Mysterious Love

Mysterious Love
Pernyataan mengejutkan!



Setelah kembali kepenginapan ini Athena tak lagi keluar, ia hanya diam dikamarnya menatap ke Balkon dimana ada taman khusus dibawah sana, sepertinya kamar ini memang tak main-main dan bukan untuk seorang petugas keamanan.


Sedari tadi dua pelayan dibelakang Athena hanya bisa membisu sesekali memijat betisnya pegal menunggu Athena yang tengah duduk bersandar dipagar Balkon, terlihat memikirkan sesuatu.


"Nona, cuaca disini tak menentu. anda bisa masuk ke dalam!"


Athena tetap diam. entah apa yang tengah berputar dikepalanya mereka pun tak tahu bagaimana cara menerkanya, terlihat wajah muram yang tak dimengerti dan guratan tak semangat yang jelas.


"Kalian pergilah!"


"Maaf, Nona! kami akan menemani anda."


"Aku tak apa, aku bisa menjaga diriku sendiri!"


Mereka hanya diam tak mengindahkan ucapan Athena, sesuai data yang diberikan pada mereka kalau Athena ini adalah sosok yang jutak dan galak. dan benar saja, sedari tadi mereka tak melihat wajah damainya.


Panggilan Jendral Guinter ke Ponselnya Athena matikan karna tak ingin berdebat panjang, pasti pria itu akan kembali memberinya perintah.


Namun, tiba-tiba pintu kamar terbuka hingga memperlihatkan seorang pria tampan dengan rahang berbulu tipis itu tengah melangkah masuk membuat dua Pelayan dibelakang Athena lansung menghadang.


"Anda.."


"Tuan hanya ingin bicara!"


Brian mengantisipasi keributan akan kedatangan Cestor kekamar Athena yang sangat luas tak seperti kamar biasa, dan ini pasti ulah pria yang sudah dimabuk asmara itu.


Athena masih sibuk dengan lamunannya tak menyadari kedatangan Cestor yang berdiri dibelakangnya, kedua pelayan itu sigap menghadang Cestor yang dibuat mulai geram.


"Maaf, tapi ini perintah Pimpinan kami!"


Athena lansung tersigap saat mendengar suara itu hingga ia berbalik lansung terkejut akan kedatangan pria ini.


"Kauu!!!"


"Aku ingin bicara denganmu!"


Dua Pelayan itu masih kekeh tak ingin melepas Athena hingga Brian juga mulai mendekat ingin mengamankan tapi Athena mencegatnya.


"Tidak usah, dia hanya ingin bicara. kalian tunggu didalam sana."


"Tapi.."


"Pergilah, kalian bisa melihat apa yang dia lakukan padaku!"


Mereka lansung menurut masuk kedalam kamar seraya berdiri dengan jarak 5 meter dari Athena. mereka selayaknya patung dengan paras muda nan cantik tak dihindarkan.


"Kau mendengar semuanya?"


"Hm."


Athena berdiri menatap hamparan Taman dibawahnya yang sangat damai dan tentram, cocok dengan nuansa dingin peggunungan didekat Bukit ini.


"Kau tahu benar betapa besarnya penghalang itu."


"Bukan urusanmu!"


Cestor terdiam sesaat, mungkin kali ini ia masih bisa membuat Athena menjauh hingga tak berhubungan dengan Keluarga mereka.


"Mengertilah, kau memang tak pantas untuk Adikku!"


Cengkraman Athena kepagar Balkon menguat dengan tatapan mata membara, auranya juga begitu dingin membuat Cestor memejamkan matanya mencoba menetralkan kekelaman ini.


"Bukan kau yang menilai pantas atau tidaknya!"


"Aku Kakaknya, aku tahu segalanya. dia akan menyakiti dirinya sendiri saat ia tak ingin menyakitimu."


Athena benar-benar dibuat bingung. maksudnya apa? ini bukanlah masalah berbedan kasta, jelas Cestor terlihat tak mempermasalahkan pekerjaannya, ada maksud lain dari kata-kata itu.


"Maksudmu?"


"Aku hanya memperingatkan! saat dia berubah kau akan tahu yang sebenarnya."


"Kau bicara yang jelas! aku tak bisa mengerti artinya." geram Athena membeku.


"Dia itu pria lemah dengan Cintamu. dan aku ingin kau jahui dia karna kau hanya akan semangkin memperburuk hidupnya."


Tekan Cestor lalu melangkah pergi membuat Athena diam. rasa tercekik kini mengikat lehernya sampai tak ada sapun kata yang keluar setelah pintu kamar itu tertutup.


"Nona!"


Athena benar-benar tertekan. ia tak tahu apapun dan sekarang mereka semua seakan menyalahkannya atas semua hal, padahal ia tak tahu menahu tentang itu.


"Master!!!"


Athena lansung menatap kearah tunjukan Luifi salah satu pelayan dibelakang Athena yang menunjuk kearah depan Penginapan hingga ia melihat Mobil yang sangat ia kenal dengan ukiran didepan Mobilnya.


Semua orang tampak berkerumun memenuhi Gerbang depan Cam hingga para Media selalu meliput apapun yang terjadi disini.


"Tuan!!!!"


Mereka sangat bahagia atas kedatangan Lucifer yang sekarang telah keluar dari angkutan baja mewahnya hingga tampilan Non Formal dengan pakaian hangat dan Mantel itu membuat mata mereka terkesima, terutama Athena yang menghangat menatap kedatangannya.


"Kenapa tak satu rombongan dengan Keluarga Istana?"


Para Media memboyong Lucifer yang dijaga ketat oleh anggotanya hingga semua orang tampak histeris bak melihat seorang Bintang Filim ternama, pantas jika mereka begitu karna tampilan Lucifer kali ini lebih santai dengan rambut disasak kebelakang tapi meninggalkan juntaian kecil dikeningnya, terkesan Cool dan membuktikan cela kepribadiannya.


"Nona! apa anda ingin ke.."


Luifi tak sempat bicara karna Athena sudah melangkah tergesa-gesa memakai Mantel dan Maskernya lalu berlari keluar membuat mereka tersenyum kecil, setidaknya mendung yang tadinya datang telah berganti dengan awan biru.


Suara meriah dibawah sana juga terdengar jelas kesemua penjuru hingga semua orang keluar menatap siapa yang memancing keributan, dan benar saja. mereka,semua itu memerah dengan di Tampan Arogant itu yang telah menginjakan kaki ke Penginapan khusus anggota Istana.


"Cifer!"


"Nak!!"


Nyonya Violette menyambut Lucifer didepan Penginapan hingga Hera lansung termenggu menatap wajah Tampan nan datar ini terkesan menatap mereka dengan dingin tak berarti.


"Nak, kau pasti lelahkan. ayo masuk!"


"Iya, pasti kau sangat lelah dalam perjalanan kesini!"


Mereka mengiring Lucifer untuk masuk hingga mata Lucifer menatap kesekelilingnya mencari seseorang, seketika, mata elangnya lansung berbenturan dengan mata seorang wanita yang memakai Topi dan Maskernya dibaluti Mantel itu.


"Cifer! ayo nak!"


"Hm!"


Luciffer hanya diam lama memandangi sesosok itu hingga membuat Athena yang dipandangi begitu jadi mulai gugup karna semua orang mulai menghunusnya dengan tatapan aneh dan penuh tanya, keheningan itu melanda hingga sampai meromakan bulu kuduk takut Lucifer marah besar hari ini.


"Kau!"


"A..Aku?"


Athena menunjuk dirinya sendiri hingga semua orang menelan ludahnya kasar saat Athena berani mendekat walau agak kikuk ditengah semua orang. pandangan Lucifer juga penuh misteri membuat Athena semangkin jantungan.


"Dia siapa?"


"Dia adalah Rekan saya dalam menjaga Keluarga Istana khususnya Tuan Muda Pertama, Tuan!"


Dames yang gemetar menjelaskannya dengan gugup membuat Lucifer hanya diam tetap menatap intens dan tajam kearah mata Athena yang menatapnya penuh tanya.


"Namamu?"


"Athena!" jawab Athena tegas membuat Hera geram.


"Hm, aku butuh satu orang wanita membantuku didalam!"


"Saya!!!!"


Para gadis sana lansung mengangkat tangan membuat tatapan Lucifer menajam hingga mereka kembali membisu bungkam, apa mereka sanggup menangani pria dingin ini sampai kedalam, disini saja kakinya sudah membeku.


"Aku butuh yang bertanggung jawab, serba bisa dan jelas mempunyai harga diri!"


"Saya bisa, Tuan!"


Ucap Vani yang memerah membuat Cellin lansung mencenggolnya, melihat itu Hera lansung mendekat.


"Cifer!"


Panggilan yang tak formal membuat mereka berbisik memang Hera lah yang pantas untuk menemaninya, apalagi wanita itu calon istrinya.


"Hm!"


"Aku bisa menemanimu, sesuai kewajibanku!"


"Tapi aku tertarik pada Tikus ini!"


Degg..


Athena terkejut saat Lucifer benar-benar memancing Media yang sudah meliput mereka dengan rasa teggang dibenak Athena. Nyonya Violette juga dibuat sangat marah menatap Athena untuk segera pergi.


"Maksud anda, Tuan?"


"Sejak Pertama aku menyukai Tikus, dan dia sesuai Tipeku! mata tajam, rambut kecoklatan, dan pencuri! aku memilih dia!"


"Cifer kau.."


Athena tak bisa bicara karna Media sana sudah menyerbunya hingga Lucifer melangkah pergi ke dalam Penginapan meninggalkan Athena yang dikerumuni para Media.


"Nona! Nona apa kau memang Athena yang ada di Pesta itu?"


"Nona! apa anda mempunyai hubungan khusus dengan Tuan Muda Kedua?"


Athena menghindar menyalip cepat lalu berlari menjahui Kerumunan yang mengejarnya, ia dipantau oleh 10 orang yang menjaga Athena dari semua penjuru takut wanita itu terjatuh atau terluka.


.....


Vote and Like Sayang..