Mysterious Love

Mysterious Love
Datang kekamarku!



Mobil-Mobil mewah itu sudah melesat stabil menuju jalan Brigade Aspal yang dikawal khusus Dapartement Kepolisian dan semua keamanan Istana bagi para Keluarga Negara ini mengunjungi Cam di Bukit Zaford, semuanya dipersiapkan secara tepat sekaligus ini hanya sebagai Formalitas yang biasa Keluarga Istana lakukan ketika menginjak Musim dingin.


Wilayah Perbukitan yang hijau dengan embun-embun pagi menyejukan itu menyapa mata mereka yang disugguhkan pemandangan Estetik, semuanya tertata rapi seakan memang terawat dan sengaja diamankan.


"Keluarga Istana akan datang!!!!"


Suara Team di Cam lansung menggelegar, disana ada penginapan seperti Villa khusus bagi anggota Istana dengan beberapa rangkaian acara untuk menyambut liburan di Bukit cantik ini.


Ratusan orang itu berderet rapi menyambut setiap Mobil yang masuk ke Gerbang Cam, disekitar mereka dikelilingi Hutan yang terawat tapi disebelah selatan sana sudah dibangun tempat peristirahatan mewah yang sangat diamankan.


"Tempatnya sangat bagus dan cantik!"


"Yah, semangkin bertambahnya Tahun. Keluarga Hermes menambah fasilitasnya."


Percakapan kecil para anak Mentri yang hadir hari ini, mereka sangat bersemangat setelah diundang ke Cam ini apalagi banyak para Tuan Muda Tampan yang akan hadir menghiasi mata.


Namun, sedari tadi wanita dengan rambut bergelombang panjang dan memakai Topi gunung itu hanya diam menatap kesemua penjuru dikaca Mobilnya, ia yakin sesuai apa yang bicarakan Nyonya Viollette pada pertemuan hari itu kalau Cestor dan Lucifer akan hadir disini.


"Cellin! kau kenapa?"


Dua Temannya menatap Cellin yang menggeleng tak ingin memberi tahu, ia lebih memilih turun saat Mobil sudah membawanya masuk menuju Penginapan.


Dan disinilah ia melihat Mobil anggota Istana telah melesat menuju Bangunan khusus disamping sana, sangat dijaga ketat oleh para Pengawal disekelilingnya.


"Woww!!! aku tak menyangka Tuan Muda Cestor akan hadir disisiku!!"


"Hm, sayangnya kita tak bisa mengambil gambar."


Gumam mereka terlihat kecewa memandangi rombongan Istana yang dikawal masuk kedalam Penginapan mewah dengan susunan kayu jati ini. mata Cellin tak lepas dari wajah Cestor yang sesekali ia lihat dari balik kerumunan manusia itu.


"Cellin! ayo masuk, memandanginya saja kau tak akan kenyang!" cercah Vani menarik lengan Cellin kedalam penginapan.


Semua itu tengah dipandangi netra tajam cantik seorang wanita yang baru saja keluar dari Mobilnya setelah berbicara dengan Team lain di Personel Hutan ini. tatapannya sangat dalam kearah Cellin yang sudah pergi kedalam penginapan.


"Kapten!"


Dames terpongoh-pongoh datang dari belakang membawa barang-barangnya, ia terhenti disamping Athena yang memakai Masker dan Topinya, tak lupa ia memakai Syal menutupi bekas kismark dari hasil olahraga panasnya tadi malam yang tak bisa ia hindarkan dengan pria itu.


"Kau melihat apa? ayo bantu aku membawa ini, Kapten!"


"Hm!"


Athena hanya diam melangkah menuju penginapan khusus untuk para Penjaga yang ada disamping Penginapan, disepanjang perjalanan banyak Team yang menatapnya aneh karna terlalu menonjol dengan mata tajam dan bentuk tubuh dari Jeans hitam itu.


"Maaf, apa kau anggota baru?"


"Dia temanku!"


Dames menunjukan Kartunya hingga mereka mengangguk hanya memandangi Athena masuk ke Penginapannya, mereka sangat ngeri melihat Tipe sombong Athena yang tak mau menyapa.


"Kapten! ayolah, kau dipandang sinis disini. sapalah mereka sebentar."


"Diamlah!"


Geram Athena tak mau ambil pusing, kepalanya sudah berdenyut karna kurang tidur sedari pagi tapi acara ini semangkin membuatnya lelah.


Setelah beberapa lama, Athena sampai dilantai atas nomor kamarnya 56 dengan kamar Dames ada disampingnya.


"Kapten! apa perlu aku menemanimu di dalam sa.."


Brak..


"A.. Iya, aku kekamarku saja!"


Dames melangkah cepat masuk kekamarnya karna Athena sudah menutup pintu kasar membuat jantungnya mau hilang ditempat.


Sedangkan Athena, ia lansung menghempaskan tubuhnya keatas Ranjang minimalis yang cukup untuknya tanpa melihat kesekeliling ruangan ini.


"Mataku berat!!!!"


"Kami akan memijat anda, Nona!"


Duarr..


Athena teelonjak kaget mendengar suara dua wanita yang telah berdiri didekat Jendela kamarnya dengan pakaian khas seorang pelayan membuat Athena berbalik.


"K..Kalian.."


"Kami akan membantu anda beristirahat!"


"K..Kalian siapa? aku tak memesan apapun!"


"Ini khusus untuk anda!"


"Tidak, kalian salah kamar. mungkin ini disiapkan untuk anak-anak Mentri di penginapan samping!" sangkal Athena tak menerima hingga membuat salah satu wanita itu mendekat.


"Kami diperintahkan Suami anda untuk melayani Istrinya dalam segi apapun!"


"S..Suami itu..."


Athena berfikir dan seketika ia mengumpat saat terfikir satu wajah dan nama yang sangat Hoby membuatnya terkejut pagi-pagi begini.


"Shitt! ini terlalu berlebihan!"


"Jika Nona ingin mandi, kami sudah siapkan air hangat dan terapi khusus untuk anda."


"A.. tidak-tidak! aku..aku tak butuh apapun." Athena memijat pelipisnya pusing.


"Kami bisa memijat anda, Nona!"


"Aku tak apa dan.."


Dreett..


Ponsel Athena lansung berbunyi hingga membuat Athena mengambilnya dengan wajah yang sangat kesal menatap nama kontak ini.


"Pagi, Istriku!"


"Kau ini kenapa, ha? suruh mereka pergi dari kamarku!"


"Mereka akan pergi saat kau sudah selesai melakukan kegiatan yang ku berikan pada mereka!"


Suara tegas Lucifer membuat para pelayan itu memberikan satu kertas hingga Athena membacanya dengan mata membulat tak percaya.


Harus Makan, mandi, istirahat dengan dipijat, bersantai, lalu tidur dan banyak lagi...


"Cifer, please! pekerjaanku sangat banyak hari ini."


"Tak ada bantahan, mereka akan mengawasimu 24 Jam! ingat kau jangan membangkang lagi."


"Tapi aku.."


Tutt..


Panggilan itu mati membuat Athena lansung mendecah duduk diatas ranjang menatap para pelayan ini dan deretan makanan itu.


"Shittt, dia kalau perhatian itu kelewatan!"


"Itu namanya Suami anda sangat mencintai anda, Nona!"


Jawab salah satu pelayan itu memberi senyum ramah membuat Athena pun mulai merasa berbunga, pastinya Lucifer tahu ia tak sempat makan tadi, apalagi semalam ia sangat lelah.


"Hm, baiklah! kalian bisa pergi, aku akan makan!"


"Kami akan menunggu disini!"


Athena tak mau membantah hingga ia hanya diam melepas Masker dan Jaketnya lalu melangkah kedepan televisi untuk mengisi tenaga, tapi ia terkejut saat salah satu pelayan itu memotretnya.


"Hey!! kau mau apa?"


"Maaf, Nona! ini perintah Suami anda, ia minta bukti setiap apa yang anda lakukan!"


Athena menggaruk kepalanya yang tak gatal lalu menyantap makanan itu dengan santai seraya menonton Televisi yang menyiarkan tentang Cam ini, ada beberapa orang yang diwawancarai membuat Athena mendengarkan dengan baik hingga Ponselnya berdering tapi mata Athena masih fokus ke layar pipih lebar sana.


Drettt..


"Shitt! aku mau menonton!"


Acuh Athena tak mengindahkan panggilan itu hingga terus berbunyi menyulut rasa kesal darinya, dengan kasar Athena membuka Ponselnya tanpa mengalihkan tatapan kedepan TV.


"Apa lagi? kau mau membuatku jadi tawanan?"


"Datang kekamarku!"


Deggg...


Athena membelalak, ini bukan suara Suaminya.


.......


Vote and Like Sayang..