
Jam dipermukaan dinding sana terus berdetik berpindah dari angka satu keangka lainnya memutar waktu yang begitu membuat sebuah rasa panik dan khawatir yang sangat pada diri seorang wanita yang tengah gelisah diatas tempat tidurnya.
Mata indahnya tak mampu terpejam dengan kekosongan saat melihat ke samping tenpat tidurnya. ia tak bisa tidur sendiri tanpa pria itu tapi kenapa sekarang Lucifer belum juga muncul.
Yah, Athena yang dilanda kegelisahan pun bangkit dari Ranjangnya lansung memakai Blazer dan melangkah keluar membuka pintu kamarnya.
"Nona!"
Luifi yang berjaga membuat Athena merubah wajahnya datar.
"Apa suamiku sudah pulang?"
"Master masih ada pekerjaan. Nona!"
Elak Luifi sesuai perintah Masternya. pria tampan itu takut jika sang istri yang sangat ia cintai itu malah Syok dan bisa berakibat buruk bagi kesehatannya.
"Tapi ini sudah sangat larut! aku ingin bicara dengannya."
"Nona. kita tak bisa menelfon sekarang!"
Athena lansung menatap tajam Luifi yang menunduk tak ingin bersitentang karna pasti Athena tak akan mau diatur oleh mereka.
"ُKenapa? kenapa tak bisa menelfon? bukannya kita sudah jauh?"
"Kita masih di lautan Venuz!"
Kefokusan Athena lansung beralih pada sesosok pria dengan rahang berbulu itu, netranya menajam seakan menelan habis sosok Mikeil yang mendekat kearahnya.
"Ada apa sebenarnya?"
"Tidak ada. Suamimu hanya memperjuangkan haknya."
"Kalian bicara selalu penuh misteri. apa salahnya terus terang padaku?"
Kesal Athena dengan dahi menyeringit dan mata berkobar marah membuat Mikeil terdiam sesaat melihat kecantikan Athena yang memang sangat pas jika disandingkan dengan Master Alaska itu.
Suara yang lantang, sikap keras dan jika tegasnya bisa ia acungi jempol untuk kali ini.
"Aku tak tahu apapun. jika dia pulang kau bisa tanya padanya."
"Kauu!"
"Sebaiknya kau temui Nenekmu!"
Ucap Mikeil lalu melangkah pergi tak ingin terpikat oleh mata tajam Athena yang bisa menarik sosok lelaki manapun membuat Luifi menggeleng ringan.
"Nona! Tuan benar, sebaiknya anda temui Nenek Nuseta dan istirahat dengannya!"
Tanpa mau banyak bicara Athena melangkah cepat menuju kamar Neneknya yang tak jauh dari ruangannya, disetiap langkah jenjang itu Luifi ikuti seraya sesekali memperbakiki Blazer Athena yang tersibak memperlihatkan Tangtop minimnya.
Setibanya ke cela kamar di kapal besar ini. Athena lansung masuk kekamar Neneknya hingga ia melihat ruangan luas dengan Furniture kayu yang Klasik dengan ranjang King Size menampung bobot rentan itu.
"Nek!"
"Nona!"
Dokter Wiliam yang tadi mengecek detakan jantung Nenek Nuseta lansung turun dari ranjang membiarkan Athena melangkah mendekati ranjang.
"Bagaimana?"
"Kondisi Nyonya sedikit lebih baik, mungkin beberapa hari lagi dia bisa berjalan normal!"
"Hm!"
Dokter Wiliam pamit hingga Athena duduk disamping Neneknya yang membuka matanya tapi pandangan wanita itu terlihat berbeda pada Athena sebelumnya.
"Nek! kau baik-baik saja, kan?"
"H..Hena!"
"Hm?"
Athena menggenggam tangan keriput Nenek Nuseta yang menyentuh perutnya membuat seulas senyum diwajah Athena yang terlihat lembut.
"Kenapa Nenek tak suka kalau Hena hamil?"
Nenek Nuseta menggeleng menggenggam erat tangan Athena yang ia tatap penuh kasih sayang.
"Nek! Nenek jangan sakit lagi, Hena tak mau melihat Nenek diinfus dan memakai selang oksigen. Hena ingin Nenek kembali bekerja di Kebun dan mencarikan Hena Unta laki-laki!"
Mendengar itu Nenek Nuseta tersenyum mengukir garis dibawah bibir keriputnya.
"C..Cucu.."
"Hm! Nek, Lucifer itu memang kelihatannya dia jahat dan menyebalkan tapi dia sangat baik, Nenek tahu? saat tahu Hena hamil dia bahkan mendampingi Hena sampai kekamar mandi." Kekehan kecil mengiringi ucapannya.
"B..Benarkah?"
"Iya. walau kadang dia sangat memaksa tapi dia penuh perhatian, Hena sangat mencintainya.Nek!"
Mata Nenek Nuseta mengembun mendengarnya. ia sudah tahu kenapa pria itu mengirim mereka pergi dari Venuz dari cerita Dokter Wiliam di Mobil tadi.
Walau ia masih belum percaya Lucifer melakukan hal besar seperti itu tapi ia akan berusaha melindungi Cucunya.
"Sekarang dia belum kembali, entah kapan dia datang aku tak tahu!"
"Nona!"
Luifi melarang Athena saat ingin mengambil Remote Televisi membuat dahi wanita itu mengkerut.
"Kenapa?"
"Anda harus istirahat. ini sudah malam!"
Athena terdiam sejenak, sepertinya semua orang tengah menyembunyikan hal yang sangat besar darinya.
"A..As!!"
Athena mendesis memeggangi perutnya membuat Luifi dan Nenek Nuseta terkejut melihatnya.
"N..Nona! Nona anda.."
"P..Perutku!"
Luifi lansung berlari keluar memanggil Dokter hingga Athena lansung meraih remote dan menghidupkan Televisi membuat Nenek Nuseta termenggu diam.
"H..Hena.."
"Mereka merahasiakan sesuatu. Nek!"
Geram Athena membuat Nenek Nuseta memucat saat Athena mencari pusat pemberitaan hingga..
Penghancuran kota Alaska yang dipimpin Jendral Guinter CIA telah berhasil hingga separuh daerah yang ditargetkan sudah hancur merata.
Karna Gas racun yang disebarkan, kemungkinan tak ada yang selamat dalam wilayah itu hingga beberapa mayat ditemukan tak bernyawa.
Pemimpinannya pun sudah dibawa ke Maskas Militer di Venuz.
Remote ditangan Athena lansung terjatuh seketika dengan mata membulat sempurna melihat penyiaran dimana terlihat jelas Kota Alaska sudah dilalap api dan dihancurkan apalagi para Personel terlihat mengangkut Bungkusan mayat.
"C..Cifer!"
Gumam Athena menutup mulutnya tak percaya. apa maksud Cestor melakukan ini? apalagi mereka bilang Pimpinanya sudah tertangkap membuat rasa takut Athena menyeruk seketika.
"H..Hena.."
"Nek. N..Nenek Suamiku, Nek!"
"H..Hena t..ten.."
Athena lansung berlari keluar membuat Nenek Nuseta tak berdaya hanya bisa berteriak tertahan memandangi kepergian Athena.
"Mikeil!!!"
"Nona!"
Para anggota terkejut saat Athena berteriak dari atas sana hingga Mikeil yang tengah memantau situasi lansung bergegas keluar dari atas Kabin.
"Mikeil!!!"
"Ada apa?"
"Kau..Kau katakan yang sejujurnya!!"
Geram Athena menatap Mikeil yang terdiam sesaat lalu menghunus tajam Luifi yang terlihat terkejut dari atas sana bersama Dokter Maudy.
"Katakan!!"
"Memangnya kenapa?"
"Apa Suamiku tertangkap? dan kenapa Cestor ingin menghabisi Suamiku padahal dulu dia tak pernah berniat seperti itu?"
Tanya Athena dengan rasa panik yang begi dalam menjalar diseluruh tubuhnya. bagaimana jika pria itu benar tertangkap dan pasti hukumannya tak akan ringan.
"Jawab!!!"
"Keduanya bermusuhan. tak ada alasan untuk saling menghabisi!"
"Putar balik kapal ini!"
Mikeil terkejut mendengarnya hingga ia mendekati Athena yang terlihat benar-benar gelisah. perasannya tak enak dan pasti ada sesuatu yang besar akan terjadi.
"Mudah sekali kau bicara!"
"Dia itu nekat. aku tak ingin terjadi sesuatu padanya, aku akan bicara pada Cestor pasti dia akan mendengarku!!"
Mikeil hanya bisa membisu. wanita ini sangatlah berani padahal yang diincar sekarang adalah dirinya sendiri.
"Ini tak semudah yang kau pikirkan!"
"Kenapa? ini hanya masalah saudara dimana Lucifer tak lagi mengusik Venuz, Cestor akan mempertimbangkannya!"
Athena sudah tak bisa menahan kegelisahannya hingga tiba-tiba suara tembakan diluar sana mulai terdengar membuat Mikeil tersigap.
"Tuan!!!!"
"Ada apa?"
Mikeil menatap salah satu anggota yang masuk dengan dada tertembak membuat semuanya benar-benar Syok hingga menduga apa yang terjadi.
"M..Mereka d..datang.."
Brugh..
Pria itu jatuh menewaskan diri hingga Mikeil menatap kearah Athena yang juga memandangnya. hingga tatapan menajam Athena tertuju pada salah satu pelayan yang sudah berlari keluar.
"Sialan!!!"
Mikeil lansung memburunya dengan Luifi yang berlari menarik Athena keatas agar tak terkena serangan dari atas sana.
"Ayo, Nona!"
"Mereka butuh bantuan!"
"Tapi anda.."
Athena sudah lebih dulu mengambil Pistol di tangan Pria yang sudah tewas tadi hingga ia mulai menembak jitu kearah Jendela kapal.
"Nona!!"
"Kalian jaga Nenekku!!!"
Ucap Athena masih menembak dengan lihainya membuat Dokter Wiliam termenung, wanita ini benar-benar berbahaya.
Suara deru Helychopter diatas sana lansung mengelilingi kapal membuat Mikeil yang sudah menembak salah satu pelayan yang menjadi penyusup itu lansung dibuat geram.
"Sialan!! bagaimana bisa dia masuk kesini?"
Gumam Mikeil melihat tato kalajengking dileher wanita paruh baya ini dan ada Ponselnya juga, kemungkinan dialah yang melakukan panggilan dari sini.
Brakkk...
Suara hancurnya Kabin kapal membuat Mikeil lansung berlari masuk kedalam ketempat Athena yang masih menembaki para anggota musuh yang sudah masuk ke kapal.
"Mereka semangkin banyak!"
"Kau pergilah ke kamar Nenekmu!"
"Kau.."
"Wanita saudaraku!!!!!"
Deggg..
Athena terkejut mendengar suara itu nyaring diluar sana membuat Mikeil berjaga didekat Athena yang diam dengan raut wajah yang penuh guratan.
"Kau tetap disini!"
Gumam Mikeil pada Athena yang diam membiarkan Mikeil melihat keluar dimana kapal ini telah dikepung dari atas dan dikelilingi Spedbood yang sangat ketat dengan anggotanya masih memberi perlawanan dengan sengit sampai beberapa peluru lolos disamping Athena.
"Keluarlah! Sayangkuu!!!"
"Sial!! siapa yang merusak Sistem kapal?"
Gumam Mikeil hingga Athena mulai mengambil kesimpulan. disini yang bermasalah adalah Anggota Mikeil yang sebagian besar adalah musuh dalam selimut.
"Keluarlah!!! atau aku akan membunuh Nenekmu!!!"
Deg..
......
Vote and Like Sayang..