
Brakkk...
Seketika suara benturan itu lansung menghantam Beton pembatas dijalanan membuat Mobil Tangki yang tadinya melaju pesat lansung berputar mengikis aspal berapi menimbulkan jeritan semua orang yang tertelan dari rasa ketakutan terpendam.
Tubuh seorang wanita yang tadinya berdiri ditengah-tengah jalan sudah terlempar kepelukan seorang pria yang sangat cepat melesat menarik pinggang Cellin yang sudah memucat menatap kosong Truk Tanki berceceran dijalan sana.
Para Aparat Kepolisian mulai berdatangan bersama wartawan yang tertarik karna disini ada sesosok penting berpengaruh di Negara ini.
"Tuan!!!"
Cellin tak bisa bangun dari rasa kakunya sampai wajahnya hanya bisa mengatakan ini halusinasi menarik keberanian yang sudah hilang.
"I..Itu.."
Cestor lansung menggendong ringan tubuh ramping wanita ini membelah keramaian yang mengerumuni mereka. tadinya ia berperang dengan batin dan egonya yang sangat bertentangan akan rasa harga diri. tapi, tubuhnya tak bisa dikondisikan sampai memecah ketakutan semua orang.
"Tuan!!!!"
"Tuan! anda memang luar biasa!!"
Cestor hanya diam seakan tak mendengar melangkah ke Mobil dengan Asisten Brian membuka pintu kendaraan mewah ini mempersilahkan Tuannya masuk dengan wajah cemas pria itu menatap Cellin yang memucat.
"Nona! anda.. anda tak apa?"
Cellin menatap Asisten Brian yang begitu khawatir padanya. namun, matanya kembali berbenturan dengan jalan yang dikerumuni banyak orang sana hingga ketakutan itu menyeruk ke sela tulangnya.
"A..Aku.."
"Hm!"
Cestor membenamkan wajah Cellin ke dadanya seraya memangku tubuh wanita itu tanpa ada guratan keberatan sama sekali membuat Asisten Brian mematung didepan pintu mobil melihat Cellin tampak tenang dalam rangkuhan keamanan ini.
"Kau ingin diluar!"
"Em. Maaf!"
Asisten Brian kembali masuk ke mobil dengan tergesa-gesa. ia melajukan benda itu untuk kembali ke Kediaman karna tak mungkin membawa Cellin ke tempat Kerja sementara wanita itu masih Trouma akan kejadian tadi.
Disepanjang perjalanan pulang. Cestor menatap wajah cantik yang tengah mencengkram lengannya menahan ketakutan, tubuh yang tadinya gemetar itu sangat Cestor rasakan sampai ia membiarkan Cellin melakukan apapun yang memang meredam kegigilan itu.
"Shitt! aroma parfum ini lagi."
Umpat Cestor membatin saat bau parfum Cellin tepatnya dikepala wanita ini begitu menyeruk ke hidungnya. sebenarnya aroma camelia ini sama sekali tak busuk tapi ia hanya merasa.. entahalah ia sulit menjabarkan semuanya.
Asisten Brian melihat itu dari kaca spionnya hingga ia menghela nafas halus hanya fokus mengemudi sendiri. tanpa disadari olehnya, Cestor memejamkan matanya sampai belitan tangannya ketubuh Cellin mengerat begitu juga sebaliknya.
Setelah beberapa lama. Mobil itu sampai ke Kediaman Istana tapi sayangnya dua manusia itu sudah terlelap dalam perjalanan, entah karna ngantuk atau memang nyaman dengan dekapan hangat masing-masing.
Tepat didekat tangga depan teras terlihat Athena tengah menemani Suaminya menidurkan Baby Angel didekat pohon yang rindang tempat keduanya bertukar cerita.
"Kenapa cepat sekali?"
Gumam Athena menyeringit melihat Mobil yang baru beberapa jam saja pergi dari sini. tentu Lucifer hanya acuh lebih asik mengecup kepala putrinya tanpa ingin diganggu.
"Apa ada masalah?"
"Nona!"
"Apa yang terjadi?"
Tanya Athena berdiri melangkah mendekati Mobil sendirian tapi Lucifer mau tak mau mengikuti Istrinya menjaga langkah wanita ini.
"Tadi ada kecelakaan yang.."
"Apa???"
Athena terkejut hingga Lucifer mendahului tangan Istrinya membuka Pintu Mobil dengan cepat dan..
Degg..
Seketika Athena mematung ditempat melihat siapa yang tengah berpangkuan dengan sangat mesra dan begitu intim menarik rasa geli dari senyuman Momy muda itu.
"Oh. kecelakaan ini!"
"Cih, sudahlah. jangan nodai mata Putriku. Sayang!"
"Biarkan saja dia didalam!! kau istirahat saja."
"Baik. Nona!"
Asisten Brian kembali menutup pintu Mobil menatap tak rela dari jauh tapi ia hanya meredam semua itu membawa kecemasannya masuk ke Kediaman.
Sementara Cestor. ia sangat nyaman bahkan enggan melepas belitannya ke tubuh Cellin yang harum menenggelamkannya dalam rasa kantuk yang benar-benar datang.
Perlahan mata Cellin terbuka karna pinggangnya sangat sakit bertekuk begini. namun wajahnya kembali memucat saat wajah tampan damai Cestor sudah tepat ada dihadapannya.
"T..Tuan!"
Gumam Cellin kaku tak mampu bergerak dipangkuan kokoh ini sampai akhirnya ia menatap wajah Cestor dengan dalam. kenapa ia masih belum bisa melupakan pria ini? bahkan sekasar apapun Cestor memperlakukannya kenapa ia tak pernah bisa untuk lepas.
"Kau benar. aku terlalu menyukaimu dan begitu murahan. tapi aku, aku tak bisa menahan diriku sendiri setiap bertemu denganmu dan.. "
Cellin menghela nafas halus. ini keputusannya dan akan ia lakukan agar ia bisa melupakan Cestor yang memang tak memiliki rasa padanya.
"Baiklah. kau tenang saja, aku tak akan menganggumu lagi! kau orang baik dan terimakasih sudah menyelamatkanku, aku harap kita tak bertemu lagi."
Cup..
Cellin mengecup pipi Cestor lalu perlahan mengurai pelukan memposisikan kepala pria ini senyaman mungkin dikursi Mobil hingga setelah beberapa lama ia keluar menutup pintu Mobil dengan hati-hati.
"Terimakasih!"
Gumam Cellin lalu berbalik mendekati Athena dan Lucifer yang saling menggoda membuat rasa iri dihati Cellin yang melihatnya.
"Kau?"
"A.. Nona. Tuan!"
Athena terdiam menatap Lucifer yang merubah wajahnya tegas menatap datar wanita ini.
"Hm."
"Saya ingin mengundurkan diri!"
"A.. Kenapa? apa dia menyakitimu?"
Tanya Athena tak menyangka dengan semua ini. Cellin yang mendengarnya lansung menggeleng canggung tak bermaksud begitu.
"Bukan. Nona! tapi, Dady saya telah menyarankan melanjutkan pekerjaan saya di luar negri. kemungkinan saya tak bisa membantahnya."
"Tak ada yang lain?"
Tanya Athena penuh selidik. ia melihat memar dipaha Cellin dan seketika kepalannya menguat. ia sangat tak suka pada pria yang begitu kasar terharap wanita.
"T., tidak ada, Nona! dan saya sangat berterimakasih kalian semua menerima saya dengan sangat rendah hati."
"Hm. pergilah!"
Cellin mengangguk hormat lalu melangkah pergi seraya menelfon supirnya untuk menjemput. sementara Athena sudah benar-benar naik pitam ingin mendekati Mobil itu tapi Lucifer mencengkalnya lembut.
"Sayang!"
"Ini sudah keterlaluan. sedari kemaren dia sangat menyakiti wanita itu."
"Hustt! percuma kau memarahi pria tua itu, biarkan saja dia merasakannya sendiri. aku bosan mengurusnya terus."
Decah Lucifer sudah lepas tangan. ia sekarang lebih fokus pada kejutannya nanti untuk Athena yang pasti akan sangat bahagia.
"Tapi, Cifer.."
"Tak ada bantahan!"
Tegas Lucifer membawa Athena masuk ke Kediaman karna ini sudah hampir sore. ia harus memikirkan rencana kedepannya paling tidak wanita itu aman jika tak berdekatan dengan Kakaknya yang sangat lamban bergerak itu.
.......
Vote and Like Sayang..
Untuk cerita Cestor kita habiskan disini ya, kemungkinan hari ini tamat ya say. 😊