
Kedatangan Jendral Guinter ke Kediaman Athena membuat keriuhan para tetangga karna Mobil Dapartement CIA itu telah terparkir didepan halaman kecilnya. mereka terlihat mengerumuni Kediaman Athena sampai gosip murahan itu mulai berkumandang.
"Apa wanita tak normal itu terjerat kasus Prostitusi?"
"Atau dia terjaring Narkoba!"
Madam Mery memperkeruh suasana sampai menyebutkan kalau pacar Athena itu adalah Tuan Muda Kedua Hermes yang baru ia tahu tadi pagi karna melihat jelas wajahnya, pada saat pertama Lucifer kesini ia tak begitu melihat jelas karna malam hari.
"Aaa!!! benarkah? apa dia memang seberuntung itu?"
"Iya, pasti dia punya cara licik untuk memikatnya."
Mereka bergunjing ria didepan Rumah Athena, sayangnya Madam Mery tak sempat mengambil gambar Lucifer, kalau ia bisa maka para Media sana akan berbondong datang kesini.
Sedangkan Athena didalam Rumah sana, tengah didesak dengan pernyataan Jendtal Guinter yang ingin ia semangkin dekat dengan Tuan Muda Pertama Hermes, tak hayal pria tua ini menyuruhnya menjadi kekasih karna ia punya bakat untuk itu.
"Kau pasti bisa, Athena! aku lihat dia sangat ingin mendekatimu."
"Aku tak bisa!"
Tegas Athena dengan wajah serius, beruntung Neneknya sudah tak ada di rumah hingga ia tak khawatir wanita tua itu tahu identitasnya.
"Lalu sekarang apa? hanya itu jalan satu-satunya kau tahu lingkungan keluarga Hermes, tak ada lagi yang lain!"
"Aku akan mencari datanya tanpa harus mendekati, Tuan Muda Cestor!"
Sangga Athena lagi semakin kekeh untuk tak lagi berurusan dengan Cestor, ia tak ingin kejadian malam tadi terulang kembali membuat Lucifer yang tengah mendengar dibalik pintu kamar sana menyunggingkan bibir sensualnya.
Ia sangat senang saat Athena menolaknya tegas hanya karna dirinya.
"Cara mu bagaimana?"
"Akan ku pikirkan, tapi yang jelas aku tak akan ke Istana atau menjadi perwalikan CIA lagi!"
Jendral Guinter terdiam menatap Athena dengan pandangan intens, ia sangat tahu betul Athena bagaimana. wanita keras yang sangat patuh padanya, tak ada satu titahan pun yang Athena bantah selama ini termasuk menyamar ke Alaska, lalu kenapa sekarang wanita ini berbeda?
"Baik! tapi aku punya rencana untuk malam ini!"
Athena terdiam dengan Lucifer yang menggeram, kalau bukan karna Athena yang tak ingin ia membunuh lagi maka Lucifer sudah mengoyak pria itu.
"Apa?"
"Kau harus kembali ke Alaska, malam ini kita akan menggunakan salah satu anggota Lucifer yang tertangkap sebagai pancingan!"
Athena terdiam sesat, pria tua ini sangatlah pandai menyusun rencana membuatnya muak. dia sama sekali tak bergerak melainkan hanya memanfaatkan mereka saja.
"Kenapa anda tak lansung turun tangan?"
"ATHENA!!"
"Kauuu!!!"
Lucifer lansung ingin keluar tapi Athena segera berdiri membuat Lucifer terhenti dengan kepalan tangan yang menguat. ia tak suka cara pria sialan itu membentak istrinya, matanya sudah berkobar seakan menelan Jendral Guinter yang membelakangi pintu kamar Athena.
"Kau melawanku?"
"Tidak!" jawab Athena ingin segera selesai.
"Bagus! kau harus datang ke Alaska dalam misi kali ini, Personel lain akan mengelilingi tempat kalian bertemu. saat dia lengah, kami akan menyerang."
Athena mengangguk hingga Jendral Guinter berdiri merasa aneh tepat dibelakangnya hingga Athena melototkan matanya pada Lucifer yang sudah panas tapi ia akhirnya pasrah saat Athena memelas kembali masuk kedalam kamar.
"Siapa di kamarmu?"
"Kucingku!"
"Kucing? apa Kucing memakai Parfum?" tanya Jendral Guinter menyelidik hingga Athena menyeringai kecil.
"Kucing Zaman sekarang lebih wangi dari Zamanmu, Jendral!" Athena menyelipkan nada Jenaka, seakan ia bercanda. namun, terselip rasa jengkel disana.
"Hm, baiklah! aku pergi, ingat misimu kali ini jangan sampai kau gagal!"
"Baik!"
Athena mengangguk memandangi Jendral Guinter yang memakai Maskernya kembali keluar Rumah ini hingga Lucifer yaang sudah panas sedari tadi lansung keluar.
"Sayang!"
"Kauu!!" Athena terkejut saat Lucifer keluar sementara Jendral Guinter masih ada didekat tangga rumah.
"Apa?"
"Suttt!"
Athena membekap mulut Lucifer membawanya masuk kembali kedalam kamar karna pria ini bisa saja membuat masalah dan keributan yang besar.
Ia menutup pintu kamar seraya melangkah menuju jendela hingga melihat banyak orang didepan Rumahnya, Mobil Jendral Guinter sudah keluar dari Gerbang kecil Rumahnya.
"Sial!! kenapa mereka selalu saja ingin tahu?"
"Karna mereka iri padamu!"
Jawab Lucifer mengecup kening Athena yang mulai merasa tak nyaman, setiap kegiatannya selalu saja menjadi pusat perhatian semua tetangganya.
"Baiklah. sekarang kita pikirkan bagaimana malam ini kau bisa lolos?"
"Maksudmu?"
Athena menarik Lucifer ke Sofa hingga ia duduk disamping Lucifer yang malah menarik pinggang Athena untuk duduk diatas pahanya.
"Mereka ingin mejebakmu!"
Bukannya panik Lucifer hanya menyunggingkan seringaian iblisnya membuat Athena lansung membekap wajah Lucifer yang membuatnya ngeri.
"Aku serius!"
"Memangnya aku bercanda, hm?"
Athena lansung melepas bekapannya hingga barulah mata Lucifer menatap lembut Athena yang terlalu cemas, ia tak masalah jika ingin berkunjung ke Alaska.
"Kenapa kau sangat mengerikan?" tanya Athena memeggang jakun Lucifer yang sangat ia suka.
"Tapi kau cinta, kan?"
Athena tersenyum geli lansung memeluk Lucifer yang mengelus punggungnya lembut, entahlah rasanya tak ada waktu kosong yang dilewatkan tanpa bermesraan.
"Baiklah, Tuan Gagak! apa rencanamu malam ini?"
"Kalian ingin berkunjung, tentu aku harus menyambutnya!" jawab Lucifer santai mengundang tatapan menyelidik Athena yang menajam.
"Menyambut? aku tak suka kalau kau yang menyambutnya!"
"Siapa bilang aku yang menyambutnya, hm?"
Dahi Athena mengkerut mendengarnya. lalu siapa lagi? apa Lucifer akan pergi atau masih di Venuz?
Melihat raut tak paham itu Lucifer menyunggingkan senyum sexsinya membuat Athena tak tahan untuk tak mengecupnya pelan.
"Siapa?"
"Itu Rahasia, Sayang!"
"Kalau kau membunuh Rekanku lagi, aku juga akan melakukan hal yang sama."
"Kondisikan Rekanmu! jangan melukai Anggotaku, bisa dibilang malam ini kita hanya menjadi Polisi dan Penjahat, bagaimana?"
Athena terdiam, sepertinya sangat menarik. ia juga ingin melihat apa Lucifer bisa melawannya atau tidak?
"Baik! malam nanti kita hanya akan jadi Polisi dan Penjahat, lakukan apa yang kau mau dan aku pun sama, Deal?"
Athena mengulur tangannya untuk berjabat hingga Lucifer menyeringai.
"Kau menantangku, Nona Tikus?"
"Hm, Iya! kau khusus melawanku, kau mengerti?"
Lucifer menyambut uluran tangan Athena dan membawanya ke bibir hingga ia mengecupnya lembut mengukir semberaut merah di pipi Athena.
"Sangat mengerti, Nona!"
"Cih, kau lihat kemampuanku, Malam ini!"
"Kalau aku menang! aku dapat apa?"
Tanya Lucifer mengelus bibir Athena dengan jempolnya, tatapan mata elangnya terkesan nakal seakan memantik api kemesuman dipikiran jantannya.
"Apapun yang kau mau akan ku lakukan kecuali tentang CIA!"
"Hm, kau yakin?"
Tanya Lucifer sudah melayang memikirkan bagaimana indahnya bermain diatas ketinggian. melihat raut wajah Lucifer yang begitu misteri Athena lansung menegguk ludahnya kasar.
"A.. itu.. kau..kau tak minta yang aneh-aneh, kan?"
"Tergantung!"
"A..Apanya?"
"Kemauanku! perjanjiannya kan begitu."
Athena lansung mengangguk pasrah hingga wajah Tampan Lucifer berbinar mengecup pelan kilas bibir Athena yang memucat.
"Kalau aku menang, aku mau kau harus mengajariku Beladiri yang kau punya!"
"Deal!"
Athena mengangguk semangat, ia sangat tertarik pada Dunia Beladiri karna menurutnya ia harus berlajar banyak, tapi bukan berarti ia mau kalah untuk malam ini.
Drett..
Ponsel Lucifer lansung bersuara hingga membuat umpatan kasar itu keluar, ia sama sekali tak ingin menggunakan benda sialan ini di Alaska. tapi karna Athena jauh darinya maka ia menggunakannya.
"Siapa?"
"Hera!"
Athena lansung berwajah masam ingin turun dari paha Lucifer tapi belitan tangan pria ini sangat kuat membuatnya tetap diam. Lucifer mengangkat panggilannya hingga Athena mendengarkan dengan baik.
"Master!"
"Hm."
Lucifer sangat dingin dan terkesan acuh dengan satu tangan membelai kepala Athena yang ada diceruk lehernya, bibirnya tak berhenti mengecup punyak kepala wanita ini mesra.
"Istana akan mengadakan Cam di Bukit Zafor, selama 3 hari besok dan Nyonya Violette mengundang anda pergi!"
"Aku tak berminat!"
Jawab Lucifer acuh lalu mematikan sambungannya, ia tak mau kemanapun dan disana sangatlah membosankan.
"Kenapa tak pergi, Sayang?"
"Tidak! kalau aku pergi harus ada yang mati disana."
Athena membelo jengah, tapi ia pikir ia juga akan diundang karna Jendral Guinter pasti memanfaatkan ini semua.
"Kalau aku diundang bagaimana?"
"Kau pergi saja!"
"Kau tak ikut?"
Lucifer menggeleng membuat Athena jengah mulai tak bersemangat. tapi ia malas memohon-mohon seperti kucing betina lagi.
" Sayang!"
"Hm? kau mau kemana?"
Athena menyeringit saat Lucifer mendudukannya ke atas Sofa sedangkan ia berdiri.
"Aku harus ke Alaska, banyak pekerjaan yang tertunda!"
"Apa harus sekarang?"
"Iya, jaga diri baik-baik!"
Lucifer mengambil Jaketnya lalu melangkah pergi keluar pintu kamar dengan Athena yang mengantarnya kedepan, tak lupa ia memakai Masker yang biasa Athena pakai kalau keluar.
"Hati-hati, didepan ada Monster!"
Lucifer hanya menjawabnya dengan lambaian hingga ia melangkah keluar dengan Mobil yang tiba-tiba datang masuk kedalam Gerbang seakan tahu kapan Masternya ingin keluar.
Athena memandangi Lucifer yang sudah masuk ke Mobil lalu melesat stabil pergi hingga ia menutup kembali pintu Rumahnya, namun. Athena baru sadar saat ada Paper-bag dimeja makan.
"Apa barangnya ketinggalan?"
Gumam Athena melangkah mendekat mengulur tangan memeggang Paper-bag warna hitam ini. desainnya sangat mewah membuat dahi Athena berkerut.
"Ha! Ponsel?"
Gumam Athena melihat Ponsel yang sudah keluar dari Kotaknya, ini Ponsel pengeluaran terbaru dengan Brend yang terkenal tak main-main harganya membuat Athena terngangak saat membuka layar Ponselnya.
"Dia.."
Ada Fotonya yang tengah tertidur dibalut selimut dengan Lucifer yang mengecup bibirnya manis dengan tubuh polos dibaluti selimut.
Dret..
Pesan singkat masuk hingga ia lansung mengigit bibir bawahnya saat ini dari siapa.
*MY Husband..
Lihat itu saat kau merindukan. Suamimu ini*.
"Cihh! dia dasar Gagak, Messum!"
....
Vote and Like Sayang..