Mysterious Love

Mysterious Love
Rasa bersalah yang mengurung batin!



Dilorong yang sunyi tepatnya dibelakang Rumah Sakit itu telah menjadi saksi bisu air mata yang lolos dari pelupuk netra sembab yang memandangi Poster yang terpapar Foto sang Nenek yang entah dari mana mereka dapatkan.


Bayangan dimana wanita tua itu selalu memanggilnya dengan penuh omelan disetiap pagi dan tak berhenti mendesaknya mencari laki-laki.


Rasa rindu yang tak terjabarkan itu memenuhi dadanya dikala sunyi ini mengantarkan kalimat makian dan semua hujatan yang terlontar seakan membuat dirinya menjadi seorang yang sangat hina di Dunia ini.


"N..Nek hiks!"


Gumam Athena mengelus separuh Poster yang terbakar memperlihatkan separuh wajah wanita tua ini. siapa lagi yang akan memarahinya ketika ia salah? siapa lagi yang akan memasakannya makanan enak dipagi hari dan Susu Alpukat yang segar? wanita itu sekarang sudah tiada.


"N..Nek hik, H..Hena..Hena m..merindukanmu dan.. dan kenapa kau.. kau pergi hiks, H..Hena tak bisa sendirian, Nek hiks, Tak bisa!"


Athena menangis mengenang semuanya sampai Rumah Kecil yang menyimpan banyak kenagan itu pun telah sirna padahal disanalah tempat ia hidup selama ini dengan Nenek Nuseta, perkebunan keci yang biasa ia dan wanita tua itu tanami sekarang sudah hancur bersama kenagan yang ada.


Tangis itu sampai mengalun tertahan dipendengaran Lucifer yang tengah berdiri dibalik Tembok dibelakang Athena yang masih terisak memeluk separuh Poster yang tadi terbakar itu.


Kepalan tangan Lucifer menguat menduga apa yang membuat Wanita ini bisa marah memukuli pria tadi dan jawabannya berada di Poster yang mereka peggang.


"N..Nek. hiks! H..Hena..Hena m..mau ikut, Nenek!!"


"Sayang!"


Athena hanya diam membatu dengan Lucifer yang lansung memeluknya dari belakang hingga membuat wanita itu memberontak ingin ditemani, ia ingin sendiri.


"Lepas!!!"


"Kau.."


"Lepas!! aku..aku ingin sendiri!"


Athena berusaha melepas belitan tangan kekar Lucifer ke perutnya tapi sayang pelukan pria ini semangkin mengerat bahkan Athena sudah berteriak.


"Lepas!!!! kau..kau pergilah!!! aku..aku ingin sendiri!!!"


"Tidak akan!"


"Aku..Aku mohon, hiks! b..biarkan aku sendiri!!!"


Isak Athena tak tertahan mendorong dada Lucifer untuk melepasnya tapi dengan segera Lucifer membalikan tubuh Athena lansung naik ke pangkuannya.


"Pergilah!!! kau tak mengerti, ha??" Teriak Athena tapi hanya dijawab wajah datar Lucifer yang bersandar ke tiang dibelakangnya.


"Kau tak bisa sendiri!"


"K..Kenapa? a..aku sudah biasa sendiri!! kau..kau pergi saja dengan mereka.. aku..aku bisa sendiri!!!"


Bentak Athena dengan air mata yang terus keluar membongkem dada Lucifer yang tak sanggup melihat wajah penuh kepiluan istrinya. kening pria itu tampak terukir darah yang mengering.


"B..Biarkan a..aku sendiri!"


"Kau punya aku lalu kenapa ingin sendiri? hm."


Tanya Lucifer menatap Athena lembut hingga ia yang tadinya begitu kasar bicara dan memberontakpun melemah menunduk tak berani menatap wajah tampan ini.


"K..Kau p..pria aneh. a..aku..aku anak dari seorang yang membunuh kedua orang tuamu dan.. dan kau masih membelaku, s..seharusnya kau..kau sama dengan mereka!! kau..kau membencikukan? kau..kau hanya menahan untuk.."


"Aku sudah berusaha!"


Athena terdiam menatap Lucifer dengan nafas tersendat dan sekugukan. bahkan hidungnya sudah merah menangis sedari tadi dengan hati yang sakit.


"Aku sudah berusaha membencimu dan.."


"D..Dan apa? C..Cifer kau, kau marah padakukan? aku..aku tak perlu kau berpura-pura me.."


"Kau pikir aku bersandiwara?"


Tanya Lucifer penuh penghakiman dengan tatapan tak percayanya pada Athena yang diam menunduk semangkin menangis. rasa bersalahnya membuat Athena merasa Lucifer tak akan mencintainya apalagi latar belakangnya sama sekali tak baik.


"Aku tak mengerti jalan pikiranmu seperti apa?!"


"Lalu apa? kau mau aku membencimu? ha! kau mau aku membunuhmu, begitu!!!!"


Bentak Lucifer tak tahan hingga Athena lansung terisak kembali membuat kesabaran Lucifer sudah sirna, ia sudah berusaha untuk melupakan segalanya dan menatap hidup yang sekarang tapi kenapa Athena tak bisa keluar dari rasa itu?


"Baik! kau ingin aku membencimu, kan?"


"C..Cifer kau.."


Lucifer menurunkan Athena dari pangkuannya hingga wajah Athena memucat dengan mata yang benar-benar terkejut.


"Mulai sekarang, aku membencimu dan kau hiduplah terus dengan rasa bersalahmu!"


"C..Cifer aku.."


"Kau yang memaksaku untuk ini!"


Lucifer lansung melangkah pergi membuat Athena histeris melemparnya dengan beberapa batu disampingnya.


"Kau sialan!!!! kenapa kau tak membunuhku saja, ha???"


Teriak Athena yang serba tak mengerti. apa yang harus ia lakukan sekarang? ia malu bertemu semua orang yang selalu menganggapnya hanya memanfaatkan pria itu. padahal ia sendiri muak kenapa Lucifer sangat baik padanya? kalau Cintapun seseorang juga punya batas akal untuk menerimanya.


Lucifer yang tak sepenuhnya pergi itu hanya diam bersembunyi dibalik atas sana melihat Athena yang terlihat kacau. ia yakin rasa bersalah pada wanita itu membuatnya mulai meraggukan segalanya.


"Master!"


"Biarkan dia sendiri. jangan ganggu apapun yang dia mau tapi tetap jaga dengan baik, dia hanya perlu waktu menerima semua ini."


"Baik!"


Berots mengangguk berdiri belakang Lucifer yang menatap Athena intens, sejujurnya ia tak mau seperti ini tapi kalau Athena selamanya terkurung dalam rasa bersalah itu maka kedepannya dia akan menjadi pribadi yang berbeda, suka menyendiri dan takut menatap keluar.


"Master! keadaan Tuan Cestor tak memungkinkan untuk menata kembali Alaska dan memimpin Negara Venuz, hanya anda yang bisa mengembannya, Master!"


Lucifer diam. untuk langkah pertama ia harus memusnahkan wanita sialan itu yang tak jera kehilangan satu asetnya.


"Hm, untuk malam ini. jangan mengangguku!"


"Anda mau kemana? Master!"


Lucifer mengepalkan tangannya kuat melihat Athena yang terlihat sudah lama menangis hingga wanita itu terlihat lemah bersandar ke tiang dibelakangnya.


"Membalasnya!"


"Baik. Master!"


"Rubah sikap kalian padanya! kalian hanya diperbolehkan diam memasang wajah datar seperti pertama bertemu, dan jangan katakan apapun soal urusanku!"


"Baik!"


Lucifer meloncat dari atap turun ke bawah hingga dengan cepat menjadikan dadanya penopang kepala Athena yang sudah pingsan dengan sendirinya.


"P..Pergi!"


Lirih Athena tanpa sadar memeluk erat Lucifer yang menatapnya dengan rumit tapi penih kasih sayang. jika cara lembutnya tak bisa mengurangi kurungan masa lalu itu maka ia akan membuat keadaan sama seperti pertama mereka bertemu.


"Apa aku terlalu lembut padamu? aku sudah berusaha. Sayang! aku sudah berusaha melukaimu tapi aku tak bisa. dan aku mohon, setelah ini kau berfikirlah kedepan. hm?"


"P..Pergi!"


Lucifer lansung mengecup kening Athena lembut lalu menggendong ringan tubuh jenjang ini kembali ke Ruang Rawatnya. sepertinya ia harus merubah cara bermain dengan para manusia sialan itu sekarang.


......


Vote and Like Sayang..


Menuju tahap akhir 😂..