Mysterious Love

Mysterious Love
Mulai sakit!



Kicauan burung-burung diluar sana bersenyayu indah dengan menghiasi Balkon kamar yang dipenuhi bunga-bunga segar yang telah mekar semalaman. Mentari diatas sana sudah malu-malu menunjukan rupanya hingga cahaya kemilau emas itu merentang lebar memekarkan terang diseluruh tempat dialam semesta ini.


Tentu semua itu akan semangkin membuat dua insan yang semalam telah berbagi kehangatan dan keringat itu terlelap dalam hanyut dimimpi indah yang kembali meneggelamkan keduanya dalam liang Cinta yang besar.


Sesosok Bumil berperut buncit itu terlihat nyaman didalam rangkuhan hangat suaminya yang semalam benar-benar ia buat meledak gila sampai Lucifer tak mau berhenti hingga dini hari barulah keduanya tumbang bersama, itupun karna Athena yang sudah tak mampu untuk dihujami benda perkasa itu lagi.


"Emm!"


Athena menggeliat kecil kecil dengan handuk yang sudah terlepas kesamping sana. mata beratnya perlahan terbuka dan mengerijab beberapa kali menormalkan kesadaran yang masih diawang-awang.


"Sayang!"


Gumam Athena serak khas bangun tidurnya menatap wajah Tampan Lucifer yang masih enggan untuk membuka mata dan melepas pelukan dari Athena yang sangat membuatnya larut.


"Sayang!"


"Hm!"


Hanya gumaman kecil dengan pelukannya mengerat membuat Athena mulai menggeliat mencoba melepaskan diri tapi sayangnya sia-sia, semangkin ia berusaha maka Lucifer semangkin membelit tubuhnya posesif.


"Sayang!!"


"Hm!"


"Bangun. aku ingin kekamar mandi."


Barulah Lucifer membuka mata bantalnya itu menatap Athena yang tampak merenggut manyun hingga ia tak bisa menahan untuk tak menyambar bibir merah bengkak ini.


Cupp..


"Emm!!"


Pekik Athena tertahan dengan kecupan penuh tekanan Lucifer yang terkesan gemas dan mengunyel pipi berisi sang istri sampai memerah menarik rasa dongkol Athena pagi-pagi begini.


"Cifer!!!"


"Ada apa? hm!"


Tanya Lucifer tanpa rasa bersalah mengelus perut besar Athena yang terlihat sudah ranum dan teggang membuat ia tak sabaran menunggu si kecil ini lahir.


"Haiss!!"


"Pagi. Baby!" Lucifer mengecup perut Athena yang mengelus kepala suaminya lembut.


"Momy harap dadymu tak menganggu tidurmu semalam. Nak!"


"Apanya? dia ini bayi yang kuat. pasti akan sangat senang jika dikunjungi Dadynya."


Athena hanya memiringkan bibirnya sinis membuat Lucifer gemas mengigit lengan Athena remang membuat wanita itu terpekik.


"Kau!!!"


"Apa?"


"Kau sangat menyebalkan!"


Umpat Athena hanya dijawab kekehan Lucifer yang beringsut duduk bersandar dikepala ranjang dengan tubuh polosnya membuat Athena memerah menutup bagian inti pria tak tahu malu ini dengan selimut tapi sayangnya tangan Nakal Lucifer lansung menekan tangan Athena menyentuhnya.


"Cifer!!!!"


"Apa, Sayang?" tanpa rasa bersalah memeluk Athena.


"Rasanya aku ingin pipis!"


"Ayo!"


"Tapi hanya ingin, jika begini dia tak mau!"


Athena mengelus perutnya dengan handuk yang menutupi bagian dadanya. tentu Lucifer teringat tentang persiapan persalinan Istrinya dan data USG wanita ini.


"Hena!"


"Hm?"


"Kau yakin ingin melahirkan Normal?"


Tanya Lucifer menatap wajah sedikit pucat Athena yang mengangguki tanpa ragu lalu berbalik melihat wajah suaminya.


"Memangnya kenapa?"


"Sayang! kalau Operasi saja, bagaimana?"


Athena mengkerutkan dahinya menyentuh pipi Lucifer yang terlihat jelas membendung rasa khawatir padanya.


"Kenapa kau sangat takut, hm?"


"Dulu Momy sering membawa ku dan Cestor ke rumah sakit. dan kebetulan ada seorang wanita hamil yang menjerit dari arah bangkar yang datang dari Mobil didepan, terlihat mengerikan dengan darah dimana-mana itu sangat.."


"Kita coba melahirkan normal dulu. hm? soal sakit atau tidak tentu kalau ingin punya anak dan apalagi itu bagian dari kita harus merasakan sakit, bukan? dan.."


"Aku tak mau melihatmu seperti wanita itu!"


Athena diam dengan mata elang Lucifer yang sangat memberikannya perhatian dan keamanan disetiap waktunya.


"Kalau aku sudah tak kuat aku akan setuju untuk di Operasi!"


"Kau janji!"


"Janji. sudahlah! kau ada pekerjaankan?"


"Aku tak ingin keluar!"


"Kenapa? bukannya setiap pagi kau akan pergi ke Alaska. apalagi kau masih bertanggung jawab dengan anggotamu yang sudah tiada, Sayang! tak adil rasanya membiarkan mereka bekerja sendirian disana."


"Tapi.."


"Hustt! pergi mandi aku akan menyiapkan pakaianmu!"


Tegas Athena hingga Lucifer mengangguk mengecup kilas bibirnya lalu turun dengan gamblang memperlihatkan bentuk tubuh kekarnya. tentu Athena hanya menggeleng ingin turun tapi Lucifer melarangnya.


"Tidak usah. kau istirahat saja."


"Kenapa?"


"Istirahat!!!"


Suara Lucifer tertelan masuk kekamar mandi sana. barulah Athena menghembuskan nafas halus. ia memijat pinggangnya yang nyeri dan perut yang terasa diremas-remas.


"Shitt! kenapa semangkin sakit saja?"


Gumam Athena merasa sangat dililit. ia rasa ini hanya nyeri biasa yang ia alami tapi tak membicarakannya pada Lucifer karna menganggap hal kecil. tak hayal Athena mengabaikan rasa sakit ini karna tak ingin menganggu Lucifer yang tengah sibuk dengan pembangunan Bisnis dan Alaska.


Namun. lama kelamaan Athena mulai berkeringat dingin mencengkram selimut merasakan lilitan ini mulai kuat dan rasanya ingin terus ke kamar mandi tapi tak mau pipis.


"Sayang!"


"A..A kau..."


Lucifer yang baru keluar dari kamar mandi menatap wajah pucat Athena yang memberi senyum hangat mengatakan dia baik-baik saja.


"Kau.. kau kenapa?"


"Tidak apa. hanya sedikit meilit!"


"Kalau begitu aku.."


"Sayang! kau pergilah, aku tak apa. lagi pula aku sering nyeri pinggang begini, nanti juga akan hilang."


Lama Lucifer diam menatap Athena yang benar-benar memberi senyum yang memang tak ada niat lain. wanita itu juga menganggap rasa sakit ini hanya sesaat seperti hal biasa.


"Kau yakin? atau aku bisa menemanimu dan.."


"Yakin. kau.."


"Cifer!!!!"


Suara Cestor tadi luar sana membuat Athena tersigap.


"Cepatlah bersiap!"


"Tapi.."


"SAYANG!"


Tekan Athena hingga Lucifer pasrah masuk ke Walkcloset berpakain seperti biasa. sangat simpel tapi begitu Cool dengan celana Jeans panjang dan baju kaos santai yang begitu membuat ia terlihat lebih muda disempurnakan Jaket dan potongan rambut kharismatik itu.


"Cifer!!!"


"Sebentar!!!"


Suara Athena menjawab hingga Lucifer keluar setelah bersiap lansung mendekati ranjang Athena.


"Jangan lupa makan. maaf aku tak bisa turun kebawah menemanimu, Sayang!"


"Hm. Istirahat yang benar, aku akan menyuruh Luifi mendampingimu!"


Ucap Lucifer mengecup kilas bibir Athena bergantian dengan perut wanita itu lalu mengambil Ponselnya yang baru. Athena memandangi pintu kamarnya tertutup hingga lansung memejamkan matanya untuk meredakan rasa nyeri ini.


"Fyuhh. Baby! kau akan keluar sekarang atau tidak, hm?"


Gumam Athena mengelus perutnya. ia berharap si kecil ini cepat keluar tak sabaran karna ia sudah sangat ingin melihat bauh dari cinta mereka lahir kedunia ini.


Karna tak tahan ingin segera ke kamar mandi. Athena akhirnya turun dengan sangat pelan terus memeggangi perutnya dengan hati-hati menarik kaki ke tempat itu.


Namun. denyutan itu kembali ia rasakan hingga Athena nyaris mau tumbang tapi ia dengan segera berpeggangan ke ujung meja.


"Nona!!"


"A..Asss!"


"Nona. anda.."


Luifi yang datang lansung membantu Athena berdiri tapi wanita ini memang sangat keras kepala. ia selalu ingin melakukan semuanya sendiri tanpa mau menyusahkan orang lain.


"Aku.aku tak apa."


"Apa perut anda sakit?"


"Hm. tapi ini biasa, kemaren juga begini."


Jawab Athena pada adanya. sudah cukup baginya menyusahkan Lucifer dan ia tak ingin pria itu semangkin khawatir padanya.


....


Vote and Like Sayang..