
Mereka semua kembali menatap Athena yang dihujami pertanyaan yang sangat membuatnya begitu geram sekaligus tak ingin memperpanjang pembahasan ini.
Tapi, jika ia tak menjawab maka Jendral Guinter akan semakin menanyainya terus sampai jawaban itu keluar tentu tak akan juga membuat perubahan atas kecurigaannya.
"Kenapa?"
"Karna aku seorang pengabdi Negara. dia itu adalah Tuan Muda Kedua Negara ini, jika kalian terus menduganya dengan hal buruk tapi tak ada pembuktian itu bisa terkena Sanksi!"
Tegas Athena lalu berdiri mengambil Ransel hitamnya, melihat itu Dames juga ikut berdiri karna cukup merasa panas dengan pertemuan kali ini.
"Jika tak ada lagi yang dirundingkan aku pergi!"
"Kau harus terus mendekati Tuan Muda Keluarga Hermes terutama Cestor."
"Hm. baik! aku permisi!"
Athena pamit melangkah pergi dengan Dames yang ingin mengikuti tapi ia dicegat oleh suara Jendral Guinter.
"Awasi dia!"
"Jendral! itu Kapten, dia tak mungkin be.."
Dames terdiam saat pandangan Jendral Guinter begitu menusuk kearahnya, ia mulai melihat sesuatu dari mata Athena saat menyebut nama Lucifer dengan begitu lembut.
"Kaptenmu itu Manusia, dia punya hati yang juga bisa lemah."
"B..Baik. Jendral!"
Dames mengangguk lalu kembali menyusul Athena dengan pandangan rumit dari Jors, ia sangat mengaggumi Athena karna jiwa mandiri dan ketegasan wanita itu dalam bicara, semuanya terlihat sempurna tapi sangat susah didekati.
......
Athena terus melangkah menyusuri jalan gelap biasa ia datang kesini. telinganya menuli saat mendengar panggilan Dames yang terus meneriakan namanya seraya berlari membuntuti.
"Kapten!!!"
Dames berlari menyeret perut berlemak itu mengikuti Athena yang terus melangkah hingga ia melewati beberapa tangga kebawah untuk sampai ke pintu Gerbang Gedung ini.
"Ka..Kapten!" Dames sampai dengan nafas memburu.
"Hm."
"Jalanmu sangat cepat, aku serasa ingin menggelinding disini."
Ucapan jenaka Dames tak mendapat respon dari Athena yang tetap membisu terus melangkah hingga keluar dari Gedung melewati beberapa penjaga yang memberi hormat pada Dames yang mengangguk.
"Kapten! ayo ke Mobil!"
"Kau pergi saja!"
"Ayolah, kau tak seharusnya marah tadi."
Athena hanya diam terus melangkah sendiri menuju Gerbang sampai Dames terhenti tak mampu lagi bergerak hanya menatap Athena dengan sendu.
"Kapten!!!! ayo ke Mobil!! aku bisa di goreng Nenekmu!!!!"
Namun tetap saja Athena diam menghilang dalam kegelapan hingga membuat Dames mendegus, ia melangkah kembali ke Mobilnya dengan umpatan pada Jendral Guinter.
"Lihatlah, kalau Kaptenku marah siapa yang susah? aku bukan Jendral yang membuat hatinya panas. sekarang aku harus merayu hatinya, memang menyebalkan!"
Gumam Dames menyalakan mesin Mobil untuk kembali pulang, ia yakin kalau Kaptennya baik-baik saja karna wanita itu sangat keras.
Sementara Athena, ia masih berjalan sendirian disunyinya malam ini. ia melewati jalan setapak yang tak ada orang. hanya ada sinaran rembulan yang menjadi penerang mata tajam Athena yang tengah bergelut.
Jika aku mengungkapkan jati diri Lucifer secepat ini, maka tak akan ada yang percaya padaku. mereka semua hanya akan menganggap aku mendukung penjahat dan mendesakku untuk menjebak, Lucifer.
Athena terus berfikir keras hingga ia membelokan kakinya tak menuju jalan pulang, melainkan ia meloncat keatas pagar beton Rumah Tinggi Tua yang jauh dari keramaian.
"Sudah lama aku tak kesini."
Gumam Athena naik keatas atapnya hingga dari sini ia bisa melihat pemandangan disekitarnya. kerlip lampu jalan dan keindahan lampu Neon yang berkedip lucu.
"Tikus pembangkang!"
Degg..
Athena terkejut lansung menoleh kebelakang. seorang pria dengan Jaket hitam bertopi itu berdiri tegap dalam kegelapan tapi masih ia lihat diremangan bulan diatas sana.
"C..Cifer!"
"Hm!"
Dengan langkah santai tanpa takut terpeleset Lucifer melangkah mendekati Athena yang mematung diam berdiri tepat diatas atap yang sudah rapuh, tapi entah kenapa keduanya pandai memposisikan diri.
"Kenapa kau kesini?"
"Menjemputmu!"
Jawab Lucifer seraya berdiri disamping Athena dengan kedua tangan masuk ke saku jaketnya, ia menatap kearah tadi Athena memandang hingga gambaran indahnya kota ini terpampang dimatanya, tapi tak menarik bagi Lucifer.
"Kenapa?"
"Aku masih ingin disini!"
Jawab Athena duduk dengan kedua lutut ia tekuk menatap datar kedepan tanpa ada kalimat susulan, sangat dingin dan datar.
"Mereka bicara apa?"
Athena hanya diam hingga Lucifer ikut duduk disampingnya dengan posisi yang sama, semuanya hening seakan menikmati desiran angin dan suara serangga yang bernyanyi.
"Mereka mencurigaimu!"
"Tentang?"
"Identitasmu!"
Jawab Athena datar tapi terselip perasaan resah yang tak akan ada yang bisa memahaminya kecuali Lucifer, pria itu ikut dalam pemikiran Athena yang begitu mengantisipasi apapun.
"Mereka tak akan bisa menangkapku!"
"Tapi apa kau mau hidup begini terus, ha?"
Sambar Athena dengan suara menghakimi. tak bisa ia bayangkan kalau kedepannya Lucifer selalu diburu, bernafas saja ia tak akan tenang disini.
"Kau..Kau tak mengerti, jika kau sampai ditangkap. maka hukuman bagimu tak main-main. Cifer! kau..kau akan dihukum mati!! hukuman mati kau tahu kan?"
"Aku.."
"Cobalah berfikir! berapa banyak orang yang akan menuntut kematianmu, mereka semua akan sangat menunggu saat kau dinyatakan bersalah di Exsekusi dan.."
Grep..
Lucifer lansung menarik Athena dalam pelukannya hingga ia bisa merasakan degupan jantung Athena begitu kuat dengan deru nafas wanita ini memburu, sangat khawatir dan mencemaskannya.
"A..Aku takut!"
"Suttt! tenanglah, itu semua tak akan terjadi. jangan mencemaskan hal yang belum tentu terjadi, Sayang!"
"Tapi, tapi bagaimana kalau itu..."
"Hey, lihat aku!"
Lucifer menangkup kedua pipi Athena yang lansung menatapnya, walau hanya remangan tapi wajah keduanya begitu jelas terukir dihati masing-masing.
"Tidak ada hal buruk yang akan terjadi, kita akan tetap bersama. aku sudah bilang padamu kalau aku akan pergi jika aku MATI. aku masih hidup, Sayang!"
"Kau janji?"
"Hm, Janji! aku tak mungkin meninggalkan Istriku sendiri."
Athena lansung terkekeh kecil menepuk dada bidang Lucifer yang tersenyum kecil mengelus kepala Athena. ia lega saat wanita ini tak dingin seperti tadi.
"Kita belum menikah, Gagak!"
"Aku tak perduli, yang jelas aku SUAMIMU dan kau ISTRIKU!"
"Cih, sangat Arogant!"
Gumam Athena bersandar ke dada bidang Lucifer yang perlahan mengiringnya berbaring diatas dengan kepala Athena yang masih ada didadanya.
"Tumben malam ini bintangnya banyak, Sayang!"
"Itu berarti kita akan punya banyak anak!"
"Cifer kau!!"
Athena lansung menggeram kesal mendengarnya, sementara Lucifer terkekeh kecil mengecup puncak kepala Athena yang masih menatap keatas sana, begitu indah dan menenagkan.
"Aku ingin punya anak perempuan!"
"Kenapa?"
"Karna pasti dia akan setangguh dan secantik, Momynya!"
Athena lansung memerah mendengar ucapan yang sangat manis itu. entahlah saat bersama Lucifer ia menjadi wanita berbeda begitu juga sebaliknya.
"Cih, aku belum hamil. Tuan!"
"Harus Hamil, aku akan berusaha keras setiap malam!"
Athena bertambah terhibur dengan ucapan halu Lucifer tapi ia yakin pria ini tak akan bicara begitu saja, tak ada bualan disetiap kata yang dilontarkan.
....
Vote and Like Sayang..