
Athena lansung dibuat terkejut saat tembakan itu melesat ke punggung Lucifer yang melindungi tubuhnya. semua bawahan Lucifer lansung mengamuk menembaki Dron yang tadi menembak tak sesuai rencana mereka.
"Sialan!!!!"
Aksi saling menembak itu terjadi dengan Hera yang sigap meloncat mendekati Lucifer.
"Master!"
Mata Lucifer terpejam membuat Jantung Athena seakan mau pecah meraba punggung Kekar pria ini berdarah, tangannya gemetar melihat cairan merah kental ini.
"S..Sayang!"
Lirih Athena masih memeluk Lucifer yang belum bergerak. langit diatas sana diriuhkan dengan tembakan senjata api kearah puluhan Dron yang tiba-tiba datang membuat kepalan tangan Athena menguat.
"Kapten!! ayo pergi!!!"
Dames berteriak karna suasana mulai tak terkendali, Jors mematung diam melihat Athena yang masih memeluk Lucifer erat melindungi dari jatuhan peluru diatas sana.
"Kau pergilah!!"
Athena hanya diam tak menjawab Hera, ia menepuk pipi Lucifer agar sadar ditengah degupan jantungnya yang menguat.
"Cifer! kau..kau baik-baik saja, kan?"
"Aku tak apa!"
Athena lansung berbinar saat mendengar suara Lucifer yang berucap pelan ditelinganya, ia mengecup kening pria ini seraya mengurai pelukan.
"Lukamu, itu.."
"Sudahlah, ini hanya luka biasa!"
Acuh Lucifer memeggang punggungnya, namun. Athena tak tenang karna ia yakin Luka itu sangat dalam dan perlu penanganan.
"Tidak! kau harus ke Dokter!"
"Sayang, ayolah! aku belum mati dan.."
"Kau ikut aku atau aku akan terjun dari sini!"
Ancam Athena menunjuk Gedung ini hingga Lucifer lansung pasrah mengikuti Athena yang membopong lengannya melewati Hera yang menggeram.
"Kau urus mereka!"
"Baik!"
Hera lansung memimpin pasukannya menyerang puluhan Dron yang menembak, sementara Team Athena tadi sudah berlari pergi saat tak melihat Kaptennya dikegelapan malam ini.
Sementara Athena, ia masih membopong Lucifer menuju Lift ke Gedung yang biasa mereka tempati tak jauh dari sini. disepanjang perjalanan Athena masih melihat luka dipunggung Lucifer yang masih berdarah.
"Aku tak apa, Sayang!"
"Kau!! Kau memang tak waras, ha? bisa saja pelurunya mengenai kepalamu!"
"Dari pada dia mengenaimu. aku lebih sakit jika kau yang terkena!"
Athena diam dengan wajah masamnya, pria ini memang pandai membungkam kata-katanya sampai ia tak mampu lagi untuk bicara selain membisu diam sampai Lift membawa mereka ketempat biasa.
"Kau jangan cemberut begitu!"
"Hm!"
Athena hanya diam lalu mencari Ponsel disaku celana Jeans Lucifer yang merasa sangat spesial karna wanita ini sangat perduli padanya.
"Buka jaketmu!"
"Shitt, kau mau memperkosaku disini, hm?"
"Kauu!!"
"Apa? kau menggerayaiku sedari tadi. apa itu tak pelecehan, Nona?"
"Aku mau Ponselmu! bukan yang aneh-aneh."
Geram Athena mengambil Ponsel disela saku jaket Lucifer yang terkekeh kecil mengecup pipi Athena yang mencari Kontak Dokter Wiliam di Ponsel Lucifer hingga ia menemukannya dengan nama Dokter Sialan membuat Athena menyeringit.
"Ini Dokter Wiliam?"
"Hm, si pria sialan Alaska!"
Athena menghubunginya seraya keluar dari Lift yang terbuka, ia melangkah menuju tangga yang akan terhubung lansung dengan Kamar diatas dijaga anggota Lucifer.
"Master!"
"Bawa Mastermu keatas!"
"Kau mau kemana?"
Lucifer mencengkal tangan Athena yang ingin pergi membuat Berots terdiam masih mematung dihadapan Masternya.
"Sinyal disini buruk! aku ingin keluar."
"Sudahlah, dia akan datang tanpa kau hubungi."
Lucifer menarik tangan Athena untuk kembali membopongnya membuat Berots menggeleng, ia tahu betul Masternya tak akan mati karna luka satu tembakan itu.
Athena membawa Lucifer keatas sesekali menurunkan tangan Lucifer yang masuk kesela kaosnya mencari Squishi yang bisa ia remas gemas.
"Sayang!"
"Kau sedang sakit! jadi diam!"
"Aku sehat, ini hanya luka biasa."
Sangkal Lucifer masuk saat Athena membuka pintu kamar hingga ruangan dengan furniture Gagak ini kembali Athena lihat.
Semuanya masih sama, bahkan Ranjang King-Size berwarna putih ini terlihat begitu rapi dan aroma parfumnya juga tercium kental disini membuat Athena bingung.
"Duduklah!"
"Hm, lukanya tak begitu dalam!"
Jawab Lucifer menurut saat Athena membuka Jaket dan Baju Kaos Oblongnya hingga mata Athena benar-benar terkejut melihat luka tembakan itu tepat didekat tulang belakang Lucifer dua jengkal dari tengkuk.
"Ini..Ini dalam, Cifer!"
"Benarkah? tapi aku rasa itu hanya luka kecil!"
Athena mencari Kotak obat didekat Ranjang sedikit menunduk mencari benda itu.
Brakk..
"Master!"
"Auss!!"
Lucifer lansung menarik Athena yang meringis karna keningnya terbentur pinggir ranjang karna terkjut saat Pintu dibuka kasar oleh Dokter Wiliam yang pucat melihat wajah Lucifer sudah mengeras menatapnya membunuh.
"Kau memang ingin mati!!!!"
"M..Maaf, aku terlalu panik!"
Gugup Dokter Wiliam menatap Athena yang dipangku Lucifer tengah mengelus kening wanita