Mysterious Love

Mysterious Love
Keterkejutan!



Keringat dingin itu sedari tadi berjatuhan saat melihat wajah yang sangat berbeda yang selama ini mereka kenal begitu tenang dan diam terlihat menatap mereka penuh seringaian dengan tubuh gagah yang berdiri tegap. kedua tangan masuk kedalam saku celananya.


Wajah yang tenang namun memiliki rencana yang pasti disetiap raut wajah datar yang ditunjukan.


"C..Cestor!"


Nyonya Violette sekali lagi gemetar tak bisa menyangka. kedua tangannya di borgol dengan kaki dirantai, sama halnya yang dilakukan ke President Arcules yang diikat diatas kursi yang sama.


Semalam mereka merasa sangat ngantuk hingga tertidur tapi saat membuka mata, alangkah terkejutnya dua manusia itu melihat ruangan gelap dengan satu lampu diatas sana serta bau amis yang menyengat.


"Sudah bagun. rupanya!" suara yang sangat dingin membuat mereka menegguk ludahnya kasar.


"N..Nak, kau..kau kenapa? lepaskan ikatan ini."


"Momyku tersayang, berapa Tokoh yang akan kau mainkan dalam Drama ini, hm?"


Degg..


Nyonya Violette terlonjak kaget hingga lansung menatap President Arcules yang memucat, keduanya mulai gelisah dengan pertanyaan ambigu Cestor yang menjerumus pada suatu hal.


"C..Cestor! a..apa yang kau katakan, Nak? ini bukan Drama. ayo lepaskan Dady dan Momymu!"


"Dady dan Momy, hm?"


"I..Iya, kan sedari dulu memang begitu, Sayang!"


Kepalan tangan Cestor menguat mendengar bujuk rayu beracun yang begitu memantik dendam dan rasa sakit ini. Kedua orang tuanya sudah sangat percaya pada kedua iblis ini tapi apa balasannya? hanya pengkhianatan dan haus kekuasaan.


"Hm, kalau begitu lepaskan mereka!"


Asisten Brian lansung mengisyaratkan bahawan mereka melepaskan Rantai dan Borgol itu hingga Nyonya Violette ingin berdiri dengan raut bahagianya untuk memeluk Cestor yang menyangga cepat.


"Tunggu!!"


"Nak! Momy sangat merindukanmu, kau jarang pulang ke Istana Venuz. ayo kita berpelukan!"


Cestor hanya diam masih menatap dingin hingga ia tersenyum penuh makna pada Nyonya Violette yang seketika tercekik.


"Untuk apa buru-buru, duduklah terlebih dahulu. Momy!"


"A.. B..Baiklah!"


Nyonya Violette terpaksa duduk kembali kekursinya dengan tatapan menekan President Arcules yang tak tahu menahu tentang perubahan sikap Cestor pada mereka.


"Aku rasa kalian perlu Refresing!"


"Cestor! pekerjaan di Istana sangat banyak, kita akan pulang sebentar lalu baru pergi li.."


"Santai saja, semuanya aku yang mengendalikannya sekarang."


Jawab Cestor duduk dikursi yang disediakan bawahannya hingga Asisten Brian lansung menghidupkan layar besar yang ada dihadapan mereka hingga terlihat keharmonisan suatu keluarga didalamnya.


Nyonya Violette mencengkram lengan President Arcules saat melihat dimana ada Rekaman kebersamaan keluarga yang hangat diruang Tamu dengan canda tawa renyah yang terlihat ceria.


"*Violet! kau tak berencana memiliki anak?" Nyonya Suzanka yang merupakan Istri dari Tuan Eroana. keduanya adalah orang tua Lucifer dan Cestor dikala umur 15 Tahunan yang tengah berbincang di ruang Tamu megah yang diduduki oleh Nyonya Violette bersama Suaminya Arcules yang memberi senyuman hangat dibalik rasa iri mereka pada kedua manusia ini.


"Belum, Kak! suamiku masih fokus pada usahanya jadi kami menunda kehamilan! tapi, kalau Kakak Ipar mau membantu Perusahaan kami mungkin akan lebih baik dan.."


"Aku tak melihat kerja keras, Suamimu!"


Ucapan Tuan Eroana memantik api dalam sekam dari Tuan Arcules yang sudah muak direndahkan seperti itu, tapi Tuan Eroana tak salah berbicara tegas karna tak ingin pria pemalas ini hanya berleha-leha saja.


"Kak. aku masih mencoba mencari Investor di.."


"Didalam kamarmu! begitu?"


Nyonya Violette mulai geram hingga Nyonya Suzanka agak merasa tak enak akan sikap tegas suaminya ini.


"Sayang!"


"Kalau kau masih di kamarmu sepanjang waktu, tak mungkin Investor itu datang sendiri menemuimu begitu rendah hati memilih rekan malas sepertimu."


Tuan Eroana yang memang sangat tak suka dengan adik iparnya ini tapi ia tetap memberi peluang bisnis karna permintaan istrinya, tapi sayang semuanya disia-siakan untuk berpesta.


"Baik! kami permisi!"


"K..Kak!"


Nyonya Suzanka menatap kepergian Nyonya Violette dan suaminya hingga Tuan Eroana mengeraskan wajahnya dingin.


"Aku tak mau tahu. kau harus menghabisi mereka!"


Nyonya Violette yang kesal berdiri disamping Mobilnya dimana ada kamera CCTV yang dekat Plapon rumah mewah ini.


"Aku tak ingin masuk penjara!"


Saran itu terlihat membuat Arcules termenggu hingga menggeleng tapi Nyonya Violette semangkin mendesak.


"Arcules!!! kau ingin direndahkan terus seperti itu, ha? buat Wanita Sialan itu sengsara karna menolakmu dan kita bisa menghancurkan dua penghalang sekaligus."


Mendengar itu akhirnya Tuan Arcules berbinar mengangguk lansung menghubungi Manoch*.


Degg..


Nyonya Violette dan suaminya meneggang ditempat melihat Rekaman itu hingga keduanya menelan ludah kasar menatap wajah dingin Cestor yang membara saat melihat wajah kedua orang tuanya, ia sangat menyayangi mereka tapi malah direnggut oleh orang-orang berhati iblis ini.


"I..Ini.."


"Konspirasi yang sangat licik!"


Geram Cestor yang sudah lama menahan ini, ia menyimpan Rekaman ini selama bertahun-tahun untuk mencari semua yang bersangkutan hingga akhirnya sekarang ia tak akan melepaskan para iblis ini.


"Cestor! i..itu salah, kami.."


"Salah dimata sialanmu!!"


Dorr...


Satu peluru melesat ke bahu Nyonya Violette hingga membuat mereka semua tercekat melihat wajah Cestor sudah merah padam. akan ia hancurkan satu persatu orang-orang yang sudah ia targetkan ini.


"C..Cestor!"


"Kalian juga harus merasakan hal yang sama!"


"C..Cestor! kami.. kami tak tahu apapun, kami..kami .."


"Bawa mereka!"


.......


Lucifer tengah sibuk menghubungi rekan-rekannya ditempat lain agar bersiaga menyiapkan anggota sebanyak mungkin karna besar kemungkinan Cestor akan menyerang cepat, ia harus lebih dulu bergerak sebelum pria itu memfokuskan diri pada Athena.


"Aku ingin kau bagi anggotamu menjadi dua Team, pasukan khusus melumpuhkan IT mereka dan satu lagi senjatanya, jangan menyerang sebelum aku memerintahkan."


"Kau serius ingin menyerang Venuz?"


Suara Mikeil yang ada diujung sana tak menyangka kalau kedua Kakak beradik ini akan berbenturan hanya karna Cinta dan satunya lagi dendam yang rumit.


"Aku hanya bersiap lebih cepat, Cestor itu tenang tapi dia pasti sudah merencanakan sesuatu!"


"Baik! kabari aku jika sudah mau menyerang."


"Hm!"


Lucifer mematikan sambungannya lalu menghela nafas halus. ia sudah pulang ke Alaska untuk mengurus semuanya agar tak terlalu ditekan ketika Cestor meluncurkan serangan ke Alaska.


"Aku tahu. kau tak akan pernah sejalan denganku!"


Gumam Lucifer menatap kearah perbatasan dari Balkon sini, lawannya sekarang Cestor yang tak ia sangka sudah semangkin licik dari yang ia tahu sebelumnya.


"Master!!!"


Suara teriakan dari belakang sana membuat dahi Lucifer mengkerut berbalik menatap Berots yang terlihat pucat menghadap kearahnya, tak biasanya pria ini begitu panik.


"Ada apa?"


"N..Nona!"


Lucifer lansung mendekat cepat dengan raut wajah khawatir menatap tajam dan menunggu Berots yang menelan ludahnya berat.


"Ada apa? apa Istriku melakukan sesuatu atau.."


"Nona Tertabrak Mobil!!!"


Duarrr..


Seakan tersambar petir Lucifer lansung tercekik ditempat menatap Berots dengan angkara murka yang jelas di wajah merah padamnya.


"Kau jangan membual!!!" bentakan keras menggelegar.


"Saya benar, Master! satu anggota kita juga tewas ditempat!"


"H..Hena!!!"


Lucifer berlari cepat dengan wajah memucat dan jantung serasa diremas kuat. nyawanya seakan terbelah mendengar wanita itu mengalami kecelakaan yang separah ini.


....


Vote and Like Sayang..