
Setelah mendengar apa yang di ceritakan Allan, membuat Jane begitu terpukul. Bagaimana tidak, ia telah menghancurkan kebahagiaan serta menghancurkan biduk rumah tangga sahabatnya bersama Adam karena sebuah kesalah pahaman.
Jane masih menatap Allan dengan tidak percaya. Jika seandainya Allan mengatakannya lebih awal, maka mungkin sahabatnya masih berada di dunia ini. Jane menyalahkan dirinya sendiri saat ini. Ia menyalahkan dirinya karena tidak seharusnya ia begitu frustasi saat itu dan menyebabkan dirinya hilang kendali dan melakukan hal bodoh yang saat ini ia sesali.
Yang ia sesali, ia telah membuat sahabat baiknya itu hidup dalam kesedihan kemudian mengidap penyakit mematikan dan meninggal dalam keadaan tidak bahagia. Jane juga sangat tidak percaya bahwa dirinya mampu menyakiti orang lain dengan begitu kejam.
"Kenapa kau tidak pernah mengatakan kebenaran itu Al...?" tanya Jane pada Allan.
"Jane... aku sudah mencarimu kemana mana saat itu. Bahkan aku meminta orang kepercayaan ayahku untuk mencarimu. Namun, kau bahkan seakan hilang tertelan bumi...." jawab Allan dengan wajah murungnya.
Jane hanya terdiam dan mengingat jika dirinya saat itu menenangkan diri di rumah neneknya yang ada di desa terpencil yang ada di Texas Amerika Serikat selama 2 minggu. Ia tidak tau harus berbuat apa dan bagaimana saat itu. Mengingat jika Adam adalah suami dari sahabatnya. Orang yang ia kira telah merenggut mahkotanya itu. Namun kenyataanya, adiknya lah yang telah merenggutnya.
Dulu, ketika Jane kembali ke Canada, ia mengunjungi Sarah di kediamannya. Sebuah mansion yang belum selesai di bangun. Sarah bercerita jika mansion itu di bangun hanya untuk dirinya, sebagai rasa cinta Adam padanya. Hal itu membuatnya begitu iri. Apa lagi, saat itu Sarah tengah mengandung buah cinta mereka. Sarah bercerita pada Jane bahwa ia tengah mengandung 1 bulan. Dan ia akan memberikan surprise untuk suaminya dengan bantuan salah satu sepupu sekaligus teman baik Sarah di sebuah restaurant favorite Adam.
Jane yang merasa begitu iri dengan perlakuan Adam pada Sarah, membuatnya cemburu dan merencanakan hal buruk untuk Sarah. Jane meminta salah satu sahabat lelakinya untuk berperan sebagai selingkuhan Sarah agar Adam kecewa dan menceraikan wanita itu. Jane jugalah yang telah memalsukan hasil tes DNA Sarah.
Ia tidak bisa meihat Sarah bahagia sementara dirinya juga tidak bahagia karena perbuatan yang ia kira Asamlah pelakunya.
"Allan... kau tau, karena ketidak jujuranmu, membuatku menjadi wanita iblis yang tega menyakiti orang lain, serta menjadikanku orang yang tidak punya hati..." Jane mulai berbicara.
"Kenapa kau tidak memberi tahuku serta kenapa kau pergi pagi itu, sehingga membuatku mengira jika itu perbuatan Adam. Kau tau, saat ini aku lebih membenci diriku sendiri di banding membenci pengecut seperti mu. Seandainya kau tidak pergi pagi itu, aku tidak perlu menjadi seorang wanita iblis tanpa hati. Dan mungkin juga Sarah masih exist di dunia ini..." ucap Jane dengan nada penuh kecewa.
"Jane... pagi itu, aku begitu lapar karena sebelum menghampirimu di Club aku belum makan serta aku juga mencarikanmu makanan untuk menetralisir mabukmu. Tapi saat aku kembali, kau sudah tidak ada. Aku mencarimu kemana mana. 1 minggu mencarimu tanpa menemukan keberadaan dirimu. Di saat bersamaan, sebuah Rumah Sakit memberiku kabar bahwa aku di terima sebagai Dokter muda disana. Dan mengharuskan aku melalui masa percobaan kerja di sana selama 1 bulan. Itulah mengapa aku tidak mencarimu lagi. Sepulang dari masa percobaan kerja itu, aku bertemu denganmu di sebuah restaurant saat itu, kau mengatakan jika kau mencintai kakakku. Di saat itulah, mulutku terbungkam tidak bisa mengungkapkan kenyataan yang kita alami di apartemen milik kak Adam...." jawab Allan panjang lebar.
Jane menangis sesenggukan tidak bisa berkata apa pun. Mendapati kenyataan buruk yang telah ia buat. Ia telah bersalah pada Sarah. Bahkan tak termaafkan.
"Jane... meskipun terlambat, ijinkan aku bertanggung jawab padamu karena telah merenggut kesucianmu...." Allan meraih tangan Jane dan menatap mata wanita itu dengan sendu.
Jane menggelengkan kepalanya. Ia tidak ingin membuat semua orang menganggapnya tidak tau malu. Ia tidak punya muka untuk menghadapi keluarga besar Johanson. Karena perbuatannya serta kesalah pahamannya telah memporak porandakan kebahagiaan yang seharusnya ada di rumah ini.
"Al... kau tidak perlu bertanggung jawab padaku karena itu semua aku yang menginginkannya sejak awal. Aku hanya tidak bisa mengerti jika kejadian itu, akulah yang memulainya dan memintamu serta memaksamu untuk menyentuhku. Ya itu semua karena aku ingin di cintai..." ucap Jane penuh penyesalan.
"Maaf, karena telah melibatkanmu dalam masalah hidupku. Kau tidak perlu menikahiku karena aku akan merasa berdosa padamu. Aku juga ingin meminta maaf pada Adam, karena akulah yang telah merusak kebahagiaannya...." ucap Jane dengan senyum getirnya.
...
Setelah keluar dari kamar Allan, jane pergi menemui Adam dan meminta maaf pada Adam dengan tulus. Ia keluar dari mansion Johanson dan pergi ke agensi permodelannya untuk mengundurkan diri dari sana.
Sementara Allan, ia mengepalkan tangannya dengan erat, mendengar penolakan Jane membuatnya begitu frustasi dan terpukul. Setelah sekian lama pun, wanita itu tidak bisa ia jangkau. Bahkan saat ini dirinya bergelimang harta sekalipun.
...
Adam tertegun setelah kepergian Jane. Ia tidak menyangka jika Jane berubah menjadi seorang wanita yang murung setelah keluar dari kamar Allan. Entah ancaman apa yang telah Allan berikan pada wanita tidak tau malu itu. Tapi Adam cukup lega. pasalnya wanita itu berjanji tidak akan mengganggunya lagi.
Adam mengalihkan pandangannya pada sebuah tangan yang menyentuh bahunya itu. Tangan Mina tangan istrinya saat ini. Ia tersenyum pada wanita itu dengan bahagia. Ya... wanita itulah yang harus ia jaga dan ia cintai saat ini. Untuk Sarah, ia akan selalu terpatri di dalam hatinya yang terdalam.
"Ah... sayang, masih ada 1 lagi kejutan untukmu. Ayo, kita ke taman belakang ..." ucap Adam dan menarik tangan Mina dengan lembut menuntunnya ke taman belakang mansion Johanson.
Adam merasa tidak enak pada orang tua Mina. Seharusnya mereka ikut menghadiri acara 7 bulanan Mina, namun harus terkendala oleh hal yang tidak mengenakan. Walau begitu, pesta itu berjalan dengan penuh khidmat walaupun Adam masih saja mendengar bisik bisik dari mulut tamu undangannya.
Sesampainya di halaman belakang mansion orang tuanya itu, Adam menutup mata mina dengan tangannya. Ia tersenyum penuh arti.
"Bie... kenapa harus menutup mataku...? Kejutan apa sih...?" tanya Mina penasaran. Adam menuntun Mina untuk lebih dekat pada mereka.
Saat Adam melepas tangannya, Mina membuka matanya dan ia menangis terharu. Bagaima tidak, ia melihat orang tuanya serta buah hatinya berada di depan matanya. Mina langsung menghambur ke pelukan orang tua serta adik dan anak anaknya.