Mysterious Love

Mysterious Love
Kenyataan?



Pandangan lemah Athena lansung menatap kearah penginapan Cestor, ia sudah keluar dari penginapannya hingga rasanya sangat berat untuk kesana, apalagi ia takut Lucifer lagi-lagi marah padanya dalam persoalan yang sama.


Dames yang tadi menemani juga bingung, kenapa Kaptennya terhenti didepan Penginapan Elit Istana? padahal tadi Tuan Muda Cestor telah memanggil untuk keatas.


"Kapten!"


"Hm!"


"Apa ada masalah?" tanya Dames berbisik karna beberapa orang memandangi mereka.


"Tidak, kau pergilah duluan. aku ingin ke Toilet!"


"Tapi, Tuan dia.."


Athena sudah pergi kearah Toilet hingga membuat Dames mengumpat, sekarang ia harus membereskan tugas mereka yang pasti akan kembali dimarahi Jendral Guinter karna berani mengecewakan misi kali ini.


Setelah kepergian Dames. Gerbang pintu Cam didepan sana dihebohkan dengan kedatangan Keluarga Derdanos membuat semua Team dan para Tamu yang berkeliling lansung dibuat berkerumun.


"Nyonya Emayri!"


Para Team yang memberi salam hormat saat Mobil itu telah terparkir rapi hingga semuanya melihat Anggota Keluarga Dedanos telah hadir menginjakan kaki di tanah lembab ini.


"Silahkan, Tuan!"


"Terimakasih!"


Tuan Derdanos memboyong Istri dan Anaknya Hera untuk melangkah ke Penginapan dengan pengawalan yang ketat, ada sepupu laki-laki Hera juga yang hadir dengan wajah ramah menyapa mereka semua.


Sementara Hera, ia terlihat sangat memukau dengan pakaian dingin berjaket tebal dan Boots cantik, ia menjadi pusat perhatian membuat sudut bibirnya terangkat.


"Kau memang tak mengecewakan, Hera!"


"Hm, itu pasti!"


Jawab Hera angkuh seraya terus melangkah, ia menatap kesekelilng Petugas Keamanaan ini mencari sesosok yang akan ia buat tak akan mampu menatap wajah semua orang disini nantinya.


Setelah sampai didepan penginapan, mereka melihat Nyonya Violette yang tengah menelfon didekat tangga membuat Nyonya Emayri mendekat penuh kebinaran.


"Nyonya!"


"Aaa, Nyonya Ayri!"


Nyonya Violette menyudahi sambungannya lalu memeluk Nyonya Emayri yang sangat senang terutama Hera terlihat begitu berbinar.


"Mom, kau sangat cantik?"


"Ouhh, kau juga. Sayangku! lihat betapa gemilaunya kau hari ini."


Mereka terkekeh kecil mendengarnya hingga Hera benar-benar mampu bergaul dengan baik, ia berbicara santai penuh gestur pada President Arcules yang baru turun hingga mengambil perhatian semua orang.


"Ternyata disini sangat dingin, aku pikir akan ada mentari sore. Dad!"


"Tentu tidak, Zaford tak akan menarik mentari seterik itu, Nak! kau bisa lihat Mentarimu sebentar lagi."


Hera menunduk malu mendengar godaan mereka semua yang dimaksudkan tentang Rencana Pernikahannya dan Lucifer, ia sangat bahagia Momynya menerima desakannya terus.


"Dad! kau bisa saja."


"Aku benar, kalian sangat cocok! apalagi aku yakin Lucifer akan tahluk padamu jika kalian bersama dalam artian ikatan pernikahan."


Jawab President Arcules memeggang pundak Hera yang sangat berbinar mendengarnya, apalagi yang bisa Athena lakukan sekarang? semuanya sudah ada dipihaknya dan ia jamin tak ada ruang untuk wanita itu.


Dan semua itu didengar jelas oleh Athena yang sudah ingin masuk kedekat Pintu hingga tubuhnya seakan kaku dengan hati yang terasa disayat.


Maksudnya apa? apa..apa Hera yang akan menikah dengan Lucifer?


Batin Athena berpeggangan didinding pintu, matanya terlihat kosong menatap keluar dengan telinga yang mendengar jelas pembicaraan itu. mereka mengatakan nanti akan ada penetapan tanggal pernikahan, disini juga akan sekaligus mengadakan pertunagan.


"Eh, kau tak lihat berita tadi malam?"


"Ouhh, tentang itu!!!"


Rombongan Cellin dan Vani yang berbicara tepat dihadapan Athena yang menutupi wajahnya dengan Masker. Athena masih memfokuskan pendengarannya pada obrolan didalam sana.


Duarr..


Athena semangkin lemas dibuatnya, berarti benar. mereka akan menikah hingga Athena dengan gemetar lansung pergi seraya membuka Ponselnya. ia tergesa-gesa melangkah kedalam hutan menjahui keramaian membuat petugas Keamanan meneriaki Athena.


"Heyy!!! kau jangan terlalu jauh ke dalam Hutan!!!!"


Athena hanya diam tetap melangkah kesana membuat mereka saling pandang bingung membiarkan saja karna ada tugas lain yang lebih mendesak.


Sementara Athena, ia terus melangkah beberapa meter masuk kedalam semak-semak hingga ia tersandar disebuah pohon besar yang menutupi tubuhnya.


Tangan Athena gemetar memeggang ponselnya hingga melihat berita utama dan penyiaran lansung atas pengucapan kepastian Pernikahan Lucifer.


"D..Dia.."


Athena lansung memejamkan matanya menahan rasa sesak, dari Komentar setiap warganet mendukung hubungan Lucifer dan Hera sampai semuanya membandingkan harta dan kedudukan.


*Pantas mereka bersama. Tuan Muda Kedua itu kaya dan Tampan, sedangkan Nona Hera cantik dan sangat berkelas.


Nona Hera itu sangat pintar dan dari keluarga baik-baik, dia juga wanita yang cantik. pantas jika keduanya bersama*.


Jantung Athena terasa diremas-remas melihat dukugan Publik begitu banyak dan sempurna, apalagi semuanya membahas tentang kasta dan kelas. bagaimana bisa ia bisa bersama jika seluruh Dunia menepis keberadaannya?


"Kau sadar?"


Athena lansung berdiri menormalkan raut wajahnya saat suara itu terdengar dibelakangnya. Yah, tadi Hera melihat Athena didekat pintu hingga membuntutinya, ternyata rencananya berhasil. Athena mulai tertekan dengan dukungan semua orang.


"Kau sadar kalau kau memang tak pantas bersama Tuan Muda Hermes yang begitu berkelas, tak akan pernah cocok dengan seorang wanita RENDAH!"


Athena hanya diam, kedua tangannya terkepal dengan raut wajah mengeras. ia berusaha menahan emosinya untuk tak menyerang Hera karna jika terjadi perkelahian maka wanita licik ini akan memanfaatkan keadaan.


Tak ingin terlalu berdebat, Athena mengulur kakinya untuk melangkah pergi tapi Hera dengan cepat mencengkal tangannya.


"Ettts! Mau kemana? ingin menangis, hm? atau..atau kau mau pergi dari sini?"


"Aku tak punya waktu mendengar gongongan anjing!"


Jawab Athena dengan kalimat yang sangat menarik emosi Hera yang benar-benar tak menyangka, disituasi begini Athena masih santai dengan kata-kata menusuknya.


"Cihh, kalau ingin menangis ini tempat yang tepat, jauh dari keramaian!"


Athena lansung membuka Maskernya hingga ia menyunggingkan senyum sinis dan miris seraya berpangku tangan menatap Hera dengan sangat kasihan.


"Menangis sendirian di Hutan ini bukan Tipeku! tapi, aku sangat tertarik menangis dipelukan .."


Athena menghentikan kalimatnya mendekat kearah Hera hingga wajahnya semangkin misterius.


"LUCIFER!"


"Kauu!"


"Aku kasihan padamu. terlalu memaksakan orang lain! apa kau memang tak laku atau.."


"ATHENA!!!!"


Bentak Hera mengundang suara tapakan kaki cepat dari arah Cam membuat Athena lansung berlari pergi gesit menerobos semak-semak di depan sana beriringan dengan petugas keamanan Cam yang datang.


"Nona!!! Nona kenapa disini?"


"Iya, apa ada yang terluka?"


Mereka mengamankan Hera yang tampak menatap semak-semak hingga setengah dari mereka lansung memeriksa disana.


"Nona! apa anda.."


"Sial!!!"


Hera mengumpat lalu melangkah pergi dengan sendirinya membuat tanda tanya besar dibenak mereka, apa yang terjadi sampai Nona Derdanos semarah itu?


....


Vote and Like Sayang..