
Aroma Alkohol itu menyeruk sangat kental disepanjang jalan menuju Ruang penyiksaan dibawah tanah. jam sudah menunjukan Pukul 2 Dini hari yang sangat kental akan dinginnya Kota Alaska.
Apalagi suara mengerikan itu mulai terdengar ditelinga para Manusia yang menunduk dengan tungkai yang bergetar, mereka menulikan telinganya pada suara jeritan dibawah sana.
"Lebih keras!!!"
Bughh..
"Tuan!!!! T..Tuan kami.."
Lagi-lagi besi panas itu dihantamkan ketubuh mereka yang digantung diatas kayu dengan kedua tangan diikat dengan tali erat hampir memutus pergelangan tangannya.
Tubuh 5 Pria memakai celana Tentara itu sudah merah padam penuh luka bakar akibat panasnya Baja merah yang dihantamkan ke perut, dada hingga punggung yang sudah mengelupas.
Semuanya tampak indah dimata Seorang pria bermata Coklat tajam merah berair dan wajah meradang karna Meminum Alkohol terlalu banyak tapi tetap saja, ia akan menegguk Minuman itu sampai berbotol-botol lalu muntah dan melanjutkan Rokok ditangan satunya.
"Dia..Dia memang ingin ini, hm?"
Lucifer terbahak keras melihat Agen yang ia tangkap dari pasukan Athena yang dulu ia perlakukan tak terlalu sadis itu sekarang ia sudah kehilangan akal sehatnya hingga malam ini ia berpesta dengan Kebengisan yang ada.
"Lanjutkan!!"
Bughhh..
"Aaaasss!!!! Tuan!!"
Mereka sampai menagis merasakan sakit yang teramat. darah yang bercucuran mengering menyusuri tubuh yang tak menapak ketanah, mata mereka menatap alat pancung yang sering mereka lihat menanggalkan kepala-kepala manusia disetiap harinya.
Yah. mungkin inilah akhir dari hidupnya yang lebih baik mati dari pada setiap hari harus melihat penderitaan banyak orang dan disiksa habis-habisan.
Hera yang melihat itu lansung menyeringai merasa puas. inilah yang dia inginkan, Lucifer si pria yang bengis dan tak kenal ampun jika melakukan penyiksaannya.
"Athena! kau harus melihat ini."
Hera melangkah pergi keluar dari ruang Bawah Tanah dengan beberapa anggota lain menunduk diam, semuanya hening dengan suara jeritan bak lulungan anjing ditengah malam.
"Nona. jika dibiarkan Master terlalu lama minum maka akan berakibat fatal pada kesehatannya."
"Biarkan saja!"
Jawab Hera pada kepala pelayan yang lansung diam. ia memandangi Hera yang sudah naik keatas hingga rasanya ia sangat berharap wanita cantik Masternya dikamar sana bisa mencegah Masternya untuk menyiksa diri sendiri.
Sementara itu. Hera melangkah cepat menuju tangga atas dengan Lift yang sudah membawanya menuju kamar Lucifer, sesekali ia terkekeh membayangkan kepergian wanita itu malam ini.
"Athena!!!!"
Hera yang memanggil dengan suara ceria seraya melangkah mendekati Pintu kamar itu dan mendorongnya pelan, ia melihat Athena yang tengah melamun disudut ranjang menatap kearah Serakan Makanan dan pecahan gelas susu yang berantakan.
Seketika tangan Hera terkepal. jadi Pria itu membuat Susu dan makanan tadi untuk wanita sialan ini. memang sangat menyulut rasa bencinya.
"Apa yang kau berikan padanya? hingga Masterku menjadi segila itu!!!!!"
Bentak Hera membuat Athena hanya diam ditelan perasaannya sendiri, ia memandangi terus lantai yang kacau itu hingga ada rasa bersalah dihatinya membuat Lucifer marah sedangkan pria itu sudah lelah membuat makanan ini.
"JAWAB!!!"
"Aku tak tahu!"
Hera lansung mendekat menatap Athena yang masih diborgol didekat ranjang seakan Lucifer begitu gila sampai membuat wanita ini tak bisa bergerak dari atas ranjang.
"Kau meracuninya?"
"Kau bicara apa, ha? aku.."
Plakkk...
Hera menampar pipi Athena yang seketika tertoleh kesamping dengan keras, sudut bibirnya berdarah koyak dengan pipi merah agak bengkak membuat Hera menyeringai.
"Bagaimana? rasanya enak. hm?"
"Kauuuu!!!"
Athena ingin membalas tapi satu tangannya diborgol hingga membatasi pergerakannya saat Hera mundur tak bisa ia jangkau. mata Athena berubah menajam bak Harimau betina yang menelan bukat mangsanya.
"Apa? kau ingin menamparku? tampar! ayo, Tampar!"
"Cihh, dasar pecundang!"
Hera lansung naik pitam mendengarnya hingga ia kembali ingin menampar tapi kali ini Athena menendang punggungnya hingga lansung mendekat dengan cepat satu tangan Athena menarik rambut Hera kuat.
Srett...
"Hmm. aku memang brengsek, Pecundang!!"
Brughh..
Athena menerjang pinggang Hera hingga tersungkur ke lantai berserakan tadi hingga membuat luka serpihan ditangan Hera akibat kaca yang pecah.
"Kau pikir aku takut denganmu, ha?"
"Ouhh. sekarang kau begitu berani!"
Hera lansung meraih pecahan beling dilantai, lansung mendekati Athena yang bersiaga menatap intens pergerakan Hera yang akan menyerangnya secara tiba-tiba.
"Bagaimana rasanya jika dikuliti, hm?"
"Pecundang!"
Srett..
Athena meringis tertahan saat Hera menggoreskan benda itu ke lengannya hingga membuat luka yang dalam dengan darah yang keluar dari kulit putih Athena.
"Bagaimana rasanya, hm?"
Athena hanya diam dengan sekuat tenaga ia menahan seraya mencoba lepas dari Borgol tangannya yang begitu kuat, ia memelintir tangannya sendiri memutar kasar sampai pergelangan tangannya sekali lagi terluka parah tapi ia tetap diam tak ingin membuat Hera tahu.
"Apa disini?"
Hera menyayat pipi Athena yang tetap merapatkan bibirnya menahan sakit, ia sedikit lagi lepas dengan tangan yang sudah berlumuran darah.
"Apa di.."
Bughh..
Athena lepas lansung meninju kepala Hera dengan keras hingga membentur pinggir ranjang. ia bangun dari baringannya menatap Hera yang memeggangi kepalanya yang berdarah.
"Bangun!!"
Geram Athena tak ingin menyerang dibelakang. Hera perlahan berdiri dengan beling yang masih ia peggang menatap Athena dengan raut kemurkaan.
"Kau memang ingin ini. Sialan!!!"
Athena menghindar saat Hera menyabitkan benda itu keperutnya lalu berputar mengulur kaki jenjang yang lansung menubruk dada Hera keras.
Brakkk..
Hera lansung membentur meja disamping ranjang hingga membuat kamar ini benar-benar pecah dan berantakan. tak cukup disitu saja Athena mengambil pisau buah yang tadi ada dinampan Lucifer.
"Kau juga harus merasakannya!"
Dengan cepat Athena menghantamkan benda itu kelengan Hera yang tadi menagkis hingga membuat ringisan keras itu tercipta, Athena menarik pisaunya kebawah menyusuri lengan yang lansung tersabit memanjang membuat lantai ini penuh dengan darah keduanya.
Nafas Athena memburu ingin kembali membantai tapi ia tersigap mendengar jeritan yang lolos ditelinganya membuat Hera menyeringai disela rasa sakitnya.
"Kau dengar? itu adalah suara kesukaan Masterku!"
"Sial!!!"
Athena berlari keluar membuat Hera terbahak keras melihat wajah khawatir dan panik Athena pada rekannya, ia bangun dari sudut sana melihat luka di lengannya yang parah tapi ia bahagia karna ini akhir wanita itu di Alaska.
Sedangkan Athena. ia terus berlari menuju asal suara menuruni tangga dan Lift yang menbawanya kebawah sana sesuai dengan aroma Alkohol yang pekat membuat jantungnya berdebar kuat.
Bagaimana kalau Lucifer hilang kendali sampai membunuh Rekannya dan bagaimana jika Pria itu menyakiti dirinya sendiri?
Sepanjang jalan Athena dihantui rasa takutnya jingga ia sampai kebawah ruangan gelap yang semangkin keras terdengar suara jeritan kesakitan sampai diringi tawa pecah seseorang.
Bughh..
"Lebih Keras!!!!"
Athena lansung menerobos masuk ditengah pelayan yang terkejut akan kedatangannya dengan keadaan berdarah berlari kedepan sana.
"Bunuh mereka!!!"
"Cifer!!!"
Duarrr...
.....
Vote and Like Sayang..