"Mereka datang!"


Graff yang merupakan kaki tangan Klan Tigerline yang sangat berambisi menghancurkan Klan Lucifer Alaska yang selama ini berkuasa. sudah 4 penjuru mereka isi untuk melancarkan penyerangan kali ini.


Graff menatap Mobil-Mobil yang melewatinya dilampu jalan yang berkedip lemah meremangkan suasana.


"Sekarang!!!"


Mereka menembaki Mobil itu bersamaan hingga senjata api yang diulurkan saling memekik dari semak-semak pinggir Jalan yang terseok na'as.


Suaranya sangatlah kuat menembaki dengan brutal sampai mereka tersenyum penuh kemenangan melihat Mobil itu penuh bolongan tembakan sampai Bannya meledak memuaskan pendengaran.


"Sekarang. Bom nya!"


"Baik!"


Bom dibawah jalan yang dipasang lansung diaktifkan hingga mereka berlari pergi meninggalkan jalan dengan suara ledakan yang kuat dari Mobil-mobil yang tadi memenuhi jalan.


"Woww!!!"


Graff menatap tak percaya pada kobaran api dijalan sana. ia berdiri ditengah kegelapan didekat Hutan dengan mata penuh binar kepuasan, ia tak akan gagal kali ini karna Tuannya pasti akan senang.


Ia tak tahu kalau satu persatu anggotanya telah dibekap oleh anggota gelap Lucifer yang cekatan menyalip beberapa semak melakukan sabitan keleher sampai nyawanya hilang dalam diam.


"Akhirnya!! Lucifer sialan!!!"


Graff berteriak puas hingga terus mengkerahkan anak buahnya menembaki arah kobaran api dari berbagai penjuru hingga dipastikan tak akan ada yang selamat dalam kejadian ini.


"Tuan pasti akan senang mendengar ini. Graff!"


Salah satu anggota yang memberi saran hingga Graff lansung menghubungi Tuannya untuk mengatakan semua ini, ternyata sangat mudah menjebak pria itu disini.


"Tuan! kita berhasil!!!"


"Bodoh!!! kau terlalu cepat!!!"


"M..Maksudmu apa? Tuan! kami telah.."


Dorrr.,..


Satu tembakan itu mengenai satu anggota yang tadi bicara pada Graff yang terkejut saat pria itu tumbang tepat dihadapannya dengan kepala berdarah dari sinaran ponselnya.


"T..Tuan.."


"Bedebah!!"


Tutt..


"Tuan!! Tuan!!!"


Graff mengigil saat melihat kesekelilingnya yang gelap. tak ada suara sama sekali hingga ia perlahan mundur menduga keheningan ini sangat Misterius.


"Serang Mereka!!!!"


Teriak Graff tapi hanya hening hingga ia terbentur ke pohon dibelakangnya dengan lkaki yang mulai mengigil.


"Kemana kalian????"


"Disini!"


Duarrr...


Graff membulatkan matanya saat lampu besar dari arah Jalan menyala hingga memperlihatkan timbunan mayat didalam semak-semak menggunung dan itu adalah anggotanya yang sudah tiada dengan kepala yang menggelinding didekatnya.


"I..Ini.."


"Bergabunglah bersama mereka!"


Berots keluar dari Pohon dibelakang Graff yang lansung dicekik dengan rantai besi ditangannya hingga Lucifer keluar dari Mobilnya yang terparkir didekat jalan gelap yang agak jauh dari ledakan tadi membuat Graff terkejut setengah mati melihat pria bermasker ini.


"Master!" Berots menarik Graff mendekati Lucifer ditepi jalan.


"Tangkapanmu kurang!"


"K..Kau!!! Kauu Pecundang!"


Plakk..


Berots menamparnya kuat hingga bibirnya lansung koyak dengan leher terasa mau putus karna dicekik benda besi ini. Mikeil yang melihat itu lansung keluar mendekati Lucifer dengan pandangan aneh.


"Hanya ini? kalau begini aku tak akan ikut!"


"Cihh! itu bagianmu!"


Mikeil terkejut saat Mobil yang ia duduki tadi meledak hingga Graff tertawa jahat dengan mulut penuh darahnya. tak sia-sia ia meminta bantuan dari Klan lain.


"Hambisi Mereka!!!!!!"


Brummm...


Deeu Mobil dari belakang sana lansung terdengar membuat Mikeil menatap Lucifer yang hanya diam berdiri santai disamping Mobilnya. padahal ia melihat ada banyak yang datang termasuk dari arah Hutan.


"Cifer!!"


"Mereka untukmu!"


Jawab Lucifer membuat Mikeil lansung mengeluarkan Pistolnya menembaki satu persatu manusia berpakaian gelap yang keluar lansung menyerang mereka.


"Cifer!!!"


Mikeil yang mengumpat karna ini diluar perkiraannya. pasukan musuh yang datang sangat banyak hingga sampai memberikan perlawanan yang liar.


"Serang mereka!!!!"


"Kau berisik!"


Berots memperkuat cekikannya hingga Graff mereggang nyawa dengan rantai yang separuh masuk ke kerongkongannya. ia mengeluarkan pistolnya hingga melawan anggota yang musuh yang mendekat.


Terjadi tembak-menembak yang brutal mengelilingi Lucifer yang hanya diam dengan mata menajam bak elang memandang satu persatu orang yang tumbang dihadapannya.


Ia mencari satu pimpinan yang menjadi ketua dari penyerangan ini hingga Lucifer melihat satu pria yang lihai berkelahi membantai anggotanya.


"Berikan!" Lucifer menatap Berots yang memeggang besi dari ledakan Mobil tadi hingga ia memeggang Besi baja berat ini dengan ringan seraya menelitinya, bentuknya panjang satu meter dengan satu gerigi yang sangat ia suka.


"Kauuu!!"


Sayangnya pria itu malah mendekati Lucifer yang tetap diam memandangnya. ia ingat Athena melarangnya untuk membuat masalah kecuali ada orang yang mencari masalah dengannya.


"Kauu yang bernama Lucifer?"


"Hm!"


"Kau yang membunuh anggota kami!!!"


Pria itu menyabitkan pisaunya kearah dada Lucifer yang dengan cepat menagkisnya kasar lalu memukul tengkuk pria itu dengan baja ditangannya tanpa merubah posisi berdirinya.


Bughh..


Pria itu tersungkur na'as mencium aspal hingga amarah para anggota lain meluap kembali menyerang dengan bengis.


"Hanya itu?"


"Kauu!!!"


Ia kembali bangun kembali menyerang Lucifer dengan tinjuan kerasnya yang Lucifer tangkap ringan hingga ia memelintirnya kuat sampai berbunyi retakan keras.


"Ini hadiahmu!"


Lucifer memukulkan baja itu kekepala pria ini hingga Mikeil terkejut saat darah itu muncrat ke kemeja Lucifer yang telah melepas Jasnya.


"Cifer!!! kau baru satu.. aku sudah.."


Bughh..


Lucifer kembali menghantamkan benda berlumuran cairan pekat itu ke seorang anggota musuh yang ingin menyerangnya hingga kali ini Lucifer serius menyabit semua yang dekat kearahnya.


"Ini yang kalian mau!!!"


Lucifer semangkin menggila menyabit segala hal yang menurutnya sangat menjijikan hingga baja yang ia peggang meneteskan cairan amis itu dengan lancar.


"Master!!"


"Biarkan saja!" Mikeil yang menahan Berots untuk menghentikan Lucifer yang tengah memidik kepala para-para sampah ini.


"Tapi, Nona bisa marah. Tuan!"


"Cih! dia tidak tahu, biarkan Mastermu melepas dahaganya sebentar."


Tapi Berots tak ingin mengambil Resiko hingga berlari mendekati Lucifer yang telah sedikit sulit mengendalikan dirinya saat melihat darah-darah ini mengalir deras.


"Kesini!!!"


"M..Master! kendalikan diri anda."


"Mereka yang datang, lalu aku harus melepasnya?"


Tanya Lucifer penuh seringaian sambil meninju satu orang pria yang ingin menembaknya. sungguh ia sangat suka merenggut nyawa para sampah ini.


"Master. tapi.."


"Acuhkan dia, Cifer! aku akan membantumu berpesta!"


Mikeil senang hingga Berots lansung mengantisipasi.


"Master! pasti Nona tak akan tidur. dia pasti menunggum, anda!"


Lucifer terdiam sejenak. ia baru sadar kalau ia sudah tak bisa berkeluyuran sesukai hati seperti dulu, ada yang menunggunya untuk pulang.


"Bawa mereka ke Alaska!"


"Hais! hanya satu lagi, aku akan membantu!"


Lucifer hanya acuh melangkah ke Mobilnya seraya melepas Kemeja yang sudah basah. sialnya ia terlalu terpancing sampai lupa kalau ia harus pulang.


.........


Vote and Like Sayang..