
Athena gemetar mendengar bentakan murka Lucifer hingga ia menunduk dengan isak tangis tertahan yang tak teratur apalagi lehernya masih dicekik dengan kuat oleh tali ini.
Lucifer menatap Athena dengan sangat geram bahkan ia ingin sekali berteriak berulang kali jangan katakan hal gila itu lagi yang membuatnya ingin mati ditempat.
"L..Lepaskan aku!"
"Kau katakan sekali lagi, akan ku robek mulutmu!"
Mata Athena seketika menggenang kembali meluruhkan cairan bening itu. ia menatap wajah kaku Neneknya yang sangat membuatnya terluka, wanita tua yang begitu ia sayangi telah mereggang nyawa dihadapannnya dengan cara yang sangat na'as bahkan ingatan itu masih membekas dikepalanya.
"N..Nek, hiks!"
"Sayang kau.."
"Nenek hiks, Neek!"
Lucifer hanya bisa membisu memeluk Athena erat dan hangat memberikan rasa nyaman yang membuat Athena semangkin dibuat sakit. sekarang ia punya siapa? tak ada yang ia miliki lagi di dunia ini.
Bahkan untuk sekedar keluar dari sini saja ia tak bisa, ia tak sanggup menatap Dunia yang begitu kejam mengantarkannya pada kehancuran hidupnya sendiri.
"A..Aku mau ikut Nenek hiks, Neeek!!! Lepaskan aku!!!" Teriakan Athena kencang memberontak.
"Kau bicara apa? jangan katakan itu lagi!"
"L..Lepas Ciferr, aku..aku mau bergabung dengan mereka, p..pasti..pasti Nenek sudah..sudah bertemu dengan Mo.. Momy dan.."
"Aku mohon. SUDAH!"
Tekan Lucifer menangkup pipi Athena yang terus menunduk menangis membuat jantungnya seakan terlepas, bagaimana ia sanggup melihat orang yang sangat ia cintai bahkan rela melakukan apapun dengan keadaan begini? rasanya Lucifer ingin menghilang dari muka Bumi ini.
"Kenapa?"
"Athena Sudahi ini dan kau.."
"Kenapa kau tak membunuhku?"
Lucifer diam dengan kedua tangan terkepal mendengar pertanyaan yang sangat membuatnya tercabik, apa belum jelas alasannya kenapa ia tak melakukan hal yang pasti akan membuat ia semangkin serasa mati.
"Kenapa kau tak membunuhku???"
"Karna aku sangat mencintaimu!!!"
Semua hening atas bentakan Lucifer yang menggeleggar mendengungkan pendengaran mereka, Cestor yang masih setengah sadar lansung termenggu dengan suara berat tegas yang mengalun pasti.
Tak ada yang berani bersuara membiarkan dua insan pecinta itu saling memiliki ruang untuk bicara bahkan, keduanya terlihat semangkin menguarkan rasa Cinta yang penuh pengorbanan tinggi.
"Aku mencintaimu, Sayang!"
"K..Kenapa, ha? hiks! kenapa? Ciferr!!!!"
Athena mendorong dada Lucifer kuat namun ia tak bisa membuat jarak ditubuh mereka, hatinya sudah sangat rapuh bahkan tak bisa ia bayangkan betapa Egoisnya ia selama ini hidup tenang padahal kehidupannya menyakiti semua orang.
"Apa itu tidak cukup? aku sangat mencintaimu bahkan aku .. aku tak bisa melukaimu sedikit saja, aku tak bisa. Sayang!"
"Kau..Kau pantas membenciku, hiks! kau pantas melakukannya!!!"
Lucifer menggeleng memeluk Athena dengan cinta yang sangat besar, ia membiarkan Athena menangis meluapkan segalanya seraya terus memberi ketenagan dengan belaian lembutnya hingga ia perlahan mulai mengulur tangan menyentuh pergelangan tangan Athena yang diikat.
"J..Jangan!"
"Jika tak dilepas, itu bisa semangkin mencekikmu!"
"T..Tidak ini.. ini bagus, aku..aku jadi.."
"AKU MUAK dengan semua inii!"
"Master!"
Berot terkejut saat Lucifer sudah tak ingin mendengar kaliamat penuh kesakitan itu hingga ia dengan cepat melepas ikatannya membuat Athena memberontak namun tak akan bisa lepas dari pelukannya.
"Kau!!! kau mau apa???? jangan dilepas!!!"
"Kau ingin mati, ha?"
"Lakukan! aku..aku mohon lakukan, Cifer! lakukan. hiks! aku..aku sudah tak kuat, Sayang! aku tak sekuat itu, hiks!"
Lucifer hanya diam sesekali ia menyangga lelehan bening diwajahnya seraya terus menelan kesakitan melihat pergelangan Athena sudah mengelupas dan berdarah belum lagi leher yang juga sama hingga kepalan tangannya menguat kembali menatap Cestor yang sudah tak berdaya.
"Kau harus merasakannya juga, Sialan!!!!"
"Master, Sudah!"
Berots menengani semuanya karna ia melihat keadaan Nonanya sudah sangat lemah apalagi akses kesini itu sangat jauh melewati hutan yang rimbun belum lagi dengan akses jalan yang parah.
"A..Asss!"
"S..Sayang!"
Lucifer terkejut saat melihat Athena yang meringis memeggangi perutnya membuat mereka semua memucat tak tahu harus bagaimana.
"S..Aakit hiks, Sakittt!!"
"Kapan mereka sampai, ha??"
Bentak Lucifer pada Berots yang tadi menghubungi Dokter Maudy pasukan Team Medis, tapi sampai sekarang tak juga datang apalagi Mobil mereka sudah tak bisa digunakan lagi karna pertarungan tadi.
"S..Sakit, p..perutku!!"
"Sayang! kau..kau tenang, aku..."
"Sakit!!! hiks, Sakit, Cifer!!!"
"N..Nek, Nenek, sss.. sakitt!"
"Kita harus keluar dari sini, kau..kau tahan sebentar, hm?"
Athena sudah memucat dengan keringat dingin yang terus mengalir dikeningnya. ikatan ditangan dan lehernya sudah terlepas tapi rasa sakit dari cekikkan dan penyiksaan tadi meninggalkan rasa takut disertai gemetar di tubuh Athena yang masih terkurung dalam kenyataan hidupnya.
Para anggota Lucifer hanya tinggal 10 orang, sedangkan bawahan Cestor hanya tersisa Asisten Brian yang tengah membopong tubuh lemah Tuannya.
"Master! mereka terperangkap di Akses jalan rusak ditepi sungai tadi dan kemungkinan akan sangat lama menunggunya."
"Sialan!!!"
Umpat Lucifer menggeram lalu menatap penuh kecemasan Athena yang masih mengerang sakit mencengkram perutnya yang seperti ditusuk pisau dan dililit dengan kuat dan benar-benar menguras tenaganya.
"S...sakit!"
"Kau..kau tenang, hm? aku..aku akan membawamu keluar. Sayang! kau..kau tahan sebentar!"
Athena sudah lemas dengan mata sayu-sayu menatap Lucufer yang tengah mengintimidasi Asisten Brian yang menegguk ludahnya melihat wajah tampan keras Lucifer.
"Kau pasti tahu jalan pintas disini!!!"
"A.. aku..aku tak tahu!"
"Kauu!!!"
"Aku tak tahu jalan lain selain jalan kecil dibelakang Kastil, tapi jalan itu sudah lama tak dilalui bahkan kami sudah lupa kemana arahnya, apalagi itu sangat berbahaya karna banyak hewan buas."
Lucifer terdiam lalu kembali menatap Athena yang sangat lemah bahkan bernafas saja wanita ini begitu susah dengan satu tangan mencengkram bahu Lucifer dan satunya lagi memeggangi perutnya.
"Sinyalnya juga hilang akibat hancurnya Alaska dan bagian Tenaga Listrik Venuz!"
Jelas Berots bersandar ke dinding dibelakangnya. sekarang mereka terterangkap didalam sebuah situasi yang kembali sulit, dampak perang ini sangat tak menguntungkan sama sekali.
Sedangkan Lucifer. ia menatap satu jendela yang ada disamping dimana malam ini begitu menghitam dengan suara jangkrik dan lulungan anjing hutan yang terdengar nyaring membuat Athena mengeratkan pelukannya ke tubuh kekar Lucifer yang dengan kuat menggendongnya.
"L..Lepaskan aku!" lirih Athena sayu-sayu masih membuka matanya.
"Kau diam atau aku akan meninggalkan Nenekmu disini!"
Athena lansung menggeleng membuat Lucifer mengisyaratkan Berots membawa Nenek Nuseta juga walau hanya mayat wanita itu yang terbujur kaku disini.
"N..Nenek, m..melihatku!"
Athena tersenyum menatap wajah Nenek Nuseta yang mengelupas merah dipandangannya wanita itu tengah memberinya senyuman hangat membuat Athena tak berhenti menatapnya.
Melihat sikap Athena yang sangat berbeda membuat Lucifer sangat takut jika wanita ini Depresi berat sampai melupakan segalanya.
"N...Nenek, Cifer!"
"Hm!"
Lucifer mendudukan Athena pelan bersandar ke dinding lalu melepas Tali pinggang dan Jaketnya hingga membuat Berots mengerti melakukan hal yang sama.
"S..Sakit!"
"Tahanlah sebentar, aku akan berusaha mencari obatnya di sana nanti!"
Athena hanya diam tetap menunduk membuat Lucifer tak ingin berdebat lama lansung memunggungi Athena berjongkok dihadapan Sang Istri, Namun, Kebungkaman Athena membuat Lucifer mencoba menenagkan hatinya agar semuanya baik-baik saja.
"Naik kepunggungku!"
"T..Tidak aku.."
"NAIK!"
Geraman itu membuat Athena gemetar hingga ia perlahan sangat takut memeluk leher Lucifer yang dengan wajah datar memasangkan Jaketnya ke tubuh Athena yang mengigil karna dingin.
"Peluk erat dan jangan kau lepas!"
"A..Aku.."
"JAWAB!"
"I..Iya!"
Jawab Athena dengan bergetar. Berots tahu Masternya sengaja bersikap datar dan tegas begitu agar Nonanya menurut dan ada rasa takut untuk membantah.
Lucifer membelitkan tali pinggang itu ke tubuh Athena dan tubuhnya aggar nanti saat diperjalanan wanita ini tak jatuh dan tetap memeluknya.
"K..Kalian menunggu atau.."
"Tinggalkan saja, Tuan sialanmu itu! dia hanya menyusahkan hidup di Dunia ini!"
Geram Berots seraya mengikuti Lucifer yang memerintahkan membuat penerangan dari kaos kaki mereka semua hingga para anggota yang tersisa mencari ranting kayu agak besar untuk dijadikan penerang jalan.
"Bawa juga lilin yang masih tersisa atau apapun yang bisa dijadikan cahaya!"
"Baik!"
Mereka bergegas melakukannya hingga Athena yang ada digendongan belakang Lucifer seketika merasa hangat saat satu tangan pria itu menelusup masuk ke sela Tangthopnya mengelus perut datar itu lembut.
"Kenapa kau .. kau masih perduli padaku, Cifer?"
...
Vote and Like Sayang..
Ini udah 1320 kata ya say😂