Mysterious Love

Mysterious Love
Identitas terbongkar!



Keriuhan manusia itu lansung memenuhi lingkungan dibelakang Gerbang Rumah Sakit besar Elit ini membuat para Aparat Kepolisian Venuz yang masih tersisa disekitar sini lansung membentuk pengamanan.


Mereka semua adalah Masyarakat yang berunjuk rasa tentang berita yang tengah beredar, bahkan poster-poster Nyonya Agatha dan Tuan Manoch dibakar hingga ada tulisan tentang meminta keadilan mewakili Alaska tentang Kematian Tuan Eorana dan Nyonya Suzanka oleh keluarga Hathwey yang akan menuntut Putrinya Athena Hathwey sekarang juga.


Sulit dipercaya. jika kehancuran Alaska bertahun-tahun lalu ternyata disebabkan oleh Keluarga Hathwey yang Notabennya kelas menengah yang membantai mereka semua.


Rahasia besar terungkap. seseorang telah memberikan informasi tentang Dalang hancurnya Alaska dan Keluarga Hannes dimasa lalu.


Berita itu menyebar sangat pesat hingga Identitas Athena pun telah di konsumsi Publik yang terlihat geram tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi.


Disetiap Media Cetak maupun Elektronik menyiarkan Isu yang sama membuat komentar-komentar negatif itu naik ke permukaan menyalahkan Athena atas kehancuran semuanya.


Banyak yang mengatakannya sebagai wanita bermuka dua yang hanya ingin memanfaatkan para Tuan-Tuan Muda kaya keluarga Hermes karna mereka belum tahu kalau dua pria itu bukanlah putra Hermes melainkan Hannes.


"Bagaimana ini? Tuan!"


Anggota Lucifer yang berdiri di belakang Gerbang tengah menelfon Berots yang melihatnya dari dalam Rumah Sakit. ratusan orang dan Media Wartawan ini bak semut bergerombol sangat bising.


"Tetap jaga dengan ketat. jika mereka nekat, paksa dengan kekerasan!"


"Baik!"


Berots mematikan sambungannya lalu menatap beberapa orang yang memandangnya aneh tapi ia hanya acuh mengisyaratkan agar cepat mengusir keramaian sana.


"Ada apa di luar?" Asisten Brian yang berselisih jalan dengannya.


"Ulah Tuanmu!"


Geram Berots hingga Asisten Brian terdiam mendengar teriakan mereka yang menyebut Identitas Athena hingga ia lansung mengejar Berots.


"Tidak. Tuanku tak menyebar Identitas, Nona Athena!"


"Kau pikir kami percaya!"


"Aku bersumpah. Tuan hanya mengancam, dia tak sempat melakukannya."


Jelas Asisten Brian mengiringi langkah Berots menuju ruang rawat Athena. tentu raut wajah Asisten Brian yang serius dan tak ada gestur kebohongan membuat Berots terdiam sesaat.


"Kau yakin?"


"Aku serius! lagi pula aku sendiri yang selalu bersama Tuan Cestor, dia tak membocorkan apapun ke Media."


Berots hanya mengangguk lalu berbeda arah dengan Asisten Brian yang harus menemani Cestor di Ruangan ICU dalam keadaan yang sangat parah.


.......


Perlahan mata lelahnya itu terbuka hingga melihat langit-langit ruangan ini dengan pandangan biasa, ia menatap kesekelilingnya dimana tempat luas dengan Fasilitas lengkap ini sudah sangat-sangat nyaman dan begitu membuat ketenagan dari lilin-lilin Aromaterapi yang menyala mengelilingi ruangan ini, sangat harum dan segar membuat helaan nafasnya stabil diselang oksigen ini.


Namun. netranya seketika sendu melihat wajah tampan lelah seorang pria yang sudah lebih segar karna berganti pakaian dan membersihkan dirinya tadi.


"Kau pasti lelah, hm?"


Batin Athena mengelus pipi mulus nan tegas Lucifer yang memang tertidur duduk disamping Athena dengan kepala diatas Bangkar wanita sang istri. ia sengaja meletakan satu tangan Athena ke pipinya hingga ia bisa tertidur menjelang Sore ini.


"Ehm!"


Lucifer menyeringit saat sentuhan Athena di wajahnya mulai menarik kesadarannya dari alam mimpi sana hingga Athena beralih mengelus kepala Lucifer yang seketika tenang kembali memejamkan matanya damai.


"Sayang!"


Gumam Lucifer tanpa membuka matanya sangat menikmati sekali membuat sudut bibir Athena terangkat sesekali berhenti tapi tangan Lucifer lansung memeggangnya untuk kembali melakukannya.


Namun. lama kelamaan ia merasa sentuhan tangan ini terasa benar-benar nyata seakan memang tangan lembut wanita itu yang tengah membelai kepala dan pipinya hingga mata Lucifer lansung terbuka kecil namun lansung melebar saat melihat wajah pucat yang menatapnya lembut.


"S..Sayang!"


"Kau.."


Grep...


Lucifer memeluk Athena dengan sangat erat bahkan tak terjabarkan wajahnya yang tadi kacau kembali berbinar saat melihat mata indah Istrinya kembali terbuka.


"Kau..kau sadar. Sayang! kau baik- baik, saja!"


"Hm!"


"A..Apa? apa ada yang sakit, hm? kau..kau bisa katakan. Sayang aku.."


Lucifer menghentikan kalimatnya saat Athena menggeleng lemah tanpa mau bicara banyak membuat Lucifer menghela nafas halus.


"Kau marah padaku?"


Athena menggeleng tak ingin bicara hingga Lucifer menggenggam tangan Athena lembut menyalurlan rasa hangat darinya.


"Apa mau makan?"


"Hm!" lagi-lagi hal yang sama.


"Lalu apa? katakan kau mau apa!"


Tanya Lucifer penuh perhatian tanpa membahas tentang kandungan. ia akan keluh jika berbicara soal itu saat ini karna ia tahu Athena tak akan siap mendengarnya.


"Baby!"


Degg..


Lucifer lansung tercekat dengan pertanyaan yang diajukan Athena padanya.


"A.. itu.."


"Bagaimana dengan kandunganku?"


Athena melepas paksa alat bantu pernafasannya hingga Lucifer membantunya dengan perlahan takut terkena luka di pipinya.


"C..Cifer!"


"Hm."


Athena terus bertanya membuat lidah Lucifer keluh bahkan ia tak bisa mengatakan ini secara lansung sedangkan Athena masih belum Stabil.


"Dia baik-baik saja."


"B..Benarkah?"


"Hm, yang penting kau jangan Stres dan terus menjaga kesehatan. dia akan sehat jika kau sehat, hm?"


Athena menatap dalam wajah Lucifer yang terlihat sangat baik-baik saja, padahal ia tahu pria ini tengah berjuang sendiri meredam kenyataan yang tak sesuai ucapan santainya.


"Baby sangat menunggumu bangun, dia kuat. sepertimu, Sayang!"


Lagi-lagi Athena meneteskan air matanya membuat Lucifer kembali khawatir menghapus lelehan bening itu dengan jarinya.


"Hey, kenapa menangis? tidak ada hal buruk yang terjadi. Sayang!"


"A..Aku..Aku hanya takut, hiks. aku..aku takut, Cifer!"


"Suttt! tak perlu takut, aku selalu disini, hm?"


Lucifer berbaring menyamping memeluk Athena yang juga mendekapnya erat hingga keduanya saling menguatkan satu sama lain.


"A..Aku..Aku takut kau..kau membenciku dan.."


"Kau bicara apa? tak ada sejarah seorang Lucifer akan membenci Istrinya. kau jangan memperburuk citraku, Sayang!"


"Aku serius!"


Geram Athena menatap Lucifer yang tersenyum kecil mengecup kilas bibirnya. setidaknya ia mengalihkan perhatian wanita ini pada dirinya dibanding semua masalah disekitar mereka.


"Aku juga serius. bahkan, kau harus cepat sembuh karna aku punya satu Kejutan besar yang pasti akan membuat kau tambah mencintaiku."


"A..Apa?" tanya Athena lirih.


"Kejutan. Sayang! KEJUTAN!"


Athena lansung membelo jengah lalu menatap perutnya hingga Lucifer memutar otak mencari sesuatu agar Athena tak bertanya hal yang itu lagi.


"Sayang!"


"Hm?" Athena mengelus perutnya yang mulai merasakan nyeri.


"Aku mau mengompres perutmu."


"Tidak usah, kau tidurlah!"


Lirih Athena masih tak bisa bergerak banyak dengan suara serak akibat lehernya yang sakit.


Namun, bukannya menurut Lucifer hanya acuh meraih Baskom diatas Nakas yang sudah dipanaskan melalui Sensor uap di atas meja Elitnya hingga handuk kecil itu ia letakan diatas bahu kekarnya yang dilapisi kaos santai.


"Kau harus menurut pada suamimu."


"Kenapa?"


"Ya, Harus! kau mau aku aku diambil wanita lain?"


Athena hanya menatap jengkel Lucifer yang menaik-turunkan alisnya menggoda membuat ia jengah memejamkan matanya untuk menenagkan pikiran.


Seketika wajah Lucifer serius menurunkan selimut itu lalu menaikan baju Athena keatas dada hingga perut datar merah itu bisa ia lihat jelas.


"Ehm, S..Sakit!"


"Tahan sedikit, jangan banyak bergerak!"


Ucap Lucifer saat menekan lembut bagian bawa pusat Athena yang ia Kompres dengan air hangat yang membuat rileks otot perutnya yang kaku dan keram.


"Pinggangmu pegal, Sayang?"


"Em, sedikit!"


Jawab Athena tanpa membuka matanya hingga Lucifer memijatnya pelan seraya melihat reaksi Athena yang rileks membuatnya lega. ia sesekelai mengganti handuknya yang sudah dingin lalu memasangkannya lagi begitu seterusnya hingga Athena kembali tertidur atas pijatan lembut dan sangat tenang itu.


"Master!"


Berots yang datang dari arah pintu lansung menghentikan kegiatan Lucifer yang menutupi tubuh istrinya kembali dengan selimut lalu turun perlahan seraya mengambil Remote kontrol Tirai dan beberapa barang disini.


Tirai besar didekat Balkon itu tertutup hingga lampu ruangan ini berganti lampu tidur selayaknya kamar yang sangat mewah.


"Aku akan segera kembali."


Cup..


Lucifer mengecup bibir Athena lama lalu melangkah mendekati Berots yang menunduk diam hingga Lucifer sudah ada didekatnya.


"Hm."


"Master. ada hal besar yang terjadi!"


"Ada apa?"


"Ada seseorang yang membocorkan Masa lalu keluarga anda dan Identitas Nona Athena ke Media."


Lucifer diam. ia memang sudah tahu itu sejak pagi tapi ia masih fokus pada kesembuhan Istrinya.


"Biarkan saja. yang penting jangan sampai mereka melakukan tindakan Anarkis yang membuat kondisi Istriku memburuk."


"Tapi, mereka mengerumuni Rumah Sakit, Master!"


........


Vote and Like Sayang..