
Tatapan Tuan Derdanos lansung berubah kosong menghunus wajah berlinang air mata Athena yang sudah tak tahan. ia sendiri sebagai seorang istri merasa sangat jengah dan muak dengan hina'an yang dituturkan Tuan Derdanos pada suaminya.
Tak pernah ia melihat Lucifer terlihat rapuh dalam keadaan sadar menyangkut kedua orang tuanya padahal pria ini memang kehilangan segalanya.
"Kau bicara seakan-akan hanya kau yang merasakan kehilangan tapi kau tak tahu, ha!!!"
"Heyy!" Lucifer menarik Athena kembali kepelukan hangatnya.
"Dia bahkan sudah kehilangan banyak hal!!! kedua orang tua, keluarga, kedudukan, kekuasaan bahkan jati dirinya sebagai seorang Putra dan kau masih menyalahkannya, ha??"
Mereka semua terdiam menatap Athena yang benar-benar terlihat meluapkan segalanya. tanda tanya besar itu mulai meruak berfikir mengenai hubungan Athena dan Lucifer yang sangat Misterius.
"J..Jadi, T..Tuan kau.."
"Aku memang putra keluarga Hannes dan dia juga!"
Lucifer menatap Cestor yang hanya diam dengan pandangan semua orang kearahnya. kenyataan ini benar-benar menjadi kejutan besar bagi semua orang yang hadir dengan wajah terperangah tak percaya. Pernikahan? Kenyataan dari semua masalah yang terjawab sudah kali ini.
"Kenapa anda menikahi seorang wanita yang jelas-kelas telah menghancurkan keluarga anda, Tuan?"
"Yah! kami rasa tidak mungkin seorang anak mampu melupakan kejadian Pembantaian itu dan apalagi anda mengambil langkah sebesar ini."
Para Media yang bicara halus penuh hormat. tak ada lagi wajah-wajah keras yang tadinya menyudutkan Athena tapi sekarang semuanya terlihat menerima dan mau mendengarkan.
Athena hanya diam. jujur ia sangat malu berdiri sebagai seorang putri pembunuh tapi apalah dayanya yang sejujurnya tak ingin lagi mundur. ia harus menghadapi semuanya walau ia tahu sebenarnya hubungannya dan Lucifer memang tak masuk diakal.
"Aku tak munafik soal amarah, dendam dan kebencian! aku pernah mencobanya bahkan aku berulang kali mendorong diriku sendiri agar bisa menyakiti bahkan membalas semua rasa sakit yang aku rasakan selama ini."
Athena tertunduk diam hanya mendengarkan. tak ada satu katapun yang keluar begitu juga semua orang yang menyaksikan.
"Aku mencoba menjahuinya. membentaknya, mengatakan kalau aku sangat sibuk dan tak ingin bertemu setiap kali dia datang padaku."
Pikiran Athena terbayang jelas saat itu Lucifer berubah tak pulang dan berubah sikap padanya, dan ternyata benar pria ini sudah tahu segalanya tapi tak pernah ingin memberi tahu padanya.
"M..Maaf!"
"Aku sudah berusaha. aku mengacuhkan keberadaannya, berusaha tidak perduli padahal.."
"M..Maaf hiks!"
"Padahal dengan melakukan itu aku tak hanya menyiksa dirinya tapi aku secara tidak lansung melakukan hal yang sama pada diriku sendiri dan sumpah demi apapun aku tak pernah tahan melukainya lagi!"
"C..Cifer! hiks."
Suara Bergetar Athena lansung mengangkat wajahnya menatap Lucifer yang memberi senyum hangatnya menangkup kedua pipi Athena sebagai bukti rasa sayangnya pada wanita ini.
"Aku minta maaf kalau aku menyakitimu dengan semua rencana ku yang tak kau tahu tapi..tapi sayang kau kau harus percaya kalau aku.."
"C..Cifer hiks!"
"Aku sangat mencintaimu dan Baby!"
Prokkk...Prokkk..
Ungkapan cinta tulus itu membuat mereka semua lansung bertepuk tangan meriah dengan rasa haru yang ikut bercampur menyaksikan dua insan ini berpelukan erat bahkan terlihat wajah keduanya lepas setelah mendengar isi hati yang luar biasa mengguncang batin mereka.
Lucifer mengecup lama puncak kepala Athena yang menangis merasa sangat bahagia dan beruntung. tak ia sangka Lucifer akan memperlakukannya sangat Spesial dihadapan semua orang bahkan tak segan mengungkapkan segalanya.
"C..Cifer hiks. Sayang!"
"Hm? apa sayang?"
Tanya Lucifer lembut bahkan begitu terdengar mesra ditelinga para wanita yang meleleh mendengarnya. seorang pria yang terkenal sangat dingin bahkan tak pernah menunjukan wajah bersahabat itu sekarang tengah menjadi pria berbeda dihadapan seorang wanita yang mereka kira hanya malapetaka di Dunia ini.
"A..Aku.."
"Hm?"
"A..Aku sangat mencintaimu. Cifer hiks!"
Lucifer tersenyum kecil kembali memeluk Athena yang benar-benar merasa lepas. rasa khawatirnya akan masalah Isabel seketika hilang entah kemana. ia sangat nyaman dan merasa aman didekapan tubuh gagah suaminya.
"Kau tahu, Nak! Momy sekarang sadar kenapa tuhan menginginkanmu lebih cepat. jika masih hidup kau tak akan mampu menerima kenyataan dan kau memang memilih jalanmu sendiri, Momy senang karna kau tak lagi sakit melihat Cinta atau Obsesimu tak terpenuhi!"
Batin Nyonya Emayri menyangga air matanya lalu menatap Tuan Derdanos yang mematung kosong. keduanya terlihat sangat bungkam hingga Dokter Isabel angkat bicara.
"Tuan besar! saya sebenarnya tak melakukan apapun."
"K..Kau.."
"Saya dan Tuan Lucifer tak ada hubungan apapun. saya hanya diminta untuk selalu mengikuti perintah anda untuk menyelidiki Tuan Lucifer tapi selama ini saya tak menemukan hal yang salah, kematian Putri anda memang kemauannya sendiri karna Tuan Lucifer tak ingin meninggalkan Nona Athena yang sangat Putrimu benci."
Jelas Dokter Isabel menerangi semua kesalah pahaman ini. ia tahu Tuan Derdanos seorang ayah yang pasti sangat menyayangi Putrinya dan ia memaklumi itu.
"Ayo pergi!"
"Baik. Aunty!"
Relov membantu Tuan Derdanos berdiri normal lalu menatap Athena yang lansung Lucifer sembunyikan dipelukan Posesifnya membuat mereka semua memerah.
"Kami permisi!"
Lucifer hanya menatapnya datar. ia masih belum lupa bagaimana pria ini berani membawa Istrinya pergi satu Mobil bahkan sampai berdua saja.
"Ada yang ingin kalian tanyakan?"
Tegas Lucifer menarik kursi disampingnya hingga mendudukan pelan Athena yang memang sudah pegal sedari tadi berdiri. wanita dengan perut buncit itu terlihat lebih segar dan sangat cantik berdiri disamping Lucifer yang menopang punggung istrinya menatap datar Media.
"Tuan! berapa usia kandungan. Nona?"
"Iya, dan kapan kalian menikah?"
Tanya mereka. para tamu yang menginjak Sore ini diam duduk di kursinya masing-masing kembali bersikap normal seakan menonton Show yang sangat menarik.
"Kami menikah sudah lama. saat itu keadaan belum bisa mendukung untuk mempubliskannya dan sekarang Istriku hamil, sebentar lagi juga akan melahirkan!" tegas Lucifer mengelus perut besar Athena dengan lembut membuat mereka hanyut sendiri.
"Em, apa bayi perempuan atau laki-laki. Tuan?"
Lucifer lansung menatap Athena yang mengadah menatapnya hingga Lucifer berjongkok menyamakan tingginya dengan sang istri membuat suasana yang tadinya meneggangkan sekarang berubah hangat penuh kasih.
"Laki-laki atau perempuan. yang penting Istri dan anakku sehat dan selamat."
"Tapi kau ingin anak perempuan." sambung Athena membuat mereka menunggu jawaban Lucifer yang terlihat seperti pangeran menopang Istri tercintanya.
"Terserah pada yang memberikan. kalau itu baik untukmu aku akan senang."
"Ouhhh!! aku mencintaimu, Tuan!!!"
Pekik para gadis sana tanpa malu dan takut lagi karna keberadaan Athena seakan menjadi pelindung bagi mereka untuk mengeskpresikan semuanya disini.
Tentu Lucifer hanya menanggapinya acuh hanya fokus pada Istrinya hingga Berots yang melihat Tuannya sudah tak bisa mengkondisikan tatapannya lagi maka ia mengambil alih cara ini dengan MC yang tengah hilang akal melihat panorama cinta sepasang insan itu.
"Baiklah. untuk hari ini cukup sampai disini! kalian nikmati sajian makanan dan hiburan yang tak kalah menyenangkan dari yang sekarang!"
"Baik!!!!"
Lucifer lansung menggendong Athena ringan dengan wajah yang terlihat bersinar menghapus mendung yang beberapa hari ini menghiasi wajah tampannya. tentu Berots mengerti karna Tuannya sangat merindukan Nonanya.
"Urus semua ini!"
"Baik. Tuan!"
Lucifer melangkah pergi keluar dari Aula Pesta hingga tatapan Dokter Isabel terlihat sendu. tapi ia bahagia karna ia melihat sendiri bagaimana kacaunya Lucifer beberapa hari ini atas kebungkaman Athena.
"Terimakasih. karna sudah memberiku kesempatan dekat dengan sepasang manusia aneh seperti kalian."
....
Vote and Like Sayang..