
Tatapan penuh seringaian pria itu lansung terlihat menyeramkan kearah beberapa Artikel yang dibuat Team ITnya untuk membuat sebuah penyerangan di Media. Nyonya Violette dan President Arcules sudah ia amankan hingga ia tinggal fokus pada satu orang yang menjadi tujuan terakhirnya setelah itu ia akan puas.
"Aku ingin semua bukti disebar kesemua tempat. setelah itu kumpulkan aparat Kepolisian menangkap wanita itu!"
"Baik, Tuan!"
Beberapa orang didalam ruangan itu memasukan semua Artikel yang akan membuat hidup wanita itu hancur ke situs Web dan beberapa kunjungan situs terkenal namun, dahi mereka mengkerut saat tak bisa mengekspor berkas ini ke Publik.
"Tuan!"
"Hm."
Cestor melihat raut keteggangan diwajah para bawahannya yang terus mencoba tapi tetap gagal.
"Ada apa?"
"Kami tak bisa memasukan Berkas ini, Tuan!"
Cestor terdiam sesaat lalu menatap layar Laptop para bawahannya yang setiap kali masuk akan keluar kembali dengan notif EROR yang keluar.
"Sinyal disini sangat bagus, dan fasilitas kita juga baru! tak biasanya kami mengalami masalah begini."
"Sial!!!"
Cestor mengumpat saat menduga siapa yang telah melakukan ini. pasti Lucifer telah memblock akun mereka hingga tak bisa masuk ke situs pemberitaan dan besar kemungkinan kalau pria itu juga merusak jaringan Server IT di tempatnya.
"Dia memang benar-benar!!!"
"Tuan, kami butuh waktu memulihkan ini. kalau dibiarkan maka Virus yang dialirkan akan mematikan secara Permanen perangkat hingga kita akan sulit masuk kembali."
Cestor berfikir sejenak. pergerakan Lucifer sangat cepat tak ia duga pria itu menanggapi ancamannya dengan serius, ia kira Lucifer akan mengurus masalah lain karna ia yakin Hera sudah membuat wanita itu celaka hingga pikiran Lucifer terbagi.
"Hubungi wanita itu!"
"Baik!"
Asisten Brian lansung menghubungi Hera yang sejak pagi belum mengabari mereka soal tugasnya. Cestor tadi tak sempat mengurus itu karna asik memberi pembalasan pada dua tawanan yang sudah merasakan bagaimana pedihnya disisir Aspal panas itu.
"Hello!"
"Tuan. ingin bicara denganmu!"
Asisten Brian memberikan ponselnya pada Cestor yang lansung mengambilnya dengan wajah yang datar begitu menyimpan rasa geram.
"Bagaimana dengan tugasmu?"
"Dia sudah masuk rumah sakit, kemungkinan besar kakinya terluka!"
"Hanya itu?" geram Cestor membuat helaan nafas kasar diseberang sana.
"Kau pikir mudah menyerangnya, ha?? Adikmu sangat menjaganya ketat, seharusnya dia sudah mati tapi salah satu anggota Lucifer malah mengorbankan dirinya!!!"
"Dasar tidak berguna!!!!"
Bentak Cestor menyala-nyala, luka dikaki itu tak cukup untuk membalasnya. ia butuh berita panas yang mengabarkan wanita itu lenyap dengan tragis bila perlu tubuhnya tak utuh lagi.
"Aku sudah berusaha, dan kau harus melindungiku dari serangan Lucifer. dia tak akan diam jika Istrinya terluka. Cestor!!"
"Itu urusanmu!"
Dingin Cestor membuat Hera berteriak diseberang sana dengan Ponsel yang sudah berpindah tangan ke Asisten Brian.
"Cestor!!! Brengsek!!! dia akan membunuhku!!!"
Tutt..
Asisten Brian mematikannya. memang Tuannya bermain licik dengan memanfaatkan obsesi Hera pada Lucifer dengan jaminan ia akan melindunginya saat Lucifer marah besar nantinya, tapi sayangnya berita itu tak sesuai keinginanya.
"Aku tak ingin tahu apapun alasan kalian, secepat mungkin perbaiki semuanya dan lansung sebar. atur sesuai apa yang ku katakan!"
"Baik. Tuan!"
Cestor berdiri kembali menautkan Jasnya lalu melangkah pergi. sepertinya ia harus segera melakukan penyerangan besar-besaran karna mangkin kesini Lucifer semangkin menggilai wanita itu.
"Tuan, jika kita melakukan penyerangan ke Alaska maka kita tak bisa mengelakan kehancuran Venuz juga."
"Aku tak perduli!"
Jawab Cestor dingin. yang jelas ia membalas semua perbuatan iblis para manusia hina itu sampai kedua orang tuanya tenang dialam sana, sampai kapapun ia tak akan berhenti.
"Perang Negara dengan kota didalamnya bisa berdampak pada.."
"AKU TAK PERDULI!!!"
Bentak Cestor membuat Asisten Brian bungkam. ia hanya takut nanti akan terjadi kekacauan besar, Alaska juga tak bisa diremehkan karna mengingat pimpinan wilayah itu sangatlah memiliki jiwa keras.
"Bagaimana nasip rakyat kecil yang tak tahu apa-apa?"
Gumam Asisten Brian menatap Cestor yang sudah melangkah pergi dengan hati yang sudah diselimuti amarah dan rasa sakit, ia tahu tak mudah menerima segalanya tapi ia tak bisa berbuat banyak.
.......
Pembicaraan serius itu begitu terdengar sangat tegas dan penuh rencana disetiap intonasi katanya. tubuh kekar berbalut kaos oblong itu tengah berdiri didekat Mobil diluar rumah seraya menelfon disuasana malam yang pekat dan dingin.
Yah, Lucifer tengah berbicara dengan Berots diluar dari sambungan Ponsel diseberang sana. Berots mengabarkan kalau rencana Masternya berhasil untuk mengagalkan penyebaran itu.
"Master! mereka gagal melakukannya!"
"Sembunyi apa?"
Degg..
Lucifer lansung mematikan sambungannya lalu menoleh kebelakang hingga wajahnya lansung mengeras melihat Athena yang sudah berdiri didepan pintu dengan santainya membuat Lucifer naik darah.
"Kauu!!"
"Hm!"
"Aku sudah bilang, jangan berjalan sendiri!! keadaanmu masih belum, Stabil!!"
Lucifer menggeram mendekati Athena yang tadi mendesak untuk pulang karna tak ingin meninggalkan lama Neneknya, walau Lucifer berusaha untuk mencegah tapi tetap saja ia tak bisa melawan permintaan Athena.
"Apa-Apaan kau, ha? kau bisa memanggilku jika butuh sesuatu atau ada pelayan juga didalam dan kau.."
"Aku pegal kau suruh berbaring terus!" ketus Athena menatap jengkel Lucifer yang menghela nafas halus meredam rasa khawatirnya.
"Tapi, kau bisa jatuh. Sayang! kakimu masih sakit, kepalamu juga. dan ini sudah malam kau bisa masuk angin keluar begini."
"Aku hanya didepan pintu. lagi pula kau lama sekali menelfonnya, hampir 1 jam aku menunggumu dan nyatanya kau masih diluar sini."
Suara Athena terdengar sangat kesal karnanya hingga Lucifer lansung menggendong wanita keras kepala ini kembali masuk membuat Dokter Wiliam yang tengah menonton TV lansung menutup matanya tak senjaga melihat pemandangan ini.
"Sayang! aku bisa berjalan, kakiku sudah enakan!"
"Diam!"
Athena merasa tak enak pada Dokter Wiliam dan Luifi yang ada didapur tampak tertunduk menatap mereka dengan malu, tapi sayangnya urat malu Lucifer telah putus sedari lama.
"Menyingkir!"
"Hais!!"
Dokter Wiliam akhirnya berdiri saat Lucifer menendang ujung Sofa hingga membuat ia mendengus kasar karnanya. Lucifer hanya acuh mendudukan Athena dikursi panjang dengan berselonjoran serta satu kaki wanita itu ia naikan keatas pahanya.
"Kau mau makan apa, hm?"
"Tidak ada, aku sudah kenyang!"
"Tidak. biasanya ibu hamil itu banyak makan, kau harus makan!"
Tegas Lucifer membuat Athena menghela nafas halus merasa Lucifer sangat memperhatikan semuanya, pria ini terus memaksanya makan atau setiap menitnya bertanya apa yang diinginkan? Athena pun tak tahu ia ingin apa.
"Aku tak lapar, Cifer!"
"Minum? katakan! kau mau minum apa?"
"Hais, ayolah! aku juga tak haus." decah Athena namun Lucifer terdiam sesaat lalu berfikir.
"Ayo kekamar!"
"Kenapa?" Athena menyipitkan matanya.
Lucifer hanya diam menggendong Athena masuk kembali kedalam kamar hingga Dokter Wiliam mengeraskan suara Televisi agar duggaannya tak menyiksa kejantananya malam ini.
"Nasipmu. Wiliam!"
Gumam Dokter Wiliam memeluk bantal merasa sangat merasa menjadi nyamuk malam-malam begini membuat Luifi yang melihatnya hanya bisa terkekeh kecil.
Sementara Athena, ia mulai gugup saat Lucifer membaringkannya keatas ranjang hingga membuat jantung Athena memberontak.
"M..Mau apa?"
Athena menahan tangan Lucifer yang ingin membuka kancing Piyama tidurnya hingga dahi Lucifer menyeringit melihat respon Athena yang terlihat gugup. padahal ia ingin memijat tubuh wanita ini saja.
"Kenapa? Sayang!"
"K..Kau..Kau mau apa?"
Lucifer terdiam sejenak lalu seketika ia paham saat melihat tatapan Athena terlihat menjurus kesuatu hal yang memang sedari tadi ia ingin tapi ia hanya tak mau membahayakan Athena.
"Aku mau.."
"M..Mau?"
Lucifer mengungkung Athena yang mencengkram seprey dibawahnya kuat dengan wajah memucat saat wajah Lucifer semangkin mendekat mengikis jarak.
"Me.."
"M..Me?"
Hidung keduanya lansung bersentuhan hingga bibir itu nyaris menempel dengan tatapan mata saling bertaut dengan mata nakal Lucifer yang terlihat Sexsi.
"C..Cifer!"
"Mengunjungi, Baby!"
Blushh...
.....
Vote and Like Sayang,.