
Perlahan mata pria itu mengkerut saat secercah cahaya dibalik tirai sana menerobos masuk hingga menajam dipelupuk netranya, kerutan didahinya tercipta merasakan pusing yang teramat dikepalanya.
"Sss.. Sial!!"
Umpat Lucifer memeggangi kepalanya yang sangat-sangat berat dan berputar membuat ia terdiam sejenak mengumpulkan kesadaran dan barulah ia membuka matanya menatap kearah samping.
"Dia pasti dikamar mandi."
Gumam Lucifer kembali memejamkan matanya menunggu Wanita Galak itu keluar karna biasanya Athena memang selalu dikamar mandi saat pagi-pagi begini.
Lama Lucifer berbaring diatas Ranjang sesekali menatap ke pintu kamar mandi, hatinya mulai merasa tak nyaman hingga ia bangun mengusap wajahnya dengan tangan.
"Hena!!!"
Suara Lucifer lantang agak serak khas bangun tidur. tak ada jawaban dari dalam sana membuat Lucifer bangun turun dari ranjang lansung menatap kearah lantai yang sudah bersih.
"Apa dia bersih-bersih pagi-pagi begini?"
Gumam Lucifer mendecih lalu melangkah kekamar mandi dengan lunglai, ia masih belum sadar dengan perban ditangannya.
"Hena!! kau didalam?"
Lucifer mengetuk pintu kamar mandi tapi tak ada jawaban membuatnya mendorong pintu itu pelan dengan mata menyipit menatap kedalam.
"Hena kau.."
Tak ada orang, bahkan sisa air untuk mandi atau wangi sabunnya juga tak ada. tak biasanya wanita itu begini. tapi bisa saja dia memasak atau mengerjakan sesuatu dibawah.
Pikir Lucifer apa adanya. ia menyambar handuk diatas meja rias lalu masuk kekamar mandi mulai melakukan ritual wajibnya dengan sangat bersih.
Namun, saat ia memeggang Shower mata Lucifer terhenti menatap Perban ditangannya yang sudah rapi melingkar sempurna.
"Aku kenapa?"
Gumam Lucifer agak aneh dengan dirinya sendiri. tapi ia termenggu saat mengigat kalau ia tadi malam mabuk berat dan pergi keruang bawah tapi ia tak ingat kejadian setelahnya.
"A..Apa aku melukainya?"
Gumam Lucifer lansung melempar Showernya kelantai lalu berlari keluar dengan wajah yang benar-benar khawatir menerobos pintu yang ia buka kasar.
"Hena!!!!"
Panggil Lucifer melangkah turun ketangga menuju lantai bawah tempat ruang makan. jantungnya terus memberontak takut-takut jika ia benar-benar melukai wanita itu.
"Hena!!!"
"M..Master!"
Para Pelayan yang menunduk berderet diam saat kedatangan Lucifer ke dapur dengan baju kaosnya agak basah. mata Lucufer lansung menatap Pantri dan tempat memasak tapi tak ada wanita itu disana.
"Kemana wanita itu?"
"A.. M..Master!"
Gugup mereka saling pandang memucat membuat Lucifer mendekat dengan wajah mengeras dan khawatir yang teramat.
"DIMANA???"
"N..Nona dia.."
"Apa dia terluka? apa semalam dia ku pukul atau..atau bagaimana?"
Tanya Lucifer panik membuat mereka tak tega mengatakan ini. lidah mereka keluh untuk mengatakan 'Dia sudah pergi'. dan pasti hati Masternya akan hancur pagi buruk melandanya kembali.
"Hena!!! Hena kau..kau dimana?"
Lucifer melangkah ke dekat dapur melihat semuanya hingga Koki khusus disana pun hanya bisa diam menunduk membiarkan Lucifer melihat kesemua sudut tapi tak ada wanita itu disini.
"Hena!!! kau..kau didalam?"
Tanya Lucifer mengetuk Gudang tapi juga tak ada orang hingga wajahnya mulai mengeras menatap penuh penghakiman pada semua orang disini.
"KEMANA DIA????"
"Pergi!"
Duarrr..
Lucifer termonjak kaget dengan kata itu hingga ia menatap Hera yang berdiri diatas tangga dengan lengan diperban perlahan melangkah ke bawah.
"P..Pergi?"
"Hm, dia pergi tadi malam saat kau tak sadarkan diri. Master!"
Ucap Hera membuat kepalan tangan Lucifer menguat dengan rahang mengetat begitu marah dan tampak kelam.
"Dan kalian membiarkannya!!!!"
Brakkkk..
"Aaaa!!!"
Para Pelayan sana memekik keras saat Lucifer meninju pintu disampingnya sampai remuk redam disertai kayu yang berserakan dilantai.
Mata Lucufer berubah menajam ganas mendekati mereka yang mundur karna merasa dicekik dengan aura kelamnya yang membunuh.
"Dia pergi dengan kemauannya sendiri! saat Master menyiksa Teman-temannya dia sudah membencimu dan tak ingin lagi mengenalmu, dia pergi setelah mengancam akan menghancurkan Alaska jika kau masih mengusik Masyarakat Venuz."
"Sialan!!!!"
Brakkk..
Lucifer menerjang meja makan disampingnya mendengar ucapan Hera barusan. tatanan makanan yang tadi disiapkan seketika hancur berantakan dibawah sana membuat mereka gemetar menegguk ludahnya kasar.
"Dia pergi!!!!!"
"Master! kendalikan diri anda!"
Lucifer tak perduli menendang apapun dihadapannya sampai membuat Hera merasa sangat jengkel dibuatnya.
"Dia Pergi!!!!"
Grett..
Mereka terkejut saat Lucifer mencekik Hera yang membulatkan matanya terkejut sekaligus panik dengan wajah memucat memeggang lengan kekar Lucifer yang mencengkram lehernya kuat sampai ia merasa tulangnya mau remuk.
"Kau kan?"
"A.. M..Master Uhukk!!"
"Kau yang membuat dia tak nyaman disini!!!!"
Brughh..
Lucifer menghempaskan tubuh Hera ke serakan makanan sana membuat mereka memucat menatap wajah merah padam dengan angkara murka yang kuat diwajah Masternya.
"Dia..Dia tak mungkin bisa pergi. kalau bukan karna kau!!!!"
"A..Aku..Aku tak tahu apapun. Master! a.. aku.."
Srett..
Lucifer menarik rambut Hera membuat wanita itu meringis tertahan merasakan rambutnya ingin terlepas dari kulit kepalanya.
"M..Master!"
"Katakan dimana dia???"
Hera menggeleng tak tahu hingga membuat darah Lucifer mendidih ingin mengoyak mulut sialan ini tapi ia dihentikan oleh sesuatu.
"M..Master!!"
Lucifer beralih menatap kepala pelayan yang baru saja Turun selesai melihat area lain. para anggota dibawah sana tak berani naik keatas takut terkena imbasnya dari amarah berkobar Jiwa Gila pria ini.
"Kau juga?"
"T..Tidak. t..tapi.. se..semalam Nona Athena menitip pesan pa..."
"Apa?"
Lucifer lansung mendekat melepas kasar cengkramannya ke rambut Hera. matanya terlihat begitu menantikan Pesan itu.
"Dia..Dia bicara apa? cepatlah!!!!"
"Nona bilang anda harus melihat sesuatu di Galery Ponsel anda!"
Lucifer lansung bergegas berlari keatas sana membuat mereka memucat tapi agak lega karna kekacauan ini setidaknya berhenti sesaat.
"N..Nona. apa..apa anda baik-baik saja?"
"Kenapa kau katakan itu, ha??"
Geram Hera membuat Kepala pelayan itu menunduk. jika tak ia katakan maka Masternya akan murka sampai menghancurkan semua orang disini, ia juga tak tega karna pesan yang disampaikan Nona Athena itu sangat lembut dihatinya.
"M..Maaf, tapi Master akan membunuh kita semua!"
"Sialan!!!"
Hera mengumpat berdiri menatap arogant mereka yang menunduk diam.
.......
Lucifer lansung masuk kedalam kamarnya. ia melangkah cepat mendekati meja mencari Ponselnya sampai menarik Laci kuat jebol begitu saja.
"Dimana?"
Gumam Lucifer menarik selimut hingga melemparnya asal ke lantai dan melempar bantal kebawah sana sampai ia tak menemukannya membuat amarah Lucifer meluap ingin membalikan Ranjang ini tapi ia melihat benda itu terselip diantara sudut ranjang.
"Hena!"
Gumam Lucifer mengambil benda itu cepat hingga ia lansung menghidupkannya dengan tergesa-gesa mencari Galery Ponselnya.
Mata tajam Lucifer mencari apa yang ada disini hingga ia menemukan satu Vidio dengan wajah cantik wanita itu terpampang jelas.
"H..Hena!"
Gumam Lucifer menekan tombol putar hingga Vidio ini mulai bergerak.
"Hey!!"
Mata Lucifer menatap lemah wajah cantik Athena yang terlihat tergores oleh sesuatu sampai berdarah membuatnya sampai menduga kalau ia yang melakukan ini.
"Mungkin kali ini aku sedikit berbaik hati! aku berfikir kau masih bisa membenahi hidupmu dan menatap masa depanmu sendiri, aku ingin kau si penjahat. dan pria tak waras agar menjadi pria waras seperti laki-laki diluar sana, sudahi meminum Alkohol saat perut kosong apalagi Merokok, kau bisa mati sia-sia!"
"H..Hena!"
Gumam Lucifer sangat lirih masih sanggup berdiri mendengar kalimat lembut dan sangat menangkan itu. rasanya hati yang tadi begitu sesak dan dipenuhi rasa khawatir berganti dengan rasa tenang karna raut perduli Athena walau wajahnya masih terkesan Angkuh.
"Aku akan pergi! sedari awal kau dan aku hanyalah sebatas Polisi dan Penjahat, dan kau jangan pernah melukai orang-orang yang tak bersalah. bermain cantik itu lebih baik dari pada membuat dirimu sendiri sebagai Monster, kau mengerti?"
Degg..
Lucifer lansung lemas terduduk dipinggir ranjang dengan bongkeman rasa sesak yang tak bisa ia jabarkan menyekang pernafasannya. matanya mulai memanas melihat kesemua sudut ruangan ini lalu menatap layar Ponselnya yang masih memperlihatkan wajah Athena.
"K..Kau..Pergi?"
Gumam Lucifer masih tak menyangka hingga ia diam mencengkram pinggir Ranjang ini dengan kuat menahan semua hujaman kesesakan dihatinya.
"K..Kau Pergi!"
Gumam Lucifer terkekeh kecil menatap kearah samping tempat tidur, rasanya sangat sakit dan kosong membuat matanya tak ingin lagi melihat kemanapun.
"Aaaaa!!! Sialan!!!!"
Lucifer mendorong Meja disampingnya kebawah lantai hingga ia meluapkan semuanya didalam kamar ini. menghancurkan barang-barang yang tak perduli itu berharga atau tidak yang jelas dadanya sangat sesak.
"Kau pergi!!!!! kau pergi!!!"
Vote and Like Sayang..