Mysterious Love

Mysterious Love
Permainan akhir!



Suara Deru Mobil cepat itu lansung melaju dengan kecepatan tinggi hingga disepanjang Perjalanan ia tak berhenti tersenyum terus memberi pesan ke Nomor yang tadi memberinya kalimat menyenangkan.


Tak tanggung-tanggung Hera mempersiapkan dirinya dengan penampilan yang sempurna. Gaun Malam terbuka yang dilapisi Mantel serta rambut disanggul memperlihatkan leher jenjangnya, tapi ia masih menutupi satu matanya dengan separuh rambut emas itu menyembunyikan sesuatu yang telah direnggut darinya.


Setelah beberapa lama ia sampai ke lingkungan Hotel Elit di tengah Kota ini dengan kesunyian yang seperti sangat mencekam, hanya ada satu petugas keamanan berjaga didepan Pintu masuk Hotel.


"Dia memang mempersiapkan semua ini."


Gumam Hera memperbaiki Penampilannya lalu melangkah keluar setelah memarkirkan Mobilnya. ia mendekati pintu masuk hingga pria tadi memberinya salam hormat seakan Pria ini tahu kalau ia memang wanita milik Master Alaska itu.


"Nona!"


"ُKau mengenalku?" angkuh Hera dengan sangat berkelas.


"Tentu. anda wanitanya Master!"


Hera mengangguk senang lalu melangkah masuk kedalam hingga Resepsionis dan semua Staf disini menyambutnya dengan penuh penghormatan.


"Kamar No 23. Nona!"


"Hm!"


Hera dengan gontai melangkah ke Lift didekat tangga sana membuat mereka semua saling pandang heran tapi inilah tugas yang diberikan oleh Pria berkuasa itu.


Dengan tatapan aneh mereka Hera hanya acuh karna kepalanya memang sudah dipenuhi bayangan Sexsi pria itu, betapa indahnya ia menghabiskan malam ini bersama seorang pria yang menurutnya sangat sempurna menjadi seorang laki-laki.


"Kau tak akan bisa mengacuhkan aku lagi, Cifer!"


Hera menyemprotkan Parfum beraroma menggoda ke lehernya hingga semuanya sangat Perfeck menurutnya. setibanya dilantai atas Hera mencari kamar No 23 hingga ia menemukannya dengan mata berbinar cerah.


Jantung Hera sudah berdegup sangat kencang bahkan ia begitu canggung mendorong pintu kamar dengan sangat pelan.


"Cifer!!"


Panggil Hera lembut hingga kamar yang gelap ini membuat dahinya mengkerut mencoba melangkah kedalam menarik kaki yang menapaki lantai dingin ini.


"Sayang! kau jangan bermain-main, aku sudah mempersiapkan segalanya."


Ucap Hera berdiri ditengah-tengah kamar hingga ia tak melihat apapun sampai pada lampu itu menyala dan..


"Cifer!!"


Hera menutup mulutnya tak percaya kalau Lucifer benar-benar ada di dalam kamar ini tengah duduk diatas Ranjang menatapnya dengan sangat beracun membuat Hera meleleh dibuatnya.


"Kau datang?"


"A... Iya, kau..kau sangat tampan!"


Puji Hera dengan malu-malu membuat kepalan tangan Lucifer mengerat tapi wajah Tampan dengan garis rahang tegas itu hanya diam dengan hiasan Ranjang yang seperti malam pengantin yang indah.


"Em, Sayang! apa kau mau melakukannya sekarang?"


"Aku hanya mau melayani seorang wanita yang sangat berarti dalam hidupku."


Tegas Lucifer membuat Hera tersenyum lepas menganggukinya dengan percaya diri. entah kemana akal sehatnya sampai percaya saja pada Master Alaska si Pria berkilah yang penuh Misteri.


"Aku sangat mencintaimu. Cifer! dan aku.."


"Umumkan pada semua orang!"


"Bagaimana caranya?"


Tanya Hera bersemangat hingga Lucifer mengisyaratkan melihat Balkon.


"Kesana!"


"Baik!"


Hera menurut ke Balkon sana dengan pemandangan indah Kota yang begitu germerlap mewah malam ini membuatnya tak sabaran ingin segera berlabuh bersama pria ini.


"Lalu?"


"Teriakan semuanya seakan kau benar-benar tak bisa hidup tanpa aku!"


Hera tersenyum dengan ringan ia menatap ke depan mempersiapkan suara lengkingannya membuat sudut bibir Lucifer terangkat iblis dengan Kamera yang ada disamping Hera diaktifkan.


"AKU SANGAT MENCINTAIMU, LUCIFER!!!!! AKU AKAN MATI JIKA KAU MENINGALKAN AKU!!!!"


Teriak Hera dengan raut wajah yang benar-benar bahagia hingga ia kembali berbalik menatap Lucifer yang hanya berwajah datar Misterius sampai Hera mendekat kearahnya.


"Aku sudah mengatakannya. Sayang!"


"Mendekatlah!"


Hera benar-benar panas dingin saat melihat Lucifer merokok dengan sangat Cool mempermainkan asap benda itu seakan ia benar-benar sesosok Dewa Kebengisan dan Brutal.


"Kau.."


"Kau ingin menghabiskan malam ini, bukan?"


Hera mengangguk mendekati Lucifer yang tak menelan asap itu melainkan ia hembuskan begitu saja membentengi Tenggorokannya.


Hera berdiri dihadapan Lucifer yang menatap tubuhnya dari ujung kepala dan kaki dengan pandangan mendingin, ia bahkan sangat merindukan Tubuh Istrinya dari pada Tubuh wanita menjijikan ini.


"Cifer! akhirnya kau sadar kalau akulah yang pantas untukmu."


Cercah Hera ingin menyentuh dada bidang Lucifer yang lansung mengeluarkan sesuatu dibalik Jaketnya dengan tembakan keras terjadi.


Degg..


Hera terkejut saat peluru itu mengenai Dadanya hingga mata Hera menatap mata tajam Elang Lucifer yang sudah mengeraskan wajahnya.


"K..Kau.."


Bugh..


Lucifer menerjang perut Hera dengan kakinya hingga wanita itu lansung terpental ke lantai sana sampai membentur dinding kamar dengan sangat keras.


Mata kosong Hera menatap Lucifer dengan nanar serta darah yang keluar dari mulutnya.


"K..Kau.."


"Ternyata tak cukup bagimu kehilangan satu mata yang berharga."


Ucap Lucifer menyeringai bengis membuat kepalan tangan Hera menguat dengan mata berair dan benar-benar merasa sangat murka.


"K..Kau membohongiku!!!!"


"Lalu?"


"K..Kau Brengsek!!!! Kau pria Brengsek, LUCIFER!!!"


Teriak Hera memaki Lucifer yang melangkah mendekatinya dengan satu tangan masuk ke saku Jaketnya Cool dan satunya lagi memeggang Pistol ditangannya.


"Kau baru tahu, hm?"


"A..Aku..,Aku m..mencintaimu tapi kau.."


Dorrr...


Sekali lagi Lucifer menembak perut Hera hingga keadaan wanita itu sudah bersimbah darah sangat menyedihkan dan menjijikan.


"K..Kau bilang a..aku berarti b..bagi mmu."


"Apa aku menyebut namamu?" Hera lansung tercekik kuat mendengarnya.


"Aku tak pernah ingin menyentuh wanita lain selain Wanitaku sendiri, dan itu ISTRIKU!"


"C..CIFER!!!!!" bentak Hera menggelegar.


"Kau hanya menjadikan aku Obsesimu."


"A..Aku Men..Mencintaimu, uhukk!" Hera kekeh terbatuk darah hingga Lucifer berjongkok dihadapannya.


"Kau tak tahu arti kata CINTA!"


"Cih, k..kau s..sudah buta k..karna d..dia.."


"Yah. Cinta yang kau punya itu hanya sekedar ingin memiliki tapi bukan tulus karna hati, kau hanya memandangku dari segi Master Alaska dan kau tak pernah mengenal sisiku yang lain."


Tegas Lucifer ditengah nafas tercekat Hera yang merasa sangat sakit mendengarnya.


"A..Apa y..yang dia b..berikan s..sampai kau s..segila itu padanya?"


"Kau ingin tahu?"


"A..Apa? hiks!"


Lucifer lansung menunjukan Kertas yang ada didalam Jaketnya ke hadapan Hera.


Degg...


Hera terkejut setengah mati melihat Kertas putih dengan gambaran gelap yang menunjukan sesuatu dari bintik yang menyatu didalam sana.


"D..Dia.."


"Dia memberiku ini!"


Hera benar-benar sudah bergetar menduga kalau selama ini Lucufer menyembunyikan kehamilan Athena, ia pikir wanita itu dirawat di Rumah sakit hanya karna keadaan setelah pembalasan Cestor tapi nyatanya..


"C..Cifer.."


"Bukan hanya ini. dia bahkan memberiku Dunia baru yang tak pernah kau perkenalkan padaku, dia selalu mempunyai cara berbeda disetiap apa yang ku pikir benar. aku merokok, minum bahkan terus melakukan kejahatan tapi dia.."


"H..Hentikan!"


"Dia selalu mengingatkanku akan umur, dan kesehatan karna dia MENCINTAIKU dalam sisi yang berbeda, kau hanya tahu aku seorang Lucifer memiliki sikap kasar dan Gila. tapi dia tidak, dia membuatku ingin hidup lebih lama di Dunia ini."


"HENTIKAN!!! BRENGSEK!!!"


Bentak Hera benar-benar merasa maati bahkan rasa sakit disekujur tubuhnya sudah menjalar mengubun apalagi ucapan Lucifer barusan membuatnya tak ingin hidup lagi.


"Kau membuat seluruh Masyarakat Venuz membenci Istriku dan akan ku buat kau di benci seluruh Dunia ini!"


Lucifer berdiri menatap kedekat Tirai dimana semua anggotanya telah keluar dari tempat persembunyiannya. tentu Lucifer tak akan mau satu ruangan dengan wanita ini.


"Buat seakan-akan dia bunuh diri diri dan sebarkan Rekaman itu kesemua Media dengan Artikel yang sudah ku berikan!"


"Baik. Master!"


Mereka mendekati Hera yang telah pucat karna peluru itu seakan menggerogoti jantungnya. mereka menelanjangi Hera secara tak manusiawi hingga dibuat semiris mungkin hanya dibaluti Dalemannya saja.


Lucifer hanya diam merekayasa semuanya agar terlihat seperti kegilaaan wanita ini. ia juga menyebar semua rekaman Hera yang didapat dari CCTV di Cam dulu.


"L..Lucifer!!!"


Geraman yang terucap saat nafasnya sudah dicekik dengan tali dilehernya ini menatap sayu Lucifer dengan tatapan membunuh dan penuh kebencian.


"Aku sudah memperingatkanmu sebelumnya. jadi jangan salahkan aku membalikan apa yang kau buat pada ISTRIKU!"


Tekan Lucifer lalu melangkah pergi. ia mengotak-atik Ponselnya membersihkan nama Athena perlahan-lahan dari berita Hera yang pasti akan membuat guncangan yang besar karna wanita itu anak dari seorang Pembisnis ternama yang juga terpandang.


.....


Vote and Like Sayang..