
Satu minggu telah berlalu. selama menginjak hari kehari itu semuanya telah berubah bahkan mengubah hidup sepasang pasutri yang biasanya hanya fokus pada pekerjaan sekarang mereka punya sikecil yang dibesarkan bersama.
Semenjak putrinya lahir Lucifer semangkin tak ingin bepergian dan tak mau jauh dari anak dan istrinya. bisa dibilang ia menjadi Babysister dua orang sekaligus tak memperbolehkan orang-orang sembarangan menyentuh Putrinya tanpa melakukan pembersihan terlebih dahulu.
Namun. dalam beberapa hari ini ia juga dibuat terus berperang dengan Nenek Wel yang juga ingin bermain dengan cucunya tapi Lucifer enggan memberikan buah hatinya. Lucifer selalu memasang jebakan yang akan mengagalkan wanita akhir zamannya itu untuk menganbil waktu anak dan istrinya.
Terkadang. Cestor yang melihatnya jadi heran sendiri, tak ada waktu selain menjaga anak dan istrinya dan Lucifer pun sudah membebankan semua urusan pekerjaan padanya.
"Aku tak bisa! aku ada rapat penting di Perusahaan!"
"Kerjakan dulu urusanku. bangkrutpun kau tak akan ku biarkan miskin!"
Kalimat yang selalu menjawab penolakan Cestor dari seorang ayah yang tengah membawa putrinya jalan-jalan di taman dengan mentari pagi yang tak begitu terik menimpa mereka.
Lucifer sesekali menatap kearah samping dimana Athena juga duduk dikursi tak jauh darinya tengah berbicara dengan para wanita yang ikut bersantai hari ini. ia tak ingin menganggu Istrinya yang membutuhkan ruang sesama wanita.
"Cifer! aku tak bisa selalu mengerjakan urusanmu dan.."
"Ada yang akan membantumu!"
Dahi Cestor mengkerut lalu menatap Lucifer yang enggan menjelaskan. ia hanya fokus menepuk-nepuk bokong mungil Baby Angel yang mulai mengulur tangannya rahang sang dady yang memberi senyum hangat dan rasa perlindungan full baginya.
"Baby. mau apa? Mobil. atau pakaian cantik dan.."
"Dia masih kecil!"
Jengah Cestor yang duduk disampingnya tengah menebak siapa yang akan Lucifer jadikan rekan kerjanya. pria ini terkadang membuat ia jantungan disetiap hal.
"Hm. tapi dia mengerti maksudku."
Jawab Lucifer bangga melihat senyuman cantik penuh pesona itu melengkung menatap wajah Dadynya membuat Cestor tertegun. Baby Angel memang sangat aktif dan penuh dengan kejutan setiap harinya, ia tak akan menangis kalau Dady atau Momynya berjahuan seakan Bayi Master Alaska ini tahu hati kedua orang tuanya.
"Berikan padaku!"
"Kau pergilah!"
"Aku ingin menggendongnya!"
Paksa Cestor tapi Lucifer menolak memberikan putrinya dengan mata penuh siaga hingga keduanya berdebat panjang sampai terdengar ke area Garden samping membuat Athena menghela nafas halus.
"Kau kotor!"
"Kotor apanya? aku sudah mandi 7 kali hanya untuk menggendong putrimu!"
"Memang dasarnya kau kotor dan jangan menyentuh Putriku!"
"Kauu!"
"Sayang!!"
Suara Athena yang berdiri dengan para pelayan dan Nenek Wel sudah mengurai langkahnya menjahui Taman.
Melihat Istrinya yang tak lagi dikerumuni Lucifer lansung bersiap dengan Cestor yang benar-benar ingin menggendong Baby Angel penuh harap.
"Sayang!"
"Apa kau sibuk?"
"A.. Tidak! aku tak sibuk."
Lucifer membisikan sesuatu ke telinga putrinya menarik senyuman misterius yang membuat Cestor membeku sendiri.
"Kau benar sudah mandi?"
"Hm."
"Ini! jaga dia dengan nyawamu!"
Lucifer baru memberikannya itupun ia menitipkan pesan-pesan ancaman yang harus dipatuhi selagi ia tak bersama Putrinya.
"Baby! Dady harus menemani Momymu. nanti kita bermain lagi, hm?"
"Tadi kau.."
"Nanti saja kau kerjakan tugasku!"
Lucifer tanpa rasa kasihan pergi mendekati Istrinya penuh senyum kecerahan yang tak ia tunjukan diluar sana. sementara Cestor menatap Baby Angel yang juga menatapnya membuat umpatan halus itu keluar.
"Dia memang benar-benar!"
Cestor membawa Baby Angel masuk kedalam saat melihat Pria satu anak itu sudah mendekap posesif wanitanya yang menciptakan rasa panas didada Cestor setiap hari.
"Sayang!"
"Hm? ada apa?"
"Aku ingin diet!"
Seketika wajah Lucifer yang tadinya bersahabat berubah mengeras bak singa jantan yang terusik membuat Athena mencengir mengecup kilas bibir suaminya.
"Tubuhku terlalu gendut!"
"Yang mana gendut?"
"Ini!"
Athena mengusap perutnya yang masih besar dengan pipi yang juga berisi membuat Lucifer berusaha mengendalikan dirinya agar tak marah-marah.
"Kau tak gendut. Sayang!"
"Lalu?"
Athena lansung memerah menepuk dada bidang Lucifer yang sangat membuatnya nyaman dengan apa yang menjadi pertanyaan yang menganggunya.
"Jangan diet-diet. kau tak kekurangan makan disini!"
"Aku gendut. tubuhmu bagus, pasti banyak wanita yang menyukainya."
"Tapi aku tak menyukai mereka. Hena! sekarang kau pikir, mana yang lebih banyak disukai para pemburu? jalan tol atau jalan perbukitan?"
Athena terdiam tak mengerti dengan pertanyaan barusan hingga ia menjawab apa adanya.
"Yang banyak tanjakan, liukan dan menantang!"
"Hm. dan kau seperti itu."
Timpal Lucifer mengedipkan mata nakalnya membuat Athena memerah menyandarkan kepalanya kedada bidang Lucifer yang memeluknya hangat dari belakang. ia masih dianjurkan berjemur setiap paginya ditemani sang suami yang selalu setia memantau.
"Aku suka apapun yang kau punya. semuanya terlihat sempurna bahkan kau semangkin membuatku tak bisa menahan diri."
"Kalau sudah tak berdarah lagi apa aku boleh olahraga?"
"Boleh. apapun yang kau mau tapi, jangan menolak makan. hanya orang mati yang tak mau makan!"
Akhirnya Athena bisa lega membiarkan Lucifer memeluknya erat setiap harinya mengantarkan rasa yang membuat Athena menjadi wanita paling beruntung di dunia ini.
"Sayang!"
"Hm?" tanya Athena memejamkan matanya menikmati waktu kebersamaan keduanya.
"Apa kau mau tinggal di Kediaman sendiri?"
Athena lansung membuka matanya melempar tatapan yang sulit diartikan bagi Lucifer yang mendudukan kembali wanita ini ke atas kursi taman dengan ia yang siaga disampingnya.
"Apa kita akan pergi?"
"Hm. aku tak ingin kejadian lalu terulang lagi dan membahayakanmu dan Baby."
Athena mengerti itu mengangguk pertanda ia setuju dan tak ada masalah untuk itu.
"Hm. tak apa! kemanapun kau membawaku aku mau."
"Benarkah? Nona!" mata Lucifer menyipit.
"Hm. selagi kau tak membawa wanita lain lagi."
"Kau salah paham. Sayang! aku tak pernah membawa wanita selain kau disampingku, kau saja yang sangat mencintaiku jadi terlalu cemburu." dengan kepercayaan diri yang besar membuat Athena menggeleng.
"Apa kau tak cemburu kalau aku bersama.."
"Aku tak ingin membahasnya."
Suara Lucifer berubah 180° derajat dan sangat dingin menarik rasa geli dihati Athena yang melihatnya.
"Padahal Relov juga.."
"Kauu!!"
"Relov itu ramah, lembut dan sangat.."
Cup..
Lucifer menyambar bibir Athena brutal sampai membuat wanita itu terkejut akan serangan mendadak ini bahkan, satu tangan Lucifer menekan tengkuk istrinya agar memperdalam ciuman paksanya yang begitu mendominasi.
"Ehmm!!"
Athena benar-benar merasa tercekat saat bibirnya digigit kecil Lucifer yang meluapkan rasa panasnya setiap sang istri menyebut dan memuji pria lain dihadapannya.
"Lucfrmm!"
Lucifer tak melepasnya bahkan dengan sengaja menghisapnya kuat dengan tujuan memberi bekas yang menjadi stempel kepemilikannya, tak mau berhenti menguasai Athena. Lucifer beralih menghisap kuat pipi lembut wanita ini sampai Athena menepuk cepat bahu kokoh suaminya karna mulai perih.
"Sayang!!"
Plup..
Barulah Lucifer melepasnya hingga wajah datarnya terlihat puas melihat apa yang ia tinggalkan diwajah Athena.
"Kauu!"
"Kau milikku. jangan tutupi ini!"
Lucifer menunjukan kaca ponselnya hingga Athena terbelalak melihat bibirnya sudah bengkak dengan pipi yang terdapat bekas kismark yang sangat mengerikan.
"Kauu!!"
"Hm."
"Mereka bisa melihatnya. Cifer!"
"Aku tak perduli!"
Jawab Lucifer acuh bahkan kembali menyerang leher jenjang Istrinya yang berusaha menolak tapi ia memang tak bisa ditolak menarik rasa pasrah Athena membiarkan Suami pencemburunya ini mengukir jejak dibahu sampai kebelakang telinganya.
Tak lupa Lucifer mengambil gambarnya sebagai ancaman kalau ia akan menyebar ini jika Athena kembali mengungkit soal laki-laki. tentu wanita itu tak berdaya menurut tanpa tahu kalau Lucifer juga tak mau melakukannya karna tak ingin berbagi sama sekali.
......
Vote and Like Sayang..