
Semua orang terkejut atas pernyataan Tuan Derdanos yang mengheningkan suasana. pandangan mereka lansung menghunus seorang wanita yang tampak sangat cantik dengan wajah bersinarnya.
Tentu Athena merasa sangat geram dengan penuturan Tuan Derdanos barusan. bahkan, Relov yang mendengarnya pun seketika menatap Athena penuh rasa maaf dan tak enak hati.
"Orang ketiga?"
"Tapi benar juga. semenjak dia datang Tuan Muda Kedua tak lagi dekat dengan Nona Muda terbukti di Cam itu dia tak datang."
Mereka berbisik dengan pandangan semangkin jijik menatap Athena yang melangkah anggun mendekati Tuan Derdanos yang menyeringai padanya.
"Kau sangat berani menunjukan wajahmu dihadapan semua orang. keturunan pembunuh!"
"Benarkah? apa aku seburuk itu?"
Tanya Athena menatap senua orang yang masih memandangnya dengan rendah seakan ia adalah sebongkah kotoran yang menjijikan.
"Yah. tentu saja! kau hanya wanita perusak hubungan orang sampai membuat Nona Hera bunuh diri!!"
"Yah!!!!"
Mereka menyoraki Athena dengan sangat berani menarik wajah Misterius Tuan Derdanos padanya. semua orang seakan menjadikan Athena lulucon malam ini membuat Luifi dan Cestor yang melihat benar-benar merasa geram.
"Aku memang anak dari seorang pembunuh yang kalian gunjingkan selama ini! bahkan, sampai sekarang aku masih berdiri dihadapan kalian dengan wajah yang sama tapi bukan berarti aku akan diam saat kalian mengatakan hal buruk tentang kedua orang tuaku!"
"Ouhh, kau marah? atau hanya mencoba menyelamatkan diri!"
"Untuk apa menyelamatkan diri?"
Tanya Athena pada Tuan Derdanos yang memanas-manasi semua orang. ia sangat terkejut melihat Athena yang hamil dan jelas itu anak dari seseorang yang sangat brengsek menghabisi putrinya.
"Untuk apa aku menyelamatkan diri ketika aku merasa tak salah apapun!"
"Dasar wanita tak tahu malu!!! itu anak siapa lagi yang kau tampung, ha?"
Plakkk..
Athena menampar keras seorang wanita paruh baya yang terkejut dibuatnya. bahkan semua orang disini ikut tercekat melihat raut wajah kelam Athena yang sama sekali tak akan terima saat anaknya dibawa-bawa.
Dan wanita itu adalah Nyonya Areysa yang dibuat tercekik diposisinya.
"Kauu!!"
"Sekali lagi kau bicara hal buruk tentang bayiku. aku sendiri yang akan membunuhmu!"
Geram Athena benar-benar membuat suasana tak terkontrol. ia tak perduli pada Media yang merekam semua ini dengan wajah Syok atas keberanian wanita misterius ini membuat ulah di Pesta Venuz.
"Kau pasti takut bukan?"
"Nyonya. sebaiknya anda diam!"
Luifi yang masih memikirkan semua orang yang tampak mulai naik pitam pada Athena.
"Kau takut karna bayi itu anak dari para pria yang menja.."
Plakkk...
Mereka semua terkejut bahkan kali ini kerumunan yang tadi mengelilingi Athena seketika mengurai renggang saat satu orang pria masuk lansung memberi tamparan keras bahkan Nyonya Areysa tersungkur keatas kursi yang menimpanya dengan pipi bengkak dan bibir koyak parah.
"T..Tuan!"
Suara mereka bergetar saat melihat wajah tampan mengeras seorang pria yang menyerap semua keberanian yang tadi menunjukan diri sesukanya.
Athena pun cukup hanyut memandangi wajah kelam Lucifer yang tak berani dipandangi semua orang tapi tak dengannya yang bebas menikmati wajah Tampan dengan aura kebengisan kental ini.
"Berani kau mengatakan hal menjijikan Padanya!"
"T..Tuan. s..saya..saya benar! dia..dia hanya.."
"Bawa dia!"
Anggota Lucifer lansung menyeret Nyonya Areysa yang menjerit memohon agar tak membawanya dengan sang suami yang hanya pasrah tak ingin berbicara takut menyulut hal yang lebih dari ini.
"Kalian diam?"
Suara Lucifer dingin meremangkan bulu kuduk mereka semua. tak ada yang berani bersuara hingga Tuan Derdanos mulai geram melihat wajah datar Lucifer.
"Sepertinya kau sangat perduli pada wanita ini, Tuan!"
"Lalu?"
"Yah! aneh jika kau seorang Pria terpandang dan memiliki citra yang sangat epick bahkan banyak wanita yang menginginkanmu dan aku rasa, tak mungkin kau berlabuh pada wanita kelas bawah sepertinya."
Athena diam tak ingin bicara. semua orang memang benar, ia adalah wanita kelas bawah yang sama sekali tak memiliki wewenang apapun. ia tak masalah dengan makian itu selagi tak membawa nama anak dan kedua orang tuanya.
Melihat wajah Athena yang hanya diam Lucifer menjadi lega, tak sia-sia ia membuat wanita ini rendah hingga dengan semua itu Athena bisa bangkit dari rasa kecilnya.
"Wanita secantik ini kau pandang rendah?"
Athena tetap diam tak menunduk sama sekali. ia menatap datar wajah tampan Lucifer yang memakai Stelan Formal lengkap berwarna hitam senada dengan Gaun yang dipakai Athena dengan aneh, tanpa Bumil itu sadari keduanya sangat serasi pagi menjelang siang ini.
"Apa masalahmu soal itu?"
Tanya Lucifer pada Tuan Derdanos yang semangkin menyudutkan Athena membuat wanita itu sedikit merasa geram. kenapa Tuan Derdanos yang dulu tak begitu ikut ambil soal Hera sekarang seperti sangat tak suka melihatnya?
"Kau tahu. putriku tiada karna dia!!!"
Lucifer lansung menarik Athena kebelakang tubuhnya saat melihat ada gelagat aneh dari Tuan Derdanos yang tak bisa mengendalikan emosinya membuat Nyonya Emayri menjadi pucat pasih.
"Kau menyalahkan orang lain atas kebodohan Putrimu sendiri!"
"Kauu!!!"
Relov mencengkal bahu Tuan Derdanos yang ingin mendekati Lucifer yang hanya diam berdiri tegap penuh kharisma seakan memberikan tameng kuat bagi Athena yang hanya bisa diam dibelakang tubuh kekar suaminya.
"Apa karna aku tak memilih Putrinya maka kalian menyalahkan Athena????"
Tanya Lucifer dengan suara menggelegar pada semua orang yang saling pandang tak berani menjawab. mulut mereka seakan terkunci rapat dan tak bisa membuak suara.
"Kalian diam?"
"Tapi. hanya ketika dia mendekati anda Nona Hera menjadi Depresi. Tuan!" salah satu dari mereka memberanikan diri itupun dengan suara bergetar.
"Putrinya mendekatiku jauh sebelum wanita yang kalian jadikan buah bibir ini datang dalam hidupku!! jauh sebelum aku datang menunjukan wajahku kehadapan kalian semua bahkan, dengan waktu selama itu aku tak pernah memiliki rasa apapun bahkan sedikitpun untuknya."
Athena termenggu mendengar ucapan tegas lantang Lucifer yang benar-benar memasang badan untuknya. ia menatap wajah tegas suaminya yang sangat berkharisma dan penuh pesona yang kuat. tapi, Tuan Derdanos tak terima dengan ucapan Lucifer barusan.
"Kau yang batu!! kau membuat Putriku gila sampai dia sudah tak tahu baik dan buruk sampai.."
"Sampai rela merendahkan dirinya sendiri mengemis suatu hal yang sudah ku tegaskan itu bukan Miliknya!!"
"CUKUP!!!"
Nyonya Emayri yang tak tahan lagi terlihat sudah pucat dan lemah dirangkuhan Relov yang mengelus bahu Auntynya agar tetap tenang.
"Putriku sudah tiada tapi kalian masih membicarakannya!!! dia sudah tiada, hiks! dia..dia sudah tiada!!!"
"Bukankah suamimu yang mengungkitnya?"
Tanya Lucifer menatap Nyonya Emayri yang sangat paham. ia tahu betapa gilanya Hera pada Lucifer tapi ia tak bisa menyalahkan kematian wanita itu pada orang lain, Hera sendiri yang tak mau diberi tahu olehnya.
"S..Suamiku. ayo..ayo kita pulang!"
"Tidak! sebelum kau mengatakan kalau kau yang telah membuat Putriku Tiada!!!"
Bentak Tuan Derdanos membuat mereka semua diam menyaksikan semua ini. dengan jelas rasa sakit itu terlihat ditatapan mata Tuan Derdanos yang sangat menyayangi Hera putri satu-satunya walau selama ini ia terlihat keras.
"Aku punya bukti atas semua itu!"
"S..Suamiku, sudah hiks!"
Isak Nyonya Emayri tak sanggup mendengar semua itu. sedangkan Athena dibuat terkejut saat Tuan Derdanos mengatakan bukti. apa dia sudah menemukan bukti soal kejahatan itu?
"C..Cifer!"
"Kau punya buktinya, hm?"
"Tentu! bahkan, kau tak akan bisa mengelak saat semua orang tahu kalau kau membohongi Publik!"
Geram Tuan Derdanos sangat yakin membuat Athena lansung memeggang lengan kekar Lucifer. seketika semua orang memucat melihat keberanian wanita ini.
Lucifer hanya diam saat Tuan Derdanos memanggil seseorang masuk hingga genggaman Athena menguat dan terlihat sangat khawatir.
"Apa yang kau lakukan, ha?"
Geram Athena mencengkram kuat membuat sudut bibir Lucifer terangkat menurunkan genggaman Athena turun kejarinya hingga genggaman keduanya mengerat membuat Lucifer serasa meledak bisa menyentuh tangan lembut ini lagi setelah lama wanita ini mengacuhkannya.
"Cifer! kau gila, ha?"
Athena terus menekan agar Lucifer pergi atau melakukan sesuatu yang membuat Tuan Derdanos mengurungkan niatnya. namun, bukannya terlihat panik Lucifer asik memainkan jari Athena digenggamanya seakan ia baru bertemu hal yang sangat mengasikan pikirannya.
Semua itu menuai tanda tanya dibenak mereka saling pandang bingung dan terkejut, kedekatan keduanya terlihat intens dan berani.
"Cifer! lepas!!"
Lucifer hanya diam memasukan tangan Athena kedalam saku celananya membuat wanita itu tercekat tak lagi berani memberontak. bergerak sedikit saja maka tangannya akan menyentuh barang sakral yang terpendam selama ini.
Saat tak merasakan pergerakan Athena. Lucifer tersenyum misterius, tentu Athena tak akan memancingnya dihadapan banyak orang ini.
Melihat itu semua Tuan Derdanos semangkin naik pitam dibuatnya.
"Isabel!!!"
Degg..
...
Vote and Like Sayang..