Mysterious Love

Mysterious Love
Jangan Tinggalkan aku!



Keringat didahi wanita itu bercucuran menatap kebawah tepat dari atas Pohon yang ia panjat demi menghindari kejaran para Media padanya, belum lagi beberapa orang disini juga mulai mencurigainya.


Melihat situasi yang aman. Athena kembali meloncat kebawah hingga ia mengelus dadanya lega setidaknya ia tak disantap para Monster Publik itu.


"Sial!! kenapa Lucifer melakukan ini?"


Umpat Athena mengibas wajahnya yang panas. ia menarik Maskernya ke bawah dagu lalu menatap beberapa bangunan disekitarnya, ia harus segera menemui pria itu.


"Kau harus bertanggung jawab!"


Dengus Athena melihat Penginapan Keluarga Istana hingga ia lansung melangkah menuju tangga darurat tepat dibelakang gedung. ia beberapa kali bersembunyi saat ada Petugas Keamanan Cam yang berkeliaran dimana tempat membuatnya susah keatas.


"Sial!!! kakiku sudah lelah."


Gumam Athena memijat kakinya hingga tanpa ia sadari Luifi dan satu temannya lansung keluar dari tempat pemantauan mereka tepat diatas atap tak jauh dari Athena.


"Nona!"


"Kau!!!"


Athena tersentak kaget sampai memekik hingga mengundang petugas Keamanan yang tadinya menjauh seketika berlari mendekat membuat Athena dengan sigap berlari kedalam menuju tangga darurat dengan satu teman Luifi yang pura-pura jatuh.


"Nona!"


"A..*** Kakiku!"


Ringisnya seraya mengedipkan mata pada Luifi yang mengangguk lansung pergi saat 2 petugas itu lengah kembali menyusul Athena yang sudah melesat jauh keatas sana.


"Nona!!!"


Luifi kualahan mengejar Athena yang sangat cepat membuat nafasnya tersendat tapi ia tetap berlari mengikuti suara langkah kaki Athena semangkin keatas.


"Dimana lantai kamarnya?"


Gumam Athena bingung melihat simpangan tangga yang ada pintu dan ia tak tahu Penginapan itu lantai berapa, kalau ke sisi selatan maka ia ingat itu ada Villa Nyonya Violette sedangkan Penginapan khusus ini dibuat banyak kamar dan Fasilitas tentu ada lantai tersendiri.


"Nona!"


"Kau!! dimana lantai kamar, Tuanmu?"


"Ta..Tapi anda.."


Luifi terengah-engah mendekati Athena yang hanya biasa saja sudah naik dari tangga bawah sampai ke tangga 5 ini.


"Dimana?" cepatlah!"


"Kamar Tuan ada didekat Kolam Renang diatas lantai 7, Nona!"


Tanpa banyak bicara Athena kembali melangkah keatas dengan sekilap mata hilang begitu saja membuat Luifi menggeleng, resikonya menjadi pengawal wanita yang lebih gesit darinya hingga ia terasa mau menyerah tapi Gajinya tak main-main.


"Nona!!! anda harus berhati-hati!!!"


Athena hanya diam jauh meninggalkan Luifi hingga ia menerobos Pintu Darurat lalu bersembunyi dibalik liukan dinding yang bisa mengantarkan suara riuh dari dalam, terdengar suara percakapan kecil para pelayan.


"Kau tahu? tadi Tuan Muda Cifer melihatku!!!"


"Aaa benarkah? lalu apa dia mengatakan sesuatu?"


"Tidak! dia sangat angkuh dan datar, tapi aku sangat menyukainya bersama Tuan Muda Cestor!"


Athena mulai panas mendengar pujian itu hingga ia menyelinap cepat bak Tikus pengintai hingga kembali memakai Masker dan Topinya mulai naik keatas tangga kayu yang sangat mewah dan Klasik sekali.


Penginapan berlantai 10 ini mengusung Tema Moderen Klasik hingga Furniture dalamnya selalu mendominasi peralatan kayu dan lebih pada Alam, sangat menenagkan.


Setelah beberapa lama berjalan akhirnya Athena sampai keatas hingga ia melihat satu kamar yang ditutup rapat dijaga oleh seseorang yang sangat ia kenal.


"Berots!!!"


"N..Nona!"


Berots terlonjak kaget melihat Athena yang menatapnya dengan begitu bengis hingga keringat itu keluar disela pori kulit hitamnya.


"Awas!!"


"N..Nona, Tuan tak bisa di ganggu!"


Athena lansung Syok menggeram ingin menendang Pintu ini tapi ia urungkan karna akan membuat masalah besar.


"Aku ingin masuk!"


"Nona, Tuan tak bisa diganggu dia sedang.."


Brakk..


Athena mendobrak pintu hingga ia lansung masuk kedalam menerobos begitu saja hingga Berots lansung menutup pintu. Namun, mata Athena terbelalak saat melihat sesuatu yang tengah menciut polos begitu imut tapi sangat mengerikan.


"Cifer!!!!!!"


Teriak Athena berbalik memunggungi Lucifer yang tadi keluar dari kamar mandi tanpa berpakaian apapun saat Pintu didobrak kasar, dan dengan santainya ia berdiri kekar dan sangat Sexsi membuat Athena merinding.


"Kau?"


"P..Pakai h..handuk!"


Athena menutup matanya dengan satu tangan dan tangan satunya mengusir Lucifer yang masih diam ditempat menatap Athena dengan penuh seringaian.


"Kenapa?"


"P..Pakai handuk!!!!"


Teriak Athena berbalik masih menutup matanya dengan tangan yang masih bergerak mengusir Lucifer yang malah mendekati Athena dengan raut wajah Misetrius.


"I..Itu.. pakai handukmu!"


"Memangnya kenapa?"


Tanya Lucifer semangkin mendekat hingga tangan Athena yang tadi melambai menguris tak sengaja memeggang dada bidang Lucifer yang berotot hingga tangan nakal yang sangat suci itu tak mampu menahan godaan hingga merabanya lembut.


Melihat itu sudut bibir Lucifer terangkat merasa sangat gemas, sudah beberapa kali mereka melakukannya tapi Athena masih saja malu untuk menunjukan Tubuh masing-masing.


"Kau suka?"


"A..!"


Athena tercekat kaku ingin menjauhkan tangannya tapi Lucifer dengan cepat menarik lengan Athena kuat hingga tubuh wanita itu melayang hingga membentur dada bidang keras Lucifer.


Grepp..


Tubuh Athena seketika membeku saat merasakan dinginnya kulit Lucifer yang memang baru selesai mandi dengan aroma harum Maskulin yang sangat Cool membuatnya meremang.


"C..Cifer!"


Athena seakan kaku sampai ia menatap lurus ke dada Lucifer dengan kedua tangan memeggang kedua kotakan dada keras ini membuat Athena menegguk ludahnya kasar saat lelehan air ini menyusuri leher kekar dan tonjolan ototnya.


"Kau ingin, hm?"


"A.. i..itu.. aku.. tidak!"


Athena menggeleng gugup menatap wajah Tampan Lucifer yang semangkin Sexsi membuatnya memerah lansung ingin mendorong dada Lucifer tapi tak bisa karna belitannya terlalu erat.


"C..Cifer, kau.."


"Kalau kau mau aku bisa melakukannya!"


"A.. K..Kau bicara apa? kau..kau pakai handukmu!"


Athena mulai tak tahan dengan wajah merah menyebalkan ini hingga ia lansung merubah raut wajahnya datar dan kembali dingin menatap tajam Lucifer yang hanya memandangnya geli.


"Apa?"


"Kau!!!! kenapa kau lakukan itu, ha?" ketus Athena tak terima mengadah menatap Lucifer yang diam.


"Memangnya kenapa?"


"Kau lihat! semua orang mencariku, bahkan di Topik diseluruh pemberitaan itu tentang kita. Cifer!"


"Lalu?"


Athena lansung mendengus mengurai pelukan dan ia duduk diatas Ranjang empuk luas berwarna coklat ini hingga Lucifer berbaring disamping Athena yang lansung menutup matanya.


"Masalahnya apa, hm?"


"Shitt! kau memang tak tahu malu!"


Athena menarik selimut dan ia balutkan kepinggang kekar Lucifer tanpa mau menatapnya membuat Lucifer tersenyum geli.


"Hey, memangnya kenapa?"


"Aku jadi diburu semua orang, apalagi berita tentangku penuh!"


"Jadi! kau terganggu?" tanya Lucifer seraya membuka Masker Athena hingga wajah cantik merah dan berkeringat wanita ini terlihat sempurna.


"Tapi reputasimu bisa hancur, Cifer! apalagi gosip itu bisa menyeretmu juga."


"Biarkan saja, sesekali aku juga ingin dipasangkan denganmu!"


Jawaban Lucifer membuat Athena melemah hingga ia menjatuhkan tubuhnya disampaing Lucifer yang memandanginya lembut.


Lama Athena diam menatap keatas langit kamar yang bergradasi cantik hingga satu kata tersirat dikepalanya.


"Kau tahu?"


"Hm? ada apa?"


"Kau sangat menyebalkan!"


Ketus Athena menatap Lucifer yang melengkungkan senyum sensualnya hingga membawa Athena dalam pelukannya. kepala Athena terbaring diatas dada bidang Lucifer yang mengelus rambutnya lembut.


"Abaikan saja ucapan mereka!"


"Tapi mereka selalu menjodohkanmu dengan si wanita emas itu."


Terselip nada ketus diucapan Athena membuat Lucifer menghela nafas damai.


"Itu tak akan terjadi, biarkan mereka melakukan apapun dan kita juga melakukan yang kita mau."


"Cifer, kau tak akan meninggalkanku, kan?"


Pertanyaan yang membuat Lucifer paham kenapa Athena terus menanyakan ini, alasannya hanya karna situasi yang menekan agar mereka berpisah untuk selamanya.


"Tidak! aku berjanji, itu tak akan terjadi!"


"Kalau iya?"


"Kau bisa menguburku atau membunuhku!"


Athena diam hingga ia memejamkan matanya untuk tidur, setidaknya Lucifer masih mencintainya dan ia bisa melawan mereka semua.


.....


Vote and Like Sayang..