Mysterious Love

Mysterious Love
Tak pernah merasakannya?



Tatapan menajam Athena begitu menghunus Dokter Isabel yang melangkah masuk tepat berdiri disamping Lucifer membuat darah Athena mendidih menarik tangannya kasar dari genggaman Lucifer didalam saku celana itu hingga wajahnya benar-benar terlihat tak bersahabat.


Tatapan semua orang begitu penuh tanya pada Dokter Isabel. terutama Cestor yang mengepalkan tangannya kuat, ternyata wanita ini mengkhianati mereka selama ini.


"Selama ini kau tak tahu bukan?"


Lucifer hanya diam saat Tuan Derdanos melangkah mendekatinya. tatapan pria paruh baya ini begitu sangat licik memandang Lucifer bergantian dengan Athena.


"Dia adalah kaki tanganku!"


"Apa??"


Mereka semua terpekik tak percaya dengan Athena yang sudah ingin bergerak tapi tangannya dicengkal Lucifer yang membuat Athena benar-benar tak percaya.


"K..Kau.."


"Kau sangat percaya kalau dia dipihakmu!"


"Yah, tentu saja! karna kerja kerasnya sekarang kita semua akan tahu siapa kau yang sebenarnya."


Geram Tuan Derdanos mengisyaratkan agar Dokter Isabel memberikan bukti sidik jari Lucifer yang ada ditubuh Hera. ia terlihat percaya diri sampai Athena mulai tak bisa menahan kekhawatirannya.


"Kau pasti hanya membual!"


"Ouhh, kau tak terima, hm?"


Tuan Derdanos memperkeruh keadaan dengan pernyataan yang membuat mereka semua heran. apa benar kematian Nona Muda Derdanos itu karna Tuan Muda Kedua Hermes ini?


Melihat semua orang yang bertanya-tanya Athena semangkin khawatir. bagaimana bisa Lucifer kecolongan? ia sudah bilang kalau wanita ini sangat berbahaya jika salah-salah memberi perlakuan padanya.


"Aku akui kalau aku mencintai Lucifer!"


Mereka semua lansung dibuat terkejut dengan pernyataan lantang Athena yang terlihat tak ragu-ragu. ini ia lakukan agar tak ada yang memperhatikan alur yang dibuat Tuan Derdanos untuk menyudutkan Suaminya.


"Benarkan? dia mencintai pria ini dan karna dia Putriku putus asa dan tiada!!!"


"Tapi dia memang sudah tak waras!"


"Kauu!!"


Tuan Derdanos ingin menampar Athena tapi dengan cepat tangan kekar Lucifer menangkapnya kokoh membuat suasana benar-benar mendingin bahkan ini lebih membekukan sedari tadi.


Tegukan ludah itu mereka telan berat melihat wajah mengeras Lucifer yang mencengkram kuat lengan Tuan Derdanos sampai bersuara retakan hingga Athena tercekat.


"C..Cifer. lepaskan!"


"Berani kau mengangkat tanganmu pada ISTRIKU!"


Duarrr...


Mereka sekali lagi dibongkem bahkan kali ini tubuh para wanita sana sudah tumbang kekursi sana saat Lucifer berucap benar-benar nyata dan tegas tanpa embel candaan.


Wajahnya benar-benar kelam tak perduli lagi dengan pandangan semua orang. ia saja tak pernah mengangkat tangannya pada wanitanya semenjak mereka saling mencintai. tapi pria sialan ini berani melakukannya tepat dihadapan matanya sendiri.


Krekk..


"T..Tuan!!!"


Nyonya Emayri histeris mendengar suara retakan itu dengan Tuan Derdanos yang tak menunjukan wajah lemahnya padahal pergelangan tangannya benar-benar terasa mau remuk. Cestor yang melihat itu pun ikut merasa membayang bagaimana cekikan Lucifer mematakan tulang tengkuknya dan rasanya sangat hebat.


Dokter Isabel yang melihat Lucifer terpancingpun mulai khawatir karna ini diluar kuasanya.


"T..Tuan! kendalikan diri anda dan.."


"Seberani ini!"


Lucifer kembali memelintirnya tak memperdulikan sanggahan Dokter Isabel yang terkejut dengan suara gemetar semua orang.


"T..Tuan lepaskan!!"


"Tuan! ampuni dia!!!"


Dokter Isabel terlihat mencoba menenagkan Lucifer yang tak mau melepas cengkramannya ke lengan Tuan Derdanos yang terlihat merah padam menahan sakit yang sangat hebat. tapi, sekuat apapun mereka memohon tak didengar sama sekali hingga Dokter Isabel menatap Athena yang hanya diam memalingkan wajahnya acuh.


"Nona! anda.."


"Kau mencintainya, bukan?"


Dokter Isabel tercekat ludahnya sendiri dengan tatapan Luifi yang menajam. ia sangat muak jika wanita ini masih mencoba mendekati suaminya yang jelas tak menerimanya.


"S..saya.."


"Kalau begitu kau uji dirimu sendiri! kalau dia tenang berarti kalian berjodoh."


Jawab Athena santai mengabaikan teriakan semua orang saat Lucifer sudah beralih mencekik Tuan Derdanos yang mulai kehabisan nafasnya.


"Berani kau sialan!!!!"


"T..Tuan! l..lepaskan d..dia dan.."


Brugh..


Dokter Isabel terdorong kelantai akibat tepisan kasar Lucifer yang sama sekali tak memandangnya membuat sudut bibir Athena terangkat sinis seakan mengatakan, 'kau tak bisa, bukan?'


"K..kau p..pembu..nuhh!!!"


"Kau memang ingin..."


Lucifer ingin menghantamkan kepala Tuan Derdanos kemeja disampingnya namun dengan cepat Athena menyalip kedepan memeluk Lucifer yang dikuasai emosi terbukti dengan deru nafasnya yang memburu.


"Putrimu yang murahan dan kau menyalahkan ISTRIKU!!!"


Suara Lucifer menggelegar membuat kamera yang merekam semua itu terlihat bergetar dengan Team Media yang memucat. bahkan, mereka tampak menunduk tak berani menatap wajah Lucifer yang sangat menyeramkan.


"Seharusnya kau mengarahkan Putrimu dengan baik tapi apa.. kau hanya bisa menyalahkan orang lain!!!"


"Hey! sudah."


Bisik Athena lembut mengelus rahang tegas Lucifer. semua orang benar-benar mematung melihat kejadian yang sama sekali tak terpikir sebelumnya. perlakuan yang ditunjukan Athena pada Lucifer membuat cengkraman pria itu terlepas membuat jarak pada Tuan Derdanos yang kelimpungan mengambil nafas.


"Dia.."


"Sekuat apapun kau mengatakannya pada Dunia kalau aku bukan perusak hubungan kalian. maka mereka juga tak akan menerima, hm?"


Netra keduanya saling tatap dalam bahkan tak perduli akan wajah malu para wanita yang melihat tatapan Lucifer melemah saat bersama wanita ini membuktikan ia berhasil menahlukan keangkuhan Penguasa Alaska itu.


"Tapi mereka salah! hubungan apa yang kau hancurkan? tidak ada, Sayang. aku tak memiliki hubungan apapun dengannya kecuali hanya sebatas rekan kerja itupun dia yang memaksakan diri masuk dalam Klanku tapi bukan berarti dia.."


"Cifer!"


"Dia masuk dalam hidupku!"


Mereka semua termenggu mendengar semua itu sampai Dokter Isabel menunduk diam berdiri merasa kecil berdiri disamping Athena yang begitu memiliki tempat Spesial yang tak akan bisa digantikan dengan apapun.


"Mereka hanya kenal aku seorang Putri pembunuh dan.."


Athena tak melanjutkan ucapannya lagi karna sudah lelah melawan semua orang yang tak akan paham apapun. mereka hanya akan menganggap apa yang dipertontonkan di Media itulah hal yang paling benar di Dunia ini.


"Kenapa kalian begitu menghakimi Istriku?"


"T..Tuan.."


Mereka semua tak bisa berkata-kata seakan lidahnya keluh seketika bungkam. Lucifer mendekap hangat Athena yang merasa sangat tak percaya Lucifer berani mengungkapkan semuanya dihadapan semua orang bahkan Dunia ini.


"C..Cifer!"


"Kenapa? apa aku salah menikahi seorang putri pembunuh?"


Hening. semuanya hening dengan Cestor yang memperhatikan betul Lucifer memasang badan atas ketidak nyamanan Athena disini. semua orang memandang Istrinya dengan na'if dan menjijikan tapi kenapa seorang putra yang ayahnya sendiri dibunuh dengan tangan yang sama tak melakukan hal itu?


"Tentu kau tak masalah!" jawab Tuan Derdanos serak masih belum puas menyudutkan keduanya.


"Benarkah?"


"Yah! kau tak tahu bagaimana rasanya orang-orang terdekat yang ditinggalkan Keluarga Hannes dalam duka mendalam itu, kau tak akan tahu karna kau tak merasakannya."


Lama Athena menatap wajah Lucifer yang terlihat sangat tegar. terkadang ia berfikir kenapa pria ini begitu kuat menghadapi hidup yang begitu pahit. berjuang sendiri tanpa apapun yang bisa dijadikan harapan, ia sendiri diposisi itu pasti tak akan bisa bertahan lama.


"M..Maaf!"


Lirih Athena dengan setetes air mata yang jatuh menatap penuh rasa bersalah. kalau bukan karna Dadynya maka Lucifer tak akan mengemban luka diusia muda.


"M..Maafkan aku, sayang!"


"Kau hanya bicara LUCIFER!!! kau tak akan tahu rasanya kehilangan seseorang yang sangat berarti dalam.."


"DIAM!!!!"


Bentak Athena pada Tuan Derdanos yang mematung bungkam. mata Athena sudsh memanas menjatuhkan bulir bening itu bahkan ia merasa sakit sendiri dengan kalimat hina yang dikeluarkan pria ini.


"Kau marah?"


"Yah!! kau bicara seakan-akan kaulah yang meerasa kehilangan di Dunia ini!!!"


"Dia tak pernah merasakan yang namanya.."


"Putra Hannes itu adalah Suamiku!!!!"


Duarr...


....


Vote and Like Sayang..


Maaf ya Author telat.. soalnya tadi abis ada acara😊


Ini yang udah ngasih Vote dan Giftnya di Shere ke Group terimakasih ya say. udah ngedukung moga tetap bertahan yak😊


@Kak Gebriel


@Kak Deni Irani bintang gemini


@ Sarah.


Thanks you buat semuanya. mungkin hanya ini yang Shere ke Group dan buat yang udah Vote tapi nggak dicantumin berarti nggak di liatin di group ya jadi author kagak tahu😂