
Athena terkejut saat Pintu kamarnya lansung jebol remuk kelantai sana dengan serakan kayu yang begitu keras itu seketika tergorok kelantai kamarnya dengan sangat na'as.
Athena sama sekali tak ingin menatap Lucifer yang tampak sudah merah padam dengan ucapan Athena barusan, deru nafasnya tak lagi terkendali melangkah masuk mendekati Athena dengan pandangan yang sangat mengerikan.
"Katakan sekali lagi!"
Athena tetap bungkam, tak ada jawaban sama sekali selain cengkramannya menguat keselimut yang membalut setengah tubuhnya yang dibaluti Tangtop, wajah Athena tetap datar menatap lurus kedepan membuat darah Lucifer begitu mendidih panas.
"Katakan sekali lagi!"
"Aku ingin kita berpi.."
Cup..
"Ehm!!!"
Athena lansung memekik tertahan saat Lucifer lansung menyambar bibirnya kasar memadatkan kepalanya kebantal yang membenamkan tubuhnya dengan tubuh kekar Lucifer menindihnya kuat.
Pemberontakan Athena semangkin dikunci Lucifer yang begitu brutal mengigit bibir Athena hingga mulut wanita itu lansung terbuka membuat akses lidahnya untuk masuk.
"Ehm!!"
Athena menggeram tertahan mencoba mendorong dada Lucifer tapi pria ini malah mengunci kedua tangannya keatas kepala sampai nafas Athena mulai terasa menipis.
Tapi, Bibir Lucifer semakin menghisap bibir Athena kuat sampai rasa kebas itu menggerogoti mulutnya, lidah Lucifer juga melakukan hal yang sama pada benda lunak tak bertulang itu sampai dada Athena naik turun menahan sesak nafas dengan wajah yang memucat.
Plup..
"Uhukk!"
Athena lansung menghirup udara dengan terburu-buru sampai terbatuk kecil menepuk dadanya yang mengisi ulang pasokan udara yang menipis.
"K..Kau uhukk!"
Athena ngos-ngosan masih dikungkung kedua lengan Lucifer yang menatapnya begitu intens dan penuh rasa tak suka, matanya mengkobarkan keggeraman membayang ucapan wanita ini.
"Ulangi!"
"K..Kau.."
"KATAKAN LAGI!"
Tekan Lucifer membuat Athena terdiam memejamkan matanya untuk menormalkan segalanya, sungguh ia berat untuk mengulanginya tapi ia benar-benar tak ingin dianggap sebagai wanita murah dan begitu egois.
"Kita tak punya hubungan apapun!"
"Kau berani, hm?"
"Yah! Kau tak akan sanggup hidup bersamaku!"
Jawab Athena menatap mata elang Lucifer yang memandangnya begitu rumit, ia melihat jelas sudut bibir Athena yang lebam dan merah hingga wajahnya perlahan melemah menduga apa yang telah ia lakukan.
"Maaf!"
"Aku..aku hanya wanita biasa yang tak bisa memahami apapun yang kau inginkan! mungkin kau sudah biasa bermain hati, mencintai seseorang tapi aku tidak.. aku.."
Athena menghela nafas untuk menahan semuanya sampai ia mengatakan isi hatinya yang tak ingin mempersulit.
"Aku tak pernah berhubungan hati sebelumnya, aku tak tahu bagaimana harus bersikap pada seorang kekasih, dan.. dan kau salah orang. aku bukan pasangan yang tepat bagimu!"
Suara Athena sampai bergetar mengatakannya membuat Lucifer lansung memeluknya hingga Athena benar-benar merasakan sesak didadanya, jujur yang membuat ia sakit hati hanya ucapan Jendral Guinter, ia tak punya siapapun untuk berkeluh kesah. ia juga tak ingin Neneknya tahu apapun yang ia alami.
"Aku..aku hanya anak tanpa ayah dan ibu. aku tak paham apapun, dan.. dan aku hanya wanita murahan!"
"Suttt! Tenanglah!"
Lucifer mengelus kepala Athena yang masih bisa mengendalikan dirinya walau nafas wanita ini begitu tersendat, Lucifer sangat salut akan penahanan emosinya yang kuat.
"Dan kau.. kau pergilah! aku akan membantumu keluar dari jalur hukum!"
Ucap Athena tersenyum kecil menatap Lucifer yang juga memandangnya. Athena tak menyalahkan Lucifer karna ia tahu ia yang salah, pantas jika ia dikatai wanita murahan karna ia pasrah saat Lucifer mengambil apapun darinya.
"Kau tak usah khawatirkan aku. aku bisa mengurus diriku sendiri, dan aku akan keluar dari Agen CIA setelah kau pergi!"
"Kenapa kau bicara begini, hm?" Lucifer mengusap sudut bibir Athena yang memar.
"Aku selalu ingin yang terbaik untukmu. aku tak pernah bersabar menunggu waktu esok saat ada jalan menuju penyelesaian masalah ini, tapi sepertinya kita tak cocok!"
Lucifer menggeleng cepat menagkup pipi Athena yang begitu membuatnya resah, ia juga salah karna mabuk sampai mengatakan hal yang tidak-tidak karna emosi.
"Tidak, aku yang salah. aku selalu marah tanpa mendengar penjelasanmu, aku minta maaf!"
"Tapi, aku.."
"Tidak. kau tak bisa begini, aku tak suka. Sayang!"
Athena menunduk berfikir mencoba mencari jalan keluar, ia tak ingin kejadian ini kembali terulang dengan sikap keduanya yang sama-sama keras.
"Sekarang bagaimana? aku sudah tak tahu lagi harus apa!"
"Yang jelas kau jangan mengatakan yang aneh-aneh seperti tadi, kau mengerti?"
Athena hanya diam mengurai pelukannya ke tubuh Lucifer yang lansung duduk mengikuti Athena yang melakukan hal yang sama. terlihat sekali raut resah di mata Athena tak bisa dijabarkan sama sekali.
"Kau pergilah!"
"Tidak! kau bicara apa? aku mohon maafkan aku!"
Pinta Lucifer menggenggam tangan Athena yang menatapnya rumit. jika sampai Jendral Guinter tahu dan menemukan buktinya maka ia tak lagi bisa menghendel segalanya.
"Untuk saat ini, kau jangan ke Venuz!"
"Maksudmu?" genggaman Lucifer menguat.
"Aku akan menyelesaikan urusanmu disini. kau tak perlu keluar dari Alaska!"
Tanya Lucifer dengan menohok, ia bisa melindungi dirinya sendiri tanpa harus ada rencana besar dari Athena. ia bergerak penuh waktu bukan ketergesa'an.
"Mereka terus mendesakku! belum lagi Kakakmu. kau dikelilingi orang-orang yang belum tentu juga perduli padamu, apa aku bisa tenang? aku mencintaimu tentu aku sangat mengkhawatirkanmu, Lucifer! tapi apa? kau malah minum, merokok dan bicara seakan-akan aku.."
"Apa kau sangat mencintaiku?"
Athena lansung menelan ludahnya kasar tanpa tahu ia tadi sudah sangat keceplosan bicara begitu gamblang tentang isi hatinya.
"A.. Aku.."
"Kau sangat mencintaiku, Ya?"
Athena menggeleng menepis jari Lucifer yang memeggang dagunya. entahlah amarah dan rasa sesak tadi menghilang begitu saja sampai membuat Athena malu dengan dirinya sendiri.
"Ti.. Tidak!"
"Em, benarkah? tapi tadi aku dengar kau begitu cemas dan mengatakan kalau kau sangat me.."
"Tidak! itu..itu aku hanya salah bicara."
Elak Athena tak ingin terlalu terlihat begitu na'if, bisa jatuh harga dirinya saat mengatakan ia begitu mencintai Pria angkuh ini.
Lucifer mengulum senyum geli, setidaknya rasa takut dan gelisah tadi berganti dengan rasa nyaman dan lega karna Athena masih bisa ia bujuk.
"Tadi kau mengatakannya!"
"Tidak! aku sudah lupa."
Ketus Athena mendorong bahu kekar Lucifer yang mendekat hingga mata tajam Lucifer melihat lengan Athena diperban.
"S..Sayang! ini.."
"Sudahlah, kau pergi saja!!"
"Apa aku yang melakukannya?"
Tanya Lucifer begitu khawatir menggenggam lengan Athena yang diperban, raut wajah cemas itu membuat Athena mendesir hangat hingga ia menarik tangannya pelan dari tangan Lucifer.
"Hena!"
"Apa aku hanya wanita murahan bagimu?" sendu Athena mulai menanyakan artinya bagi Lucifer.
"Aku.."
"Setiap kau marah, kau selalu mengatakan seakan aku mudah dijamah pria lain, apa aku serendah itu?"
Tanya Athena lagi serius hingga Lucifer menghela nafas halus mengumpati dirinya sendiri yang sangat brengsek.
"Tidak. Sayang! Tidak, aku..aku yang salah. mulutku ini tak bisa dijaga!"
Lucifer menepuk mulutnya keras membuat Athena terkejut lansung mencengkalnya.
"Kauu!!"
"Aku yang salah, aku minta maaf. kau jangan berfikir seperti itu lagi, hm? aku hanya terbawa emosi. tapi aku janji.. aku tak akan begitu lagi dan.. dan jika aku mengatakannya kau bisa pukul aku atau lakukan apapun agar aku sadar!"
Pinta Lucifer serius membuat Athena melemah dengan sendirinya. ia juga tak tega jika harus menyakiti pria ini. Lucifer sudah sangat baik dan menurut padanya tapi ia yang terlalu membangkang.
"Aku juga minta maaf, aku terlalu membangkang padamu."
"Hm. aku tak masalah jika kau tak saat melakukan hal kecil, tapi aku mohon.. aku mohon kau katakan padaku apa yang kau mau, yang kau ingin lakukan kedepannya agar aku bisa melindungimu. Sayang! hm?"
Athena mengangguk paham. Lucifer tersenyum simpul mengelus kepala Athena dengan lembut, ia menyelipkan anak rambut yang menutupi pipi Athena kebelakang telinga hingga ia leluasa memandangi wajah cantik ini.
"Kau tak marah lagi kan?"
"Hm, Tidak!" jawab Athena menunduk.
"Yakin?"
Tanya Lucifer menyelidik hingga ia menarik sudut bibirnya kecil melihat Athena salah tingkah ia pandangi dengan intens seperti ini.
"I..Iya, kau pergilah! aku mau tidur!"
"Aku juga ingin tidur!"
Lucifer menguasai Ranjang Minimalis Athena hingga tak ada tempat bagi tubuh ramping Athena untuk berbaring disini.
"Cifer! aku belum sepenuhnya memaafkanmu, pergilah!"
"Tadi kau bilang tak marah." acuh Lucifer membelit pinggang Athena mesra dengan wajah yang terbenam ke pinggul berisinya.
"Iya, tapi aku belum memaafkanmu. ini ranjangku dan kau pergilah!! Pintu kamarku kau rusak, dan sekarang kau.."
"Suttt! akan ku ganti 10 kali lipat, kau pilih saja yang mana!"
Lucifer lansung memejamkan matanya kembali ingin menyambung tidur ditengah keleggaan ini membuat Athena menggeram sangat ingin mencakar wajah Tampan menyebalkan ini.
"Aku masih marah padamu. dan sekarang kau keluar!!!"
"Tidak!"
"Tuan Gagak dan pria menyebalkan sedunia, aku mohon keluar. atau aku tak akan mencintaimu la.."
"Tapi aku mencintaimu, Nona Tikus!"
Athena memerah mendengarnya hingga ia lansung ingin pergi tapi sayangnya belitan Lucifer sangat erat sampai ia terperangkap dalam kungkungan pria ini.
......
Vote and Like Sayang..