Mysterious Love

Mysterious Love
Katakan itu tak benar!



Tatapan Lucufer terlihat kosong tengah terduduk tersandar ke dinding menatap Bangkai Mobil Tua yang hampir semuanya ditumbuhi lelumutan dan karat, tapi ia masih ingat bagaimana bentuk sampai BMnya membuat Athena menyeringit atas respon Pria ini pada pernyataannya.


Wajah tampan Lucifer terlihat memucat dengan keringat dingin dikeningnya membuat Athena mendekat menyangga cairan bening dijidatnya.


"Kau kenapa? Sayang! apa kau sakit?"


Tanya Athena mengelus kepala Lucifer yang terlihat beralih menatapnya dengan tatapan penuh tanya dan penjelasan, satu tangan Lucifer gemetar menggenggam tangan Athena.


"I..Ini.."


"Aku benar. ini Mobil kedua orang tuaku saat kecelakaan 10 Tahun yang lalu, sudah lama disini karna tak bisa dipakai terlalu rusak parah!"


Dada Lucifer semangkin dicengkram hingga ia berdiri ditengah tubuh yang lemas menduga itu sama sekali tak benar.


"I..Ini.. ini tidak.."


"Kau kenapa?"


"I..Ini.. aku.."


Lucifer berdiri menyusuri dinding Rumah ini membuat Athena menyeringit membuntuti Lucifer yang sudah melepas genggamannya hingga pria itu terlihat linglung.


"Sayang!"


"I.. Itu.."


"Cifer!! kau kenapa?"


Lucifer bersandar ke tembok belakang berjongkok memejamkan matanya mengontrol semuanya yang ia tepis kuat. itu tak mungkin, Athena tak mungkin ada sangkutannya dengan pembantaian ini.


Lucifer terus menepis hingga ia mencengkram kepalanya kuat membuat Athena lansung berjongkok dihadapan Lucifer yang menenagkan dirinya sendiri tak ingin menyakiti wanita ini.


"Sayang! kau kenapa? jangan menakutiku!"


Lucifer hanya diam mencoba untuk tetap bisa tenang walau jantungnya sudah sangat berdebar kencang. kepalanya terangkat menatap lemah wajah khawatir Athena yang memeggang pipinya.


"Kau kenapa?"


"Itu tak benar!"


"Apanya? aku tak mengerti dan.."


Grep..


Lucifer memeluk Athena yang termenggu dengan mata yang terkejut akan pelukan erat ini sampai ia begitu terasa sesak. degupan jantung Lucifer juga jelas ia dengar hingga Athena perlahan mengulur tangannya mengelus punggung kekar ini.


"Ada apa? hm!"


"I..Itu tak benarkan?"


"Sayang! aku tak mengerti, bicara yang jelas!"


Lucifer hanya bisa diam mengeratkan pelukannya yang seakan ia sangat takut, bahkan ini sangat mengerikan dari pada menghadapi hujaman peluru atau pisau ditubuhnya.


"Aku..Aku sangat mencintaimu. Athena!"


"Hey! aku tahu, itu karnanya saat bersamaku kau jadi Bayi Gagak!"


Canda Athena mengecup pelipis Lucifer yang masih memeluknya erat dengan rasa khawatir yang menjalar kuat sampai Athena mulai sulit bernafas.


"Sayang. aku sesak!"


"Hm!"


Lucifer memejamkan matanya mengendurkan pelukan tapi tak melepasnya. ia berusaha untuk tetap percaya kalau Athena tak ada bagian dalam ini, Istrinya hanya Istrinya dan tak ada hubungan apapun dengan kasusnya.


"Aku akan pergi sebentar!"


"Kemana? kau terlihat pucat. istirahatlah dulu, atau kau makan. Sayang!"


Lucifer menggeleng membenamkan wajah Athena ke dadanya hingga mengecup lama kening wanita ini sampai Athena bingung sendiri dengan sikapnya.


"Ada apa?"


"Tidak. kau sudahi kegiatan ini, biarkan pelayan yang melakukannya!"


"Tapi.."


"Menurutlah!"


Suara Lucifer sangat tegas membuat Athena terdiam sejenak tak ingin mencari masalah atau memancing keributan dan akhirnya ia mengangguk berdiri seraya melepas sepatunya.


"Kau istirahat. aku akan segera pulang!"


"Em, hati-hati!"


Lucifer mengangguk mengecup bibir Athena kilas lalu keluar lewat pintu samping hingga Athena diam termenggu menatap kepergian suaminya.


Nenek Nuseta yang tadi sempat melihat sikap aneh Lucifer lansung dibuat bingung. kenapa Panci itu begitu tertekan saat melihat Bangkai Mobil Kedua orang tua Athena?


"Hena!"


"Nek!"


Athena tersigap lansung mendekat kearah Nenek Nuseta yang telah berdiri dipintu masuk dibelakang rumah.


"Nek! kenapa keluar?"


"Ada apa dengan si Panci?" Nenek Nuseta menarik lengan Athena masuk.


"Mungkin dia hanya lelah, Nek! Maklum urusannya sangat rumit!"


Jawab Athena membuat rasa penasaran Nenek Nuseta membukit. dari raut Lucifer terlihat pria itu menahan amarah dan rasa takut dengan Cinta yang juga besar.


"Memangnya dia kenapa?"


Nenek Nuseta lansung terkejut. pikirannya melayang pada suatu kejadian yang selama ini dirahasiakan dari Athena yang menyeringit melihat wajah pucat Neneknya.


"Nah, kalian juga sama. apa penyakit ini menular?"


"H..Hena. s..siapa nama Kedua orang tua Panci?"


Athena menyeringit melangkah masuk memandangi Neneknya rumit.


"Hannes!"


Deggg...


.....


Mobil Lucifer lansung melaju cepat menuju Cam yang tadi ia tinggalkan. matanya terlihat memendung kemarahan dengan dada yang terus bergemuruh, disepanjang perjalanan ia terus menolak duggaan dikepalanya tentang Athena.


"Tidak!!! Tidak brengsek!!!"


Bentak Lucifer memukul Kemudinya yang terus mengarahkan Mobil cepat membuat Mobil-Mobil disekitar Lucifer terkejut menepi takut terkena tabrakan.


Suara angin itu menyabit keras mengiri Ban mobilnya yang bergerak lincah tak lagi terlihat membuat para anggotanya yang mengejar dari belakang menjadi bingung.


"Kenapa dengan Master?"


"Aku tak tahu. tadi dia tak begitu!"


Gumam para anggota yang takut jika Masternya kembali kambuh. Mobil Berots juga mengejar karna ia sudah tahu apa yang menyebabkan Masternya kembali dikuasai kegilaan karna ia pun sangat terkejut melihat data yang diberikan anggotanya yang mencari Identitas Athena.


"Ya. Tuhan! kenapa jadi begini?"


Gumam Berots sangat gugup. ia takut menyampaikan ini pada Masternya yang pasti sangat terpukul bahkan hancur, entah apa yang dilakukan pria itu sedangkan ia tahu betapa Cinta dari hatinya yang dulu beku begitu besar pada sang Istri.


Mereka masih melakukan kejar-kejaran hingga Lucifer hampir membahayakan dirinya sendiri dengan kecepatan sampai sekilat itu dengan Mobil Sport hitamnya melesat jauh.


"Master!!"


Berots menghubungi Lucifer dari Earpicenya tapi tak tersambung sama sekali membuat mereka benar-benar merasa frustasi.


Setelah beberapa lama bermain kecepatan. Lucifer lansung melesatkan Mobilnya kearah Cam membuat semua orang yang tengah mengadakan acara jalan sorepun jadi gembira dengan kedatangan Mobilnya.


"Tuan!!!"


Lucifer membuka Pintu kasar membuat mereka menelan ludahnya kasar melihat raut wajah Lucifer tak bersahabat, benar-benar dingin seakan membunuh mereka semua.


"Diam!"


Petugas keamanan meredam keriuhan karna takut memancing amarah Lucifer yang sudah melangkah cepat kedalam sana dengan Mobil-mobil hitam dibelakang juga sampai lansung mengejar Masternya.


"Tuan Muda kenapa?"


"Mungkin ada urusan mendadak!"


Gumam mereka saling berbisik hingga Cellin yang mendengar lansung melangkah mengikuti masuk ke area penginapan Istana menunjukan kartu khususnya membuat Vina menggeleng.


Sementara Lucifer. ia sudah melesat keatas karna untung saja tak ada orang di lantai bawah selain Pelayan dan beberapa orang yang menatapnya takut.


"Cestor!!!!"


Suara itu menggelegar membuat Berots memerintahkan anggotanya mengamankan situasi dengan mengarahkan semua orang di Penginapan keluar, tak ada Nyonya Violette atau President Arcules, begitupun juga dengan Keluarga Derdanos termasuk Hera yang entah kemana.


"Cestor!!!"


"Master!"


Berots berlari keatas menyusul Lucifer yang sudah sampai ke kamar Cestor yang terlihat terbuka memperlihatkan pria maskulin itu tengah berbicara dengan Asisten Brian yang terkejut melihat wajah meradang Lucifer mendekat kesini.


"T..Tuan!"


"Cifer!"


Gumam Cestor menyeringit saat melihat Lucifer yang mendekat dengan wajah menggeramnya.


"Kau!!!"


"Kau kenapa?"


"Kau tahu segalanya kan??"


Cestor diam dengan wajah datarnya menatap Asisten Brian yang mengangguk melangkah pergi hingga ia masuk kedalam kamarnya dengan Lucifer yang sudah tak tahan dengan duggaan dikepalanya.


"Istriku tak mungkin terlibat!!"


"Dia terlibat!"


Bughhh..


Cestor lansung dihantam pukul telak itu kewajahnya hingga Lucifer menarik kerah kemejanya jantan dan terlihat sangat kelam dengan wajah mengeras nafas memburu.


"Kau pasti ingin menghancurkan semuanya!!!! kau hanya membuat cerita!!!"


"Kau sudah tahu?"


Tanya Cestor masih tenang tapi ia sudah sangat khawatir melihat respon Lucifer begini. walau bagaimanapun ia takut semuanya semangkin runyam.


"Katakan itu tidak benar!"


"Athena memang Putri Pembunuh itu!"


Duarr...


.....


Vote and Like Sayang..