Mysterious Love

Mysterious Love
Keterkejutan Athena!



Tangan yang gemetar itu terlihat berkeringat memeggang Ponselnya yang baru saja bernotif singkat dari Hera, matanya begitu gugup dan sangat takut menyampaikan ini pada Masternya yang pasti akan marah besar pada siapapun tapi tak akan melukai Athena.


"Bagaimana ini?"


Berots agak gusar menatap pintu kamar Lucifer yang tertutup rapat. setelah penyerangan dengan Worf Blood tadi semuanya kembali seperti semula walau pembantaian digedung tua itu banyak memakan korban dari pihak lawan.


"Baiklah! ini mudah."


Berots lansung mendekati pintu itu seraya tangan gemetar mengetuk pintu kamar Lucifer yang masih belum menjawab.


"Master!"


Berots memanggil penuh hormat hingga teggukan ludahnya berat saat gagang pintu berputar menandakan pria itu telah membuka pintunya.


Dan yah, seakan tercekat dengan nafasnya sendiri. Berots tak berani menatap Lucifer yang telah keluar dengan pakaian santainya tapi rambut pria tampan ini agak basah membuktikan dia baru saja selesai mandi.


"Hm!"


"Master! i..ini ada.."


Dahi Lucifer menyeringit melihat raut gugup Berots yang menyodorkan Ponselnya hingga ia mengambilnya ringan melihat apa yang membuat pria ini begitu pucat.


Deg...


Seketika wajah Lucifer mengeras kelam melihat 3 Foto yang menunjukan kedekatan bahkan begitu terkesan sangat dekat membuat kepalan tangan Lucifer mencengkram Ponsel Berots begitu kuat sampai layarnya retak na'as.


Athena terlihat berdiri menyamping dihadapan seorang pria yang mengulur tangannya seperti mengelus kepala cantik itu sampai membuat darah ditubuh Lucifer mendidih.


"Dia!!!!"


Brakk..


Berots lansung terperanjat saat Lucifer melempar Ponsel itu ke lantai sana hingga remuk dan berserakan membuat tungkai Berots semangkin mengigil dibuatnya.


"Dia memang benar-benar!!!"


"Master! Nona datang sendirian, menurut informasi bawahan kalau Nona Athena memang menjadi Topik utama yang mengaggumkan di Media, semuanya menyambut Nona dengan sangat baik."


"Dia tak akan pernah mengindahkan ucapanku!"


Geram Lucifer lalu menatap Berots penuh gejolak hingga Berots mengangguk melangkah pergi bergegas menyiapkan semuanya.


Sedangkan Lucifer, ia lansung menyalakan Televisi di kamarnya. Berita tentang Pesta Gemilau Venuz itu tersiar begitu detail.


Sangat mengejutkan. Perwakilan Dapartement CIA ternyata memiliki Bidadari cantik yang malam ini menghiasi Istana Venuz. ia dijuluki si Cantik idaman Tuan Cestor yang tertangkap oleh kamera mendekatinya secara Pribadi.


Mata Lucifer sudah begitu berkobar murka dengan kepalan tangan mencengkram remote ditangannya dengan erat. Gaun yang dipakai Athena sangatlah mengundang tatapan nyalang para lelaki apalagi ia tahu betul Pesta seperti ini memang menyenangkan tapi banyak memiliki mara bahaya, apalagi berdekatan dengan pria itu.


"Kau ingin berpesta, hm?"


Lucifer menyeringai menatap wajahnya dari panturan cermin di meja rias yang dulu Athena gunakan. sepertinya ia sudah terlalu lama tidak berkunjung.


..........


Pesta itu masih berlansung dengan ramai. semua orang tampak gembira bercengkrama dengan deretan makanan yang telah disiapkan untuk menjamu para Tamu malam ini.


Semuanya di atur sedemikian rupa hingga membuat Malam ini menjadi berwarna, tapi sedari tadi yang jadi Objek perhatian adalah Seorang Tuan Muda pertama Hermes ini tak pernah jauh dari si Cantik yang selalu menjadi pusat perhatian itu, tak luput dari tatapan iri semua orang dan Kamera yang sembunyi-sembunyi memotretnya.


"Em, kau suka Pestanya?"


"A.. Iya, Pestanya sangat bagus!"


Jawab Athena seraya duduk dikursi yang ada disamping Cestor. pria ini sedari tadi memperhatikannya membuat Athena agak ngeri dipandangi para gadis yang tak suka padanya, tentu itu karna Cestor yang sangat tampan ini begitu perhatian padanya.


"Kau ingin makan?"


"Em, Tidak! aku belum lapar, tapi kalau kau mau aku bisa ambilkan!"


Tawar Athena tak lagi Formal karna Cestor memintanya untuk memanggil santai karna ia juga terlihat tak kaku.


"Em, tidak!"


"Kenapa?"


"Kau tak makan!"


Athena hanya membalas dengan senyum kecil seraya melihat beberapa hiburan penyanyi yang bersuara emas melengking malam ini, lampu diatas sana diredupkan hingga Athena lebih nyaman dan Rileks.


"Em, kau sebagai apa di CIA?"


"Aku hanya utusan kecil. soalnya Jendral Guinter dekat dengan Ayahku, yah, begitulah! jadi punya kesempatan bertemu dengan Tuan Muda Hermes yang tampan sepertimu."


"Em, aku dengar kau memimpin Perusahaan Hermes Compani. dan sangat maju pesat, aku yakin kau begitu berbakat memimpinnya."


"Tidak juga, itu berkat kerja sama Kariawan dan semuanya."


Cestor merendah membuat Athena kembali membandingkan sifat Cestor dan Lucifer, sangat berbeda jauh 180°. kalau Lucifer pasti dia sudah sangat angkuh dan besar kepala, pria itu juga sangat tak memperdulikan kesehatannya dengan merokok dan pecandu Alkohol. kalau Cestor dia sangat hidup sehat, terbukti dengan gesturnya yang halus dan tenang, tak emosian dan lebih jelas terlihat sangat suka kebersihan.


"Oh Iya, aku pernah mendengar kalau ada yang menjadi permasalahan di Penyelidikan CIA!" Athena mulai memancing.


"Apa?"


"Entahlah, tapi Jendral Guinter selalu marah-marah saat anak buahnya tak menemukan Pelaku pembunuhan berantai 10 Tahun yang lalu."


Athena menatap Cestor yang masih diam dan tenang hingga membuat ia sulit menebak reaksi pria ini, sama saja dengan Lucifer si pria emosian itu.


"Lalu?"


"Hm, aku juga bingung soal kasusnya yang tak pernah terungkap. menurutmu Keluarga Hannes itu meninggal karna apa?"


Cestor terdiam sesaat menatap Athena yang menunjukan raut polosnya hingga terdengar hela'an nafas halus Cestor menatap kearah depan.


"Aku tak tahu, tapi kau tadi menyebutkan kalau mereka di Bunuh. bukan?"


"Em, Iya! tapi rasanya tak mungkin, kan Keluarga Hannes itu Keluarga Bangsawan. jadi mereka pasti bisa melawan, kan?"


Cestor meletakan gelas ditangannya kemeja dihadapan mereka hingga ia kembali duduk bertopang kaki angkuh dengan kedua tangan ada atas pahanya.


"Tak ada satu orangpun yang bisa mengendalikan keadaan."


"Maksudmu?" tanya Athena hingga Cestor menatapnya lembut, tangannya terulur menyelipkan anak rambut yang berjuntai dibelakang telinga Athena hingga semuanya kembali rapi.


"Kau atau aku tak akan tahu apa yang terjadi nantinya."


"Ouh, Iya! kau benar, semuanya dijalankan oleh Tuhan. kita tak akan tahu apapun itu."


Jawab Athena tersenyum biasa tapi ia begitu geram karna Cestor sama sekali tak terpancing dengan ucapannya barusan. pria ini sangat pandai menyembunyikan sesuatu yang sangat ia ingin ketahui.


"Baiklah. untuk acara menengah mari Nikmati Hidangan yang telah disediakan untuk mendaki acara puncak kita yaitu....."


MC mengambil alih acara hingga semua orang fokus kearah Panggung Hiburan di Aula Istana. mereka begitu menantikan acara selanjutnya.


"PESTA DANSA!!!!!"


"Huuuu!!!!"


Prokk.. Prokkk..


Mereka bertepuk tangan meriah sampai membuat Athena dan Cestor berdiri sesuai acara kali ini mereka akan dijamu makan malam khusus bagi anggota Istana ke area yang telah disiapkan.


"Kau pergilah, sepertinya Nyonya dan President Arcules menunggumu!"


"Kau juga ikut!"


Cestor lansung menggenggam tangan Athena yang menepisnya hingga wajah Cestor sedikit menatap Athena kesal.


"A.. Itu.. kau duluan saja, Tuan! aku bukan anggota Istana."


"Aku yang memintanya!"


"Tapi aku.."


Athena tersigap saat ada rombongan para gadis yang berlarian kedepan sana hingga membuat Cestor menarik Athena mendekat agar tak jatuh ditabrak para manusia yang berlarian kedepan pintu utama.


"Ada apa?"


"Wowwww!!!!!"


"T..Tuan!!!"


Athena menyeringit melihat tamu Undangan yang histeris melihat kedepan sana dengan Media yang terngangak tak percaya atas kedatangan satu Mobil yang ternyata membawa sesosok yang sangat bergemilang malam ini.


"Tuan Muda Kedua!"


Duarrr..


Athena lansung oleng terlonjak kaget hingga Cestor lansung membelit pinggangnya Refleks.


......


Vote and Like Sayang..