
Tatatapan mata tajam itu membuat Dokter Isabel tertunduk. ia tengah berdiri dibelakang Lucifer yang hanya diam saat pandangan Cestor sangat menerkam wanita ini.
Tentu sedari kedatangan Dokter Isabel, Cestor sudah sangat muak melihat wanita ini membuat masalah dengan Athena, ia masih belum mengungkapkan bagaimana perasaannya tentang menanggapi Athena tapi ia tak suka jika wanita ini menganggu kehidupan Adiknya.
"Aku rasa Ibunya sudah bisa bekerja. lalu kenapa kau masih mempertahankannya?"
"Jangan ikuti aku!"
Tegas Lucifer pada Dokter Isabel yang mengangguk dengan Cestor yang sudah pergi mengikuti Lucifer menuju ruangan khusus bersantai tak jauh dari kamar ini.
Disepanjang langkah dua pria berwajah sedikit mirip dan kharisma kuat itu hanya diisi dengan kesunyian hingga Lucifer masuk kedalam ruangannya dengan Furniture Lukisan alam dan Sofa-sofa tempat bersantai lansung terhubung keluar sana.
Tirai besar didepannya terbuka Otomatis saat Lucifer duduk di Sofa singelnya seraya menatap kearah luar seperti Balkon dari sini.
"Apa rencanamu?"
"Rencana?"
"Hm. kau tahu sendiri kalau Athena sangat tak suka dengan wanita itu. tapi kau malah mendekatinya."
Cestor berbicara lugas mengungkapkan kekesalannya dengan sedikit geram.
"Itu bukan urusanmu!"
"Cifer. kau jangan lagi membuat masalah dan.."
"Apa mereka masih hidup?"
Cestor terdiam mendengar pertanyaan Lucifer yang ia tahu itu menjerumus pada hal apa. jika berbicara soal Nyonya Violette dan President Arcules maka jawabanya hanya satu, hidup tapi seakan mati.
"Hm. masih!"
"Dimana?"
"Aku yang akan mengurus itu!"
Suara Cestor mulai tak bersahabat dengan wajah keduanya mendingin. suara yang keluar pun memang sangat tegas dan tak ada embel candaan sama sekali, bisa dibilang keduanya memiliki tugas tersendiri.
"Berikan mereka padaku!"
"Fokus saja pada Istrimu!"
"Kau yakin?"
Cestor mengangguk membuat Lucifer menghela nafas halus, apa Cestor akan marah atau malah sakit hati saat mengetahui sesuatu yang ia rahasiakan selama ini?
"Kau masih marah pada Istriku?"
"Aku tak tahu!"
"Aku harap kau tak memulai lagi. jujur aku masih mengenang semuanya, jika kedua orang tua kita masih ada maka pasti mereka akan senang saat tahu Cucunya sebentar lagi lahir."
Cestor mencengkram kuat peggangan sofanya seraya menatap keluar dimana kehijauan lapangan dibawah sana sangatlah asri dan menyeggarkan meredam rasa amarahnya.
"Tapi aku sadar. Istriku lebih memprihatinkan dariku dan dia membutuhkan aku!"
Ucapan Lucifer menarik pandangan rumit Cestor yang tak mengerti. bagaimana cara Lucifer mengendalikan dirinya padahal, ia tahu betul pria ini dulu sangat Temprament dan Gila.
"Aku tak mengerti dengan cara pikirmu."
"Kau tak akan mengerti. ini cara pandangku sebagai 3 posisi, Suami bagi Istriku, Ayah bagi anakku, dan anak dari kedua orang tuaku. menurutmu aku harus memilih apa?"
Cestor terdiam menatap Lucifer rumit bahkan sangat kacau. ia mulai merasa kecil dihadapan pria ini.
"Aku.."
"Jika aku memilih berperan sebagai anak maka aku akan menjadi pria terbodoh diatas Dunia ini, Cestor!"
"Maksudmu?"
Lucifer menghela nafas. dulu Cestor yang sangat pandai mencerna kata-kata tapi dendam dihatinya sudah membuat mata dan hatinya kabur.
"Berperan sebagai anak. aku membalas semua rasa sakit hari itu, lalu apa aku akan bisa hidup saat Istriku sudah Tiada? apa aku bisa hidup saat anakku telah ku bunuh dan apa aku bisa hidup saat aku menghancurkan impian kedua orang tuaku?"
"Lucifer kau.."
"Aku sangat bahagia karna Tuhan masih berkehendak baik membuat anak dan istriku selamat dan masih ada bersama ku sekarang, itu sudah cukup untukku. saat anakku lahir, aku akan membawa mereka pergi agar kau tak mengingatnya lagi."
Semua itu membuat Cestor termenggu diam. tatapan Lucifer sangat paham dan tenang, ia tahu sangat sulit bagi Cestor menerima semua ini karna Cestor memang sangat mengimpikan kedua orang taunya.
"Kau tenang saja, setelah anakku lahir kau tak akan melihat kami lagi! tapi, jangan mengusik Alaska. dan itu janjiku!"
Tegas Lucifer lalu melangkah pergi meninggalkan Cestor dalam pikirannya sendiri. pergi? kau akan pergi?
Batin Cestor memandangi kepergian Lucifer diambang pintu sana membuat tatapan penuh kagum seorang wanita yang tadi mendengarnya lansung meruak keluar dari persembunyiannya setelah Lucifer menjauhi tempat ini.
"Kau sangat beruntung. dicintai pria nyaris sempurna sepertinya."
Batin Dokter Isabel yang sangat iri. ia seorang wanita yang selalu mengalami kegagalan Cinta dan ia sangat merasa ingin menjadi Athena yang begitu memiliki semuanya.
...........
Sedari tadi Luifi dibuat pusing saat Athena terus mengomel tak jelas melempari pintu kamar sana dengan bantal disampingnya. ia sudah tak bisa bergerak bannyak karna perut dan tubuhnya yang sudah membuat perubahan.
Bughh...
"Nona! sudahlah, Master juga tak akan datang!"
"Dia bilang dia mencintaiku tapi sekarang apa???"
"Nona. apa anda mau ke taman?"
"Aku mau ke Lapangan belakang. bantu aku bangun!"
Luifi membantu Athena bangun dengan Baju Bumel seukurannya tampak sangat cocok dan begitu imut, ia terlihat sangat manis dan cantik dengan perut buncit dan pipi berisi itu.
"Haiss! Nak, jika kau lahir jangan menuruti. Dadymu!"
Ucap Athena mengelus perut besarnya hingga ia terlihat begah. tadi ia makan sangat banyak membuat badannya terasa berat bahkan melangkah saja Athena merasa Dunia ini terguncang karnanya. tapi sejujurnya ia tak sebesar itu, hanya pinggangnya yang melebar dan ukuran dada lebih besar dari sebelumnya, semuanya lebih tampak Sexsi dan menggoda iman.
"Nona. hati-hati!"
"Kau juga akan merasakannya nanti. Luifi!"
"Tidak secepat ini, Nona."
Sangga Luifi dengan tawa jenakanya memeggang satu tangan Athena mengiring wanita itu pelan keluar kamar. Athena sangat diperlakukan berbeda dengan ibu hamil lainnya karna tubuh wanita ini mudah Drop dan emosinya suka naik turun, bisa dibilang Athena mulai kehilangan jati dirinya tapi bertambah galak.
"Ya Tuhan, pinggangku!"
"Nona. apa anda bisa berjalan atau.."
"Aku bisa."
Athena kembali melanjutkan langkahnya hingga ia memegangi pinggangnya dengan satu tangan seraya terus berjalan pelan masih dipimpin Luifi yang juga salut dengan perut Nonanya yang besar, sepertinya bobot si kecil ini tak main-main.
Disepanjang jalannya Athena hanya bisa diam melanjutkan umpatannya untuk Lucifer, entahlah ia sekarang sangat gemar mengumpati suaminya.
"Sekarang kemana dia? pasti wanita ulat itu masih menempel padanya."
"Master pasti ada pekerjaan penting. Nona!"
"Cih, dia itu sudah terus terang padaku kalau dia berselingkuh. tapi kenapa aku masih mencintainya?"
Geram Athena memaki dirinya sendiri hingga Luifi hanya diam membawa Athena turun dari Lift ke lantai dasar. ia terus menjaga Nonanya agar tak terluka sama sekali.
"Mau kemana?"
Suara datar itu membuat Athena hanya diam menhacuhkan Lucifer yang bersandar ke dinding tepat saat Lift terbuka membuat Lucifer mengisyaratkan pada Luifi agar pergi.
"Saya permisi. Nona!"
"Hey!! kau..kau mau kemana???"
Teriak Athena menatap Luifi yang kembali masuk ke Lift meninggalkannya dengan pria menyebalkan ini. sudah berbulan-bulan Lucifer bertingkah aneh seperti ini.
"Cih, kau takut sendirian rupanya,"
"Siapa bilang? kau yang tiba-tiba datang kesini!"
Kalimat Athena begitu ketus sampai membuat Lucifer menghela nafas mendekati Athena yang memasang wajah jengkelnya.
"Tempat ini punya siapa?"
"Kau!"
"Bajumu siapa yang membelikannya?"
"Kau!"
"Dan.."
Ucapan Lucifer terhenti, memeggang perut Athena lembut dengan tatapan mata licik.
"Ini punya siapa?"
"K..Kau.."
"Athena punya siapa?"
"Kau!"
Degg..
Athena terkejut lansung memerah berbalik memunggungi Lucifer yang menyeringai mengulur tangannya memeluk Athena dari belakang hingga tubuh berisi ini sangat empuk dan ia sangat menyukainya.
Dagu Lucifer bertopang ke bahu putih Istrinya dengan kedua tangan menopang bobot perut wanita ini hingga wajah Athena terlihat rileks merasa sedikit lebih ringan dikala tangan itu menaikan sedikit perutnya.
"Ini lebih baik, hm?"
"Hm."
Jawab Athena menatap wajah tampan Lucifer yang ada disamping wajahnya. entahlah ia tak pernah bisa marah pada pria ini.
"Apa Baby sangat berat?"
"Berat saat kau perduli pada wanita itu!"
Lucifer lansung meloloskan kekehannya mendengar jawaban itu membuat Cestor yang melihat dari arah atas sana termenggu diam.
"Kau akan pergi?"
.......
Vote and Like Sayang..