
Semuanya berlarut begitu saja. setelah tadi pagi keduanya bertemu sekarang Lucifer kembali pergi entah kemana tanpa pamit pada Athena yang termenggu disamping Neneknya.
Terkadang perlakuan pria itu begitu membuat ia tak mengerti sampai sekarang kenapa Lucifer seperti tak nyaman dengannya dan sering pergi keluar lalu ditelfon tak akan aktif nomernya.
Apalagi, Nenek Nuseta tak kunjung sadar membuat Athena benar-benar dilanda kekhawatiran yang besar.
"Nek!"
Panggil Athena mengguncang lengan Nenek Nuseta yang masih memejamkan matanya hingga Athena menghela nafas halus.
"Nek! kenapa Lucifer tadi pergi buru-buru dan dia tak pamit padaku?"
Tanya Athena yang tak tahu soal itu semua. ia merasakan jelas Lucifer mencoba menghindar darinya dan tak lagi mau berditatap wajah apalagi bicara lama, hanya kata singkat dan tak ia mengerti.
"Tak biasanya dia begitu, Nek!"
"Kapten!"
Athena tersigap saat suara Dames dari arah pintu sana hingga Athena lansung merubah raut sendunya menjadi datar seakan tak terjadi apapun.
Dames yang tadi baru datang karna mendapat kabar dari seseorang yang memberi pesan padanya kalau Nenek Nuseta sakit dan Athena butuh teman hingga ia kesini.
"Kenapa kau kesini?"
"Nenek kambuh, ya!"
Gumam Dames mendekat kearah Athena yang hanya diam menggenggam tangan keriput Nenek Nuseta dengan lembut membuat Dames menjadi prihatin. Athena sangat menyayangi Neneknya dan tentu dia akan sangat terpukul dengan Dropnya wanita senja ini.
"Kau tenang saja. Nenek pasti sembuh dan kembali cerewet. dia pasti lelah."
"Hm!"
Athena hanya menjawabnya dengan gumaman kecil dengan hati yang tak terobati, ia pikir tadi Lucifer akan hadir disini menenagkannya yang butuh pelukan hangat itu tapi sayangnya pria itu pergi, Cihh. mungkin dia punya urusan penting.
Pikir Athena berpositif saja karna ia yakin Lucifer tak akan mengecewakannya.
"Kapten! apa kau sudah makan?"
"Aku tak lapar!"
"Ayolah, tadi aku dapat kiriman. makananya ku bawa kesini, ayo temani aku makan!"
Athena menggeleng datar hingga Dames menghela nafas berat memeggang bahu Athena lembut.
"Kapten! kalau Nenek tahu kau begini dia akan tambah Drop, dia akan kecewa saat kau kurus tak cantik lagi hingga kau jadi Perawan Tua!"
"Kau!!"
"Aku serius. Kapten!"
Dames menghindar saat Athena ingin melemparnya dengan Vas diatas nakas hingga cengirannya muncul seakan menarik rasa jengah dikepala Athena.
"Ayo, Makan! kalau tidak aku akan mengadukan ini pada Nenek nanti!"
"Tidak! aku tidak lapar, lagi pula tadi aku makan Roti dan susu, itu sudah cukup!"
Bantah Athena keras kepala hingga Dames mendecah kasar memainkan Ponselnya. satu pesan itu masuk dengan panggilan Jendral Guinter masuk.
Dames menatap Athena yang terlihat belum siap menerima misi dan pasti akan jadi beban bagi wanita ini, merasa diperhatikan akhirnya Athena menoleh hingga menatap wajah Dames yang berat.
"Apa?"
"Jendral menelfon!"
Benar saja, wajah Athena terlihat semangkin murung karna pasti pria paruh baya itu punya satu rencana lagi untuknya.
"Angkat!"
"Sebaiknya tidak Kapten. dia.."
"Angkat!"
Dames pasrah mengangkatnya hingga sambungan itu aktif dengan Speker yang menyala.
"Jendral!"
"Kau dimana? kenapa Athena tak bisa dihubungi?"
"Em, aku di rumah Kapten. Jendral! Nenek Nuseta sakit."
Jawab Dames masih memandang Athena.
"Berikan Ponselmu padanya!"
"Ini.."
Athena mengambilnya hingga ia tak bersuara sama sekali mendengarkan dengan teliti.
"Kau sudah mendapat Informasi baru? apa Lucifer itu memang dalang dari kejahatan di Venuz?"
"Aku tak tahu!"
Tak ada sahutan disana hingga Athena hanya diam dengan suara deru nafas memburu yang terdengar.
"Kau ini kenapa? ini sudah berhari-hari dan kau masih belum mendapatkan apapun. kau pikir aku tidak tahu kalau kau sering keluar dengan Pria itu, ha?"
"Aku tak tahu apapun!"
"*Omong kosong! kalau sampai aku tahu kau menyembunyikan sesuatu, kau akan menyesal!! ingat aku yang.."
Tutt*..
Athena lansung mematikannya dengan wajah yang mengeras. sudah ia pastikan kalau pria itu akan mengungkit masalah itu lagi membuat Dames cepat mengambil ponselnya.
"Sialan!!"
"Kapten! jangan diambil hati, Jendral memang keras seperti itu."
"Keras? dia hanya memanfaatkan kita!"
Geram Athena hingga Dames diam mencoba mengutarakan apa yang selama ini ia pikirkan. ia rela berkorban pekerjaan asal Kaptennya tak terus direndahkan begini.
"Kalau begitu kita berhenti saja."
"Aku tak bisa."
"Kenapa? Kapten! aku tak masalah jika berhenti lagi pula aku anak mentri!"
Tanya Dames pada Athena yang muram. jika ia berhenti maka bagaimana nasip Lucifer? ia masih menyembunyikan pria itu dan ia tak akan tahu tindak lanjut dari CIA jika sampai mundur.
"Kalau uang, aku bisa membantumu! kau juga bisa bekerja di Perusahaan Dadyku, Kapten!"
Jawab Athena menutupi seraya menepuk bahu Dames yang begitu baik selama ini padanya. hanya Dames yang sedekat ini walau ia sering berbuat ketus.
"Em, Baiklah! kalau ada apa-apa hubungi aku, aku akan datang cepat atau kau bisa hentakan kakimu ke tanah sebanyak 3 kali lalu aku akan datang cepat!"
"Bulshit!"
Umpat Athena hingga Dames menatap Nenek Nuseta dengan lama.
"Nek! aku pamit ya? nanti aku akan bawa pria-pria tampan kesini!"
"Pergilah! aku bosan melihatmu!"
Dames hanya memberi kecupan jarak jauhnya pada Athena lalu berlari pergi setelah meninggalkan Kotak Makanan di dalam kamar.
Athena kembali berubah murung menatap Kotak makanan itu dengan tak berselera. ia mengambil Ponselnya diatas nakas kembali menghubungi Lucifer namun, hanya suara operator yang menjawab.
"Ayolah, kau kemana?"
Gumam Athena terus menghubungi beberapa kali tapi tetap saja tak dijawab hingga ia menggeram memaki Lucifer yang aneh.
"Tidak bisa, aku harus mencarinya!"
Athena kembali menghubungi Dames agar bergantian menjaga Neneknya karna ia ingin mencari kemana pria itu pergi.
.......
Tatapan menusuk keduanya lansung menajam bak pedang yang mengobarkan api kemurkaan yang sama-sama mempunyai emosi disetiap tatapannya.
Cestor datang menemui Lucifer ke Alaska hingga pria itu terus mendesak Lucifer untuk memberi keputusan atau tindakannya.
"Kau ini sudah gila!! dulu kau begitu terlihat menyayangi kedua orang tua kita dan sekarang apa??? kau diam!!!"
Maki Cestor naik pitam saat Lucifer membuang obat yang ia beri semalam untuk meracuni Athena atau Neneknya tapi nyatanya dia malah mabuk tak melakukan apapun.
"Pakai otakmu!!! aku yang akan mengurus Violette dan Arcules itu dan kau!!! kau yang mengurus mereka!!!"
"Aku tak bisa!"
Tegas Lucifer melawan egonya sendiri. ia selalu dikuasi amarah saat melihat Athena hingga ia pergi menghindar dari wanita itu agar ia tak kelepasan hilang kendali.
"Atau aku yang melakukannya!"
Bughh..
Lucifer meninju keras wajah Cestor namun pria itu juga kembali memberi pukulan kewajahnya hingga terjadi perkelahian yang sangat panas didalam kamar Lucifer.
"Sialan!!!"
"Kau yang sialan!!!"
Keduanya adu kepalan membuat Berots yang ada diluar kamar lansung menerobos masuk hingga ia terkejut melihat Lucifer meninju membabi-buta wajah Cestor dan begitu juga sebaliknya.
"Master!!!"
"Aku tidak bisa!!!"
Brakk..
Lucifer menghantamkan Cestor ke meja disamping dinding tapi Cestor juga memberinya pukulan telak diwajah hingga sudut bibir Lucifer koyak dengan hidung Cestor yang berdarah dengan wajah penuh lebam.
"Master!"
"Sekali saja kau mengusiknya. aku yang akan membunuhmu!!"
Geram Lucifer dengan deru nafas memburu disertai wajah mengeras dan angkara murka yang nyata. Berots memeggang Bahu Masternya yang sudah berusaha menahan diri.
"Kau sangat mencintainya, hm?"
"Dia Istriku! tak akan ku biarkan kalian mengusiknya!"
Cestor menyeringai kembali berdiri tegap memandang penuh keggeraman Lucifer yang sudah tak lagi memperdulikan hubungan saudara, ia juga tak akan melepas siapapun yang menghalanginya.
"Baik! selama ini aku pikir kau juga menginginkan keadilan bagi Momy dan Dady, itu karnanya aku membiarkanmu berjalan sendiri. tapi sayangnya, wanita sialan itu telah mencuci otakmu!!!"
"Pergi!!!"
Bentak Lucifer menunjuk pintu keluar dengan Cestor yang masih diam ditempat.
"Kau ingat ini, Cifer!"
"Kauu!!"
"Master!"
Berots menahan Lucifer yang kembali ingin menyerang pada Cestor yang mendekat kearahnya.
"Kau tak akan bisa tenang bersama dia, pilihanmu hanya dua. kau MEMBUNUHNYA atau .."
Cestor menjeda ucapannya dengan wajah bengis.
"MENINGGALKANNYA!!"
Tekan Cestor lalu melangkah pergi. ia sudah bersumpah tak akan meninggalkan sedikipun orang-orang yang menyiksa keluarganya. Nyonya Violette dan President Arcules itu mempunyai kematian tersendiri olehnya, sedangkan Athena. ia masih ingin berbaik hati menyuruh Lucifer menghabisinya atau memberi kesakitan yang teramat dengan cara meninggalkannya.
"Aaaaa!!!"
Prankk..
Lucifer melempar Furniture keramik gagak disampingnya hingga pecah lalu mengusap wajah frustasi. jika pulang ia lagi-lagi menahan semua ini tapi apa yang harus ia lakukan sekarang?
"Apa aku harus membencinya?"
"Master! anda hanya bisa memilih, menghabisi semua yang terlibat agar anda lepas atau merelakan masa lalumu dan menatap masa depanmu yang tak mudah. dan pilihan ketiga.."
Berots terdiam untuk mengatakan ini. ia tahu ini sulit tapi hanya ini yang ia bisa cerna.
"Kalau dengan berdekatan membuat anda terluka. maka menjauh itu lebih baik."
"Maksudmu?"
"Buat Nona membenci anda hingga kalian tak berhubungan lagi!"
Degg..
"Saya tahu ini tak mudah, tapi jika Nona mengetahui dia anak seorang pembunuh maka dia akan merasa lebih terluka! menjauh jika itu bisa melindungi Nona, karna dekat bisa saja anda yang melukainya."
...
Vote and Like Sayang..