Mysterious Love

Mysterious Love
Kenapa harus Penjahat?



Wajah pucat Athena lansung meruak mengeratkan Selimut yang membalut tubuh polosnya, ia berbaring menyamping dengan pinggiran Selimut yang membunjul ia himpit dengan Bantal.


Tatapan Nenek Nuseta begitu aneh pada Athena yang terlihat gugup sejak ia berdiri diambang pintu sini memeggang handuk putih ditangannya. lampu itu sudah menyala hingga Athena benar-benar menyembunyikan Tubuh gagah Lucifer didalam gudukan Selimut tepat memeluk pinggangnya.


"Kau kenapa?"


"A.. itu..Nek. tadi rasanya badanku agak tak enak, rasanya pegal dan agak pusing!"


Athena mengelus tengkuknya dengan wajah dibuat selemah mungkin membuat Nenek Nuseta terdiam, lalu mendekat menarik jeritan Athena yang terkejut.


"Neek!!"


"Apa? kau pasti Demam, kan?"


Athena semangkin dilanda kegugupan mencari Ide agar Neneknya tak mendekat hingga tahu kalau Pria Gagak ini tengah berbuat mesum didalam selimut ini.


"A.. Hooekmm!"


Lucifer menautkan alisnya dengan wajah yang terbenam ke punggung Athena dan satu tangan meremas bokong wanita itu seketika bingung dengan Athena yang belagak muntah.


"Hena! kau mual?"


"Em, Iya Nek! memang aku agak pusing dan mual akhir-akhir ini."


Nenek Nuseta lansung tercekat dengan mata berbinar menatap Athena dengan penuh kebahagiaan lalu memandang bagian perut Athena yang ditutupi selimut hingga leher.


"J..Jangan-jangan.." Nenek Nuseta menutup mulutnya tak percaya.


"A..Apa, Nek?"


"Kau Hamil!!!"


Degg..


Athena benar-benar jantungan. tapi apalah dayanya yang hanya terpikir soal ini. ia akan belagak menunjukan ciri-ciri itu tapi dia tak akan membiarkan Nenek Nuseta tahu yang sebenarnya.


"A.. Nek, mungkin hanya masuk angin!"


"Apanya? Nenek sudah tua dan hidup lama di Dunia ini! kau pasti tengah berbadan dua Henaa!!"


Pekik Nenek Nuseta berjingkrat membuat sudut bibir Lucifer terangkat melihat wajah datar Athena dari balik cela selimut hingga ia benar-benar menikmati kecantikan wanita ini.


Cup..


"Kauu!!"


Geram Athena menatap tajam Lucifer yang mengecup punggungnya lembut hingga tangan nakal pria ini sungguh bergerak seenaknya dibawah sana membuat Athena menahan suara lenguhan karna raba'an yang sensual.


"Hena. Nenek sangat bahagia!"


"Nek! Hena hanya masuk angin, tadi terlalu lama diluar!" decah Athena seraya satu tangan masuk ke selimut mencengkram kepala Lucifer yang tak berhenti menjilati punggungnya.


"Kau memang ingin ini!"


Lucifer menyeringai hingga ia menelusupkan tangannya keara Depan Athena membuat mata yang tadinya menajam lansung membulat sempurna.


"Kauuu!!!!"


"Ada apa?"


Nenek Nuseta terkejut saat Athena membentak hingga Athena tersigap saat Nenek Nuseta melangkah mendekati Ranjang. Lucifer memanfaatkan keadaan. ia merabanya pelan merasakan bagian empuk dan mulus ini sangat membuat ia membayang.


"Shitt!"


Lucifer mengumpat saat ia sudah sakit menahan bengkakan dipusaka perkasanya sampai ia merapatkan tubuhnya ke tubuh Athena yang lansung mencengkram selimut kuat.


"N..Nenek!"


"Iya. apa kau butuh sesuatu atau Nenek pijat?"


"I..Itu Nek. sepertinya aku butuh istirahat, dan Nenek pergilah kekamar juga istirahat, tak baik jam segini Nenek masih terjaga."


Athena berucap lemah meraih handuknya ditangan Nenek Nuseta yang mematung melihat selimut Athena agak aneh, tapi ia pasrah melangkah keluar membuat Athena lansung mendorong tubuh kekar Lucifer keluar dari selimut.


"Keluar!!!"


Lucifer akhirnya keluar duduk disamping Athena yang lansung merapatkan selimut ketubuhnya membuat wajah malas Lucifer meruak.


"Dasar Mesum! kau apa-apaan kesini, ha? kalau Nenek ku tahu bagaimana?"


"Dia pasti senang."


"Kauu!!!"


"Suttt!"


Lucifer membekap mulut Athena dengan satu tangan hingga matanya kembali bergelut nakal mendekatkan tubuhnya kearah tubuh Athena yang bertambah jantungan melihat wajah Tampan dengan rambut acak-acakannya ini mendekat.


"K.Kau...."


"Kau tak ingin mewujudkannya?"


Tanya Lucifer semangkin mendekat hingga Athena terbaring keatas bantal dengan kedua tangan Lucifer mengungkung kedua sisi kepalanya dengan wajah yang berjarak hanya beberapa senti saja membuat jantung Athena seakan mau lepas.


"M..Maksudmu?"


"Kau tak tahu, hm?"


Lucifer sengaja semangkin mendekatkan wajahnya karna ia suka melihat raut pucat Athena yang sangat menggemaskan dengan kegugupan yang besar. bibirnya lansung mendekat ketelinga Athena yang gemetar sendiri.


"A..aku.. "


"Aku ingin Bayi!"


Athena bertambah gelisah dengan keringat dingin dikeningnya membuat Lucifer tak tahan hingga mengigit kecil daun telinga Athena yang lansung berusaha menggeliat dari kungkungannya.


"K..Kau..Kau bicara apa, ha? aku tak mengerti dan..dan keluar dari kamarku!"


"Kalau aku tak mau!"


"Kauuu!!"


"Apa?"


Lucifer masih gencar menggoda Athena yang sedari tadi memerah merasakan bagian bawahnya sengaja ditekan dengan bagian keras itu hingga ia berusaha untuk tetap tenang.


"Kau mesum!"


"Apanya?"


"I..Itu.."


Athena mendorong bahu Lucifer tapi tetap saja tubuh pria ini sangat kokoh hingga ia benar-benar merasa malu dan tak sanggup melihat wajah Lucifer yang masih enggan memalingkan wajah darinya.


"Itu apa?"


"Kau jangan pura-pura tak tahu!!!"


"Memangnya apa?"


Athena menutup mata Lucifer dengan satu tangannya agar tak melihat kebagian bawah. ia juga wanita normal yang mulai berfantasi liar saat melihat otot-otot kekar ditubuh kekar ini.


"Kau pergilah!"


"Tidak!"


Lucifer menurunkan bekapan tangan Athena ke mulutnya hingga ia mengecupnya lembut menatap mata Athena yang juga memandangnya.


"Ikut aku ke Alaska!"


"Kau gila!! ini rumahku kenapa aku harus mengikuti mu?"


Jengkel Athena begitu tak setuju. yang benar saja ia kembali ketempat itu, walau memang ia tak menepis rasa rindu pada Pemandangannya tapi ia tak ingin kesana lagi.


"Temani aku!"


"Kau ini terkadang seperti Bocah. kau sudah besar dan juga seorang Penjahat besar, tak mungkin kau minta ditemani di rumahmu sendiri, Dasar!!"


"Aku sendirian disana!"


Jawab Lucifer menarik tubuhnya duduk disamping Athena. ia meraih lengan Athena yang diperban dengan wajah santainya.


"Apa kekasihmu itu meninggalkanmu?" Athena menyelipkan nada ketus.


"Kekasih?"


"Hm! si Posesif yang selalu menyebalkan itu."


Geram Athena mulai terpancing hingga Lucifer menghentikan tangannya yang melepas belitan Perban ke lengan Athena.


"Kau cemburu?"


"A.. A..Apa? Cihh, yang benar saja! untuk apa aku cemburu padamu!"


Ketus Athena menoleh kesembarang arah hingga Lucifer hanya diam kembali melanjutkan aktifitasnya, ia membuka semua perban dilengan Athena yang terlihat sudah lembab.


"Lukamu basah, tidak usah diperban terus! biarkan dia sedikit bernafas."


"Memangnya kau Dokter?"


"Aku bisa jadi apapun untukmu!"


Athena lansung diam mendengarnya hingga ia menoleh kesembarang arah menghindari tatapan mata Lucifer yang penuh arti.


"Kau hanya membual!"


"Hm, tapi yang jelas! jangan membuka semua pakaianmu saat Pintu dan Jendela Terbuka. aku tak ingin berbagi!"


Tegas Lucifer membersihkan luka jahitan dilengan Athena dengan ujung Baju Kaosnya dengan halus. suara Lucifer sangat tak ingin dibantah hingga membuat Athena hanya diam.


"Ini sudah malam!"


"Lalu?"


"Kau tak pulang? aku tak ingin membuat keributan lagi!"


Ucap Athena menarik tangannya dari genggaman Lucifer yang terlihat berat menatapnya lemah, sungguh rasanya ia tak bisa jauh dari wanita ini.


"Apa aku harus meninggalkanmu?"


"Bukan itu tapi.."


Athena meloloskan nada tak rela hingga ia mendunduk menautkan kedua tangannya.


"Aku tahu. kau sangat menginginkan ku!"


"Ha??"


Athena lansung memekik mendengar ucapan keangkuhan itu lagi hingga wajahnya berubah mulai kesal menatap Lucifer yang memasang wajah berwibawah itu.


"Baiklah, aku akan pulang! tapi ingat pesanku, jangan mandi dengan tubuh POLOS kalau belum mengunci PINTU!"


"Hm."


"Satu lagi, kau jangan berjalan diarea terlalu sunyi dan gelap. bisa saja banyak bahaya yang datang apalagi kau perempuan, jangan keluar sendirian tengah malam. usahakan kau sudah dirumah jam 8 Malam atau sore!"


Athena hanya diam menatap jengkel Lucifer yang sangat menyebalkan, bisa-bisanya pria ini mengaturnya.


"Dan berhentilah bekerja seperti itu!"


"Kau mau aku makan batu?" geram Athena berselumbung dengan selimutnya hingga hanya puncak kepalanya saja yang terlihat.


"Nomor Rekeningmu!"


"Untuk apa?"


Ketus Athena memejamkan matanya acuh.


"Aku akan membiayai semua kebutuhanmu dan Nenekmu!"


"Sudahlah!!! aku tak mau uangmu, atau apapun! sekarang kau pergi dan jangan mengangguku, aku mengantuk!!!"


Athena memunggungi Lucifer dengan sikap keras kepalanya yang muncul. sebenarnya ia merasa nyaman tapi ia takut kalau Lucifer hanya memanfaatkannya.


Lama Lucifer menatap gudukan selimut membalut tubuh Athena hingga ia menghela nafas berdiri dari duduknya, memang dilihat dari rumah yang minimalis ini Athena hidup sederhana tapi berkecukupan.


"Jangan lupa memakai pakaianmu! walau di sini tak terlalu dingin tapi bisa saja kau masuk angin."


"Hm!"


Hanya dijawab gumaman hingga Lucifer mengeluarkan sesuatu dari Dompet disaku celana Jeansnya dan ia letakan diatas Meja rias Athena hingga ia mencari Pena dan menuliskan sesuatu diatas kertas itu.


Ia mengamati ruangan kecil ini hingga perlahan naik keatas ranjang membungkukan tubuhnya kekepala Athena


Cupp.. kecupan lama penuh kasih.


"Tidurlah!"


Lucifer berucap halus memperbaiki selimut Athena lalu turun mematikan lampu hingga ia kembali melangkah ke Sofa mengambil Jaketnya yang tadi ia tinggalkan disini. matanya menatap Athena yang masih enggan membuka selimut tapi percayalah Athena tengah mengintip Lucifer dengan sendu.


Lucifer meloncat dari Jendela yang tak terlalu tinggi ini hingga Pintu itu kembali ia tutup rapat membuat Athena lansung bangun menyibak selimutnya.


"Cifer!"


Gumam Athena hampa menatap Jendela itu. sekarang ia kembali dilanda kesunyian seakan rasa semangat yang tadi hadir telah hilang.


Ia terdiam kaku menekuk kedua kakinya merasa tak ingin begini tapi ia takut jika ia membuka jalan untuk Lucifer bisa saja nanti pria itu hanya memainkan peran dihadapannya.


Lama Athena merenggu hingga ia berdiri melangkah turun mendekati Saklar lampu yang ia nyalakan hingga semuanya kembali terlihat. kamar sempit yang tadinya sangat berwarna tapi kembali abu.


"Sudahlah! jangan begini terus!!"


Athena bersandar kedinding dengan tubuh polosnya hingga ia tersigap saat melihat meja riasnya yang ada sesuatu yang aneh.


"Apa barangnya ketinggalan?"


Gumam Athena mendekat seraya meraih handuk diatas Ranjang dengan kaki jenjang yang terus melangkah ke meja sana. Athena terhenti menatap Kertas dengan Tulisan yang agak besar.


Pakai kartu itu untuk Kebutuhan apapun. kau tenang saja, itu bukan uang Ilegal. dan ingat pesanku tadi, jangan keluar malam-malam. aktifkan Ponselmu.


Mata Athena lansung lemah tapi ia menghela nafas halus melihat Nomor Pin yang dituliskan disana dan satu Black Card, tak pernah ia mendapat perhatian sebesar ini dari seorang pria tapi kenapa harus Lucifer yang menjadi Penjahat?


"Kenapa harus Penjahat? ha!"


......


Vote and Like Sayang..


Untuk MP nya ada saatnya ya say.. 😂😂