Mysterious Love

Mysterious Love
Tabrakan!



Tatapan mata wanita berambut emas itu lansung berbinar saat melihat kedatangan Mobil yang sedari tadi ia tunggu-tunggu bahkan ia sudah tak sabaran menanti waktu untuk berputar cepat.


Hera sampai salah tingkah saat melihat Lucifer keluar dari Mobilnya dengan Jaket coklat Cool yang pas dengan penampilannya yang Maskulin Sexsi dengan Topi dan Masker menyempurnakan semuanya.


"Kau semangkin Tampan saja."


Gumam Hera tersenyum cerah menyambut Lucifer yang membuatnya semangkin panas saat langkah tegas pria itu terhenti tepat didekatnya dengan jarak 3 meter.


Mata elang Lucifer manatap dingin Hera yang terlihat cantik dengan Mantel bulu yang diterpa angin pantai ini, suara deru ombak menghantam karang terdengar nyaring dan sangat segar tapi Lucifer tak tertarik akan semua ini.


"Hm!"


"Cifer! sekarang aku tak akan formal karna kita.."


"10 menit!"


Hera terdiam menelan ludahnya kasar mendengar suara kelam itu hingga ia harus bisa melakukannya dengan sangat baik.


"Begini! Nyonya Violette tiba-tiba menghilang bersama President Arcules tadi malam setelah rundingan rapat pemindahan kedaulatan ke tangan Cestor, dan kau tahu kalau pihak kepolisian mencari mereka tapi tak ditemukan."


"Lalu?" datar Lucifer enggan berbanyak kata.


"Dan yang ditemukan disana adalah.."


Hera menyeringai membuat Lucifer mengepalkan tangannya kuat dengan raut wajah mengeras membekukan membuat Berots yang ada dibelakangnya ikut tersengat.


"Aku akan katakan asalkan kau melibatkan aku dalam rencanamu!"


"Sialan!"


Lucifer berbalik pergi hingga Hera lansung panik berusaha untuk mencegahnya.


"Kau membutuhkan aku untuk membuat Athena membencimu. Cifer!!!"


Lucifer hanya diam melangkah kembali ke Mobil hingga Hera mau tak mau harus merendahkan harga dirinya lagi bahkan tak akan pernah berhenti mengemis.


"Aku mencintaimu!! akan ku lakukan apapun agar Athena membencimu bahkan dia tak ingin mengenalmu lagi!!"


"Bungkam dia!"


Titah Lucifer pada Berots yang mengisyaratkan anggotanya membekap Hera yang melawan hingga terjadi pertarungan kecil dengan teriakan Hera masih menyambar bak kilat yang tajam.


"Kau membutuhkan aku!!!! aku berjanji akan pergi asalkan kau sekali saja berkencan denganku, Cifer!!!"


Lucifer menghentikan langkahnya membuat Berots terkejut. apa Masternya akan melakukannya? tapi itu pasti sangat menyakitkan bagi Nonanya.


"Master!"


"Hm!"


Luciger berbalik memasukan kedua tangannya disaku celana seraya mengisyaratkan agar para anggota itu membawa Hera mendekat membuat Berots benar-benar pucat ditempatnya.


"M..Master. anda sedang a.."


"Cifer!"


Hera berbinar mendekati Lucifer yang hanya menatapnya dingin tak ada harga sama sekali. wajah Hera begitu sangat senang bak mentari siang yang bersinar terang sampai bibirnya terus tersenyum menduga.


"Cifer! percayalah, aku akan membantumu. Athena pasti akan sangat malu jika dia tahu kalau dia anak seorang pembunuh kedua orang tua suaminya, kau bisa membuat dia menjauh. Cifer! aku...aku akan.."


Plakkk...


Satu tamparan itu terluncur telak membuat mereka semua tercekat kuat mematung diam saat Berots memberi 5 jari panasnya ke pipi Hera atas isyarat Lucifer yang menyeringai iblis dibalik maskernya.


Waktu seakan terhenti membuat Hera memucat menatap Berots dengan angkara murka yang nyata.


"Kau sadar apa yang kau katakan itu?" Geram Berots tak habis pikir dengan obsesi wanita ini. sedari dulu selalu egois memimpin mereka.


"Kauu!!"


"Lagi!"


Berots menamparnya kembali hingga Hera tersungkur ke pasir didekat Mobil dengan tatapan sendunya memandang Lucifer yang sangat jijik melihatnya.


"Aku sudah memberimu kesempatan menjadi anggotaku yang baik, tapi sayangnya kau menuli!"


"C..Cifer!"


"Hanya pria pecundang yang membawa wanita lain dalam kehidupan Rumah tangganya sendiri, untuk membuat Istriku membenciku aku punya banyak cara tapi bukan dengan.."


Lucifer menjeda ucapannya menatap penuh intimidasi kearah Hera.


"Dengan menyenangkan wanita sepertimu!"


"Air matanya terlalu mahal untuk itu!"


Lucifer lansung masuk ke Mobilnya dengan angkuh hingga Berots menatap penuh peringatan Hera yang tak lagi bisa di Toleransi sama sekali.


"Ingat itu! pikirkan harga dirimu, itupun kalau kau masih punya!"


Hera mencengkram pasir dibawahnya menatap Berots penuh amarah yang telah masuk kedalam Mobil setelah mempermalukannya dihadapan anggota lainnya.


"Aaaaaa!!! Brengsek!!!"


.......


Athena terkejut saat ia ingin keluar dari Rumah untuk ke Markas besar ia lansung dibuat heran saat Dokter Wiliam datang dengan rombongannya hingga wajah wanita itu terpangku hening.


Dokter Wiliam yang menatap Athena sedikit gerogi jika harus serumah dengan wanita ini tapi apalah dayanya karna nyawanya tengah dipeggang Sahabat Luknatnya itu.


"Nona!"


"Kau!! kenapa kesini?"


"Saya bertugas di Rumah Sakit terbesar Kota ini, semalam anggota Master memanggil saya untuk menangani Nenek anda karna keadaannya belum stabil!"


Jelas Dokter Wiliam menutupi Lucifer yang tak ingin Istrinya tahu soal permintaannya hingga ia harus ikut ambil dalam kisah rumah tangga pria temprament satu itu.


"Iya, tapi siapa yang menyuruhmu?"


"Saya mendata semuanya hingga Team medis kami ingin menolong anda!"


Athena termenggu diam menatap ke pekarangan rumahnya yang sudah berhenti hujan hingga ia tak menemukan satu sosok yang selalu menganggu pikirannya.


"Hm, aku titip Nenekku. jaga dia baik-baik aku harus keluar sebentar."


"Baik. Nona!"


Athena mengangguk memasang Jaketnya lalu melangkah pergi keluar membuat Dokter Wiliam menghela nafas halus, ia dipindahkan dari Lab besar ke rumah kecil ini oleh Masternya yang benar-benar sudah hilang akal itu.


"Nasipmu memiliki Bos yang Egois!"


Gumam Dokter Wiliam melangkah masuk dengan para anggota membawa barang-barangnya kedalam.


Sementara Athena. ia dibuat heran saat tak biasanya Madam Mery tak keluar sedari kemaren, biasanya wanita itu selalu memantu didepan rumah dengan tetangga yang lain.


"Kemana mereka semua?"


Gumam Athena bingung menatap kesekelilingnya yang sunyi hingga ia masa bodoh melangkah menuju jalan sempit yang biasa ia lewati. disepanjang perjalanan Athena merasa selalu diawasi hingga ia sangat risih mempercepat langkahnya melewati rumah tua basah itu hingga menyalip dibeberapa pohon menghilang begitu saja.


"Sial!! siapa itu?"


Athena mengumpat hingga ia menggerutu disepanjang jalan sampai tak menduga ada Mobil yang datang dari arah seberang jalan kota yang sudah ia tapaki keluar dari semak-semak.


Langkah Athena yang tadinya cepat seketika terhenti ditepi jalan saat melihat ada anak kecil yang makan Ice Cream disapingnya ingin menyebrang tanpa didampingi orang tuanya.


"Hey!"


"Kakak!" bocah berkuncir kuda itu mencengir menatap Athena yang entah mengapa ia suka Ice Cream itu.


"Em, ayo Kakak bantu menyebrang!"


Atehena memeggang tangan mungil itu seraya melihat beberapa orang yang mengerumuni jalan yang cukup ramai dikelilingi para pejalan kaki dan kendaraan yang lalu-lalang secara stabil.


Athena fokus bicara para bocah 7 Tahun itu seraya melihat sekelilingnya tapi ia tak melihat Mobil hitam yang tadi sudah melesat kearahnya karna kerumunan banyak orang.


"Kak! kau suka Ice-Creamnya?"


"Em, nanti Kakak beli sendiri, lain kali jangan menyebrang sendirian dan.."


"Nona!!!!"


Teriak beberapa orang disekelilingnya pada Athena yang bingung hingga melihat kebelakang dengan mata melebar memandang Mobil pekat yang kehilangan kendali melaju kearahnya hanya berjarak beberapa meter.


"Nona!!!!"


Athena mendorong bocah kecil itu ke tepi hingga ia tak sempat menghindar dan..


Brakkkk...


....


Vote and Like Sayang..