
Deru nafas wanita dengan rambut agak pirang kecoklatan itu sangatlah memburu. langkahnya terhenti tepat didepan pintu kamar yang tengah menjadikannya pusat perhatian utama ditempat ini.
Kulit putih terawat dengan keriput yang disamarkan oleh Make-up full yang sangat totalitas membuat penampilannya lebih muda dari usia yang sebenarnya.
Athena menyeringit melempar tatapan heran kearah Lucifer yang telah melakukan penjagaan dengan duduk diatas ranjang tepat disebelah Athena membentengi Istrinya dengan bantal secepat mungkin.
"Dasar Tengil!!!" suara kedua yang rendah dari yang tadi tapi ini sangatlah menyimpan geram.
"Keluar dari sini!!!"
"Kauu!!!"
Wanita glamor cantik itu lansung melangkah dengan begitu anggun tapi terselip rasa kesal dari wajah terawatnya mendekati Lucifer dengan marah.
"Anak tak tahu diuntung!!! kerjamu hanya menyusahkan semua orang!"
Athena terkejut saat wanita ini berani memukul bahu Lucifer dengan Tas kecil ditangannya secara kasar diselangi umpatan dari bibir merah menyalanya.
"Kau pergilah!!! aku tak membutuhkanmu!!"
"Aku jauh-jauh datang dari Negaraku hanya untuk melihat hidup barumu. dan apa yang kau katakan padaku?"
Wanita itu menggeleng sendu menatap Lucifer penuh luka bahkan matanya sudah menggenang menampung cairan bening yang nyaris tumpah dengan sangat pilu.
"Ratu Drama!"
Bughh..
"Kauu!!!"
Athena menahan bahu kokoh suaminya saat lemparan tas itu mengenai wajahnya yang telah merah padam. sungguh rasa kesal Lucifer sudah menggunung ingin menghisap nyawa wanita ini.
"Sayang!"
Lembut Athena membuat tatapan wanita itu beralih menatap wajahnya yang sedikit pucat bergantian dengan si kecil yang tak terganggu sama sekali diatas dada sang Momy.
"Ini Istrimu?"
"Hm. ini Istriku dan ini putriku! cantik kan?"
Bangga Lucifer mengecup punggung tangan Athena mesra mendapat wajah heran sang istri. tak biasanya Lucifer begitu akrap dengan seseorang terutama wanita cantik yang memang masih terlihat paruh baya.
"Kau siapa?"
Pertanyaan Athena lansung dijawab uluran tangan wanita itu diselingi wajah binar yang sangat menyukai Athena.
"Perkenalkan, aku Auntynya suamimu dan.."
"Aunty? yang benar saja. kau sudah tua!"
Sambar Lucifer merasa mau muntah. wanita akhir zaman ini memang tak tahu diri, umurnya sudah lebih dari setengah abad tapi masih saja ingin terlihat muda dengan perawatan dan make-up yang sangat menggelikan menurutnya.
"Aku masih muda. Tengil! matamu saja yang bermasalah."
"Kauu!!"
"Apa kau neneknya suamiku?"
Pertanyaan Athena lansung membuat wajah wanita glamor itu lansung berubah selayaknya kobra betina yang sangat mengerikan disertai alis terangkat sinis memandang Lucifer yang mengacungkan satu jempolnya pada Athena dengan raut wajah remeh.
"Kau benar. Sayang! dia wanita tua bau tanah yang sangat tak berkelakuan baik, jangan bergaul dengannya. hm?"
"Menyingkir!"
Wanita itu mendorong Lucifer untuk menepi hingga ia yang lansung duduk didekat Athena membangunkan si kecil yang membuka mata coklat beningnya sangat indah dan menawan.
"Oummm, Cucu Aunty!!"
"C..Cucu?"
"Iya, nak! nama aunty Wellina dan bisa kau panggil Aunty Wel, Sayang!"
Athena agak kaku untuk menganggukinya. jika kau Aunty suamiku lalu kenapa memanggil anakku cucu? lagi-lagi Athena melempar rasa penasarannya pada Lucifer yang mengisyaratkan akan menjelaskannya nanti.
"A.. begitu, ya!"
"Iya, nak! sebenarnya Aunty telah lama datang mencarimu tapi suami tengil mu ini selalu menyesatkan jalan bahkan dia tak ingin kami bertemu denganmu dan si cantik ini. Sayang!"
Sambar Lucifer seraya sesekali menatap putri menawannya yang tengah ditunggu semua orang diluar kamar sana untuk berkunjung.
"Cucuku sayang. lihat, Aunty Nak!"
"Lihat, Baby! buka mata sebentar, hm?"
Bisik Athena mengelus punggung Putrinya yang kembali membuka mata menatap wajah sang Momy dengan lembut dan sayu, ia terlihat sangat mengantuk dan malas.
Namun, Nenek Wel yang melihat itu menjadi berbinar dan sangat bahagia. disini wajah Lucifer memang lebih kearah bibir dan tatapan mata tajam dari kedua orang tuanya yang samar terlihat olehnya, begitu cantik dan menggemaskan.
"Siapa namanya, Nak?"
"A.. belum tahu, Aunty! tapi, suamiku sudah menyiapkannya."
Ucapan canggung Athena lansung memandang Lucifer yang mengangguk tanpa melepas genggaman tangannya.
"ANGELINA HELIOS HANNES!"
Athena termenggu sejenak mendengar deretan kata bermakna dalam itu. semua orang yang melihat dari arah pintu kamar yang terbuka sana juga ikut terpaku mendengar kalimat tegas yang keluar dari Master Alaska ini.
"Kelak putri kita akan menjadi bangsawan yang berhati malaikat seperti namanya. dia akan menjadi wanita tercantik setelah Momynya dan akan selalu menjadi perhiasan bagi Keluarga kita. aku sangat yakin, dia akan mewarisi kecerdasanmu dan jiwa Galak Momynya!" jelas Lucifer tanpa embel candaan bahkan matanya melempar harapan besar pada putrinya.
"Lalu kau mewariskan apa untuknya?" Nenek Wel mendelik gerah tapi tersimpan rasa kagum yang sangat pada Lucifer Cucunya ini. Pria yang begitu jauh dari kehidupan manusia normal sekarang terlihat baik-baik saja dan sangat bersahabat.
"Semuanya. apa yang dia mau akan terpenuhi! tak ada satu orangpun yang bisa menyakiti Putriku termasuk kalian semua."
"Hm, terserah kau saja! yang penting hari ini aku akan menginap."
"Tidak!"
"Cucu kesayangan Aunty, ayo Aunty gendong, Sayang!"
Lucifer menepis tangan Nenek Wel yang ingin menyentuh kulit Bayinya dengan tak bersahabat. ia menatap Dokter Maudy yang lansung mengambil Tisu basa antibakteri yang sudah disiapkan.
"Ini. Tuan!" Lucifer mengambilnya cepat dan meletakannya didekat Athena.
"Bersihkan tanganmu dulu!"
"A.. k..kau.."
"Jangan ada yang masuk ke kamarku atau mendekati anak dan istriku sebelum diperiksa terlebih dahulu!!!"
Suara lantang Lucifer memberi peraturan tegas dan posesif. ia tak ingin kulit sensitif Baby Angel dirusak tangan-tangan berkuman semua orang.
Tentu Cestor yang mendengarnya lansung menggeleng melangkah pergi karna tak ingin membuat keributan dengan Keluarga Dadynya yang sebenarnya tak menyukai keberadaan Cestor. ia memang tak begitu dekat dengan mereka semua.
Disela langkahnya ia berpapasan dengan seorang pria tua yang masih tampak gagah dengan Mantel yang ia pakai tengah melangkah tegas menuju kamar Athena.
Tak ada sapaan yang keluar dari mulut Cestor yang seakan tak melihat berpura acuh.
"Kau juga tinggal disini. Rupanya!"
Langkah Cestor terhenti tanpa menoleh ia pun bicara.
"Jika keberadaanku mengusik kalian. aku bisa pergi dengan sendirinya."
"Kau terlalu sensitif. Nak!"
Degg..
Cestor terdiam saat mendengar suara yang tadi meracau diatas sana. bahkan wajahnya terlihat kaku menoleh kebelakang dan..
"Sudahi permusuhan ini! kau masih tetap Putra Hannes yang juga kami sayangi."
Nenek Wel yang tadinya cepat membuntuti dengan dorongan Lucifer yang memberinya ketegasan.
"Aku tak butuh apapun. jika hidup sendiri lebih baik, maka kenapa tidak?"
"Jika punya keluarga sendiri, kenapa harus menyendiri? hm!"
....
Vote and Like Sayang..