Mysterious Love

Mysterious Love
Rasa takut kehilangan!



Mata penuh kesakitan wanita itu lansung menatap lurus kearah Balkon didepan sana. genagan air dinetra keabuannya membuat keadaan pipinya yang bengkak semangkin terlihat menyedihkan.


Semuanya hancur. dengan jelas ia melihat Pria itu mulai memiliki rasa pada wanita itu dan sekarang, apa yang akan ia perbuat kedepannya. hanya untuk dekat rasanya itu sangat susah.


"Kau berubah."


Geram Hera dengan kepalan tangan yang menguat. ia yang selalu mengurus keperluan Lucifer tapi sekarang pria itu sudah teralihkan oleh Athena yang merebut posisinya.


"Kau berubah!!!!"


Teriak Hera melempar Selimut dan bantal disampingnya ke lantai sana. rasanya begitu sakit saat melihat Pria yang begitu ia Cintai sampai ia rela pergi dari Keluarganya hanya demi mendapatkan hati pria itu selama bertahun-tahun tapi hasilnya, Nol. Lucifer tetap dingin padanya dan hanya menganggapnya sebagai Rekan.


"Kau sialan!!!! Wanita Sialan!!!!"


"Kau!"


Satu suara yang membuat Hera lansung mematung membelakangi Pintu kamar yang telah berdiri sesosok Gagah memakai Kaos oblong itu dengan raut wajah kelamnya menatap penuh intimidasi kearah Hera.


"M..Master!"


"Kau sudah terlalu jauh!"


Ucapan datar Lucifer membuat Hera berbalik hingga matanya melihat jelas wajah Tampan yang tak akan bisa ia lepaskan begitu saja.


"Jauh?"


"Kau berani melukainya!"


"Master! kau tak bisa menyalahkan aku karna dia itu Musuh. dia itu Musuh dan aku melakukan apa yang bisa melindungi kita semua dan Alaska!"


Sangkal Hera dengan alasan yang berbeda membuat rahang Lucifer menguat. rasanya ia ingin membunuh wanita ini tapi sayangnya Hera sangat berperan dalam Sistem Alaska dan memiliki hubungan dengan Venuz.


"Selagi dia tak membuat masalah. dan Kau.."


Lucifer menunjuk kiri wajah Hera yang mengeras mengepalkan tangannya kuat mendekati Lucifer yang menggenggam pisau ditangannya.


"JANGAN PERNAH MENGUSIKNYA!"


"Tapi.."


Jlep..


Mata Hera membelalak saat Lucifer menusuknya dengan Pisau yang sama tadi ia dorong ke perut Athena hingga matanya menatap mata Lucifer yang begitu bengis menyeringai kearahnya.


"M..Master!"


"Satu kali kau melawanku. dan jangan pernah membuat dia tak nyaman disini!"


Lucifer lansung pergi setelah membalas apa yang dilakukan Hera pada Athena, rasanya ia tak bisa melepas seseorang yang telah membuat luka di tubuh wanita itu walaupun Rekannya sendiri.


Lucifer melangkah menuju Ruang Minumnya. ia mencari Borgol dan beberapa alat untuk membungkam wanita keras kepala itu selama yang ia mau.


"Kepalaku sudah pusing."


Gumam Luciifer memeggangi kepalanya mencari Rokok dan Minumannya hingga ia menemukan benda itu dideretan Lemari Alkoholnya.


Seraya menyesap Rokok, Lucifer duduk diatas Sofa biasa berdiam sejenak memejamkan matanya merilekskan tubuh yang sangat pegal dan terasa kebas karna marah-marah tadi.


Ia berfikir apa Athena akan tetap mencari Informasi tentang Alaska atau wanita itu ingin pulang ke Venuz.


"Sial!!! ada apa denganku?"


Gumam Luciver mengumpat. ia begitu khawatir kalau Athena sampai keluar dari sini, tapi sebenarnya apa yang ia mau? saat wanita itu tinggal ia tak bisa menyiksanya seperti Tawanan lain tapi saat ingin dilepas rasanya sangat Egois.


Dan lihatlah. sekarang rasanya ia sangat merasa kosong, entah apa tujuannya ia pun tak mengerti.


"Sial!!!!"


Prankk..


Lucifer melempar Botolnya ke lantai sana hingga membuat pecahan nyaring mengaggetkan Berots yang baru saja datang lansung menunduk didepan sana dengan wajah takutnya.


"Hm."


"Master! bagaimana dengan Tawanan Kepolisian itu?"


Sudut bibir Lucifer terangkat saat satu rencana sudah ia temukan dan akan sangat mudah membuat wanita itu tunduk padanya.


"Biarkan. aku akan melihatnya nanti!"


"Baik, Master!"


Berots melangkah pergi hingga Lucifer berdiri masih merorok memeggang Alkohol itu seraya menatap laci Lemarinya. ia membuka benda itu hingga melihat Borgol dan ada tali yang biasa ia gunakan untuk melakukan penyiksaan.


"Kau tak akan lepas!!"


Gumam Lucifer mengambil dua Borgol dan satu tali lalu melangkah pergi keluar dengan wajah yang tak berubah, tetap datar tapi matanya hanya mengingat satu orang.


Disepanjang jalan. para pelayan sana hanya bisa diam membungkuk tanpa mau bertanya, mereka saling pandang saat melihat apa yang dibawa Masternya dan untuk apa?


"Lanjutkan pekerjaan kalian!"


"B..Baik!"


Mereka bergegas pergi hingga Lucifer sampai kedepan pintu kamarnya yang ia dorong pelan, bahkan sangat pelan takut wanita itu bangun.


Dan seketika mata Lucifer lansung dihadiahkan dengan pemandangan damai dari wajah yang tadi memberontak padanya tengah terlelap seperti biasa dengan posisi tubuh terlentang tapi masih merapat ke ranjang.


Lucifer mendekat tanpa mau melepas tatapannya ke wajah Athena yang tampak sangat membuatnya tenang saat masuk kekamar ini, ia seakan memilki hal yang dituju.


"Hey!"


Gumam Lucifer duduk disamping perut Athena yang sudah tertutup oleh baju kaosnya hingga dengan sangat pelan dan lembut Lucifer menaikan baju Athena keatas dada wanita itu hingga ia melihat luka sepanjang 3 Senti itu sudah dijahit rapi dan bersih.


"Ehm!"


Athena tersedak terganggu dengan asap Rokok Lucifer hingga menyadari itu Lucifer lansung meremas Rokoknya untuk mematikan asap sekaligus apinya dengan cepat.


"Suttt!"


Lucifer mengulur tangannya mengelus kepala Athena yang kembali terlelap nyenyak hingga barulah ia tenang melihat luka wanita ini.


"Kau tak usah khawatir. aku sudah membalasnya, hm?"


Gumam Lucifer meniup kecil luka itu seraya meletakan Botol Minuman dan peralatan yang tadi ka bawa keatas meja disamping ranjang. ia beralih menatap kedua tangan Athena yang ia ikat tadi hingga rasa tak tega itu mulai menyeruk mengisi rongga dadanya.


"Apa aku menyakitimu?"


Tanya Lucifer beralih memeggang simpulan ikatan baju kaosnya tadi hingga ia lansung melepasnya pelan takut Athena terbangun dan kembali memberontak. perlakuan Lucifer sangat pelan begitu hati-hati membuat suasana hening begitu saja.


Saat simpulan itu terlepas, mata Lucifer termenggu dengan memar merah dipergelangan Athena hingga ia merutuki dirknya sendiri.


"Sial. kau melukainya, Cifer!"


Umpat Lucifer mengetuk kepalanya sendiri hingga ia lansung mengambil kotak obat dibawah ranjang untuk mengambil Salep pereda pembengkakan dan iritasi.


Semuanya ia obati selagi ada bekas memar yang memungkinkan akan bengkak, Lucifer beberapa kali mengumpat karna kesalahannya membuat Tubuh wanita ini jadi memar-memar.


"Lain kali kau menurut, hm? itu lebih baik."


Pinta Lucifer mengelus pipi Athena yang sangat lembut, ia menyingkirkan helaian rambut yang menutupi wajah Athena dengan jarinya hingga semuanya ia lihat nyata dalam ukiran lensa matanya.


"Kau tak akan kekurangan apapun disini, Venuz itu hanya akan menyakitimu! Ini Alaska, walau Kota ini mati tapi ada kehidupan didalamnya. cobalah mengerti dan tetap disini, kau bisa kan?"


Tanya Lucifer penuh harap seakan kehilangan akalnya. rasa takut itu membuat Lucifer begitu mati rasa karna ia tak tenang jika Athena minta dilepaskan.


"Kau bisa minta apapun dariku, kita bisa melakukannya bersama! Menghancurkan Venuz itu sangat mudah bagiku kalau ada kau, hm? kau akan disini kan? disanalah tempat orang-orang jahat sebenarnya Hena, kau tahu mereka..mereka membuang Alaska. mereka itu hanya memanfaatkan Alaska.. dia.."


Lucifer terhenti memejamkan matanya untuk mengontrol emosinya yang mulai naik. dengan lemah Lucifer menaikan baju kaos Athena hingga kepertengahan bahu wanita itu dan barulah ia membenamkan wajahnya ke belahan dada padat Athena dengan tubuh yang berbaring disamping wanita itu.


"Kau disini saja! kau harus disini."


Gumam Lucifer memejamkan matanya menikmati aroma harum dari tubuh wanita ini tapi juga keempukan yang selalu memijat kepalanya.


.....


Vote and Like Sayang..