Mysterious Love

Mysterious Love
Kejutan Istimewa!



Athena menyeringit saat ia disuruh memejamkan mata sedari tadi dengan seutas kain merah itu dilepas. ia merasakan ada goresan kuas diwajahnya dengan pakaian yang diganti dengan sesuatu seperti Gaun tapi ia tak tahu ini Gaun apa.


Sedari tadi ia terus bertanya ini Gaun apa? dan apa yang kalian lakukan pada wajahku? tapi hanya dijawab dengan kalimat yang sama berulang kali membuat Athena jengah.


"Kalian mau apa?"


"Nona. anda cukup diam dan semuanya sebentar lagi selesai!"


Ucap para pelayan itu menata rambut pendek Athena agar cocok dengan Gaun pernikahan berwarna putih keabuan dengan jubah Gaun panjang dihiasi berlian menjuntai begitu saja. mereka membuat Athena bagaikan Ratu yang tak akan bisa ditepis keberadaannya oleh siapapun.


Setelah beberapa lama mendandani dan akhirnya semua selesai membuat para MUA dan penata busana itu terperangak melihat Athena yang tampil pas memukau dibaluti Gaun putih bling-bling bak Princess itu tak lupa mahkota cantik bermutiara bening ditengahnya menjadikan Athena sebagai Mempelai tercantik dengan rambut disanggul kecil dengan jepitan berlian itu.


Dadanya tampak sekang membunjul berisi hingga menyembul keluar tapi ditutupi dengan Jubah belakangnya yang bersimpul didekat dada Athena, tampilannya agak tertutup karna semuanya dipilih oleh Lucifer.


"Sekarang apa? aku gerah!"


"Nona, anda sangat cantik!"


"Apa?" Athena terperanjat.


Para Pelayan itu kembali menutup mata Athena dengan seutas kain yang sama dan mulai memeggang ujung ekor Gaun Athena yang jatuh tak mengembang menunjukan tubuh jenjangnya yang Slim.


"Baik! sekarang anda ikuti kami!"


"Kemana?"


"Ini sesuatu Rahasia!"


Jawab mereka saling pandang geli mengiring Athena keluar setelah hampir 1 Jam disini. dan tentu ada puluhan orang yang membantu Athena serta belum lagi Anggota Lucifer melakukan pengawal ketat.


Kepala mereka tertunduk tak berani menatap Athena karna itu titahan Masternya. jangan ada yang melihat Istrinya sebelum ia melihatnya, terdengar sangat posesif bukan?


Dan itulah tugas pelayan yang memeggang selendang emas yang menutupi wajah Athena hingga mereka hanya melihat bagaimana indahnya balutan Gaun Cantik ini.


..........


Karpet merah itu terjulur indah membentang lebar disebuah Gereja yang telah dihiasi lampu dan bunga dengan sangat cantik. semua persiapan dibuat sangatlah sempurna sampai Team Fotografer dan beberapa Media khusus sebagai jejak Digital hari ini begitu sibuk meliput acara, mereka tak akan menyiarkannya melainkan akan berguna disuatu saat nanti.


Semua persiapan sangatlah lengkap. Team Medis, Kemanaan, teman-teman di Dunia gelap Alaska, Kru pemotretan hingga Pestor yang sudah bersiap diatas Altar dengan wajah salutnya pada seorang pria dengan raut wajah datar Tampan itu tengah duduk diatas Sofa dibawah sana dengan wajah serius tengah menelfon.


"Aku tak ingin ada kesalahan, semuanya harus pas sesuai rencana!"


"Baik. Master!"


"Dan dimana mereka? ini sudah 1 jam. kenapa lama sekali?"


Geram Lucifer yang bertanya kesekian kalinya. kenapa belum sampai? ia sudah mengirim semua orang cekatan disana tapi tak ada yang mampu mengantarkan Istrinya kesini.


"Master! mereka dalam perjalanan!"


"Bawa dia dengan baik! jangan sampai terluka atau gores sedikit saja."


"Iya, Master!"


Lucifer memutus sambungannya lalu kembali mematikan Ponselnya agar tak ada penganggu. ia merapikan Jasnya dan beberapa kali meminta penilaian pada Brrots yang sedang berbicara dengan Team Interor disini.


"Kau!"


"Jadi nanti.." Berots menghentikan ucapannya saat Lucifer memanggilnya. ia mendekat menunduk tak berani beristatap lancang.


"Iya, Master!"


"Apa ini sudah bagus?"


Berots melihat penampilan Lucifer dari bawah dimana ada Sepatu Formal berwarna hitam, jas berwarna hitam dengan celana Hitam yang rapi membuat ia sangat-sangat gagah menguatkan aura kepemimpinan dan jantan yang pas ditubuh kekarnya. ia memang tak suka warna-warna cerah hingga pakaiannya serba hitam tapi sangat maskulin dengan tatanan rambut rapi dan bunga didekat saku Jasnya.


"Bagus, Master!"


"Hanya bagus? apa tak luar biasa?" geram Lucifer memprotes karna ia sangat tak suka jawaban yang tak memuaskan begini. melihat itu Berots menghela nafas halus. penampilan Masternya memang sangat-sangat luar biasa, tapi apa ia harus berteriak atau menjadi juri.


"Anda sangat sempurna. Master! Outfit anda hari ini sangat mahal dan berkelas seperti Jam tangan warna abu dan porsi wajah Tampan yang sangat berkharisma serta postur tubuh tegap. saya yakin Nona sangat terpukau melihat anda."


"Tentu!"


"Shitt!"


Batin Berots mengumpat mendengar jawaban singkat dan angkuh itu. inilah alasannya kenapa tak ingin bicara berlebihan karna jawabannya sangat menyakitkan.


Tak perduli akan ucapannya. Lucifer membusungkan dada jantan dengan gestur tegap menatap ke pintu utama, ia seakan membayangkan Athena disana hingga ia melangkah penuh wibawah menjemput Istrinya.


"Kau memang sempurna!"


Angkuh Lucifer melangkah keatas Altar karna mendengar suara Mobil yang baru saja datang. ia memeggangi dadanya untuk tak gugup menunggu wanita itu.


"Dia sudah datang!"


Lucifer berdiri menatap lurus kedepan dengan wajah siap dan tegap. kedua tangannya masuk kedalam saku celana dikedua sisi seakan menyambut kedatangan Athena.


"Ouhhhh!!!!"


Duarr..


hancur sudah harapan Lucifer yang malah melihat Nenek Nuseta yang datang dengan keriuhan yang ia bawa membuat Berots mengulum senyum geli melihat wajah Tampan Lucifer yang tadinya begitu menanti seketika berganti dengan wajah dingin mengeras.


"Aaaa!!! Panci!!!! kau sangat Perfeck, Nak!!!"


"Nyonya, silahkan anda duduk!"


Berots mencari aman dengan mengiring Nenek Nuseta yang tampil anggun dengan Gaun abu dibawah lututnya. ia menatap Lucifer dengan pandangan memerah dan sangat kagum akan menantunya ini.


"Panci!!! kau sangat tampan!"


"Hm!"


Lucifer hanya menjawab dengan gumaman hingga Nenek Nuseta naik keatas Altar membuat mereka semua diam membisu takut Masternya murka.


"Hey!! lihatlah, ini menantu idamanku!!"


"N..Nyonya!"


"Panci! kapan kau menyiapkan ini? kau tak mengabari Nenek!!"


"Kauu!!"


"Nona telah datang!!!!"


Lucifer tercekat lansung menatap Berots yang menarik Nenek Nuseta turun kebawah hingga para Kru dan Team bersiap berderet rapi menyambut rombongan mempelai wanita.


"Sial!! kenapa aku gugup?"


Batin Lucifer mengumpat saat matanya yang fokus ke pintu dengan dada berdebar tak mau diam. padahal ia biasa melihat Athena setiap harinya.


Namun, seketika mata Nenek Nuseta berbinar saat melihat rombongan wanita telah hadir. Luifi yang datangpun lansung memboyong masuk dengan Nenek Nuseta yang memeggang sebuket bunga seraya berdiri didekat kursinya.


"Hena!"


Gumam Nenek Nuseta mengembun saat melihat sesosok yang memakai Gaun cantik dihiasi pernik berlian itu telah datang melangkah diatas karpet merah yang ditaburi oleh kelopak mawar.


Ia seakan melihat putrinya dulu yang menikah dan sekarang berlanjut pada cucunya. setiap langkah Athena yang memakai Heels itu seakan bak hembusan segar bagi Lucifer yang terpaku diam ditenpatnya dengan mata tak lepas dari wanita ini.


"Nona!!!!!"


"Selamat datang!!!!"


Mereka berucap serempak membuat sebuah penyambutan hingga Athena merasa bingung ini ada apa sebenarnya? ia hanya bisa menurut melangkah pelan sesuai iringan para pelayan.


Seakan waktu berhenti. Lucifer tak henti memandangi Athena yang sangat merasakan pandangan itu menuju kearahnya, seakan keduanya saling mengikat hingga debaran jantung ini tak dapat dielakan. kuasa pesona sang mempelai membuat Lucifer memerah.


"Silahkan kepada para Tamu dan semua yang hadir disini menduduki kursinya!"


Suara Pembawa acara yang keluar dari raut penasarannya itu mengarahkan beberapa Tamu yang berasal dari Teman-teman Lucifer didunia gelap seperti Mikeil, Zumera dan beberapa anggota yang terlihat menduduki kursi mereka menatap senang ke atas Altar sana.


"I..Ini ada apa?"


Athena meraba tangan Luifi yang sudah berdiri dibelakangnya dengan beberapa pelayan tadi mendampingi Nenek Nuseta dengan Nona Zumera yang ikut berdiri memberi kejutan.


"Kita hitung satu sampai tiga, maka buka kainnya!"


"Siap!!!!!"


Athena semangkin dibuat gugup. terlihat ia mulai tak nyaman dengan semua ini sampai ia mengumpat tak sabaran.


"Satu!!!!!"


Lucifer berdiri tegap memeggang kotak cincin ditangannya.


"Dua!!!!"


Nenek Nuseta berdiri disamping Athena dengan mata yang nyris menumpahkan cairan bening itu hingga debaran jantung Athena menguat.


"Tiga!!!!!"


"Taraaaaa!!!!!"


Degg..


Mata Athena membulat sempurna saat kain itu dilepas sampai wajahnya benar-benar kosong memandang Nenek Nuseta yang tersenyum menjatuhkan bulir bening itu menatapnya penuh cinta.


"N..Nenek!"


"Semoga kau bahagia, hm?"


Nenek Nuseta memberikan bunganya ketangan gemetar Athena yang menatap kesekelilingnya dimana semua orang tengah memandangnya penuh kagum. tampilannya sangat memukau mata hingga Tuan Mikeil berumur muda itu sangat kagum sampai bertepuk tangan.


"I..Ini..!" Athena linglung belum mengerti membuat Lucifer turun dari Altar berdiri tegap dengan Athena yang membelakanginya melihat kesemua arah.


"Kau suka Desainnya?"


Athena berbalik hingga ia hampir saja oleng melihat Lucifer yang berdiri tepat dihadapannya dengan tampilan yang Formal dan sangat Tampan, ia sampai termenggu kosong.


"K..Kau.. Kau ini..Cifer aku.."


"Wil you Merry Me?"


"Ouhhh!!!!"


Mereka memerah saat Lucifer bertekuk lutut dengan membuka cincinnya dihadapan Athena yang sudah lemas mencerna semuanya, apalagi kalimat Lucifer barusan tak bisa ia bayangkan akan secepat ini.


"C..Cifer!" lirih Athena mengembun mulai merasa sangat spesial sampai dibuat seperti ini.


"Hm? Do you want?"


Athena mengangguk sambil menyangka air matanya.


"Yeah! I Want!"


Prokkkk...Prokkkkk...


Mereka bertepuk tangan meriah hingga membuat Lucifer lansung memeluk Athena yang juga mendekapnya. perasaan lega dihati Lucifer lansung perlahan lepas untuk membawa Athena keatas Altar sana.


"Terimakasih!"


"Sudahlah, ayo kita keatas!"


Lucifer mengecup kening Athena yang sangat membuatnya terpukau malam ini hingga dengan mesra Athena menggandengan lengan kekar Lucifer seraya melangkah keatas Altar untuk pengucapan janji suci pernikahan.


"Aku ingin menangis!"


"Tak apa, Nyonya!"


Luifi mengelus punggung Nenek Nuseta yang sudah berderai air mata menatap Athena diatas sana. sekarang ia sudah tak punya keinginan lagi, Cucunya sudah memiliki seorang penjaga dan ia bisa lega untuk pergi kemanapun jika kelak ia tiada.


....


Vote and Like Sayang..


Maaf ya, lambat acaranya.. Author lagi menyiapkan Tamu undangan😂