
Dengan telaten Athena menyuapi Nenek Nuseta yang terlihat bingung saat kepalanya diperban dan betis juga hingga wanita tua itu memeggang bahu Athena yang lansung menatapnya penuh tanya.
"Ada apa? Nek!"
"I..itu..."
"Apanya?"
Nenek Nuseta menunjuk kening Athena hingga wanita itu lansung peka dengan tatapan khawatir sang Nenek padanya. dengan mengaduk bubur ditangannya seraya meniupnya kecil lalu lansung menyuapi Nenek Nuseta.
"Ini luka kecil dijalan, Nek!"
"Apa parah?"
"Tidak. Hena hanya kurang hati-hati, itu saja."
Jawab Athena yang berkilah karna takut jika keadaan Neneknya kembali memburuk mengetahui tabrakan itu.
Keadaan Nenek Nuseta sudah lebih baik dari sedari pagi karna Dokter Wiliam memantau serius perkembangannya sesuai perneggasan Lucifer.
"Em, Nek!"
"Hm?"
"Nenek senang tidak kalau punya cicit?"
Nenek Nuseta mengangguk cepat dengan binar kebahagiaan yang bergitu berharap, namun seketika ia termenggu saat mulai mengingat siapa yang telah menjadi suami dari Cucunya.
"H..Hena.."
"Iya, kenapa? Nek!"
"S...Suamimu i..itu.."
Athena mengangguk meletakan tangan keriput Nenek Nuseta ke perutnya hingga dahi Nenek Nuseta mengkerut dengan raut wajah bahagia Athena.
"Hena hamil, Nek!"
Duarr...
Nenek Nuseta lansung terkejut setengah mati hingga wajahnya memucat dengan nafas yang mulai sesak membuat Athena terkejut akan respon Neneknya yang tak sesuai exspektasi.
"N..Nek, Nenek..Nenek kenapa?"
"K..Kau..."
Nenek Nuseta mencengkram dadanya hingga Dokter Wiliam yang tadi ingin masuk seketika terkejut melihat Nenek Nuseta kesulitan bernafas hingga ia dengan cepat memasangkan selang oksigen.
"Nyonya! tenanglah, hirup nafas dengan stabil!"
"N..Nenekku kenapa?"
Panik Athena menatap Dokter Wiliam yang kembali memeriksa denyut jantung Nenek Nuseta yang beradu cepat dan ini bisa berbahaya bagi wanita tua ini.
"Apa yang Nona katakan pada, Nyonya?"
"Aku..aku hanya bilang kalau aku hamil. dan menurutku Nenek akan sangat senang karna impiannya dari lama."
Jawab Athena apa adanya diselimuti rasa khawatir yang teramat melihat kondisi labil Neneknya. entah kenapa Neneknya bisa kembali Anfal padahal sudah lama tidak terjadi begini.
Nenek Nuseta mencoba tenang mengikuti arahan Dokter Wiliam yang sangat pandai menginstrupsi agar rileks dan santai. Athena sampai begitu tak sabaran melihat Neneknya yang menjalani terapi kecil.
"Rileks. Nyonya! anda harus tenang dalam menghadapi segalanya."
"Iya, Nek!"
Athena menggenggam tangan Nenek Nuseta yang masih menatapnya dengan mata mengembun membuat Athena dan Dokter Wiliam saling pandang.
"H..Hena.."
"Tidak. Nenek jangan bicara kalau begitu lagi! tidak usah."
Nenek Nuseta menatap Dokter Wiliam dengan pandangan penuh permohonan, ia masih belum tahu kalau Dokter Wiliam adalah anggota Lucifer.
"K..Kau.."
"Iya, Nyonya. anda tenang supaya semuanya lancar."
Tangan gemetar Nenek Nuseta menggapai tangan Dokter Wiliam yang mulai merasa heran hingga ia mendekat agar ia bisa mendengar suara kecil wanita ini.
"Ada apa?"
"B..bawa H..Henaku.."
"Kemana? Nyonya. anda masih belum stabil dan.."
"P..Pergi!"
Dokter Wiliam terdiam kaku dengan Athena yang sangat bingung artinya apa? terlihat sekali rasa takut diwajah Nenek Nuseta yang tak berhenti memohon pada Dokter Wiliam.
"B..Bawa d..dia.. p..pergi.."
"Nek! Kau kenapa?"
Lirih Athena begitu khawatir takut terjadi sesuatu yang fatal nantinya.
"H..Hena kau..pergi j..jauh, N..Nak!"
"Kenapa? kenapa Hena harus pergi?"
"Dia..d..dia a..akan m..membunuhmu, Hena pergi!!!"
Athena lansung dibuat pusing memikirkan ini hingga Dokter Wiliam melihat wajah Athena mulai lelah dan stres.
"Nyonya. keadaan Nona Athena masih belum sehat betul, apalagi dia tengah mengandung. jadi saya mohon anda jangan membuatnya bertambah pusing."
"C..Cucuku, s..selamatkan H..Henaku!"
Nenek Nuseta menangis tak berdaya ditengah rasa takutnya. Pasti Putra dari Pria itu datang hanya untuk menghancurkan kehidupan mereka dan membalas dendam atas kematian Kedua orang tuanya.
Ia takut Athena menjadi korban atas perbuatan Dadynya yang salah langkah.
"Nek. Please, jangan menangis. Hena sesak melihatnya."
Athena ikut merasakannya hingga ia ikut mengembun hingga tangan Nenek Nuseta menggenggam tangannya erat seakan mendorongnya agar pergi.
"P..Pergi, N..Nenek Mohon, P..Pergi!"
"Tapi kenapa? ini Rumah kita dan.."
"Sayang!"
Degg..
Nenek Nuseta lansung membeku saat melihat siapa yang muncul dari ambang tirai sana hingga Dokter Wiliam lansung menggeram saat Lucifer masuk terlalu cepat.
"K..Kau..Kau.."
Nenek Nuseta histeris menarik Athena kepelukannya membuat Athena benar-benar kebingungan melihat Neneknya seakan sangat takut melihat Lucifer yang berdiri tegap dengan pandangan dinginnya. sekuat tenaga ia mencoba menahan diri dan akan menerima semuanya.
"P..Pergi!!! j..jangan..jangan s..sakiti Cucuku!!!"
"Nek!! dia Suamiku, Panci!!"
Nenek Nuseta menggeleng mengeratkan pelukannya ke tubuh Athena yang menatap rumit Lucifer ditengah rasa bingungnya.
"J..Jangan.. dia..dia t..tak bersalah!!"
"Biarkan Nenekmu istirahat!"
Ucap Lucifer membuka dekapan bagi Athena yang ingin mendekat tapi Nenek Nuseta mencengkalnya kuat. wanita tua itu mulai memohon menangkupkan kedua tangannya pada Lucifer yang mengepalkan tangannya kuat.
"A..Aku..b..bunuh a..aku t..tapi jangan..jangan Henaku, aku.."
"Nek!!! kau bicara apa??"
Bentak Athena tak suka dan mulai kehilangan kesabarannya membuat Nenek Nuseta menangis menarik Athena kuat agar tak mendekati Lucifer.
Dokter Wiliam tahu bagaimana sayangnya seorang Nenek ini pada cucunya hingga ia takut jika Athena menjadi korban dan bisa mereggang nyawa.
"H..Hena hiks, P...Pergi, J..Jauh.."
"N..Nek! kau kenapa?"
Suara bergetar Athena tak mampu melihat keadaan kacau Neneknya hingga dengan kilat Lucifer menarik Athena kepelukannya membuat Nenek Nuseta histeris.
"H..Hena!!!! J..Jangan..aku..aku mohon, Jangan!!"
"Nek, hiks!"
Isak Athena tak tahan melepas genggaman Nenek Nuseta yang masih erat ketangannya membuat Lucifer menatap Dokter Wiliam yang menghela nafas halus mengangguk.
"J..Jangan hiks, aku..aku mohon!!"
"Nyonya, ada saya disini dan saya tak akan membiarkan Nona Athena terluka. dia akan baik-baik saja."
"H..Hena hiks, P..Pergi, Nak!"
Nyonya Nuseta enggan melepas genggamannya membuat Athena begitu teriris, tak pernah ia melihat Neneknya seperti ini tapi saat ini ia merasa sangat sakit.
"Nek. Hena masih sehat. tak ada yang sakit!"
"K..Kau..Kau aku..aku mohon, j..jangan lukai Cucuku!"
"Ini Suamiku, Nek! dia sama sekali tak melukaiku, Nenek juga tahu itu, kan?"
Athena mencoba menengahi agar Nenek Nuseta tak takut pada Lucifer yang hanya diam dengan merilekskan tatapannya agar wanita tua ini tak terlalu bicara banyak.
"Nyonya, anda istirahatlah! saya akan berjaga disini."
"H..Hena.."
Nenek Nuseta masih saja tampak takut terus menarik Athena kepelukannya tapi Lucifer tak melepasnya hingga ia hanya bisa duduk disamping Nenek Nuseta yang mulai mengiba padanya seraya terus mencoba menarik sang cucu untuk turun dari pangkuan kokoh Lucifer.
"Dia tak salah, a..aku..aku yang salah. hiks! j..jangan sakiti, Cucuku!"
"Nek! Hena disini, tak akan terjadi apa-apa, hm?"
Setelah beberapa lama meyakinkan Nenek Nuseta yang semangkin enggan melepas Athena hingga Lucifer membiarkan istrinya berbaring disamping tubuh Nenek Nuseta yang menatap takut Lucifer sebagai ancaman.
"Nek! Nenek tenang saja, Hena bisa beladiri. kalau Suami Hena macam-macam, Hena akan memukulnya!"
"P...Pergi y..yang jauh, H..Hena.."
"Iya, kalau Nenek tenang dan istirahat Hena akan pergi jauh sampai tak ada yang bisa menemukan, Hena!"
Mendengar itu Lucifer menatap tajam Athena yang memberi senyum memelas tak ingin memperburuk suasana.
"Jaga bicaramu!"
"Hanya untuk menenagkan, Nenek! hm?"
Lucifer hanya diam duduk dilantai seraya bersandar ke badan Ranjang hingga satu tangan Athena terulur mengelus kepala Lucifer yang memasukan tangannya kedalam baju kaos Athena hingga ia nyaman meraba perut datar ini.
"Saya permisi!"
"Hm!"
Dokter Wiliam melangkah pergi membiarkan Nenek Nuseta sedikit tenang dan nanti mereka akan pikirkan rencana kedepannya bagaimana.
......
Tatapan tegas Cestor lansung tertuju pada Seketsa penyerangan yang sudah matang. ia telah cukup menunggu dan malam ini ia harus menyerang sesuai rencananya.
"Aku ingin habisi semuanya!! Ungsikan Masyarakat disekitar Alaska dan Kompleks itu ke tenpat lain dan buat semuanya hancur tak bersisa!!!"
"Baik!!!"
.....
Vote and Like Sayang..