
Semuanya hening. mata mereka seakan mau jatuh melihat siapa yang telah berdiri tegap dengan Stelan Jas berwarna Maron tua yang gelap begitu berkharisma membalut tubuh kekarnya dengan rompi dibaluti Jas maskulin menambah kesan Formal dan Gagah.
Rambutnya disasak kebelakang dengan rapi tapi menyisakan satu juntaian kecil menutupi luka didekat pelipis Lucifer yang menatap datar mereka semua, aura yang mendingin itu tak mampu mereka tepis menyatu dengan aura yang sama dengan Cestor yang tengah mematung diam membelit pinggang Athena yang masih belum sadar seakan waktu terhenti begitu saja.
"Tuan Muda Kedua!"
Mereka gugup sendiri menyapa Lucifer yang sama sekali tak bergeming mencari seseorang hingga seketika mata elangnya lansung berkobar murka menatap netra Athena yang lansung mendorong Cestor menjauh.
"Kau!"
"M..Maaf, aku.. aku tak sengaja."
Athena meminta maaf pada Cestor yang ia dorong hingga mereka berjarak 1 meter dari tempat masing-masing, kegugupan itu begitu Cestor lihat dari wajah Athena yang tak berani menatap kearah Lucifer yang dihadang Media.
"Tuan. dari mana saja anda selama ini?"
"Apa anda ada urusan penting?"
Lucifer hanya diam masih menatap Athena yang benar-benar mau mati dengan aura panas ini, keringat dingin itu tak berhenti keluar membuat ia mengibas kecil wajahnya dengan tasnya.
Melihat suasana yang mulai tak bersahabat karna kedatangan Lucifer, President Arcules keluar dari raut keterkejutannya menatap Nyonya Violette yang segera mendekati Lucifer.
"Nak, kau datang? Momy sangat senang. Sayang!"
"Nyonya!"
Berots yang menyangga langkah Nyonya Violette untuk mendekat dengan isyarat wajah yang membuktikan semuanya disini akan kacau jika sampai amarah Masternya meledak.
"A.. Baiklah! Momy tahu kau sudah selesai dengan Pekerjaanmu itu, sekarang kau berikan beberapa keterangan pada Media, Nak!"
Nyonya Violette mengantisipasi hingga para Media sana memberanikan diri bertanya kembali.
"Tuan, apa pekerjaan anda sudah selesai?"
"Belum!"
"Apa ada tujuan khusus dari anda pulang sebelum pekerjaan selesai, kesini?"
Mata Lucifer masih memandang Athena yang seakan pura-pura tak tahu memainkan Ponselnya dengan jari-jari gemetar menggeser layar ponselnya.
"Hm, Menjemput Tikus liarku. yang perlu diberi Pengajaran!"
"Ouh, apa anda suka dengan Tikus?" salah satu Wartawan yang mencoba menggali informasi.
"Hm. Tikus yang ku beri kebebasan tapi tak mengindahkan perintahku!"
Athena menjatuhkan Ponselnya dengan gugup sampai membuat Cestor lansung membantu mengambilnya kembali Ponsel Athena yang semangkin jantungan.
"Kau butuh sesuatu?"
"A.. Tidak, aku..aku hanya sedikit tak enak badan!"
Athena mengambil Ponselnya dari tangan Cestor hingga pria itu merasakan tangan Athena dingin. ia kembali menatap datar Lucifer yang juga memandangnya, keduanya terlihat sama-sama memiliki aura yang keras.
"Baiklah! sekarang nikmati pestanya, kita rayakan kepulangan Putraku juga!"
"Yeah!!!"
Mereka kembali bersorak karna ucapan Nyonya Violette memang benar, kedatangan si Tampan yang kedua ini memang patut dirayakan karna sangat langka dan baru kali ini ada kabar.
Mereka semua mulai berbisik ria menatap Lucifer yang begitu Tampan melangkah penuh kharisma kearah Cestor yang berdiri tegap sama-sama berwajah dingin.
"Cestor! sapa Adikmu, Nak!"
"Cifer!" Cestor menyapa datar tanpa embel bersahabat membuat Nyonya Violette menatap kesekelilingnya dimana semua orang menjadikan mereka pusat perhatian terutama kaum sosialitanya.
"Em, Nak! ayo kita ke Ruang Makan. kau pasti lapar!"
"Baik, Mom!"
Cestor menurut tapi tidak dengan Lucifer yang tetap diam menatap Athena yang menutupi seprauh wajahnya dengan Tas kecilnya.
"Cifer! ayo, Nak!"
"A..Aku Permisi!"
"Tunggu!"
Cestor mencengkal lengan Athena hingga kobran api kecemburuan itu terlihat dimata elang Lucifer yang seakan menghisap keberanian Athena yang semangkin tercekat.
"Kau ikut!"
"A.. Aku.."
"Ayolah, tak apa jika bergabung!"
Nyonya Violette bermanis mulut dan wajah pada Athena yang ia tarik menuju ruang makan khusus bagi anggota Istana, tinggalah Lucifer dan Cestor yang saling berhadapan dengan aura yang begitu mencekam dari keduanya.
"Untuk apa kau datang kesini?" geram Cestor dingin.
"Mengambil MILIKKU!"
Jawab Lucifer lalu melangkah mengikuti Athena yang dibawah Nyonya Violette ke ruang Makan yang lebih tertutup meninggalkan area Pesta yang tengah ramai dengan acara hiburan.
"Silahkan!"
Para Pelayan mempersilahkan para Anggota Istana hingga Hera menghendel bahu Athena yang lansung berpeggangan ke kursi disampingnya, mereka semua menatap Athena dengan pandangan masing-masing.
"Cifer! akhirnya kau pulang, Nak!"
"Iya, sudah lama kami tak melihatmu dan ternyata kau Tumbuh dengan sangat baik, kau semangkin tampan saja."
Puji Tuan Besar Derdanos dan Istrinya tapi Lucifer hanya diam duduk disamping Athena yang menegguk ludahnya merapatkan paha dan menaikan bagian dadanya agar lebih tertutup.
"Ayo, Nak! duduklah."
"Aku disini. Mom!"
Cestor duduk disamping kiri Athena hingga jantung wanita itu sudah mau meloncat dari tempatnya, ia mengumpati dirinya sendiri yang terjebak didua kubu yang sama-sama mengincar nyawanya.
Hera sangat panas melihat Cestor dan Lucifer begitu bertentangan hanya untuk berdekatan dengan Athena, ia tak menyangka Lucifer tak akan murka besar memutuskan hubungan tapi malah hal mengejutkan yang terjadi.
"Hera, ambilkan makanan Cifer!"
"Baik. Nyonya!"
"Ets!"
Nyonya Violette menyangga Hera membuat mereka semua saling pandang dengan Nyonya Emayri bingung.
"Ada apa?"
"Jangan panggil aku Nyonya, panggil saja Momy seperti anakku memanggilku!"
Lucifer mengepal kuat mencoba menahan amarah yang meluap. ia sangat membenci manusia disini tapi karna Athena yang tak akan pulang sebelum ia jeput maka ia terpaksa datang walau emosinya terus di uji.
"Kau ingin makan apa?"
"A.. Aku.."
Athena gugup saat Cestor menanyainya lembut, ia merasakan jelas tangan Lucifer beralih mencengkram pahanya dibawah meja sampai membuat wajah Athena memucat.
"Hm? mau makan apa?"
"A... aku minum saja!"
"Lagi?"
"Emm, Tidak! i..ini.."
Athena kembali menggeram tertahan saat cengkraman Lucifer ketangannya menguat tapi exspresi wajah pria itu hanya biasa saja dengan keangkuhan yang nyata.
"Kau sakit? aku bisa mengantarmu pulang!"
"T..Tidak, aku permisi ke Toilet!"
Athena lansung berdiri pamit melangkah asal kemanapun yang jelas ia menjauh dari ruang Exsekusi itu hingga Athena melangkah entah kemana ia pergi.
"Sial!!! kenapa dia datang kesini?"
Athena mengumpat mencari Toilet. ia melihat penjaga yang ada didekat Tangga atas sana.
"Permisi!"
"Yah, Nona!"
"Dimana Toiletnya?"
Tanya Athena. penjaga itu lansung menunjuk kejalan sebelah kiri dimana ada belokan satunya.
"Disana!"
"Em, Baiklah. Terimakasih!"
Penjaga itu mengangguk dengan ia melangkah tergesa-gesa kesana. Athena melihat bangunan ini sangat megah tapi kenapa Lucifer tak mau kesini? padahal semuanya begitu sempurna.
"Dasar Pria Aneh!"
Gumam Athena masuk kedalam Toilet besar ini hingga ia lansung melangkah ke Wastafel meletakan tas kecilnya diatas Wastafel seraya memperbaiki tatanan rambutnya.
"Haiss! memangnya aku yang meminta begini? salahkan saja Jendralku itu. dia memintaku tampil berbeda dan menjadi pusat perhatian, lalu dia mau marah-marah datang kesini. Cihh!"
Athena menggerutu menaikan gaun atasannya. ia terus bercermin sampai tak menyadari pintu Toilet terbuka memperlihatkan Lucifer yang bersandar ke daun pintu membawa satu Borgol ditangannya.
"Lagi pula dia itu sangat Egois. seharusnya dia itu mencontoh Sikap saudaranya itu yang lembut, tenang dan tak kasar. memang sangat menyebalkan!"
"Siapa yang menyebalkan?"
Degg..
Athena lansung meneggang ditempatnya dengan wajah kaku menatap cermin dihadapannya, wajah Tampan dengan raut dingin Lucifer terpampang jelas dikaca ini hingga membuat ia mulai gemetar.
"C..Cifer!"
"Kau menyukainya?"
Athena menggeleng cepat berbalik dengan sigap Lucifer lansung mengungkung tubuhnya ke pinggir Wastafel membuat jarak keduanya menipis sangat tipis.
Wajah keras Lucifer dengan begitu jelas Athena lihat sampai ia terus menegguk ludahnya kasar mencoba memundurkan kepalanya tapi Lucifer semangkin rapat sampai hidung keduanya bersentuhan.
"Dimana dia menyentuhmu?"
"A.. apanya?"
"Apa disini?"
Athena lansung menggeram tertahan saat tangan besar kekar Lucifer meremas bokongnya kuat sampai ia mencengkram bahu kokoh Lucifer yang benar-benar terlihat panas. dengan borgol yang jatuh diatas Wastafel.
"C..Cifer!"
"Disini!"
"Ehm!"
Athena meringis kembali sedikit keras saat dadanya kembali dicengkram kuat sampai mata Athena berair menahan sakit barulah Lucifer melepasnya dengan pandangan yang menajam.
"Sakit?"
"A.. aku tak menyukainya!"
"Tapi kau membiarkan dia menyentuhmu!" geram Lucifer sangat emosi dibuatnya. setelah ini ia akan memberi peringatan pada pria sialan itu berani mendekati Athena.
"T..Tapi aku..aku harus apa? itu tugasnya. Cifer!"
"Aku menyuruhmu berhenti. apa tidak bisa? apapun akan ku berikan padamu!"
Athena menatap rumit mata Lucifer yang begitu serius bahkan sangat tegas bicara soal apapun. ingin rasanya ia melakukan keinginan Lucifer tapi ia masih ragu.
"Aku tak bisa!"
"Kenapa?"
Athena menatap Lucifer berat hingga ia menoleh kearah lain mencoba memberanikan diri untuk bicara tentang hati.
"Kau hanya mempermainkan aku!"
"Maksudmu?"
"Kau tak serius padaku!!!"
Jawab Athena. Lucifer terdiam membatu menatap dalam mata Athena yang juga memandangnya. sama-sama memiliki rasa yang tak akan terjabarkan sama sekali.
"Benarkan?"
Tanya Athena lirih dengan senyum sinisnya mendorong bahu Lucifer menjauh darinya. matanya yang berair lansung ia alihkan memunggungi Lucifer yang masih memandangnya.
"Sedari pertama aku sudah katakan. kalau kau dan aku hanya sebatas Polisi dan Penjahat, dan tak akan pernah lebih!"
Athena lansung meraih Tasnya ringan lalu mengulur kakinya ingin melangkah pergi sampai akhirnya ia memekik saat tangannya ditarik kembali kebelakang.
"Cifer!!!"
Cup..
Lucifer lansung menyambar bibir Athena yang ia rapatkan ke dinding Wastafel hingga mata Athena membulat saat ciuman Lucifer begitu memaksa.
"Ehm!"
Athena memberontak namun kedua tangannya tertahan keatas kepala hingga Lucifer menguasai bibirnya penuh, tapi tak ia sangka yang tadinya memaksa dan menekan seketika melemah menyatukan bibirnya lembut dengan mata terpejam menikmati sensasi yang telah lama tak ia kecap lembut.
Mata Lucifer perlahan terbuka menatap mata Athena yang tampak sangat tunduk hingga ia perlahan melepas cengkramannya kekedua tangan Athena dengan kedua bibir masih menyesap lembut penuh kasih.
"C..Cifer!"
Lirih Athena mengulur tangannya memeggang rahang Lucifer dengan pandangan sayu, matanya begitu penuh tanya sampai hingga Lucifer menghentikan ciumannya dengan satu tangan naik menggenggam tangan Athena yang mengelus rahangnya.
"Kau tahu?"
"A..Apa?"
Lucifer menyatukan kening keduanya. Athena menunggu jawaban Lucifer yang menurunkan tangan Athena menyusuri dada bidangnya.
"Aku sangat mencintaimu!"
Duarrr...
......
Vote and Like Sayang..