
Mentari pun telah naik ke ufuk timur sana dengan gemilang kekuningannya menyapa serbuan manusia yang telah melakukan aktivitas pagi ini. semuanya berjalan sangat cepat dengan bantuan kemajuan Teknologi menghitung waktu agar bisa diajak bekerjasama menciptakan berbagai inovasi baru yang tiada hentinya.
Deru Mobil-Mobil mewah yang memenuhi Kota ini tampak tak henti hilir mudik dengan tujuan yang berbeda, tapi salah satu Mobil yang dikendarai wanita cantik dengan penyamarannya itu tengah melaju menuju Perusahaan Hermes Company sesuai arahan perintah Jendral Guinter padanya.
Rok Span selutut itu membalut dengan begitu Feminim keatas pahanya dengan Kemeja Perempuan yang dibaluti Jas yang sama berwarna Coklat tua, tampak manis dan sangat rapi sesuai tatanan rambutnya yang lurus disempurnakan dengan Make-up tipis.
Tapi, ia sedari tadi menghela nafas halus karna Lucifer tak tahu kepergiannya ke Perusahaan Hermes. entahlah, ia sulit menjelaskan tentang rencananya.
"Semoga saja dia belum bangun."
Gumam Athena melaju stabil masuk ke Gerbang besar ini. tak terkira gedung menjulang tinggi berbentuk balok dengan kemegahan yang luar biasa ini berdiri dihadapannya membuat Athena kagum.
"Cih, apa ini punya Keluarga Hannes juga?"
Gumam Athena menyelidik lalu turun dari Mobilnya menarik perhatian semua orang yang tengah bekerja dilantai pertama dan beberapa Kariawan yang ada di Loby.
Salah satu Petugas Keamanan disana lansung mendekati Athena yang mengeluarkan Kartu namanya.
"Nona. anda.."
"Ini!"
Athena menyerahkannya hingga pria itu membacanya dengan teliti, Athena hanya nama pendek yang tertera disana sebagai Perwakilan Anggota CIA kembali, tak tertera disana ia sebagai apa atau berapa tahun ia bergelut di Agen besar itu.
"Kenapa anda kesini, Nona!"
"Apa Tuanmu ada?"
Tanya Athena kembali mengambil Kartunya untuk dimasukan kedalam Tas, tak lupa ia memakai kacamatanya hingga penampilannya paling di sorot disini.
"Baik! Tapi Tuan belum datang, mungkin Tuan.."
Pria paruh baya itu terhenti bicara saat satu Mobil yang sangat mereka kenal itu telah masuk ke Gerbang menuju Loby hingga Staf Keamanan lainnya mulai bersiap berdiri didekat Athena yang hanya diam.
"Presedir!!"
Mereka menunduk patuh saat sesosok gagah dengan tampilan selalu rapi dan Formal itu telah keluar dari Mobilnya, raut wajah datar dan berkharisma yang begitu Tampan dan Dewasa.
"Presedir!"
Athena ikut melakukan hal yang sama hingga Cestor terhenti dihadapannya dengan pandangan biasa tapi sangat kagum akan penampilan Athena.
"Kau kesini?"
"Hm, Yah! Jendral Guinter bilang kalau aku harus membicarakan sesuatu dengan anda, Presedir!"
Jawab Athena halus hingga Cestor mengangguk melangkah duluan dengan Athena yang mengikutinya. pandangan Asisten Brian terlihat sangat rumit pada Athena yang tahu ia dipandangi sedari tadi, lansung menoleh kebelakang.
"Apa ada yang salah denganku?"
"Maaf, anda sangat cantik!"
Puji Brian apa adanya tapi hanya dijawab senyuman simpul Athena yang melalui deretan Kariawan memandangnya intens dengan pandangan beragam, ada yang sinis, sangat sinis, lalu lembut dan penuh kagum.
"Selamat Pagi, Presedir!!"
"Hm!"
Athena mengaggumi dekorasi Interior dalam Perusahaan, semuanya sangat mewah dan Elegan begitu rapi dan berantakan sama sekali.
"A..mm apa aku bisa ikut ke Lift?"
"Tentu!" jawab Cestor masuk kedalam Lift khususnya hingga Athena lansung masuk memutus pandangan semua orang padanya.
Didalam Lift tak ada percakapan. semuanya hening seakan larut dalam dunianya sendiri, tapi tentu sedari tadi sudut mata Elang Cestor memperhatikan betul Athena yang terus melihat kearah jam tangannya sendiri.
"Kau sangat gelisah!"
"A.. Iya, soalnya aku ada urusan lain setelah dari sini."
"Urusan?"
Athena mengangguk setelah Lift terbuka ia keluar mengikuti langkah Cestor yang tegas menuju ruangannya, sementara Brian pergi keruangannya tak ingin menganggu Tuan Mudanya.
"Perusahaan anda bagus, Tuan!"
"Benarkah?"
"Em, Iya! pasti anda sangat bekerja keras membangunnya hingga maju sepesat ini."
Puji Athena menyusuri dinding Ruangan Cestor yang didominasi warna abu yang terkesan sangat casual dimata siapapun.
"Tidak juga, ini hasil kerja bersama."
"Em, bersama?"
Tanya Athena hingga Cestor duduk dikursi kerjanya dengan begitu berwibawah membuat Athena mematung diam. ia akui Cestor sangat memiliki daya tarik yang kuat tapi ia tak tertarik selagi Lucifer begitu istimewa dihatinya.
"Iya, semua Kariawan dan Investor!"
"Tapi, apa President Arcules tak berperan disini?"
Tanya Athena duduk dihadapan Cestor yang bertopang kaki angkuh menatap Athena dengan pandangannya sendiri.
"Lepas kacamatamu!"
"Ha?"
"Kacamata!"
Athena melepasnya hingga mata indah itu bisa ia pandang dengan leluasa, porsi wajah yang pas dan menyimpan Misteri yang kuat.
"Aku suka matamu!"
Athena diam menghela nafas halus menjawab dengan senyuman, resikonya harus mendekati pria ini hingga ia tahu apa yang terjadi di Keluarga Hermes.
"A..Terimakasih, Presedir!"
"Em, apa yang ingin kau bicarakan?"
Tanya Cestor mulai merasakan raut tak nyaman Athena padanya hingga ia mengambil langkah cepat.
"Begini. Jendral Guinter bilang kalau saya harus membicarakan soal Pengeboman malam itu, dia meminta datanya pada anda!"
"Data?"
Athena lansung mengangguk mengeluarkan bukunya hingga Cestor lansung mengetuk mejanya kecil menatap Athena dengan Intens.
"Jam 9 malam, di Koridor Istana dekat taman dengan dua manusia yang habis Berdansa!"
Degg..
Athena lansung terkejut dibuatnya hingga ia menelan ludahnya kasar menatap Cestor yang berucap santai seakan tak ada apapun arti dari lantunan kalimat itu.
"Em, Maksudku entahlah! aku menemukan Kelopak mawar diatasnya, dan pasti ada pesta kecil juga."
"Mungkin itu para pelayan yang menumpahkannya?"
"Em, Mungkin! aku tak tahu pasti."
Jawab Cestor masih menikmati raut wajah Athena yang sangat pandai bermain muka. ia sangat kagum bagaimana wanita ini bermain halus, bisa mengendalikan kegugupannya.
"Apa anda melihatnya, Tuan?"
"Tidak, aku hanya menebak."
Cestor masih larut dalam pemikirannya hingga ia tersenyum pelit. entah bagaimana Lucifer bisa mengambil hati wanita ini sampai bisa jatuh kedalam pelukannya?
"Saat kejadian apa anda ada disana?" Athena masih mengikuti alur.
"Tidak, aku diluar setelah melihatmu sangat dekat dengan Saudaraku!"
Jawab Cestor agak berintonasi sinis hingga Athena tersunyum lembut padanya.
"Saudara anda sangat Arogant, tapi aku menyukai pria keras seperti itu."
"Oh. kalian sudah kenal lama?"
"Tidak juga, saat pertama bertemu di Pesta rasanya dia sangat bisa diajak berteman. tapi sepertinya kalian tak dekat, memangnya ada apa?"
Tanya Athena agak polos membuat Cestor sangat gemas, mungkin inilah awal pertama kesan Lucifer menatap Athena yang sangat berbakat.
"Tidak ada hal serius, hanya masalah biasa."
"Yah, aku rasa ini juga tak terlalu penting. walau Nyonya Violette terlihat begitu menyayangimu tapi dia tetap santai."
Pancing Athena terus menimpali sampai akhirnya Ponselnya berdering membuat Cestor menyeringai hanya diam saat wajah Athena memucat melihat nama yang tertera disana.
"Siapa?"
"Em, Ini Rekanku!"
Athena pamit melangkah pergi ke Balkon ruangan hingga Cestor mengangguk kembali fokus pada pekerjaannya, sesekali ia menatap Athena yang sudah menghilang ke Balkon sana.
"A..Sayang, kau sudah bangun?"
"PULANG!"
Athena menelan ludahnya kasar mencengkram pagar Balkon mendengar suara serak penuh penekanan itu berucap tegas dan sangat kelam.
"Sayang, aku akan pulang nanti. aku sedang sibuk di.."
"Dimana?"
"D.. Dimarkas besar, dan.."
"Markas besar, hm?"
Athena memejamkan matanya menetralkan rasa gugup, sialnya Lucifer sangat mengerikan kalau sudah marah-marah begini. ia tadi meninggalkannya dikamar saat masih tidur.
"I..Iya, dan aku akan pulang agak lama, kau bisa kembali ke Alaska untuk pekerjaan!"
"Hm. Baik! kau mulai bermain sekarang, hm?"
Lagi-lagi Athena dibuat gemetar, sangat berbeda saat ada dihadapan Cestor tadi. ia tak bisa mengendalikannya lebih lama jika begini.
"Main apa, Sayang? ayolah, aku akan pulang nanti. hm?"
"Hm, aku juga ingin bermain!"
"Cifer kau.."
Tutt...
"Sial!!!"
Athena mengumpat saat sambungannya mati secara sepihak membuatnya resah.
.....
Vote and Like Sayang..