
Penginapan yang semalam gelap dipenuhi kemeriahan lampu lansung mengurai hingga kabut embun pagi ini menyapa dengan sinaran kuning mentari yang masih belum sepenuhnya menampakan diri tertutup oleh awan hitam yang sepertinya membawa hujan.
Kemeriahan Pesta semalam masih tampak membekas dibibir para manusia yang terus membicarakannya. sedari panjangnya waktu berputar mereka tak melihat Tuan Muda Kedua yang dibicarakan akan merencanakan Pernikahan dengan Nona Derdanos tapi kenapa menghilang? apalagi wanita yang bernama Athena itu juga tak ada ditempat ini.
Tentu, semua itu semangkin memancing amarah Hera yang sudah mengamuk sedari semalam dan pagi ini ia lanjutkan dengan menghancurkan barang-barang yang ada dikamarnya.
"Aaaa!!!"
Prankkk..
"Hera!!!"
Teriak mereka saat melihat Hera benar-benar membuat ruangan ini berantakan dengan pecahan Vas bunga dan kaca meja rias yang berserakan. Nyonya Emayri tampak histeris melihat putrinya yang sudah benar-benar merasa sakit saat tahu apa yang telah terjadi semalam.
"Sialan!!! Athena Brengsek!!!"
"Nak, kendalikan dirimu dan.."
"Kendalikan!!!! apa aku bisa mengendalikan diriku saat dia telah menikahi wanita sialan itu!!!!"
Hera membentak keras kembali melempar gelas kaca dari nampan makanan yang tadi dibawakan kekamarnya. mata Hera sudah sembab karna terus menangis mendengar suruhan anggota Ayahnya mengatakan kalau Lucifer telah menggelar Pernikahan tadi malam.
"T..Tidak hiks, dia.,dia tak bisa membuatku begini, Mom hiks!"
"Nak! kau.."
"A..Aku tak terima!!"
Hera luruh begitu saja menangis merasakan sesak. ia sudah sangat bahagia saat mendengar ucapan Nyonya Violette yang mengatakan kalau Lucifer akan menikah dengannya. tapi. dunianya hancur mengetahui semua ini.
"Nak! tenanglah!"
"M..Mom hiks, aku..aku mohon, berikan dia padaku. aku..aku sangat mencintainya, Mom!!"
Isak Hera dipelukan Nyonya Emayri yang tak tahan dengan kerapuhan ini. ia tahu betul ambisi Hera begitu besar pada Lucifer sedari kecil dan ia tak ingin kalau sampai hidup Hera hancur begitu saja.
Hera menangis sampai ia melihat pecahan beling yang ada dilantai, matanya terlihat membara dengan genagan air yang terus mengalir.
"Aku..Aku akan membunuh diriku sendiri jika Lucifer tak jadi milikku!"
"Hera!!!!"
Tuan Derdanos muncul dari arah pintu kamar menatap menyala-nyala pada putrinya yang sangat gila, ia sudah muak dengan semua tingkahnya yang selalu ingin apapun yang dia mau di Dunia ini.
"D..Dad! aku..aku ingin dia menjadi Milikku. hanya..hanya aku dan...dan aku tak akan meminta apapun!!"
"Pakai otakmu!!! sudah berapa tahun kau mengejarnya dan sekarang apa??? berhentilah mengejarnya!!!"
"Aku mencintainya!!!! dia..dia hanya bisa menikah denganku!!!hanya aku!!!!"
Bentak Hera sampai membuat Tuan Derdanos termenggu. kenapa nasip Putrinya begitu tak beruntung? mereka memiliki segalanya tapi tak bisa mendidik satu anak yang sangat keras dan egois.
"Terserah padamu! yang jelas, kau jangan membahayakan Keluarga kita hanya karna Obsesi Butamu!"
"Dad!!!! Dady!!! bantu aku, Dad!!!!"
Teriak Hera pada Tuan Derdanos yang sudah pergi hingga amarahnya kembali meluap membuat Nyonya Emayri terisak pilu.
"Pria tua tak berguna!!!!! kau brengsek!!!"
"Sudahlah hiks, Mo..Momy mohon, Hera!" Hera menatap Momynya dengan penuh binar, ia memeggang kedua tangan wanita itu penuh harap.
"M..Mom, kau..kau bisakan? kau..kau bisa membantuku, kan?"
"H..Hera.."
"Aku..Aku mohon, aku..aku akan mati jika dia bersama wanita itu. Mom!"
Nyonya Emayri tak punya cara lain. ia mengangguk mengiyakan membuat Hera berbinar cerah mendekap Momynya erat, ia akan buktikan kalau ia lebih pantas dari pada wanita sialan itu.
"Mom! dia milikku! dia hanya milikku!!"
.......
Pagi ini semuanya benar-benar berubah. wanita yang biasanya menghabiskan waktu dikamar dengan rencana dikepala tentang misi itu telah turun tangan ke Dapur seperti biasa, namun. kali ini ada rekahan senyum cantik dari bibir sensual agak bengkaknya dengan wajah berseri bak mentari yang tengah bersembunyi dibalik awan sana.
Ia hanya memakai Tangtop dan Hotpans seperti biasa dibaluti Blazer berwarna abu yang manis, tangannya begitu lincah bergerak di panci rebusan membuat para pelayan yang menemani pun sangat kagum.
"Nona! kami akan membantu!"
"Tidak usah, kalian bisa kerjakan yang lain!"
Jawab Athena menyangga tanpa mengalihkan tatapannya pada Panci yang ia seok dengan sangat gesit. hari ini ia membuat Sub brokoli dengan campuran hati ayam tak lupa dengan Puding dan Stek sapi yang sudah tersaji dipiring disampingnya.
Para pelayan itu tampak diam saling pandang lalu menatap kearah tangga dimana Tuannya sudah turun membuat wajah mereka tertunduk.
Lucifer terlihat memakai kaos lengan pendek santai berwarna putih dengan celana Joger hitam yang sangat Cool dan keren. ia terlihat sangat segar dengan rambut agak berantakan tapi begitu Sexsi melengkapi tonjolan otot yang tercetak dikaosnya.
"Hm!"
Lucifer mengisyaratkan para pelayan untuk pergi hingga ia menatap Athena yang terlihat sangat Sexsi dengan bekas kismark memenuhi leher yang dialiri keringat itu.
"Pagi! Sayang!"
"Kau!!"
Athena terperanjat saat Lucifer tiba-tiba memeluknya dari belakang hingga membuat Athena memukul pelan lengan kekar yang membelit perut datarnya dengan dagu Lucifer yang bertopang ke bahu Athena.
"Masak apa, hm?"
"Kelihatanya?"
"Haiss!! kenapa kau sangat galak? aku jadi ingin mengigitmu!"
Athena membelo jengah tetap mengaduk Subnya hingga ia mengambil mengambil sedikit kuahnya didalam centong sayurnya lalu menatap Lucifer yang mengendurkan pelukan.
"Apa?"
"Mau mencobanya?" Athena meniupnya halus membuat tatapan Lucifer tertuju pada bibir merah ini. pandangan mata elang yang begitu memuja hingga Athena mengarahkan sendoknya ke bibir Lucifer untuk mencoba.
Saat benda itu ingin menyentuh bibirnya Lucifer lansung menepisnya lembut dan cepat mengecup bibir Athena.
Cup..
"Kauu!"
"Morning Kiss, Baby!"
Lucifer lansung menggerakan bibirnya hingga ia sigap merapat ketubuh Athena dengan satu tangan memeggang tengkuk wanita ini untuk memperdalam ciuman lembutnya.
Athena tak bisa mengacuhkan hisapan lembut ini hingga ia membalasnya dengan gerakan penuh cinta tak terkesan liar tapi bisa mengimbangi hisapan lembut Lucifer mengait cumbuannya seraya mata keduanya terpejam menikmati.
Decapan erotis itu mulai terdengar nyaring hingga Lucifer mengangkat tubuh Athena keatas meja dapur dengan kedua lengan Athena berkalung keleher kokoh Lucifer yang masih bergumul dengan penuh kasih.
"Ehm!"
Athena melenguh kecil merasa sangat terpancing dengan Lucifer yang sangat lihai dalam hal ini. ia pun tak mau kalah sampai saling membelitkan lidah membuat remangan ditubuh keduanya.
Namun, mata Athena terbuka saat mencium aroma hangus yang pekat dan..
Degg...
"Cifer!!!"
Athena mendorong Lucifer menjauh hingga wajah kesal pria itu terlihat dengan wajah merahnya.
"Kauu!!"
"Sup kuuu!!!"
Pekik Athena lansung mematikan Kompor hingga Lucifer menariknya menjauh agar tak terkena asap panas dari panci yang berasap.
Wajah Athena benar-benar tak percaya antara kesal dan begitu geram memandang asap dan bau gosong ini.
"Cifer!!!"
"Hm!"
"Kau lihat ulahmu!" geram Athena tapi Lucifer hanya diam tanpa rasa bersalah memeluknya hangat.
"Itu bukan salahku!"
"Kau!!! haiss.. lalu sekarang kita makan apa? ini menu utamaku!"
"Em, aku suka bentuknya! biar aku yang makan Sub dan kau makan Steknya."
Lucifer mengambil piringnya dengan piring Stek yang ia dekatkan kearah Athena membuat wanita itu tak tega, tak mungkin ia memberi makanan gosong ini pada suaminya.
"Rasanya enak!"
"Sudahlah, jangan dimakan!"
"Enak, Sayang! ini belum gosong semuanya!"
Athena menggeleng mengambil panci itu dan membawanya ke Wastafel membuat Lucifer tak setuju.
"Aku masih mau!!"
"Tidak, ini sudah tak enak! makan saja Steknya."
"Sayang! ayolah, rasanya enak! aku mau lagi!!"
Athena menggeleng ingin membuangnya tapi Lucifer kembali mengambilnya.
"Cifer kau!!"
"Suttt! aku suka semua yang kau buat, jadi jangan melarangku memakan itu!"
"Tapi!!"
"Masakan terlezat yang pernah ku makan!!"
Jawab Lucifer mengambil sumpit dan menuangkan isinya ke dalam piring. Brokolinya masih utuh hanya kuahnya sanja yang kering walau ada beberapa hati ayam yang terlihat menghitam tapi Lucifer masih memakannya.
Athena tahu itu pahit tapi rasanya ia sangat bahagia hingga tak mau melewatkan ini.
Ia mengambil Sumpit lagi seraya mendekati Lucifer yang menyodorkan piring Steknya.
"Ini. punyamu!"
"Sutt! aku juga ingin mencobanya!"
"Sayang. makan punyamu!!"
Athena acuh mengambil satu brokoli yang kering hingga ia meniupnya lalu mulai memakan hingga kunyahannya terhenti merasakan asin dari resapan kuah kering dan pait yang terasa.
"Keluarkan!"
"Emm, Enak! aku mau makan juga."
"Hena kau.."
"Sutt! jika kau makan ini aku juga akan memakannya."
Akhirnya Lucifer terhenti saat melihat Athena sudah tak kuat menahan pahit hingga ia beralih menyantap Stek seraya menyiapkan susu pereda rasa pahit untuk wanita ini.
"Minum. Sayang!"
"Hm, pahit!" gumam Athena mengibas lidahnya.
"Aku sudah bilang jangan tapi kau membantah!"
Geram Lucifer kesal hingga ia terhenti saat salah satu pelayan datang ke dapur.
"Tuan!"
"Hm!"
"Tuan Muda Pertama datang!"
......
Vote and Like Sayang..