
Malam ini akan ada pesta besar didalam Penginapan ini hingga persiapan yang sudah dari dulu dibuat telah matang dengan begitu pas, semua pelayan tengah melayani berbagai Tamu yang mendapat Jamuan makan malam di Penginapan ini.
Anak-Anak Mentri yang telah bercengkrama satu sama lain dengan pakaian mewah musim dinginnya itu membuat mata sejuk karna parasnya yang cantik dan tampan, mereka berbicara soal berita di Media barusan yang sangat menjanggal.
"Apa Tuan Muda Lucifer akan menikahi Nona Hera secepatnya?"
"Aku tak tahu!"
Jawab Cellin menegguk gelas anggurnya menikmati lantunan musik yang menghibur malam ini, mereka saling bernyanyi hingga membuat suasana yang dingin ini jadi hangat tapi penuh persaingan antar pengusaha dan para penjabat Negara.
Namun, yang jadi pusat perhatian adalah. Hera yang tampak cantik dengan Gaun merah satu tali dibalut Mantel itu sedari tadi tak didampingi Tuan Muda Cestor atau Lucifer. padahal terlihat ia mulai bosan menikmati pesta besar ini.
"Hera! kau pergilah lihat Lucifer!"
"Em, Baik! Mom."
Hera berbinar lansung ditemani pelayan keatas sana dengan wajah yang sangat gembira, ia akan membuat semua orang terperangah dengan kehadiran Lucifer dan dirinya malam ini.
"Tadi aku melihat ada Mobil keluar dari Gerbang Cam!"
"Yah, ada Helly juga diatas!"
Perbincangan para Pelayan yang sudah ingin turun dari lantai atas hingga mereka membungkuk saat melihat Hera yang menyimak pembicaraannya hingga menghentikan langkah 2 pelayan itu.
"Tunggu!"
"Iya, Nona!" mereka diam membisu.
"Maksud kalian dengan Helly tadi apa?"
"Baru saja ada Hellychopter diatas Atap penginapan, kami pikir itu milik Tuan Muda!"
"Siapa?" heran Hera bingung.
"Kami kurang tahu, Nona!"
Dua Pelayan itu lansung pamit pergi membuat dahi Athena menyeringit, satu pelayan dibelakangnya hanya diam kembali mengawal menuju keatas sana.
.............
Senyayu angin itu tampak terlihat lebih bertenaga hingga membuat rambut pendek sebahu seorang wanita yang tengah diboyong ke Atap sana lansung berterbangan dengan Mantel yang membalut tubuhnya hangat.
Ia memeggang satu tangan kekar yang membelit pinggangnya yang telah menutup matanya dengan seutas kain merah yang manis.
"Sayang! ini kenapa anginnya agak kuat?" Athena meraba pipi Lucifer yang ada dibahunya, pria ini memeluknya dari belakang membuat Athena sangat menghangat.
"Kau turuti saja apa mauku malam ini!"
"Apanya? kau jangan aneh-aneh, Cifer!" gumam Athena sudah jantungan membuat Lucifer menarik sudut bibirnya geli.
"Aku menagih hadiahku!"
"Hadiah apa?? bukankah malam itu kau sudah mengambilnya??" nada kesal Athena memekik.
"Apa aku pernah bilang Pemenang memiliki batasan?"
"Cifer kau.."
"Suttt! jalan dan menurutlah!"
Athena akhirnya pasrah menuruti langkah Lucifer hingga Berots yang sudah menunggu didekat Helly lansung membungkuk memberi jalan membuat dahi Athena semangkin mengkerut. malam-malam begini apa ada urusan?
"Sayang!"
"Hm!"
"Kemana?"
"Sutt!"
Lucifer menggendong Athena naik hingga membuat Berots lansung naik ke kursi depan menatap para anggota yang berjaga diluar agar mengamankan situasi.
"Kami Pergi!"
"Baik!"
Mereka mengangguki ucapan Berot yang lansung menatap Lucifer untuk memberi perintah penerbangan.
"Sekarang!"
"Baik. Master!"
Hellychopter berwarna hitam pekat menyatu dengan alam ini lansung diterbangkan membuat Athena berpeggangan ke bahu Lucifer merasakan guncakan kecil dan suara pernerbangan.
"C..Cifer! kita kemana, Sayang?"
"Ke tempat yang paling Spesial malam ini."
Jawab Lucifer mengelus kepala Athena yang ada didadanya, ia menatap jam dipergelangan tangannya dimana ini baru pukul 7 malam, sesuai rencananya pasti ini akan selesai dalam waktu kecil.
"Apa? aku bingung!"
Athena akhirnya diam menyandarkan kepala ke dada bidang Lucifer yang melihat sesuatu di Ponselnya. Berots tersenyum malu saat bibir Tuannya tak berhenti mengecup puncak kepala Nonanya sampai Pilot Helly disampingnya juga memerah.
"Perasaanku tak enak!"
"Kenapa?"
"Kau pasti merencanakan sesuatu."
Lucifer tersenyum kecil menjentik kening Athena yang menduga hal-hal aneh yang tak tentu selama diperjalanan menuju satu tampat yang akan menjadi saksi bisu Cinta keduanya.
Setelah beberapa lama perjalanan, mereka sudah melihat satu tempat seperti Apartement yang sudah berdiri megah didekat Kota. Hellychopter mereka mulai ingin mendarat membuat Berots bersiaga.
"Master!"
"Hm!"
Lucifer menyimpan Ponselnya lalu memandang keluar dimana 20 anggota khusus telah berjaga dengan 5 Pelayan yang mendekati Hellychopter yang telah mendarat.
"Master!"
"Hm!"
Lucifer mengiring Athena untuk turun hingga mereka semua lansung memeggang lengan Athena.
"C..Cifer ini.."
"Ikuti saja mereka, hm?"
Lucifer mengecup puncak kepala Athena lalu melangkah pergi menekan tatapannya pada para Pelayan yang mengangguk mengiring Athena masuk menuju Apartement.
"C..Cifer!!"
"Aku menunggumu!!!"
Suara Lucifer lantang lalu hilang membuat Athena semangkin resah, ia mulai merasa tak enak dengan suasana tanpa pria itu.
"Kita kemana?"
"Nona, anda tak akan di apa-apakan!"
Jawab salah satu Pelayan itu mengiring Athena terus masuk kedalam sampai Lucifer memandanginya dari pintu Mobil yang menunggunya.
"Pastikan dia baik-baik saja, putuskan jalinan Internet disini!"
"Master! sepertinya ada yang melacak keberadaan anda."
Berots berkata sesuai apa yang diberikan oleh anggota yang telah memantau dari Team IT nya hari ini.
"Tutup semuanya, pindahkan IP ku ke Alaska!"
"Baik!"
Lucifer masuk kedalam Mobilnya hingga Berots mengemudikan Mobil menuju tempat spesial itu dengan memantau para pengawal yang tengah menjemput seseorang untuk menjadi Saksi malam ini.
"Master! apa anda ingin makan?"
"Tidak! tanyakan itu pada Istriku!"
Titah Lucifer hingga Berots mengangguk memberi pesan untuk menyiapkan hidagan untuk Athena, sementara ia harus menjaga kondisi malam ini karna bisa saja musuh akan mengintai mereka.
"Master! menurut anggota bagian Selatan. 5 penjuru area telah dititikan mereka, jadi kemungkinan kita akan diserang saat jam 9 nanti!"
Lucifer terdiam. wajahnya mengeras dengan raut wajah yang dingin. disetiap tempat selalu saja ada yang mengincar kekuasaan dan tempatnya.
"Hm, kau tetap perketat penjagaan istriku! dan Neneknya nanti."
"Baik! sesuai keinginan anda, Master!"
"Hm!"
Lucifer lansung diam memainkan ponselnya hingga beberapa kali panggilan masuk dari Nyonya Violette dan Hera saat di Hellychopter tadi. kalau sekarang mereka tak akan bisa menghubunginya.
"Aku ingin nanti jangan ada yang mengangguku!"
"Tempatnya telah disediakan, Master!"
"Hm, aku tak ingin diganggu!"
Berots mengangguk mengaktifkan alat komunikasi ditelinganya, ia juga sangat senang ketika Masternya begitu cepat mewujudkan impian Nonanya malam ini apalagi acaranya tak akan pernah bisa dilupakan Athena nantinya.
Dan Lucifer pun mulai membayangkan raut wajah cantik Athena hingga ia tak berhenti mengecup layar ponselnya melihat Foto wanita itu bersamanya dalam satu selimut.
"Kau akan jadi milikku sepenuhnya."
Gumam Lucifer memejamkan matanya mencoba menetralkan rasa gugup, ia sangat tak menyangka akan bertemu di tempat pelabuhan Cinta itu bersama seorang wanita yang sangat tak ada di mimpinya.
....
Vote and Like Sayang..