
Tatapan aneh Athena lansung menghunus para wanita yang memenuhi rumahnya. mereka terlihat menyiapkan Gaun Bumil yang sangat cantik untuk ia pakai, tapi kenapa? apa ada acara atau Pesta dipagi hari ini?
Athena bertanya-tanya. ia menatap Luifi yang hanya memberi senyum hangat mendekati Athena seraya memeggang Gaun cantik yang sangat Elegan seukurannya.
"Nona!"
"Kenapa kalian kesini?"
"Kami akan mempersiapkan anda untuk Pesta di Istana.Nona!"
Wajah Athena yang semula heran seketika berubah datar terlihat tak bersahabat.
"Aku tak pergi!"
"Nona! saya tahu anda marah dengan kami semua termasuk Master, tapi kali ini anda harus datang karna menyangkut kehidupan anda sendiri."
Lama Athena termenggu mencerna ucapan Luifi yang seakan mengatakan Pesta ini menyangkut tentangnya. tapi ia yakin, Lucifer juga hadir dengan wanita sialan itu.
"Suruh saja Dokter cantiknya itu menemani Mastermu. untuk apa dia mengajakku?"
"Nona! apa anda mau membiarkan wanita itu semangkin mengambil hati, Master?" Luifi mencoba memberi hasutan.
"Maksudmu?"
"Jika anda tak pergi maka, Dokter Isabel akan semangkin mendekati Master. apalagi hubungan mereka sangat dekat menurut anda bukan? maka, sekali kesempatan ini anda lewatkan maka saya menjamin Master akan pergi!"
Athena tercekat ludahnya sendiri. wajahnya mulai bergurat cemas memikirkan kalau Lucifer benar-benar meninggalkannya. ia tak akan bisa hidup tanpa pria itu.
"Cih. aku akan pergi! tapi hanya untuk membuktikan kalau aku lebih pantas!"
"Itu bagus, Nona! anda harus membuktikannya."
Ucap Luifi hingga team perias dan penata busana itu lansung mendekati Athena membawa peralatan mereka menuju kamar. untung saja Athena sudah mandi hingga mereka bisa cepat sebelum acara itu berlansung.
.......
Deru Mobil itu lansung stabil masuk ke pekarangan Istana Venuz yang megah. mereka berdecah kagum saat melihat bagaimana indahnya panorama Venuz ini semangkin hari membuat mata menjadi damai.
Disepanjang jalan menuju Pintu Utama dikelilingi Wartawan dan Media. membuat orang-orang penting yang diundang diacara kali ini benar-benar merasa Spesial.
"Aku tak menyangka setelah beberapa bulan lamanya, kita kembali masuk ke sini!"
"Yah. tapi kenapa Nyonya Violette dan President Arcules tak lagi terlihat akhir-akhir ini?"
Gumam mereka penuh tanya sesekali melambai kearah Kamera yang menyambut hangat. semuanya terlihat sempurna dengan cuaca mendung nan sejuk pagi ini.
Pak Mentri Domiel bersama Istrinya Nyonya Difanka tampak menyambut beberapa Tamu yang dipersilahkan masuk menuju Aula. semuanya dipersiapkan mulai dari hidangan makanan dan Pesta perayaan hari ini.
Para anak-anak Mentri itu pun hadir melenggang di Karpet merah yang disediakan masuk menuju Pintu Aula megah Istana Negara Venuz dijaga ketat oleh pengawalnya.
Tentu Cellin akan hadir bersama teman-temannya terutama Vani yang menggandeng tangannya berpose didekat Kamera.
"Dimana Tuan-Tuan tampan itu?" Vani liar menatap kesemua tempat yang ramai.
"Diamlah!"
Cellin mengiring Vani masuk ke Aula hingga mereka menyapa beberapa kerabat orang tuanya, namun mata Cellin mencari seseorang yang sudah lama tak muncul ke Publik dan bahkan isu-isu aneh itu yang meruak.
"Dimana Tuan Muda Pertama?"
"Sebentar lagi dia akan datang. Nyonya!"
Ucap Nyonya Difanka pada beberapa tamu yang berbisik menunggu. acara akan dilaksanakan jam 9 pagi dan ini sudah hampir mau jam 10, tak biasanya Istana Venuz ini terlambat mengadakan Pestanya.
"I..Itu!!!"
Mereka lansung melihat ke Pintu Aula dimana Cestor telah datang dengan Stelan Jas Formal berwarna kecoklatan tua yang sangat elegan dan begitu berkharisma. tampilan tenang dan penuh wibawah itu sukses membuat media bergejolak.
"Tuan Muda Pertama!!!"
"Hm. 5 menit lagi acara dimulai!"
"Baik!!"
Mereka mengangguk memberi jalan pada Cestor yang hanya angkuh melewati para wanita yang berjejer disamping Karpet didekat Kursinya. ia melangkah tegas menuju Kedua Penanggung acara ini.
"Mereka sudah sampai?"
"Kemungkinan agak terlambat, soalnya ada sedikit kendala di jalan. Tuan!"
Cestor mengangguk datar. ia pun tak tahu apa yang direncanakan Lucifer sebenarnya sampai mengundang orang sebanyak ini membuatnya pusing, apalagi tatapan para gadis itu seakan menerkamnya kecuali Cellin yang tampak malu tak berani memandangnya.
Setelah beberapa lama. didepan sana mulai riuh dengan Media yang mengerumuni Mobil yang datang dengan pertanyaan yang jelas terdengar sampai saat ini.
"Tuan!!! Tuan bagaimana kabar anda?"
"Apa anda setuju dengan keputusan Dapartement Kepolisian?"
Pria paruh baya dengan wajah sangar itu hanya diam keluar dari Mobilnya menggandeng sang Istri yang tampak tak seceria biasanya, terlihat sekali mendung diwajah keduanya paska kehilangan Putrinya.
"Tuan!! Nyonya, anda bisa.."
"Maaf. bisa jangan membicarakan itu?"
Sangga Relov yang juga hadir atas paksaan Nyonya Emayri yang tak ingin pergi sendiri tanpa anak-anaknya. tentu Relov mengerti dengan sikap Dewasanya.
"Tapi, kami butuh penjelasan kalian!"
"Aku akan jelaskan. tapi waktunya belum tepat!"
Ucapan Tuan Derdanos bermakna ambigu bagi mereka semua hingga pandangan penuh tanya itu mengantar langkah para Tuan besar itu masuk kedalam Aula Istana.
Setibanya disana mereka dipandang aneh semua orang seakan Keluarga Mereka terlalu dikasihani dari tatapannya membuat kepalan tangan Tuan Derdanos mengerat.
"Tuan! Nyonya, kami ikut prihatin dengan kematian Putri anda!"
"Iya, tapi aku sangat berharap jika kejadian bunuh diri itu tak lagi terulang. Pesona Tuan Muda Kedua memang membuat kita semua mabuk tapi jangan sampai hal gila itu terjadi."
Salah satu Nyonya Mentri itu berucap seakan-akan sangat bersimpati tapi sayangnya soal jabatan Bisnis tak akan ada yang perduli. semuanya hanya berwajah topeng dihadapan Kamera yang tengah memantau.
"Tentu. tapi tak semua hal bisa dianggap nyata di Dunia ini. terkadang, air yang tenang itu lebih menakutkan dari ombak dilautan sana."
"Sayang!"
Nyonya Emayri menekan Tuan Derdanos yang berbicara penuh makna seraya menatap Cestor yang hanya diam. walau ia tahu maksud pria ini tapi ini bukan waktunya membahas soal itu.
Dan sialnya. Lucifer tak datang-datang membuat para gadis sana mulai bosan karna tak ada pemandangan yang indah.
"Dimana Cifer?"
"Saya tak tahu, Tuan! mungkin Master ada pekerjaan diluar dan.."
"Itu Mobil siapa?"
Cestor lansung menatap kearah Pintu dimana Mobil hitam mewah itu terparkir dengan desas-desus dan tatapan semua orang hanya tertuju padanya.
Degg..
Namun. seketika Cestor terkejut dengan semua orang yang juga sama melihat siapa yang kemaren diisukan besar-besaran itu telah berdiri dengan dikelilingi banyak penjagaan.
Berbagai tatapan itu dilayangkan menghunus seorang wanita yang memakai Gaun anggun yang sangat cantik membalut tubuhnya. riasan wajah yang sangat natural tapi segar mempertajam tatapan mata singanya yang sangat tegas.
Tak ada lagi raut takut atau sekedar menciut melihat semua orang memandangnya seperti melihat hal yang sangat menakutkan terutama terfokus pada perutnya.
"Kau tak punya malu datang kesini, ha???"
"Ini hanya untuk orang-orang yang punya harga diri!"
Mereka memaki dengan kasar tapi hanya disapa wajah datar yang tenang. bahkan hanya mulut mereka saja yang bicara tapi tungkainya tak mampu mendekat karna masih teringat peristiwa dirumah sakit itu.
Namun, tidak dengan Jremi yang sangat senang atas kedatangan Athena yang semangkin berkilau saja. aura dari wajah Bumil itu sangat khas membuat mata para Pria disini terpaku dalam hingga..
"Wanita tak punya harga diri sepertimu. hanya menjadi orang ketiga dihubungan Putriku dan Tuan Muda Hermes ini!!!"
Degg...
....
Vote and Like Sayang..