
Pembicaraan itu terdengar serius dengan guratan wajah yang benar-benar membuktikan kali ini pembahasan yang mereka selesaikan tak hanya menyangkut satu pihak tapi juga ada sangkutan yang lain.
Tatapan Dokter Isabel semangkin kagum pada Lucifer yang tengah mengurus satu hal yang pasti akan menjadi pengakhir halangan mereka untuk bernafas lega setidaknya sesaat saja.
"Aku tak ingin tahu. semua pekerjaan harus selesai sebelum anakku lahir!"
"Master! tapi, mereka begitu ingin membuktikan kalau kematian Nona Hera bukan karna bunuh diri."
Sangga Berots yang tengah duduk didekat Jembatan yang sepi. sekarang sudah malam hari mereka bertemu setelah melihat sejauh mana pria tua itu ingin menjalankan rencananya.
"Tuan! saya akan berusaha semampu saya agar Nona baik-baik saja. mereka tak akan tahu kalau Nona tengah hamil tua dan tak akan membuat masalah!"
"Aku hanya ingin kau tetap memberi informasi kalau kau sudah berhasil masuk anggotaku!"
"Baik! saya akan usahakan, Tuan! mereka akan percaya pada saya."
Lucifer mengangguk memijat pelipisnya sejenak memandangi lautan yang ada dibawah jembatan besar ini. pria tua itu memang sangat berani memasukan salah satu pelayan di Istananya untuk memata-matai mereka bahkan disetiap langkah ada kuping yang tersembunyi.
Namun, tiba-tiba Berots berdiri dari duduknya saat satu pesan dari ponselnya masuk lalu menatap wajah datar Lucifer yang tengah melayang jauh bagaimana menjelaskan ini pada Athena nantinya?
"Master!"
"Hm."
"Nona.."
Drett..
Ponsel Lucifer lansung menyala hingga ia mengangkatnya dengan nama Cestor yang ada dilayar benda pipihnya.
"Hm."
"Cifer!"
"Ada apa?"
"Athena.."
Lucifer lansung berdiri dengan wajah terlihat khawatir membuat Dokter Isabel yang tengah berbicara dengan orang diseberang sana lansung memutuskan sambungannya.
"Kenapa dengan Istriku??"
"Dia pergi dari Istana ini!"
Degg..
Lucifer lansung meneggang ditempatnya. langkah Lucifer lansung cepat masuk ke Mobilnya dengan anggota lain yang juga sama hingga mereka semua saling tatap penuh tanya.
"Kenapa bisa, ha?? aku menyuruh kalian menjaganya selagi aku keluar!!"
"Cifer! Istrimu sangat marah, dia keluar sendirian tanpa memberi tahu kami sampai Luifi mengejarnya!"
"Sial!!!"
Umpat Lucifer memacu Mobilnya cepat bahkan jantungnya sudah tak terkontrol sesuai deru mesin mobilnya melaju pesat.
"Kau!! kau kenapa tak menurutiku, ha?"
Gumam Lucifer memukul Stir Mobilnya. jika ia katakan pada Athena sekarang ia yakin wanita itu belum siap menerima kenyataan tentang satu hal yang ia sembunyikan. ia hanya ingin menyelesaikan semuanya sendiri tanpa melibatkan Athena.
"Master!"
"Kau menemukannya?"
Lucifer berbicara seraya menekan belakang kupingnya pada Berots yang telah melacak keberadaan Athena dari Cincin Pernikahan mereka.
"Nona masuk ke pekarangan Rumah kecil, Master!"
"Kalian jaga tempat itu secepat mungkin!"
"Anggota sudah kesana, Master!"
Lucifer semangkin memacu kendaraannya tak perduli keadaan jalan menuju Perumahan pinggir itu sangat ramai.
....
Langkah pelan wanita itu hanya menyeret kaki bengkak dan merahnya karna terlalu lama menapaki tanah ini dengan alas kaki seadanya. disepanjang jalan gelap itu ia hanya memakai Balzer menghangatkan tubuhnya itupun tak bisa menahan angin yang semangkin kuat menerpa.
Dipikiran Athena sekarang hanya ingin ke Rumah kecilnya, ia ingin kesana karna hanya itu yang tersisa dari sekian kenagan yang telah hilang begitu saja.
"Kenapa sendirian?"
Beberapa pejalan kaki meneggur Athena yang tampak sudah sembab menangis sedari perjalanan hingga ia menyembunyikan wajah bengapnya dibalik Masker itu.
"Hanya ingin kesana!"
"Sebaiknya jangan. disana dalam tahap renovasi, apalagi hamil-hamil begini. suaminya mana?"
Wanita prauh baya dengan mata yang menatap Athena heran itu tampak memfokuskan penglihatannya diremangan malam dan lampu jalan ini.
"Dia sibuk!"
"Ouhh, ya sudah! hati-hati, disini banyak bangunan yang runtuh."
"Terimakasih!"
Jawab Athena singkat tak ingin berbicara banyak melanjutkan langkahnya melewati garis Polisi membuat wanita paruh baya yang melihatnya itu jadi menggeleng.
"Anak-anak muda jaman sekarang memang sangat aneh. Istri hamil dia malah keluyuran."
Gumam wanita itu melanjutkan langkahnya hingga ia terkejut dengan deru Mobil yang datang sangat banyak membuat penerangan menembus pekatnya malam ini.
"K..Kenapa ini?"
"Kawal semuanya!!"
Berots tampak berlari dengan para anggota memenuhi jalan sampai membuat kemacetan dengan aparat Kepolisian yang berdatangan tanpa banyak bicara mengamankan situasi.
Wanita paruh baya berambut kekuningan itu tampak semangkin merapat ke tembok pembatas melihat banyaknya orang berpakaian hitam ini memenuhi jalan menuju tepat wanita tadi.
"Cepat!!"
"Cari, Nona!!"
Berots mengkerahkan segalanya hingga ia menatap wanita itu dalam kegelapan yang mengigil memandang mereka takut.
"Nyonya!"
"K..Kalian siapa? itu..itu kenapa banyak-banyak datang kesini?"
"Apa anda melihat satu wanita hamil berjalan kesini?"
Wanita itu berfikir sejenak hingga ia teringat tentang wanita yang tadi baru saja berbicara padanya.
"T..Tadi ada dan..dan dia sudah pergi!"
"Kemana?"
"Kedalam Kompleks kecil!"
Berots mengisyaratkan mereka sesana membuat semua orang yang melihat dari kejahuan merasa sangat aneh. kenapa banyak sekali Personel kepolisian seperti membentuk Brigade pengamanan?
Brummm..
Mobil Lucifer sudah menembus keramaian sampai akhirnya kendaraan roda empat itu masuk ke jalan kecil Perumahan mengabaikan suara klakson kendaraan lain.
"Kami akan berjaga, Master!!"
"Tuan!!"
Lucifer menghentikan Mobilnya dengan cepat keluar menghampiri para Pekerja Bangunan ini.
"Kalian melihatnya?"
"Disana! tadi ada yang kesana!"
Tanpa pikir panjang Lucifer berlari kearah Rumah kecil Athena yang benar-benar menyulut kegeramannya. ini sudah malam tapi wanita itu masih saja membangkang tak ingin diam saja di Istana.
"Hena!!!"
Panggil Lucifer berteriak hingga langkahnya terhenti tepat didekat Gerbang yang telah dibangun dengan pandangan tertuju pada tubuh seorang wanita yang memunggunginya tengah menatap Rumah kecil yang sudah berdiri tapi belum rapi seperti biasanya.
"Kau kesini??"
Athena hanya diam mencengkram pinggir Blazernya menatap nanar bangunan bersejarah ini. entahlah ia lebih nyaman tinggal ditempat ini dari pada di Kediaman besar yang membuatnya merasa jadi asing.
"Ini sudah malam. kau keluar tanpa memberi tahu dan sekarang.."
"Kau sibuk, bukan?"
Satu pertanyaan itu membuat Lucifer menghentikan langkahnya tepat dibelakang Athena yang tersenyum miris melirik Lucifer dari ekor matanya.
"Kau sibuk. kau tak akan sempat memikirkan aku."
"Kau bicara apa? ayo pulang!"
"Aku sudah pulang!"
Jawab Athena datar membuat Lucifer semangkin tercekat. ia melangkah mendekati Athena tepat berdiri disamping wanita ini.
"Sayang. ayo pulang. ini sudah malam, hm?"
"Ajak saja dia pulang bersamamu. itu lebih baik!"
"Athena! aku tak bercanda, kau sedang hamil dan ayo kita pulang!"
Athena mengelak saat tangan Lucifer ingin menggapainya hingga wajah Lucifer benar-benar mengeras.
"Apa aku terlihat bercanda?"
"Kau kenapa? hanya karna aku dekat dengannya itu pun kami hanya.."
"Sebatas rekan kerja!"
Sambar Athena lalu berhadapan dengan Lucifer yang menatapnya rumit. keduanya memiliki pola pikir berbeda yang tak akan bisa membatasi cinta yang akan mendamaikannya.
"Aku dan dia tak ada hubungan apapun. tidak ada!"
"Tapi itu akan ada sebentar lagi."
"Kau bicara apa? kau tahu sendiri kalau aku banyak sekali pekerjaan karna perang kemaren dan.."
"Jadi benar kau sangat sibuk?"
Lucifer lansung mengusap wajahnya frustasi lalu menatap Athena dengan pandangan memelas agar tak berdebat lagi seperti ini.
"Sayang. sudah! aku dan dia hanya sebatas rekan kerja atau.. atau lebih dikatakan sebagai seorang Dokter dan Suami dari Paseannya. hanya itu!"
"Tapi aku melihatnya berbeda."
"Lalu kau mau mengatakan aku mempunyai hubungan dengannya! begitu?"
"Yah!"
Lucifer lansung diam benar-benar tak percaya. begitu sempit pemikiran Athena yang terus menduga hal yang tidak-tidak padanya.
"Kau kenapa sangat mencurigaiku?"
"Karna aku wanita. Cifer!!"
Teriak Athena mendorong dada bidang Lucifer yang mematung melihat mata Athena kembali memanas hingga ia mengepalkan tangannya sendiri.
"Aku juga wanita, hiks!! aku tahu betul apa yang akan terjadi pada kalian!!"
"T..tapi aku tak melakukan apapun."
"Kau ..kau tak akan sadar. kau..kau hanya akan menganggapnya remeh tapi aku sama sekali tak nyaman melihat dia memandangmu berbeda!!!"
"Aku tak mencintainya. Hena!!"
Athena tersenyum sinis membuka Maskernya dan dilempar kesembarang arah. kenapa semua pria melakukan kesalahan yang benar-benar lumrah dan itu selalu terjadi?
"Apa perlu aku jelaskan bagaimana awal pertemuan kau dan aku tanpa cinta dan sekarang bersama, ha?"
"Aku tak ada hubungan apapun dengannya. dan jika kau mau aku mengakhirinya maka aku akan lakukan!"
Tegas Lucifer sudah tak tahan melihat air bening itu kembali jatuh menyusuri pipi sembab Athena yang merah.
"Cih, mustahil berbulan-bulan dia tak mencintaimu."
"Lalu kau mau aku harus apa? kau selalu mencurigaiku tapi ku pikir kami masih wajar. Athena! aku tak melakukan apapun."
Athena hanya diam memilih masuk ke dalam Rumah kecilnya membuat Lucifer menendang batu disampingnya kuat meredam semua kalimatnya.
"Sayang! aku mohon, jangan begini!"
"Kau pulanglah ke Kediamanmu!"
"Kita pulang bersama."
Lucifer mendekati Athena yang sudah ingin menutup pintu tapi dengan cepat tangan kekar Lucifer memeggangnya
"Kau.."
"Kau pulang saja. siapa tahu dia membutuhkanmu untuk membicarakan masa depan kalian!"
"M..Masa depan apanya? kau jangan bicara melantur!"
Lucifer menahan pintu ini agar tak tertutup tapi Athena malah berwajah semangkin dingin padanya.
"Jika kau lelah denganku. kau bisa bilang!"
Bugh..
Athena lansung menutupnya kasar hingga Lucifer terdiam didepan pintu. tak ia sangka akan serumit ini, padahal ia hanya ingin semuanya baik-baik saja.
"Aku hanya ingin kau melupakan segalanya. Sayang! apalagi hanya satu lagi yang menghalangi kita. itupun akan ku selesaikan besok pagi. kenapa kau tak bersabar sebentar saja, ha?"
"Kadang cara wanita memandang masalah itu sangat berbeda!"
Lucifer diam saat Cestor mendekatinya dengan tatapan datar namun penih ketenagan.
"Tapi aku hanya memanfaatkan kedekatan itu agar Athena mulai fokus pada kehidupan sekarang, apalagi ada yang memaksa dia untuk memata-matai kehidupanku dan aku harus membalikan semua rencananya. hanya itu? untuk satu mobil atau pertemuan aku bersumpah bukan aku saja yang menemuinya. setidaknya ada Berots disampingku."
Cestor tersenyum kecil. terkadang ia sangat kagum akan pola pikir adiknya yang bisa mencerna rencana lawan dan posisi yang baik, tapi ia sadar, jika bocah ini masih belum paham soal hati wanita.
"Kau akan tahu, saat itu sudah terjadi."
......
Vote and Like Sayang.,