Mysterious Love

Mysterious Love
Perjuangan seorang Ibu!



Setelah lama menunggu dengan kecemasan yang semangkin menggunung hingga jam sudah menunjukan pukul 7 malam Athena masih belum juga menyelesaikan Pembukaannya karna memang proses baginya sangat lama.


Lucifer tak berhenti mengelus perut Athena yang tampak sudah benar-benar lemah, ia hanya bisa diam dengan nafas yang berat mencengkram kedua lengan Lucifer yang beralih berjongkok dihadapan Birth Ball milik Athena yang menyandarkan kepalanya ke bahu sang suami, sungguh proses ini membuat Lucifer tak bisa bernafas lega.


"Sayang!"


"Hm!"


"Kita Operasi saja. aku mohon!"


Athena menggeleng. ia sudah separuh jalan bahkan semakin berputarnya waktu ini ia terus merasakan sakit yang bertambah tapi Dokter Isabel yang selalu memantau belum memberi kabar baik itu membuat Athena benar-benar tahan menaggung semuanya.


Setiap rasa sakit itu datang ia terus mengigit bahu Lucifer yang tak masalah sama sekali. bahkan, mungkin kalau Athena ingin menusuknya ia akan diam dan menerima. sungguh tak ada yang lebih membuatnya jantungan dari sini sebelumnya.


"Minum?"


"Hm!"


Athena mengangguk hingga Lucifer meraih gelas yang memang sudah disiapkan sepanjang tadi dimeja kecil dekat mereka, diselingi beberapa Sneck dan potongan buah-buahan yang terlihat sudah berkurang karna Bumil ini.


"Pelan-pelan. Sayang!"


Lucifer meminumkan gelas itu ke mulut pucat Athena yang menegguknya tandas karna memang sangat terkuras tenaganya. sesekali Lucifer menyangga keringat yang menyusuri kening merembes ke leher sang istri yang sudah dipakaikan Batrobe kembali karna sudah dingin.


"Lihat aku!"


"Hm?"


"Buka matanya!"


Athena meneggakan tubuhnya bangkit dari sandaran ke bahu Lucifer yang menagkup pipinya, ia tersenyum kecil hingga Lucifer mengecup lama kening segaris dengan bibirnya. hal yang selalu Lucifer lakukan setiap ia tampak sudah sangat sakit.


"Kalau sangat sakit kau bisa melakukan apapun, hm?"


"Aku ingin menamparmu!"


Dahi Lucifer mengkerut menautkan dahi keduanya hingga semua exspresi masing-masing bisa dilihat jelas dari mata mereka.


"Kenapa?"


"Balas dendam!"


Keduanya lansung terkekeh bersama mendengar dua kata itu. Lucifer tahu Athena sangat kesal karna setiap harinya Lucifer terus menepuk bokongnya hingga merah, kadang Bumil ini terus memekik jangan melakukannya tapi sayangnya Lucifer membatu.


"Akan ku lakukan lagi nanti."


"Kauu!!"


"Ha? salahmu sendiri memiliki Bokong berisi bisa jadi bantal ku itu!"


Athena hanya memiringkan bibirnya acuh dan dongkol kembali mengkalungkan kedua lengannya ke leher kokoh Lucifer yang sangat gesit dan sabar menunggunya.


"Sayang!"


"Hm? ada apa?"


"Kalau kau pegal. kau bisa duduk disamping atau pergilah makan!"


Lucifer menggeleng. tak ada selera makannya jika melihat wanita ini masih juga belum selesai melakukan penyiksaannya.


"Tidak usah, aku belum lapar."


"Tapi kau sudah la.."


Athena menjeda ucapannya saat cengkramannya itu semakin menguat hingga rasa perih ini benar-benar ia rasakan.


"A..Asss!!"


Lucifer terkejut lansung memeggang perut Athena yang terasa bergerak.


"S..Sayang!"


"S..Sakittt hiks!"


"Dokter Sialan!!! kemana kalian??"


Bentakan Lucifer membuat Dokter Isabel dan Dokter Relov yang ada didepan kamar lansung menerobos masuk menuju Balkon.


"S..Sakittt emm!"


"Sayang kau..kau tenang saja, hm?"


"Bawa Nona ke tempat Persalinan. Tuan!"


Lucifer bergegas menggendong Athena ringan membuat Relov lansung menyingkir seraya memerintahkan beberapa Suster wanita untuk masuk dan terutama Dokter Maudy yang Lucifer rekrut karna dia Dokter Profesional.


"Cepatlah!!!"


"I..Iya!"


Dokter Isabel gemetar saat Lucifer sudah seakan mau membunuh mereka seraya membaringkan Athena diatas sebuah bantalan lebar seperti kasur empuk tapi ini dilengkapi busa-busa lembut yang menopang tubuh Athena.


"S..Sakitt!!! C..Cifer Sakittt!!"


"Suttt! kau..kau yang mau ini, Sayang! aku mohon hanya sebentar lagi, hm?"


Lucifer memangku kepala Athena yang mencengkram kuat lengannya. Dokter Maudy lansung membalutkan selimut keseparuh Tubuh Athena dengan Dokter Relov yang hanya diam menatap dari jauh saja.


Dokter Maudy melihat jalan lahir yang sudah sangat pas dan ini akan mudah jika Athena bisa kuat mengejan sesuai arahannya.


"Nona! tarik nafas anda dan hembuskan dari mulut secara perlahan!"


Athena melakukannya dengan baik tapi ia sesekali menggeram karna bagian bawahnya benar-benar terasa dikoyak dan dijalari rasa sakit membuat wajah Lucifer tak kalah pucat dengan Istrinya.


"Buka agak lebar. Nona!"


"I..Ini sssakittt!!!"


"Iya, Nona! anda rilkes dan saat waktunya mengejan anda tolong melakukannya sekuat mungkin. tapi, jangan dipaksakan!"


Athena hanya mengangguk dengan keringat yang bercucuran tak berhenti keluar disetiap pori kulitnya.


"Sekarang!!"


"Ehmm!!!"


Athena sekuat tenaga mendorongnya dengan kuat sampai rasanya seluruh bagian bawahnya terasa kebas dan sangat sakit.


"Lagi! Nona!"


"Emm sss Ciferr hiks!"


Lucifer tak mampu bersuara hanya bisa membisikan kata cinta itu ke telinga Athena seraya batin yang terus berdoa semoga semuanya lancar. ia sudah seakan tak bernyawa melihat usaha keras wanita ini.


"Aku sangat mencintaimu dan Baby!"


Athena mengambil nafas santai sesuai instrupsi Dokter Maudy yang memijat sedikit pahanya agar tak terlalu kebas. Lucifer sudah memucat melihat tangan berlapis sarung khusus wanita paruh baya itu sudah dilumuri darah dan itu adalah darah Istrinya.


"S..sakitt hiks, emm. Nenek!!"


Jerit Athena kembali mengejan bahkan lengan Lucifer sudah berdarah dicengkram kukunya. Athena sangat merasakan bagaimana susahnya mengeluarkan anak yang sudah ia kandung selama 9 bulan itu lahir kedunia ini, bahkan rasnaya tubuh ini terbelah dengan nyawa yang tak perduli lagi akan hilang bersama rasa sakit yang menjalar itu.


"M..Momyy hiks!"


Athena menangis disela mengejan membuat Dokter Maudy termenggu diam menatap Lucifer yang bungkam. sekarang semuanya terjawab kenapa Athena tak ingin melakukan Operasi yang sejujurnya akan mudah dilakukan apalagi Lucifer bukanlah orang sembarangan. tapi, Athena ingin menghilangkan rasa bencinya pada kedua orang tuanya disela Proses ini. setiap ia mengingat peristiwa tragis itu, Athena selalu merasa muak dengan perlakuan kedua orang tuanya tapi hanya ia yang tahu itu hingga dirinya ingin lepas dengan merasakan hal yang sama.


Dan ternyata, rasanya menjadi Ibu itu sangatlah penuh perjuangan. tak sepantasnya ia menyimpan rasa benci seperti ini sedangkan Momy dan Dadynya sudah begitu banyak berkorban baginya.


"Sedikit lagi! Nona!"


"C..Cifer!!!!"


Athena kembali mengejan kuat bahkan kali ini Lucifer melihat Istrinya mengumpulkan berbagai emosional yang bisa mendorongnya agar tetap bertahan dan terus berusaha membuat hatinya mencolos tak bisa berkata banyak selain mengecup kening berkeringat ini lembut dengan cengkraman Athena semangkin menggila.


"Sedikit lagi. Nona!"


"Emmm!!!"


Athena mengeluarkan semua tenaganya hingga jeritannya membelah dinginnya malam yang semangkin naik. setelah beberapa lama tangis Bayi itu mengejutkan keduanya dengan tubuh Athena yang sudah tumbang lemah begitu saja.


....


Vote and Like Sayang..