Mysterious Love

Mysterious Love
Amarah yang meluap



Tatapan penuh ambisi itu lansung meruak memandang wajah 10 Pria berbadan kekar dengan tato ular menyeluruh dikepala botaknya itu dengan sangat intens. kobaran netra tajamnya seakan begitu mendorong mereka untuk berhasil dalam misi kali ini.


Semuanya berkepala plontos dengan taring yang dimiliki, sangat khas sengaja dimodifikasi sesuai nama Klan gelap yang mereka ikuti.


"Kalian harus menghabisinya!"


"Kami ikut kalau memang kau memahami aturan Pimpinan kami!"


Jawab salah satu pria berjubah hitam itu menatap wanita itu dengan sangat bengis, mereka sangat bermusuhan dengan Klan Lucifer untuk merebut Alaska yang merupakan Gerbong Markas terkenal yang akan menjadi kunci Keberhasilan di Dunia gelap jika mereka bisa merampasnya.


"Hm. aku akan mengirim semuanya tapi setelah Misi ini selesai, sampaikan pada Pimpinan kalian. jangan harap mendapat informasi dariku jika kalian gagal!"


"Baik!"


Mereka lansung pergi begitu saja melewati hutan yang ada diperbatasan ini, seringaian dibibir wanita berambut emas itu muncul dengan raut wajah yang sangat menunggu.


"Sampai kau melepasnya. aku tak akan diam!"


Deretan makanan itu telah tertata rapi dengan berbagai menu yang sangat menggiurkan. semuanya disiapkan dengan keahlian Koki Restoran dekat Perusahaan yang telah siaga saat titahan dari Asisten Brian untuk menyiapkan santapan makan siang untuk Tuan Muda Pertama dan Nona Athena.


Keduanya telah duduk berhadapan di Restoran yang lengang tak berpenghuni karna seperti biasa Cestor butuh ketenagan, tapi tidak dengan Athena yang sedari tadi melihat jam dipergelangan tangannya.


"Kau tak makan?"


"A.. Iya, aku makan!"


Athena terpaksa menyantap makanan Prancis ini santai membuat Cestor yang sedari tadi memperhatikan hanya diam membisu saja.


Desiran angin yang lolos dari sela tirai tempat mereka duduk sangatlah sejuk menanagkan. pas untuk bersantai menenagkan pikiran yang kacau.


"Bagaimana dengan keluargamu?"


"Em, aku hanya punya Nenek!"


Jawab Athena jujur hingga Cestor manggut-manggut mengerti masih mengunyah Steknya. ia mengamati wajah Athena dengan intens seakan lebih tertarik akan objek ini.


"Em, kau bagaimana? pasti kau punya banyak Keluarga!"


"Tidak juga, hanya Momy dan Dady!"


Athena lansung terdiam sejenak lalu menatap Cestor yang juga memandangnya, ia tak bisa memahami pemikiran Cestor bagaimana? tentu pria ini cerdas dalam melakukan apapun.


"Mereka orang tua kandungmu?"


"Kenapa?"


"Wajah kalian tak mirip!"


Athena menjawab dengan sedikit nada candaan agar tak terlalu terkesan tegas memaksa. raut wajah Cestor berubah datar dan dingin tak suka dengan ucapan Athena.


"Tak semuanya harus sama."


"Yah, aku tahu! tapi aku hanya sedikit merasa aneh."


Jawab Athena kembali acuh agar tak menyulut emosi Cestor yang sangat sensitiv soal Keluarga membuatnya semangkin penasaran.


"Kau mau tinggal di Istanaku?"


Athena lansung diam saat Cestor menawarinya. Asisten Brian pun terkejut dengan ucapan Tuannya yang terlalu nekat sampai mengajak wanita ini ke Istana.


"Tuan anda.."


"Aku butuh waktu menjelaskan Kronologi kejadian Peledakan itu."


Cestor menatap Athena yang berfikir. jika ia ke Istana atau tinggal disana dalam beberapa hari atau 1 malam saja, maka ia akan cepat mendapatkan informasi tentang Keluarga Hermes yang sebenarnya.


Tapi bagaimana dengan Lucifer? jika ia pamit maka Lucifer tak akan mengizinkannya, melainkan ia akan dipaksa tinggal dirumah.


"Bagaimana? hanya 1 hari! aku perlu kau untuk menangani kasus ini dan melindungi Momyku!"


Athena tetap diam. ia teringat pesan Jendral Guinter kalau kesempatan tak akan datang dua kali, ia harus memanfaatkan setiap cela dengan baik. dan benar saja, satu pesan masuk di Ponsel Athena dimana itu dari Jendralnya.


Kau Terima Tawarannya.


Athena lansung membalas tegas tak ingin mengambil penawaran ini tapi lagi-lagi pesan itu datang dengan kata-kata yang membuat Athena bungkam.


Kau harus menerimanya. kau begitu perduli pada Lucifer itu bukan? maka buktikan padaku kalau dia tak terpaut dalam kasus ini.


"Hm. Baik!"


"Kau serius?" tanya Cestor meyakinkan dengan menegguk kecil gelas Jusnya.


"Em, Iya! lagi pula aku rasa ini lebih baik."


"Hm. tapi hanya 1hari! aku punya urusan lain setelahnya."


Cestor mengangguk lalu berdiri saat Athena berdiri karna acara makan siang kaku ini sudah selesai begitu saja, apalagi sekarang Athena harus menemui Lucifer untuk membuat alasan.


"Kalau begitu, aku permisi untuk m.."


"Sekarang!"


"Maksudnya?" bingung Athena tak mengerti.


"Aku butuh kau sekarang!"


Athena lansung diam. Lucifer sudah tak menghubunginya lagi hingga ia takut pria itu merencanakan hal gila diluar sana, bisa saja nanti akan timbul amarah yang besar.


"Em, tapi aku.."


"Sudahlah, Asistenku akan pamit pada Nenekmu! berikan saja alamatnya."


Cestor menarik lengan Athena melangkah menuju pintu keluar hingga semua itu benar-benar direkam jelas dikamera tersembunyi yang dibawa seseorang sedari tadi.


Selama melangkah ke Mobil. Athena terus menepis tangan Cestor yang memeggang lengannya hingga pria ini membuka pintu Mobilnya sendiri memasukan Athena yang mulai gelisah.


"Mobilku! aku pergi dengan Mo.."


"Masuklah. pengawalku akan membawa Mobilmu!"


"Athena!"


"Hm!"


Athena bergumam kecil saat Cestor sudah masuk ke Mobil duduk didekatnya. ia menatap kedepan lurus menjaga jarak dengan Cestor yang hanya diam sesaat.


"Kau harus membuat dia semangkin dekat denganmu!"


"Aku tak bisa lebih!" geram Athena tertahan.


"Kenapa? karna Lucifer itu lagi?"


Athena memejamkan matanya mencoba menenagkan pikiran yang berkecamuk. ia sangat tak ingin begini tapi keadaan sangat mendesaknya untuk maju.


Ingat, aku masih belum memeriksa Pria itu.


"Hm. Baik!"


Athena mematikan sambungan lalu menatap kearah jalan. ia berdo'a semoga saja Lucifer tak tahu soal ini, pasti pria itu akan semangkin marah padanya.


"Maafkan aku, ini hanya 3 hari!"


Batin Athena menatap Ponselnya, ia mencari Kontak Lucifer ingin memberi pesan singkat agar tak mengkhawatirkannya.


Sayang! aku tak bisa pulang malam ini, ada urusan mendadak di Markas!


Athena mengirimnya lalu bersandar kekaca jendela Mobil menunggu pesan balasan dari Lucifer hingga Ponselnya lansung berdering dimana tertera nama Gagak disana.


"Siapa Gagak?"


"Eh!"


Athena lansung mengambil Ponselnya saat Cestor melihat kilas layar benda pipih itu.


"A.. itu.. aku mau turun sebentar, Nenekku menelfon!"


"Jawab saja disini!" Cestor masih belum memperhatikan Athena yang mulai jantungan.


"Em, Tapi aku ingin ke Toilet!"


"Hentikan Mobilnya!"


Asisten Brian lansung menghentikannya hingga Athena turun tepat didekat Mall yang ada diseberang jalan kota yang cukup padat. ia menyalip beberapa kerumunan hingga Cestor menatap Brian penuh arti.


"Sayang!"


Athena bicara menjauh dari tempat Parkir tadi hingga ia bersandar didekat Tembok Mall yang ramai pengunjung, matanya liar mewaspadai setiap orang yang melewatinya.


"Aku sedang di Bar sekarang."


"Kauu!!! Ayolah, aku tadi hanya bercanda!"


"Hm, Kau pulang?"


Athena menelan ludahnya kasar mendapat pertanyaan itu hingga ia menghela nafas menatap beberapa orang yang melewatinya.


"Sayang!"


"Hm."


"Aku tak bisa pulang malam ini!"


"Kenapa?"


Suara serak yang sangat berat itu membuat Athena termenggu, apa Lucifer minum?


"Kau Minum?"


"Apa perdulimu?"


"Cifer aku serius!! kau minum lagi? aku sudah bilang kau jangan minum dan.."


"PULANG!"


Suata Geraman yang membuat Athena mulai khawatir, ada apa dengan pria ini? kenapa tiba-tiba dia kembali berbicara sangat Arogant.


"Cifer! kau jangan minum secara berlebihan dan.."


"Pulang!!! jangan sampai aku menyeretmu dari sa..!!"


Tutt..


"Cifer!!! Hello!!!"


Athena mengumpat saat ponselnya mati karna lupa ia Cars tadi pagi, ini karna terburu-buru pergi ke Perusahaan. apalagi ia tak terlalu mendengar ucapan Lucifer karna disini sangat ramai.


"Nanti saja ku jelaskan!"


Gumam Athena lalu melangkah pergi.


....


Prankkk..


Satu botol minuman itu lansung terlempar saat sambungan itu mati dengan amukan yang sangat terlihat dimata Lucifer yang tadinya menganggap ucapan Athena dan perlakuan pembangkang wanita itu hanya canda'an belaka.


Tapi, Tidak. ia sudah sangat panas saat Athena tak pernah mengindahkan ucapannya.


"Kauu!!! aku sudah bilang mereka itu Sialan dan Licik!! kapan kau akan mengerti, ha??"


Geram Lucifer masih setengah sadar. ia melihat jelas rekaman yang dikirim Cestor padanya bagaimana Athena selalu menyetujui semuanya tanpa meminta izin padanya.


.....


Vote and Like Sayang...