
Mobil itu lansung melesat masuk kedalam Gerbang Istana dengan para Pengawal yang membungkuk hormat menyambut kedatangan Tuan Mudanya yang sangat membingungkan, tak biasanya ia pulang sore-sore menjelang malam begini.
Asisten Brian memarkirkan Mobilnya ditempat biasa hingga para Pengawal itu mendekat membantu membukakan pintu, mata mereka membulat sempurna melihat siapa yang keluar dari dalam Mobil ini bersama Tuannya.
"Tuan dan Nona!"
"Hm!"
Athena hanya menjawab dengan senyuman simpul keluar dari Mobil dengan Cestor yang lagi-lagi menarik lengannya membuat Athena mulai merasa jengkel.
"Maaf!"
Athena menurunkan tangan Cestor sedikit kasar membuat sudut bibir Cestor tercipa memasukan kedua tangannya kembali ke dalam saku celananya seraya melangkah masuk kedalam Istana megah ini.
"Tuan Muda!"
Deretan Pelayan menyambut membuat Athena hanya diam membisu mengikuti langkah Cestor yang memimpin jalan menuju tangga.
"Cestor!"
Nyonya Violette menyangga Cestor yang terhenti didekat tangga berlapis emas ini menatap Nyonya Violette datar, begitu juga Athena yang tetap membisu akan tatapan aneh kearahnya.
"Dia? kenapa kesini?"
"Dia untuk malam ini tinggal disini, Mom!"
Jawab Cestor dengan senyum kecil Athena pada Nyonya Violette yang memandangnya dengan tatapan sinis dan tak bersahabat terlihat sekali ia tak menerima Athena dikeluarga ini.
"Untuk apa? kau butuh sesuatu?"
"Tidak! hanya ada urusan kecil dengannya."
Jawab Cestor kembali menarik tangan Athena keatas tapi Athena tepis kembali hingga keduanya berjarak. Athena mengamati raut wajah Nyonya Violette dari atas sini hingga ia kembali fokus ke jalannya.
"Aku kemana?"
"Ada sesuatu yang ingin ku tunjukan!"
Cestor mengiring Athena kekamarnya hingga Athena lansung mengikutinya penuh waspada, semua lirikan matanya begitu tajam meneliti bangunan ini.
"Apa?"
"Masuklah!"
Athena masuk kedalam Kamar yang sangat luas begitu mewah membuat mata Athena mematung diam menatap semua Furniture dan Ranjang King Size yang ada ditengah-tengah ruangan luas ini.
Namun, ia tersigap saat Cestor mendekat kearahnya.
"Kau mau apa?"
Athena mendorong dada Cestor kuat hingga pandangannya mulai menajam dan siaga. wajah dingin Cestor lansung tercipta seakan menelan Athena yang terkejut akan perubahan wajah pria ini.
"Untuk apa kau mendekatinya?"
"Kau bicara apa?"
Gumam Athena tak mengerti hingga Cestor kembali mendekat membuat Athena mengepal dengan raut wajah keras yang tak lagi disembunyikan.
"Kau memanfaatkannya!"
"Kau bicara apa?"
"Kau pikir aku bodoh!"
Cestor berucap begitu penuh penekanan dengan kobaran mata menyala membuat Athena tak habis pikir, Cestor memiliki jiwa yang sama dengan Lucifer tapi pria ini bisa mengendalikan dirinya.
"Kau bekerja sama dengan Dapartement CIA untuk menangkap Adikku!!!!"
Degg..
Athena lansung terdiam kaku mendengar bentakan Cestor yang menyala-nyala, terlihat sekali raut wajahnya tak bersahabat menghisap nyali Athena yang tak ciut sama sekali. bahkan wajah Athena mulai mendongak angkuh tak gentar ditatap tajam begitu.
"Sejak kapan kau perduli padanya?"
"Kau selalu menuruti titahan Jendralmu yang begitu ingin mencari Bukti Kejahatan, Lucifer! aku kira kau tulus padanya!!"
Athena benar-benar tak percaya dengan ucapan Cestor barusan, bisa-bisanya dia berkata seakan Athena memang benar-benar hanya memanfaatkan Lucifer.
Cestor memang selalu mencari tahu apa yang dilakukan Athena dan bagaimana Identitas wanita ini, ia tahu semuanya dari seseorang yang telah ia temukan disuatu tempat tersembunyi selama ini, ia tak akan membiarkan Athena sampai menikah bersama Lucifer.
"Aku memang mencintainya dan.."
"Dan membunuhnya!"
"Kau pikir aku sejahat itu, ha? aku tahu semua tentangnya dan.."
"Tahu???"
Tanya Cestor tersenyum sinis menatap Athena yang sangat ia kagumi, tapi latar belakang wanita ini membuatnya muak.
"Apa yang kau tahu, ha??" sekali lagi bentakan Cestor terdengar membuat Athena terdiam.
"K..Kau.."
"Apa? kau sama saja ingin menghancurkan semuanya!!!"
Plakk..
Satu tamparan yang mengenai pipi Athena yang tersungkur hingga wajah Athena benar-benar kosong mendengar ucapan Cestor yang sangat tak ia mengerti.
"Maksudmu apa?"
"Kau!!! Kau yang akan mengantikan mereka!!!"
"Aku tak mengerti!!! kau bicara apa?"
Geram Athena sudah tak bisa menahan emosinya, pipinya tampak memar dan bengkak dengan sudut bibir yang koyak. Athena berdiri menatap penuh ketegasan Cestor yang terlihat menatapnya membara.
"Kau pikir aku serendah dirimu yang bahagia diatas penderitaan adikmu!"
"Kauu!"
Athena mengelak saat satu tamparan lagi ingin mengenai wajahnya, ia meninju pipi Cestor yang lansung terhuyung beberapa langkah hingga pria itu terlihat menggeleng beberapa kali menormalkan kesadarannya.
"A..Ss!"
Cestor meringis memeggangi kepalanya.Athena hanya mematung diam. hal yang sama dialami Cestor begitu mirip dengan Lucifer saat setelah marah-marah, tapi ia tak mengerti semuanya?
"A..Athena!"
"Apa yang ingin kau bicarakan?"
Tegas Athena masih berdiri jauh dari Cestor yang tersandar diranjangnya, terlihat sekali Cestor berusaha mengendalikan dirinya yang tadi kelepasan saat melihat mata Athena.
"A..Aku..Maaf! aku..aku hanya sedikit sakit!"
"Sakit?"
"Kau.."
"Kau ingin bicara apa?"
Tanya Athena mundur memberi jarak. ia tak ingin membuang waktu lagi hingga Cestor terlihat menghela nafas halus kembali tenang rileks seperti tak ada masalah.
"Jauhi Lucifer!"
"Cih! kau pikir aku percaya padamu."
"Jauhi dia dan pergi sejauh mungkin."
Suara Cestor terlihat kelam menatap Athena yang tak mengerti apapun. ia masih mencoba mencerna semuanya hingga Cestor memiliki satu rencana agar Athena pergi dari Kehidupan Lucifer.
"Kau tak pantas untuknya!"
"Memangnya kau siapa mau menilaiku?" tanya Athena menantang dengan pandangan menajam, ia tak perduli kata rendah itu selagi bukan Lucifer yang mengatakannya.
"Aku. sangat tahu kalau Lucifer dan kau itu tak akan pernah bersama. sebelum kalian saling menyakiti maka aku peringatkan padamu.."
Cestor melangkah mendekati Athena yang diam menunggu kalimat lanjutan Cestor padanya.
"JAUHI DIA!"
"Itu hak ku ingin menjauh atau tidak!"
"Kau sama sekali tak pantas untuk Adikku!!!"
Dorr....
Satu tembakan melesat dengan Athena yang menarik dada Cestor menghindar hingga peluru itu menembus dinding yang lansung terkikis karnanya.
"Kau sangat menjaganya!"
Athena bertambah jantungan saat melihat siapa yang telah berdiri diatas Balkon dengan mata merah dan wajah antara sadar dan tidaknya terlihat sangat berat menatap mereka dengan penuh seringaian.
"C..Cifer!"
"Hm, apa sayang?"
Lucifer melangkah mendekati Athena dengan sebotol minuman ditangannya, ia masih bisa berjalan lurus tapi kesadarannya terombang-ambing entah kemana, ia sangat panas saat melihat dua manusia ini berdua di satu kamar. sangat luar biasa.
"C..Cifer, kau minum?"
"Apa perdulimu, hm? kau hanya perduli padanya!"
Cestor mendekat tapi Lucifer kembali mengacungkan Pistolnya hingga Athena lansung menghalangi dengan berdiri diantara keduanya.
"Cifer! kendalikan dirimu!"
"Kendalikan, hm?" Lucifer menyeringai kembali menegguk minumannya.
"Kendalikan kau bilang!!! apa kau tak berfikir, Athena???"
Lucifer membentak Athena yang terperanjat sampai membuat suasana begitu memanas. Cestor melihat jelas Lucifer sangat mencintai Athena tapi bagaimana kalau dia tahu kenyataannya bagaimana? ia tak ingin hidup Adiknya bertambah hancur.
"A..Aku.."
"Kau pergi seenaknya!!! kau .. kau tak pernah menganggapku!!!"
"Cifer, aku..aku hanya.."
"Karna dia!"
Lucifer menatap Cestor yang hanya diam tak ingin memperkeruh, ia tahu betul Lucifer sangat labis selalu melarikan emosinya ke Minuman dan Rokok.
"Kita bicarakan saat kau sadar dan.."
"Kau ingin menghancurkanku, kan???"
"Cifer kau.."
"KAU DIAM!!!"
Athena lansung gemetar diam menunduk sampai lidahnya keluh untuk bicara, Cestor pun tak sanggup melihat raut Athena yang terlihat sendu.
"Dimana dia menyentuhmu?"
"K..Kau.."
"Dimana dia menyentuhmu???"
Bibir Athena lansung bergetar mendengarnya. apa ia serendah itu sampai rela disentuh dibagian apapun? ia juga bisa membatasi dirinya sendiri.
"JAWAB!"
"Jaga dia!"
Athena lansung melangkah pergi ke Balkon membuat Lucifer lansung mencengkal tangannya hingga langkah Athena terhenti, matanya sudah menggenang tapi ia tak akan menangis.
"Kau mau kemana?"
"Jika kau pikir aku melakukan ini untuk diriku sendiri, maka kau bisa menganggapku wanita murahan!"
Athena menyentak tangannya kasar hingga Lucifer lansung terkejut ingin mengejar tapi Cestor lansung mencengkalnya.
"Cifer!"
"S..Sayang!!"
"Cifer! biarkan dia pergi!"
"Hena!!!"
Teriak Lucifer lagi-lagi memberontak tapi ia sudah begitu berat karna minuman ini sampai-sampai matanya sayu melihat Cestor yang sangat prihatin akan keaadaannya.
"K..Kau..Kau Brengsek!!!"
Bugh.,
Lucifer meninju wajah Cestor yang lansung tersungkur karnanya, wajah Lucifer memerah seakan mencekik Cestor yang tak mampu berbuat banyak.
"Kau..Kau begitu ingin merebutnya, ha???"
"Kalian hanya akan saling menyakiti!!!"
"Saudara tidak berguna!!! kau hanya penjilat mereka semua!!!"
Cestor menggeleng hingga ia menatap Lucifer yang tak mampu lagi membuka matanya bersandar kedinding kamar. ia masih meracau memanggil Athena dengan aroma minuman yang kuat.
"Aku hanya takut, Cifer! saat kau sudah tak mampu melawannya, maka kau akan pasrah!"
...
Vote and Like Sayang ..