Mysterious Love

Mysterious Love
Mulai mengurai benang!



Mereka sudah kembali ke Wilayah Cam dengan keriuhan semua orang saat kembalinya Lucifer membuat guncangan yang besar. tak hayal masih banyak Media yang berusaha mendapat Klarifikasi dari Lucifer tentang pernyataannya hari itu dan teka-teki yang ia buat malam tadi.


Sayangnya mereka hanya bisa menerima saat Lucifer tak menjawab apapun melainkan hanya diam masuk kembali menuju Penginapan hingga Panetia penyelenggara mengamankan situasi yang mulai tak kondusif.


"Tuan!!!!"


"Tuan Muda!!"


"Jangan merusak Mood Tuan, kalian berlakulah tertip!" pihak Keamanan melerai hingga membuat kerumunan tadi mengurai dengan kekosongan dari wajah mereka.


"Sayang sekali!! padahal pimpinanku sangat mendesak berita ini."


"Hm, dia tak ingin memberi pernyataan!"


Mereka berbicara penuh keputus-asaan hingga Cellin yang mendengar itu lansung dibuat menghela nafas, ia juga tak mengerti bagaimana kondisi Keluarga Istana sekarang.


Sedangkan Lucifer. langkahnya kedalam sana sudah dihadang oleh semua orang yang terlihat menatapnya tajam, semuanya bergurat rasa amarah yang tertahan.


"Kau datang?"


"Hm!" jawab Lucifer santai melangkah tegas menuju Sofa dimana semua orang telah menatapnya dengan intens. ia seperti biasa memakai pakaian santai dengan Mantel coklat elegan itu mendukung kharismanya yang kuat.


"Kau tahu apa yang kau lakukan itu?"


"Hm. aku tahu!"


Jawab Lucifer duduk bertopang kaki tanpa ada sopan santun pada President Arcules dan Nyonya Violette yang ia pandang penuh arti. Nyonya Emayri dan Tuan Derdanos terlihat hanya membisu tak ingin terlibat.


"Dengan kau menikahinya maka kau telah melanggar peraturan Istana!"


"Itu hakku! aku yang menikah dan aku yang menyiapkannya, memangnya kalian siapa?"


Mereka terdiam menahan geram. Lucifer memang sangat sulit dikendalikan sampai sama sekali tak menganggap mereka sebagai kerabat sama sekali.


"Cifer! kau jangan melupakan jasaku yang membawamu dari tempat itu dan.."


Brakk..


Mereka terkejut saat Lucifer menerjang meja kaca dihadapannya hingga membuat President Arcules mengelak saat benda itu pecah membentur Sofa yang ia duduki.


Wajah Lucifer terlihat mengeras dengan amarah yang menyala-nyala. terlihat sangat mengerikan dengan kekelaman yang menyelimuti tempat ini.


"C..Cifer!"


"Bicara!"


"N..Nak. kau.."


"SIALAN!!!!"


Berots lansung mencengkal bahu Lucifer yang ingin mengeluarkan Pistolnya hingga membuat suasana mendingin. Tuan Derdados berdiri gugup melihat raut Lucifer yang mulai sulit dikendalikan.


"Master!"


"Aku hidup karna usahaku. bukan karna para Penjilat seperti kalian!!"


"Cifer!!!"


Suara bahagia dari tangga sana membuat mereka lansung menatap seorang wanita yang tadi pagi mengamuk itu tengah berbinar cerah berlari kebawah.


"Cifer!!!"


"Nak!!"


Nyonya Emayri mencengkal tangan Hera yang ingin mendekati Lucifer yang sudah kelam menakutkan membuat mereka tak ingin memancing emosinya.


"Mom! dia..dia kembali!"


"Jangan mendekatinya!"


"Mom. ini Cifer, dia pasti datang untuk membicarakan pernikahan kami!"


Ucapan Hera terdengar sangat gila ditelinga mereka hingga Lucifer hanya diam membisu menatap tajam membunuh Nyonya Violette yang merinding.


"Kenapa dia memandangku seperti itu?"


Batin Nyonya Violette meremang berusaha mengendalikan dirinya agar tetap tenang. ia yakin Lucifer masih belum punya bukti soal kejahatannya hingga pria ini tak bisa menuduhnya sembarangan.


"Cifer! kau.."


"Dan kau!!! aku sudah memperingatkanmu, dan jangan sampai kau menjadi target berikutnya!"


Nyonya Emayri menarik Hera menjauh dari Lucifer yang memberikan ancaman nyata membuat Hera termenggu menatap kepergian pria itu.


"Cifer!!! kau tak bisa membuatku begini!!!"


Lucifer hanya acuh pergi keatas sana. ia melirik Berots yang mengangguk mengaktifkan alat sadap yang tadi diletakan diujung Sofa serta anggota yang telah menyebar sadap suara disemua tempat khusus.


"Aktifkan suaranya!"


"Baik. Master!"


Lucifer menekan sesuatu dibalik daun telinganya. benda kecil yang nyaris tak terlihat yang membantunya dalam berbagai komunikasi rahasia.


Mikeil sudah mencari tahu tentang Data terkunci Nyonya Violetta hingga ia harus menunggu untuk mengungkap segalanya.


Setelah kepergian Lucifer. Nyonya Violetta dan President Arcules melangkah pergi keatas menuju kamar mereka karna ada sesuatu yang harus dibahas setelah melihat respon Lucifer barusan.


"Anak itu memang tak tahu diuntung!"


"Cih, dia sangat berbeda dengan Cestor!"


Disepanjang langkah menuju kamarnya sepasang pasutri itu mengumpat dengan raut kesal yang mendalam, bisa-bisanya Lucifer begitu merendahkannya sampai tak berkutik sama sekali.


Mereka masuk kedalam kamarnya hingga Nyonya Violette melempar Vas dimeja sana ke lantai membuat President Arcules hanya diam duduk diatas Sofa panjangnya.


"Sial!! dia memang perlu diberi pengajaran!"


"Sialnya kita tak bisa menyentuhnya!"


Ucap President Arcules mengendurkan dasinya lalu menegguk segelas air putih yang ada didepannya membuat Nyonya Violette juga mendekat.


"Pria tak berguna itu sangat cerdas. dia membuat Tanah ini atas nama Putranya, kita tak akan bisa mendapatkan Alaska!"


"Hm, untung saja Cestor masih bisa kita kendalikan dan bisa memperluas Venuz!"


President Arcules merutuk. namun ia terhenti sejenak saat mengingat Athena, ia sangat penasaran dengan wanita itu dan kenapa Lucifer begitu mencintainya?


"Siapa wanita itu?"


"Aku belum melihat data identitasnya penuh. tapi aku tahu kalau dia tinggal bersama Neneknya."


Jawab Nyonya Violette malas. membahas namanya saja sudah membuat selera hidupnya rendahan, wanita miskin itu sangat tak berguna.


"Tapi dia mirip dengan seseorang."


Nyonya Violette mengkerutkan dahinya menatap President Arcules yang diam bersandar ke punggung Sofa. raut tajam, wajah tegas, mata begitu menghunus dan sifat kerasnya begitu mirip dengan seseorang yang dulu sempat singgah dihatinya.


"Kau jangan mengenangnya!!!"


"Aku hanya ingat, ketangguhannya!"


Jawab President Arcules menghela nafas. sebenarnya ia tak berniat melakukan itu karna ia begitu mencintai wanita dimasa lalunya, tapi sayang wanita itu memilih pria lain membuatnya gelap mata sampai memenuhi permintaan Nyonya Violette melakukan hal bejat satu itu.


"Cihh. aku masih heran, dimana dia menyembunyikan anaknya?"


"Sudahlah, aku tak ingin membahasnya."


President Arcules terlihat sangat lemah saat mengenang masa itu membuat Nyonya Violette menggeram. ia harus temukan anak wanita itu hingga Suaminya tak lagi mengenang wanita sialan itu.


"Baik mati ataupun hidup kau memang membuat kutukan!"


Umpat Nyonya Violette melangkah pergi. ia harus menyuruh anggotanya mencari tahu lebih banyak tentang anak itu hingga ia bisa menyusun rencana kedepannya.


Semua itu bisa didengar jelas oleh Lucifer yang tengah duduk diatas kursi Balkonnya seraya menyesap rokok dengan Laptop diatas mejanya.


Wajahnya terlihat berfikir kenapa mereka membahas Anak? apa ada sesuatu yang terjadi setelah pergi dari Alaska dulu?


"Athena! mirip dengan seseorang."


Gumam Lucifer mengetuk peggangan sofanya seraya menyesap rokok. sepertinya ia harus membicarakan ini dengan istrinya, bisa saja Athena tahu sesuatu.


"Cari tahu anak siapa yang dia maksud!"


"Baik! Master!"


Berots lansung menghubungi anggota lainnya hingga Lucifer kembali bekerja dengan menyebar bisnis ilegalnya yang berpusat pada Alaska.


....


Vote and Like Sayang..