Mysterious Love

Mysterious Love
Masih pembukaan ke 5!



Suara stabil deru Mobil itu terdengar sangat beraturan dan penuh pengawan. petugas kepolisian berjaga tepat diperbatasan Alaska yang telah membuka jalan didekat palang untuk dilewati orang ramai.


Banyak masyarakat yang lewat di tepi jalan ini benar-benar terperangah akan sesuatu yang dipagar besar menutupi pandangan mereka. pagar besi yang diselumbungi Tirai besar yang benar-benar mengelilingi kota luas Alaska yang entah kenapa disembunyikan begini.


"Jangan mendekati area palang!!!"


Suara Jors yang sudah sehat memimpin pengaturan jalan kali ini. ia juga penasaran apa yang dibawa Mobil-Mobil Tangki dari arah jalan utama Alaska yang sangat membuat rasa penasaran semua orang.


Tentu Lucifer yang tengah memantau dari dalam sana benar-benar teliti melihat persiapan akhir yang menjadi kerja keras mereka semua.


Ia tengah berdiri ditengah-tengah bagunan yang akan menjadi sejarah setelah kedatangan wanita itu nanti.


"Dimana para Putraku?"


"Master! semua kawanan telah dipindahkan ke tempat khusus, disini semuanya bersih kecuali satu wilayah khusus bagi anda dan keluarga anda nantinya."


Lucifer manggut-manggut mengerti dengan penjelasan Berots yang sesekali berbicara dengan petugas Bangunan disampingnya. sementara Cestor, ia telah hanyut dengan sendirinya diseberang sana.


"Pecundang!!!!"


Panggil Lucifer tak senonoh pada Cestor yang tersigap kesal menunjukan wajah datarnya seraya melangkah mendekati Lucifer yang bersandar di Body Mobil.


"Hm!"


"Tutup mulutmu soal ini."


"Aku tak berminat!"


Jawab Cestor seakan-akan memang acuh. padahal sedari tadi ada rasa senang dihatinya saat Lucifer hanya memboyong anak dan Istrinya kesini.


"Ini tempat pertamaku!"


"Degg..


Cestor lansung terkejut mendengarnya lalu menatap Lucifer yang tampak serius memandangi semua arah.


"B..Bukannya kau akan tinggal disini?"


"Tidak!"


Cestor membeku dengan rasa khawatir yang mulai menyeruk. kalau Lucifer tinggal disini maka ia akan mudah mengunjunginya tapi bagaimana kalau pria ini benar-benar..


"Kau ini kenapa, ha? kau begitu mencintai Alaska dan kau mau meninggalkannya."


"Itu lebih baik. ini tempat bermain anakku!"


"Satu kota ini?"


Lucifer mengangguk datar membuat Cestor lansung mencegat langkahnya yang ingin masuk ke Mobil.


"Kau!!"


"Kau kenapa?" bingung Lucifer tak mengerti.


"Aku tak ingin kau membuat ulah di Negara orang lain! kau bisa memperburuk Popularitasku!!"


"Kau pikir aku mau menggunakan namamu?"


Cestor tercekat dengan Berots dan Asisten Brian yang melihat lansung menggeleng. entahlah terkadang mereka bingung dengan hubungan dua saudara ini. apa salahnya Cestor mengatakan kau tak boleh pergi karna kau sangat berarti bagiku. tapi sayangnya kedua keangkuhan ini memiliki Ego yang tinggi.


"Cifer! kau punya anak, jika keluar dari sini maka anakmu akan besar kemungkinan dikecam musuh-musuhmu."


"Musuh itu tak perlu ditakuti. kemanapun aku pergi maka akan tetap ada mereka."


"Tapi.."


Drett...


Ponsel Lucifer lansung menyala hingga dengan cepat mengangkatnya dari kontak sang istri.


"Sayang!"


"Master!"


Lucifer lansung berubah serius dengan raut wajah yang mulai khawatir.


"Ada apa? kenapa kau yang menjawab?"


"Master! sepertinya Nona akan melahirkan!"


"M..Melahirkan?"


"Sekarang Nona masih dikamar mandi."


Lucifer lansung mematikan sambungannya dengan tergesa masuk kedalam Mobil. Cestor yang menduga hal apa yang membuat Lucifer sekhawatir itupun lansung berlari menuju Mobilnya.


"Cepat!!!"


"Master! anda.."


"Cepatlah!!! Istriku membutuhkan aku!!"


Suara Lucifer benar-benar kelam hingga Berots mengangguk lansung melajukan Mobil secepat mungkin dengan para anggota yang mengawal untuk memberikan jalan Mobil Masternya membelah kepadatan jalan.


.......


Dokter Isabel terlihat serius mempersiapkan semuanya didalam kamar ini karna sudah tak sempat membawa Athena ke Rumah Sakit. ia juga sempat terkejut kenapa secepat ini karna menurut pernyataan Athena yang selalu ia periksa tak merasakan nyeri yang hebat.


Relov yang tadi baru datang bersama Cellin untuk mengurus pemberitaan yang tengah beredar, tapi keduanya dibuat terkejut saat satu Istana ini gempar dengan keadaan Nonanya.


"Nona!"


Luifi memeggang bahu Athena yang tengah terduduk di Closet karna terus ingin mengeluarkan air seninya tapi hanya sedikit yang keluar membuat ia tak bisa bergerak banyak.


"S..Sakitt!!"


"Nona! tarik nafas perlahan."


Dokter Isabel yang masuk kekamar mandi mendekati Athena yang memakai Bathrobenya hingga keringat dingin diwajah pucat wanita ini benar-benar terlihat menyayat hati.


Perutnya terasa dililit kuat bahkan serasa diremas dengan bagian bawahnya yang sangat-sangat nyeri. semangkin bertambahnya jam rasa sakit itu menjalar kepahanya.


"Asss!!!"


"Nona! anda rileks, ini baru pembukaan ke lima. saya bisa membantu anda berjalan sebentar."


"P..Pinganggku!!"


"Nona! anda bisa berjalan pelan, tak perlu terlalu memaksakan."


Athena mencoba melangkah perlahan diringi desisan dari mulutnya. Relov dan Cellin terlihat menunggu diluar kamar mandi karna ikut khawatir.


"Aku akan membantu! kau siapkan tempatnya."


"Tapi.."


"Nona butuh udara segar. aku juga seorang Dokter kandungan."


Relov meyakinkan Luifi menatap Dokter Isabel yang mengangguk menjamin. ia tahu Relov juga Dokter senior soal kandungan ini.


"Nona! anda tenang saja!"


"Hm!"


Jawab Athena seadanya hingga Relov yang mengiring Athena menuju Balkon dengan Luifi yang memeggang tangan Nonanya. untung saja suasana siang ini mendung hingga udara segar dari luar sini lansung menerpa mereka.


Tirai kamar juga dibuka hingga ruangan luas ini benar-benar sangat nyaman dan indah membuat Cellin yang baru pertama kali masuk lansung berdecah kagum.


Balkon lebar ini memperlihatkan bunga-bunga yang sedang mekar dengan hamparan taman dan lapangan Golf dibawah sana. begitu sangat mengaggumkan membuat pikiran Athena rileks sesuai arahan Relov yang terlatih.


"Tidak apa. anda masih bisa bersantai tapi kalau sudah merasa sangat sakit anda bisa katakan pada saya."


"Hm!"


Athena mengangguk lemah berdiri berpeggangan ke pinggir Balkon. ia memejamkan matanya untuk meredam rasa nyeri ini seraya terus mengelus perutnya yang selalu bergerak.


Brakk..


"Ya Tuhan!!!"


Cellin terkejut saat pintu di dobrak kasar begitu juga Dokter Isabel yang tengah menyiapkan bantal dan air untuk proses melahirkan dibantu 3 pelayan yang lansung berdiri menyambut seseorang.


"Sayang!!!"


"Tuan!!"


Mereka menunduk diam saat Lucifer telah menerobos cepat mencari Istrinya dengan wajah yang terlihat khawatir bahkan begitu panik.


"Tuan!"


"Istriku! dimana?"


"Nona di Bal.."


Lucifer sudah lebih dulu melangkah cepat ke Balkon sampai merobek Tirai yang menghalangi langkahnya membuat mereka semua memucat diam.


"Hena!!"


"C..Cifer!"


Athena menoleh kebelakang hingga wajah pucatnya benar-benar membuat jantung Lucifer berdegup kencang seakan menggila. Namun, wajahnya mengeras melihat Relov yang melampaui jarak 1 meter dari istrinya.


"Kauu!!"


"Sayang! sudah!"


Lemah Athena dengan wajah memelas membuat Lucifer menepis Egonya lansung mendekati sang Istri.


"Maafkan aku!"


"Kenapa?" tanya Athena berpeggangan ke bahu kokoh ini. Relov dan Luifi mundur tak ingin menganggu.


"Maafkan aku! kalau tahu begini aku tak akan pergi."


Sesal Lucifer mengusap keringat dikening Athena yang terlihat tak berona. rasa khawatirnya benar-benar besar sekarang. bagaimana nanti terjadi sesuatu pada Istrinya secara tiba-tiba? ia tak akan bisa memaafkan dirinya sendiri.


"Tak apa! ini masih pembukaan ke 5 dan.."


Athena menjeda kalimatnya lalu memejamkan matanya sebentar karna rasa sakit itu kembali meremas perutnya. melihat itu Relov lansung mengambil Birth Ball(bola bersalin) yang telah disiapkan oleh pelayan disini.


"Duduk disini!"


Tanpa mau banyak berfikir Lucifer meraih Bola khusus Ibu mengandung itu hingga ia dengan pelan mendudukan Athena keatasnya dengan tubuh membelakangi Lucifer lansung menghadap keluar.


"Panas. emm!"


"Panas?"


Athena mengangguk mengibas wajahnya. Lucifer hati-hati melepas Bathrobe ditubuh Athena seraya mengaktifkan kaca di Balkon untuk menjaga agar tubuh Istrinya tak dilihat orang lain.


"Kalian keluarlah!"


"Kalau Nona sudah merasa tak tahan anda bisa memanggil kami. Tuan!"


"Hm!"


Dokter Isabel mengiring mereka keluar kamar hingga sepasang pasutri itu memiliki ruang untuk saling memiliki. Tubuh Polos Athena hanya dibaluti setengah dari Bathrobe yang Lucifer balutkan ke paha wanita ini hingga perut besar ranum itu terlihat membengkak.


"Apa masih sakit?"


"Hm!" Athena mengangguk menyandarkan tubuhnya ke dada bidang Lucifer yang berjongkok memeluk Athena dari belakang, kedua tangan kekarnya membelai perut besar ini penuh kasih sampai mengantarkan rasa Rileks dan damai bagi Athena.


"Baby! jangan buat Momymu sakit begini, hm?"


"Dia nakal. sayang!"


Balas Athena bergerak pelan memutar pinggangnya yang dipijat empuk oleh bola lembut ini. memang Lucifer sudah menyiapkan semuanya dari berbagai kemungkinan. ia tak akan sia-sia saat Athena menginjak bulan lahiran maka sedari situ ia mencari Dokter-Dokter terbaik meneliti kesehatan Istrinya.


Sedangkan diluar sana. kekacauan sedikit terjadi saat Cellin tak sengaja menjatuhkan Ponsel seorang pria yang tadi ingin masuk kekamar tapi ia juga keluar bersamaan hingga bertabrakan.


"Dimana matamu, ha???" terbawa emosi yang khawatir.


"T..Tuan.."


Cellin yang terlalu panik melihat keadaan Athena tadi jadi gugup dan merasa gemetar. apalagi bentakan pria ini sangat menarik nyawanya dari ubun-ubun sana.


....


Vote and Like Sayang..